SENIOR

SENIOR
Kejutan untuk Lala


__ADS_3

Hai gais maaf sebelumnya soal bab yang double aku juga gak tau bisa double begitu, mau dihapus salah satunya nanti ke hapus dua-duanya dan setau aku bab yang udah up tidak bisa di hapus 😳 jadi aku sengaja biarin dulu maaf kalau mengganggu ya hehe.


Lala terlihat gelisah sudah berkali-kali ia mencoba menghubungi Reno namun tidak ada satu pun yang di angkat bahkan pesannya pun tidak dibaca oleh Reno.


"Kak Reno kemana sih, masa iya udah tidur, tapi gak mungkin sih, apa masih di jalan kali ya," gumam Lala.


Fano berjingkat-jingkatan dengan gaya pecicilannya, ia hanya menggunakan popok bayi yang baru saja di beli oleh Aldo di warung yang tidak jauh dari rumah Lala.


"Pano jadi kaya tuyul benelan hihi, Pano tuyul yang paling kece," ucap Fano.


"Yaudah sana buruan Fano samperin kak Lala terus takutin dia ya. Nanti kak Raina sama kak Reno nyusul," pinta Raka.


"Siapppp, bye bye doain Pano ya." Fano melambaikan tangannya.


Fano berlarian menuju tempat persembunyian Lala dengan gaya pecicilan, saat sampai di belakang Lala ia menjulurkan tangannya menyentuh bahu Lala.


Lala terkesiap saat merasakan ada yang menyentuh bahunya, tangannya gemetar dan wajahnya menjadi pucat, ia memberanikan diri membalikan badannya.


"Tuyul! Ngapain sih disini kirain tadi bu kunti yang megang haduh Lala udah jantungan, kalian ngapain sih satu keluarga di rumah Lala ini rumah masih ada yang nempatin tau," teriak Lala.


Fano hanya menampakan cengiran kakunya sambil berfikir, ia bingung harus berbuat apa.


Pano ngapain lagi ya, Pano gak pelnah jadi tuyul tapi Pano pelnah liat di pilem yang kak Leyhan tonton kalo tuyul suka lali-lalian sambil ketawa.


Fano berlarian kecil dan berputar-putar di sekitaran Lala sambil tertawa membuat Lala kebingungan, berulang kali Lala menggaruk kepalanya dan melirik Fano.


"Eh jangan muter-muter nanti pusing gak ada bodrexin khusus tuyul soalnya," teriak Lala.


"Hihi aku tuyul," ucap Fano sambil menjulurkan tangannya ke arah Lala.


Fano memelototkan matanya sambil memiringkan kepalanya berjalan menghampiri Lala.


Lala menatap Fano lekat, ia merasa tuyul yang berada di hadapannya sangat tidak asing dan mirip seseorang.


Kenapa tuyulnya mirip banget sama Fano ya, ah jangan-jangan pas mau balik dari rumah Lala mereka di begal terus mereka meninggal makanya kak Reno gak angkat telpon Lala, tapi kok yang muncul tuyul doang terus kak Reno nya mana dan dia jadi apa? Atau pocong yang gaul tadi kak Reno? Ah gak mungkin pocong tadi ngeselin soalnya, tapi jangan sampe mereka kenapa-kenapa deh, mending Lala tanya aja deh sama tuyulnya biar gak penasaran.


"Yul sini deh Lala mau nanya, tapi jangan panggil Mama kamu ya si Ibu kunti soalnya Lala gak tahan liatnya serem banget," ucap Lala.


Fano berlarian menghampiri Lala ia mendudukan dirinya di samping Lala.


"Tuyul namanya siapa? Kok mirip banget sama Fano," tanya Lala.


Raina panik saat mendengar pertanyaan Lala dengan tergesa-gesa ia berlarian menghampiri mereka hingga membuat kakinya terbelit dengan baju yang ia kenakan dan ia terjatuh.


Lala terkejut saat mendengar suara yang lumayan kencang ia menolehkan kepala dan tertawa terbahak-bahak saat melihat Raina terjatuh.


