
Sekali lagi aku ucapin terima kasih sebanyak banyaknya buat kalian yang masih setia ngikut aku pindahan 😂😂😂
Aku ucapin terima kasih sebanyak banyaknya atas supportnya yang tidak pernah berhenti buat aku akhirnya aku bisa nyelesain 70 eps gak nyampe sebulan 😂
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Fathan menatap Maira penuh dengan emosi hingga wajahnya memerah.
"Kalo Raina sampe kenapa napa gw gak mau maafin lo,"bentak Fathan.
"Kak mending lo bawa Raina pulang deh kasian dia kedinginan nanti masuk angin gw yang disuruh ngerokin dia gak kuat gw nyium bau minyak nyong nyong,"ucap Lala.
Fathan menoleh pada Lala ia membenarkan perkataan Lala lalu berjalan menghampiri Raina menggendong tubuh Raina.
"Fano sama Aisyah pulang sama gw aja kak biar lo pulang sama Raina aja,"ucap Lala.
"Oke, makasih ya gw jalan duluan,"pamit Fathan bergegas pergi.
"Bye byeee kak Jungkook, tungguin Pano di lumah yaaa nanti Pano bantuin doa,"ucap Fano melambai lambaikan tangannya.
"Mending sekarang kita pulang juga nyusul mereka gak ada gunanya juga kita disini acaranya ancur akibat ulah temennya sendiri,"ucap Reno melirik sinis Maira berjalan menghampiri temannya yang merupakan kakak dari Shasha.
"Gak nyangka aku liat acaranya jadi begini bahkan adik aku sendiri yang jadi korbannya, lain kali kamu ajarin adik kamu dan temennya itu biar jadi orang baik,"ucap Reno berjalan melewati Maira dengan tatapan sinisnya.
"Tapi cemilan gw sekarung jangan lupa yaaa,"ucap Lala mengingatkan kembali.
"Iya cerewet buruan jalan mau pulang gak,"ucap Reno kesal.
Mereka pergi meninggalkan acara ulang tahun Shasha yang sudah berantakan bahkan tamu yang hadirpun ikut berhamburan pulang tanpa pamit bahkan menyoraki mereka.
"Parah si Maira temen deketnya ulang tahun malah bikin ancur acaranya,"ucap salah satu tamu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mobil Fathan memasuki perkarangan rumah Raina, Fathan berjalan memutar berniat menggendong Raina namun ditolak oleh Raina.
__ADS_1
"Gak usah kak, gw bisa jalan sendiri kok,"tolak Raina terkekeh.
"Oke gw bantuin jalan ya,"ucap Fathan memegang bahu dan tangan Raina.
Mereka masuk kedalam rumah disambut oleh Wina yang cemas melihat Raina basah kuyup.
"Rainaaa, kamu kenapa nak emangnya acara ulang tahun temen kamu out door terus ada ujan sampe basah begini terus Fathan juga basah lagi buruan ganti baju kalian nanti masuk angin,"tanya Wina cemas.
Raina menolehkan pandangannya pada Fathan seolah olah mengkode untuk tidak menjawab pertanyaan Mamanya dahulu.
"Yaudah Ma, aku ganti baju dulu yaaa nanyanya nanti okayyyy,"ucap Raina menyengir.
"Reyhan kamu ini pacaran mulu kerjaannya sampe gak tau adiknya pulang basah kuyup begitu, buruan pinjemin baju kamu ke Fathan kasian dia basah kuyup begini,"omel Wina.
"Iyaaa Mamaku sayang, Fath ayo ikut gw,"ucap Reyhan mengajak Fathan berjalan menuju kamarnya mengambil baju untuk Fathan.
Sekian lama Reyhan mengacak acak lemarinya sampai membuat Fathan mengantuk karena bosan menunggu akhirnya ia tersenyum senang ketika menemukan pakaian yang cocok untuk Fathan.
"Masih lama gak sih, lo nyari baju aja segala di liat liat bibit bebet bobotnya, lo nyari baju apa nyari pasangan hidup sih,"ucap Fathan malas.
Reyhan menatap Fathan dengan cengirannya lalu berjalan menghampiri Fathan sembari membawa pakaian untuk Fathan.
Fathan menatap pakaian yang diberikan oleh Reno ia memandang heran.
"Ngambil kaos aja lama banget gw kira lo ngasih gw kemeja sama celana jeans makanya lama,"ucap Fathan membuka pintu kamar Reyhan berjalan keluar diikuti dengan Reyhan.
