
Setelah saling berkenalan tidak butuh waktu lamaReno dan Fathan untuk mendekatkan diri bahkansekarang ini mereka asik berbincang seperti orang yang sudah lama kenal.
"Bang lo kuat jalan sama si Lala yang cerewetnya kebangetan,"tanya Fathan tertawa sembari melirik Lala yang sedang dibicarakan tidak menyadarinya karena asik memakan harum manis bersama Raina.
"Dikuat kuatin aja,"ucap Reno terkekeh sembari menatap Lala yang sedang menikmati harum manis.
Fathan mengedarkan pandangannya matanya tertuju ke salah satu wahana yang biasa disebut rumah hantu yang biasanya diisi dengan hantu gadungan.
"Bang lo udah ke rumah hantu belom,"tanya Fathan.
"Belom tadinya abis ini aku mau kesana tapi kalian nyusul kesini ya udah deh pending dulu,"jawab Reno.
"Ya udah sekarang kita kesana aja ajak mereka,"ajak Fathan sembari melirik Raina dan Lala yang sibuk dengan harum manisnya.
"Wey udahan makannya lanjut ntar aja kita mau main,"ucap Fathan lalu diiyakan oleh Lala dan Raina.
Mereka telah sampai didepan wahana rumah hantu.
Lala menatap tulisan yang ada didepan bangunan yang berada tepat dihadapannya, ia tidak menyukai hal mistis yang berbau seram.
"Rumah hantu? ngapain kesini main yang lain aja lah gak usah aneh aneh,"ucap Lala ketakutan.
Raina melirik Lala ia sangat paham bahwa sahabatnya yang satu ini sangat penakut apalagi dengan hantu, terbesit niatnya untung mengerjai Lala.
"Udah gapapa La sekali kali lagian hantunya dikit kok gak seram juga,"ucap Raina berusaha membujuk Lala.
"Gak mau biar dikit juga tetap aja ada hantunya, nanti kalo gw ketemu kuntilanak terus dijadiin anaknya gimana,"ucap Lala kesal lalu membalikkan badannya ingin pergi jauh jauh dari wahana rumah hantu.
"Mau kemana kamu, pergi aja sana abis ini aku tinggal biarin aja gak bisa pulang,"ancam Reno mampu membuat Lala menghentikan langkahnya.
Lala yang mendengar perkataan Reno terpaksa menghentikan langkahnya dan berfikir mencari alasan untuk melawan Reno,"Ah iya Raina kan kesini sama kak Fathan gw bisa pulang sama mereka, rasain lo kak Reno gak bisa maksa gw kalo mau tinggalin tinggalin aja,"ucap Lala dalam hati.
"Tinggalin aja gapapa nanti gw pulang sama kak
Fathan dan Raina wle,"ledek Lala menantang Reno.
Reno dan Fathan saling melempar pandangannya.
"Lo kesini sama siapa baliknya sama orang yang sama dong enak aja lo mau numpang mobil gw,"omel Fathan, ia mengerti maksud lirikan Reno tanpa aba aba ia menolak Lala untuk pulang bersamanya.
"Pelit bangat si masa gw pulang jalan kaki,"ucap Lala memelas.
"Makanya gak usah banyak tingkah mending
masuk ke wahana rumah hantu dan lo pulang
dengan selamat,"ucap Fathan.
"Selamat pala lo peyang, kalo gw diculik setan yang ada di dalam tuh wahana gimana,"ucap Lala ketus.
"Gak ada setan yang mau nyulik kamu, udah buruan masuk lama bangat kebanyakan ngobrol keburu kemalaman ntar dicariin Mama sama Papa,"ucap Reno menghampiri Lala yang tidak jauh darinya lalu menarik tangan Lala.
Setelah melewati perdebatan dan drama yang
diciptakan oleh Lala akhirnya sekarang mereka
berada di dalam wahana rumah hantu.
"Ini kenapa gelap bangat si kalo nabrak gimana,"omel Lala.
__ADS_1
"Cerewet sekali bisa diam gak si lo,"omel Fathan.
"Jangan dimarahin kak dia tuh takut tau,"bisik Raina.
Saat sedang berjalan tidak sengaja Lala menabrak sesuatu.
"Tuhkan nabrak mending nyalain deh lampunya susah jalannya nih, maaf yaa gak sengaja salahin yang punya wahana tuh gak modal bangat ngasih lampu aja gak mau,"omel Lala tanpa melihat yang ia tabrak.
Lala kebingungan yang diajak bicara mengapa tidak menyautinya dan tidak bergeser sedikitpun, ia memutuskan menggeserkan badannya sedikit tetapi orang tersebut mengikutinya.
"Ih ngapain si ngikutin jalanannya masih lega tuh,"omel Lala, ia penasaran dengan orang yang berada dihadapannya lalu memutuskan untuk
melihat orang tersebut.