"Ha-Ha-Ha ternyata hantu bisa nyusruk juga ya, rasain tuh bu kunti gangguin Lala terus sih jatohkan jadinya, Lala gak mau bantuin!" Lala cekikikan menertawakan Raina.


Raina perlahan berdiri dan menatap Lala kesal ia menghampiri Lala sambil memelototkan matanya membuat Lala merinding dan gemetar ketakutan ia berlarian menjauhi Raina.


"Ampunnnn bu kunti ampunn Lala gak ada niatan ngeledekin bu kunti tapi tadi tuh lucu banget Lala gak bisa tahan ketawa, tuyul bantuin Lala dong bawa mamanya pulang, ini kan rumah Lala kenapa jadi Lala yang diusir," teriak Lala.


Waktu menunjukan pukul 23.53 mereka berniat memunculkan Reno di detik-detik menjelang pergantian hari, kini mereka sedang menikmati drama kejar-kejaran antara Raina dan Lala.


Raina tidak berbicara sedikit pun ia hanya menggerakam mulutnya seolah sedang tertawa dan membiarkan speaker terus berbunyi.


Ini suara ketawanya kenapa gak berenti sih capek gw mangap-mangap mulu kaya ikan.


"Udahan ya bu kunti Lala capek sumpah," keluh Lala.


Raina berjalan mendekati Lala yang sedang terduduk di pinggir kolam, sedangkan Lala hanya menundukan kepalanya berharap kuntilanak yang berada di hadapannya segera pergi.


Semoga aja cara ini berhasil dan hantunya pergi, biasanya kalo di bioskop-bioskop film horor kalo kita kaya begini terus nengok lagi hantunya udah pergi.


Lala menggerakan tangannya di sekitar tempat ia duduk ia merasakan sudah tidak ada siapapun disana, perlahan ia mulai mengangkat kepalanya dan melirik sekitar.


"Huh akhirnya pergi juga ini lampu kapan nyalanya sih, kalo kaya gini terus Lala bisa jantungan beneran," omel Lala.


Reno keluar dari persembunyiannya perlahan ia berjalan mendekati Lala yang sedang berada di tepi kolam.


Lala tidak menyadari kedatangan Reno ia asik bermain air dengan kakinya di tepi kolam.


Reno mendudukan diri di samping Lala dan membiarkan kakinya basah terkena air kolam.


Hantu apa lagi sih ini, udah tiga hantu masih mau nambah lagi, padahal rumah tetangga ada kenapa gak ke rumah tetangga.


Lala terus membatin di dalam hatinya ia enggan menolehkan kepalanya, ia takut hantu kali ini lebih seram dari kuntilanak.


Tapi Lala penasaran yang ada di samping Lala hantunya kaya apaan.


"Hantu apa lagi sih, sana pergi jangan gangguin Lala, Lala siram nih ya biar berubah jadi dugong," omel Lala sambil menyiram sedikit air kolam ke arah Reno.


Refleks Reno memegang tangan Lala agar Lala tidak terus menerus menyiramnya.

__ADS_1


"Huaaa jangan pegang-pegang Lala," teriak Lala.


Lala menolehkan kepalanya ke arah Reno dan ia tercengang saat melihat wajah Reno yang seperti vampire.


"Huaaa vampire!"teriak Lala.


Lala beranjak dari duduknya sambil memegangi lehernya ia menjauh dari Reno.


"Jangan gigit leher Lala ya vampir soalnya Lala abis pake autan, vampire meninggal kedua kalinya gara-gara gigit leher Lala," ucap Lala.


Reno mendelikan matanya sebal, ia mendekati Lala kemudian menarik tangan Lala memasukan jari Lala ke dalam mulutnya lalu dengan gemas ia menggigit tangan Lala hingga membuat Lala berteriak.


Lala menatap Reno sebal dengan cepat tangannya terangkat menjitak kepala Reno.


"Hwaaaaa! Dasar vampire magang mana ada vampire gigit tangan harusnya vampir gigitnya disini nih, nih di leher tau." teriak Lala sambil menunjuk lehernya dengan jari telunjuk.


Reno lebih mendekatkan dirinya pada Lala dan memiringkan kepalanya tepat di hadapan leher Lala.


"Mau ngapain? Huss ... Sana jauh-jauh," usir Lala.


Waktu menunjukan pukul 00.03 yang lainnya memutuskan untuk mengakhiri drama receh yang mereka buat, Aldo menjalankan tugasnya menyalakan lampu.


Setelah lampu kembali menyala Reno menggelengkan kepalanya menatap Lala yang sedang menutup wajahnya dengan gemas ia mengacak rambut Lala, lalu memeluknya membuat Lala terheran.


"Selamat ulang tahun biang rusuh," bisik Reno di depan telinga Lala.


Berulang kali Lala mengedipkan matanya ia berusaha mencerna dan berfikir maksud dari perkataan orang yang kini sedang memeluknya.


Lala tidak tahu laki-laki yang kini berada di pelukannya siapa namun kini ia terasa nyaman dan enggan untuk melepaskan pelukan tersebut.


Happy birthday teletabis gadungan


Terdengar teriakan dan beberapa balon yang sengaja di buat meledak, membuat Lala yang masih berada di pelukan Reno kaget dan tercengang.


Eh gw ulang tahun, emangnya sekarang tanggal berapa? Kok gw bisa lupa sih.


Perlahan Reno melepaskan pelukannya dan menatap Lala sambil tersenyum.


Lala menatap lekat laki-laki yang kini berada di hadapannya, tangannya terangkat memegang wajah Reno.


"Ini kak Reno beneran?" tanya Lala.


Reno tersenyum dan menganggukan kepalanya dengan bersamaan muncul Fano, Raina dan Rama denga kostum yang sama saat menakuti Lala.


"Oh jadi kalian yang ngerjain Lala, parah banget sih kalian kalo Lala meninggal gara-gara jantungan gimana," omel Lala.


"Bodoamat! emangnya kak Lala yang suruh pake pempes," ketus Lala.


"Ini juga ngeselin banget gigit-gigit tangan Lala, sakit tau! Kalian udah ngerjain Lala pokoknya kado buat Lala harus mahal yang bisa dijual lagi contohnya kaya lamborgini," ketus Lala.


"Ogah lo kata gw anak sultan," tolak Raka.


Lala menolehkan kepalanya ke arah Raina ia menganggukan kepalanya sambil menatap Raina.


"Oh jadi ini bu kunti gadungannya yang keserimpet baju sendiri terus jatoh sukurin emang enak makanya jangan ngerjain Lala," ledek Lala dengan tawa terbahak-bahak.


Reno menutup mulut Lala ia pusing mendengarkan ocehan Lala yang tidak ada habisnya.


"Berisik, gak baik lagi ulang tahun ngomel terus harusnya kamu itu bahagia," tegas Reno.


"Iya-iya, mana kado buat Lala." Lala menaik turunkan alisnya sambil menengadahkan tangannya di depan Reno.


Reno mengeluarkan kotak cincin lalu memberikannya pada Lala.


Setelah menerima kotak cincin dari Reno. Lala membukanya ia sangat menyukai cincin pemberian Reno ia menatap Reno hingga membuat Reno menaikan satu alisnya seolah sedang bertanya.


"Kenapa? Gak suka sama cincinnya? Yaudah gampang tinggal jual lagi masih ada kwitansinya ini di dompet," ucap Reno mengambil kembali kotak cincin yang ia berikan pada Lala namun ditahan oleh Lala.


"Enak aja apapun yang udah dikasih ke Lala gak oleh diambil lagi," ketus Lala.


"Terus kenapa dari tadi ngeliatin aku terus Lala," geram Reno.


"Pakein He-He, biar kaya orang-orang kan keren tuh jomblo dikasih kado cincin bonus dipakein juga," ucap Lala.