"Haaaaaaa ada hulk, ini rumah hantu bukan
avengers kenapa ada hulk disini,"teriak Lala.
"Enak aja saya kolor ijo tau,"omelnya lalu pergi.
Lala mengernyitkan dahinya ia merasa yang ia lihat hulk karena orang dihadapannya memakai celana sampai lutut dengan seluruh badan yang berwarna hijau hanya saja orang tersebut tidak besar.
"Kolor ijo kok kaya hulk begitu,"ucap Lala menatap kepergian hantu tersebut.
Fathan, Reno, dan Raina saling melempar pandang dan dengan bersamaan tawa mereka pecah mengisi sekitaran rumah hantu.
"Lala benar si tuh hantu gak mirip kolor ijo,"ucap Fathan yang tidak kuasa menahan tawanya.
"Gak mirip hulk juga kak,"saut Raina tertawa.
"Kenapa kalian ketawa,"tanya Lala bingung.
Saat ingin berjalan melanjutkan perjalanannya sampai pintu keluar rumah hantu tubuh Lala kaku dan gemetar ia menunjuk kearah belakang tubuh Raina.
"Ayoo, ngapain kamu diam disini,"ucap Reno.
"I...ituuu ada suster didekat Raina,"ucap Lala gemetar lalu bersembunyi dibelakang tubuh Reno. Reno mengalihkan pandangannya dan benar ia melihat suster dibawah kaki Raina.
"Ini di rumah hantu Lala bukan di rumah sakit mana ada suster,"ucap Raina terkekeh.
"Ih benaran itu susternya seram bangat ya salammmm udah gitu ngesot lagi,"ucap Lala menunjuk si suster.
"Suster ngesot maksud lo, gak usah becanda La,"ucap Raina mulai panik lalu memutar balik tubuhnya."Whaaaaa sumpah gw kaget,"teriak Raina saat melihat wajah suster yang sangat menyeramkan lalu berlari kearah Fathan.
"Dibilangin gak percaya si lo, terus kita ngapain disini nontonin si suster harusnya kan kita kabur,"ucap Lala yang masih bersembunyi dibalik punggung Reno.
Suster tersebut menatap Lala dengan tatapan yang sangat menyeramkan dan mengesot menghampiri Lala.
"Mba suster ngapain liatinnya Lala gitu bangat,
daging Lala gak enak sumpah,"ucap Lala gemetar lalu bergeser ke samping Reno dan memeluk lengan Reno erat.
Mba suster yang merasa menjadi tontonan
bergegas berdiri dan berjalan menghampiri
Lala ."Kelamaan ngesot yang ada ntar gw yang
digetok sama mereka,"ucap Mba suster dalam hati.
__ADS_1
"Mba suster kok bisa berdiri si terus ngapain ngesot Mba ngotorin baju aja,"ucap Lala.
Suster berjalan kearah Lala dengan tatapan ingin memakan Lala.
Lala yang melihat suster tersebut menghampirinya segera menggeser posisinya.
"Huaaaa suster jangan dekat dekat saya,"teriak
Lala ketakutan lalu menarik tangan Reno meninggalkan tempat tersebut.
Fathan dan Raina yang masih ditempat memperhatikan mereka berdua yang berlari dengan bergandengan tangan lalu tawa mereka pecah.
"Sumpah emaknya Lala ngidam apa si pas ngandung dia, lagi ketakutan masih aja cerewet,"ucap Fathan tertawa.
"Ntahlah tanya aja sama mamanya, mending kita nyusul mereka dah,"ucap Raina sambil melirik Mba suster.
"Ya udah ayolah ini rumah hantu kaya rumah komedi kalo ada Lala,"ucap Fathan tertawa terbahak bahak.
"Mba suster Raina sama kak Fathan pamit ya nyusul teman Raina,"ucap Raina berpamitan.
"Okeyyy salam ya sama temannya yang kabur,"ucap Mba suster terkekeh.
"Kalo bisa nanti munculin kuntilanak Mba dia takut bangat sama kuntilanak bisa nangis dia kalo ketemu emaknya hantu itu,"ucap Raina terkekeh.
"Siapppp nanti aku panggilin kuntilanaknya,"ucap Mba suster.
Mereka pergi menyusul Lala dan Reno.
Lala berhenti ia merasakan nafasnya sesak.
"Hahhhh gilaaa tuh suster ada dendam apa si sama gw,"omel Lala mengatur nafasnya.
"Kamu pernah ngambil makanan dia kali,"ucap Reno asal,"Gitu aja udah susah nafasnya makanya rajin olahraga,"ledek Reno terkekeh.
"Lo gak tau yaa orang panik tuh pasti begini gemetaran dan keringat dingin gw rajin olahraga kok,"omel Lala berjinjit menjitak kepala Reno.
"Songong bangat tangannya,"omel Reno menyentil tangan Lala.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.....
__ADS_1