"Heum banyak maunya, sini jarinya semoga muat ya, takutnya kekecilan jari kamu kan kaya kingkong," ledek Reno.


"Enak aja, jari cantik kaya gini dibilang mirip kingkong," omel Lala.


Reno tak menjawab ocehan Lala ia mengambil kotak cincin dari tangan Lala. Ia mulai memasangkan cincin di jari manis Lala.


"Yeayyyy kak Lala sama kak Leno pacalan asikkkk telaktil Pano ya nanti." Fano bersorak-sorak sambil berjoget dan bertepuk tangan.


"Apaan sih tuyul pecicilan, ini cuma masangin cincin bukan pacaran tau," bantah Lala.

__ADS_1


"Semoga beneran ya He-He, kayamya asik punya kakak ipar sahabat sendiri jadi bisa curhat setiap hari." Raina tersenyum senang melihat Lala dan Reno.


"Kasian aku lah sayang punya kakak ipar rusuh kaya gini, bisa-bisa aku emosi setiap hari," keluh Fathan.


"Awas aja nanti ya kalo kak Fathan suka sama Lala, kata orang-orang tuh benci sama cinta beda tipis, tapi tenang aja Raina gw gak bakal rebut pangeran bucin lo," ucap Lala.


"Aku ada satu lagi, tapi gak tau kamu suka apa engga," ucap Reno.


"Apa lagi? Ini aja udah lebih dari cukup dan gw yakin ini pasti mahal." Lala merasa sungkan saat Reno mengatakan masih ada satu kado untuknya.


Reno menunjukan kalung couple pada Lala, Lala tercengang matanya berbinar saat melihat kalung yang berada di tangan Reno.


"Kak Reno dapet dari mana kalungnya, cantik banget terus kembar lagi," tanya Lala.


"Nemu tadi di tong sampah," jawab Reno.


"Serius? Tong sampah mana yang ada kalung kaya gini?" tanya Lala.


"Beli lah Lala kesel lama-lama aku ngomong sama kamu," keluh Reno.


"Widih biang rusuh kadonya seperangkat aksesoris cuy, kenapa gak seperangkat alat shalat aja biar halal," sambung Rama.


"Iya juga ya buruan beli seperangkat alat shalatnya bang Reno biar Raina ada teman di rumah He-He," saut Raina.


"Seperangkat alat shalat tuh apa ?" tanya Fano.


"Tunggu gede ya nanti Fano bakalan tau," jawab Zara.


"Kak Lala ini kado dali Pano buat kak Lala, pasti kak Lala suka," ucap Fano dengan bangga.


Semua orang yang ada disana menatap kado Fano yang berbeda dari yang lainnya terdapat beberapa gambar dan tulisan di atas kertas berwarna coklat.


Lala menatap kado dari Fano dengan tatapan mirisnya ia membolak-balikan kado tersebut dan melihat gambar-gambar yang ia tahu hasil gambar Fano.


"Fano kok kado nya di bungkus pake kertas nasi, Fano ngadoin nasi padang?" tanya Lala.


"Ha-Ha-Ha nasi warteg La, mayan bakal makan malem," saut Farhan.


"Tuh kado dari kita semua udah kita taro di ruang tamu nanti lo bisa buka aja satu-satu, sekarang kita nikmatin aja acaranya," ucap Fathan.


Fano berlarian dengan sengaja ia mendorong Lala dan Reno hingga tercebur bersamaan ke dalam kolam.


"Yeayy belenang malem-malem Pano mau ambil pelampung dulu ah bial bisa ikutan." Fano berlarian mencari pelampung.


"Dasar bocil bandel, meriang dah gw besok," teriak Lala.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung ....


Jangan lupa like dan komentarnya gais kalo ada saran silahkan boleh diungkapkan di komentar hehe.

__ADS_1


Maaf belum bisa bales komentarnya kalian tapi aku baca dan komentarnya bikin ngakak sih 😂


Sekian dan terima kasih.


__ADS_2