"Enak aja lo kalo ngomong gw belom jadi orang kantoran kalo mau baju begituan cari di lemari Papa gw sama Bang Reno pasti ada,"ucap Reyhan.
Fathan dan Reyhan berjalan menuju ruang tamu ia menghampiri Wina yang sedang sibuk mengeringkan rambut Raina dengan handuk.
"Tante biar Fathan aja yang ngeringin tante buatin sup hangat aja buat Raina biar badannya anget,"ucap Fathan.
"Ah iyaaa pinter kamu Fathan yaudah nih lanjutin yaa, tante ke dapur dulu,"ucap Wina memberikan handuk pada Fathan.
"Lo gapapa kan gak ada yang sakit bilang aja kalo ada yang sakit,"tanya Fathan.
"Gw gapapa kok cuma hidung gw sedikit perih aja gara gara kemasukan air banyak banget,"ucap Raina.
"Lagian ada ada aja kok bisa kemasukan air emangnya lo gak bisa berenang,"tanya Fathan.
"Gw gak bisa berenang kak, jangan ngetawain awas aja ketawa gw usir,"ucap Raina menatap Fathan garang.
Fathan terkejut saat mengetahui bahwa Raina tidak bisa berenang ia tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika ia telat menolong Raina.
"Emang ya keterlaluan si Maira ada bagusnya si Fano ngedorong dia tadi biar ngerasain juga rasanya kecebur,"omel Fathan kesal.
"Oh iyaa ngomongin Fano tuh anak kemana kok belom keliatan tumben banget biasanya gak dicariin nongol mulu,"ucap Raina celingak celinguk mencari keberadaan Fano.
"Fano, bang Reno sama si teletabis gadungan belom balik kelayapan dulu kali mereka,"saut Reyhan.
Selang beberapa menit terdengar suara ribut ribut yang berasal dari depan pintu.
"Kak Lala belok kili jangan belok kanan nanti badan pano ketablak pintu,"teriak Fano.
"Ih Fano kenapa gak bilang dari tadi udah terlanjur nih lanjutin aja deh,"ucap Lala menarik kembali karung yang ia bawa.
"Huaaa kak Lala gak bisa jalan lagi Pano nyangkut balengan sama kalungnya di pintu tolonginnnn Pano,"teriak Fano.
Reno dan Aisyah tertawa terbahak bahak ketika melihat Fano yang tersangkut bersama karung yang ia bawa, Reno sengaja tidak membantu mereka mengangkat karungnya karena sifat mereka yang susah dikasih tahu dan menyuruh Aisyah untuk tidak membantunya juga.
"Sukurinnn, Aisyah nanti kita lewat pintu samping aja ya biarin aja mereka kejepit disitu hahaha,"ucap Reno terus tertawa.
__ADS_1
Raina dan yang lainnya berjalan keluar penasaran ribut ribut apa yang terjadi di depan rumahnya hingga terdengar hingga kedalam rumah.
Raina tercengang melihat Fano yang tersangkut di pintu bersama karung ia tak kuasa menahan tawanya sama halnya dengan yang lain yang ikut menertawakan Fano.
"Woy bocil lo ngapain disitu hahahaha,"ledek Reyhan tertawa terbahak bahak memegangi perutnya yang sakit.
"Huaaaa tolonginnnn Pano kak Jungkook Pano gak mau jadi penghuni pintu,"teriak Fano dibalik karung.
"Fano kok bisa nyangkut si, cara nolonginnya gimana mendadak aku gak bisa mikir nih,"ucap Fathan tertawa.
Wina dan Gio menghampiri mereka penasaran ribut ribut apa yang terjadi di rumahnya mereka saling tatap lalu tertawa secara bersamaan saat melihat Fano tersangkut di pintu bersama karung.
"Kak Lala bantuin Pano ihhhh, kalo kak Lala gak bantuin Pano cemilannya buat Pano semua nih,"teriak Fano marah marah.
"Fanoooo kamu ini aneh aneh aja si segala nyangkut di pintu,"ucap Gio tertawa menghampiri Fano lalu membantu Fano keluar dari sana.
15 menit Gio berusaha mengeluarkan Fano akhirnya berhasil mengeluarkan Fano lalu mengangkat karung tersebut ke dalam.
"Yeayyyy Pano bebas, asik asik asik,"teriak Fano berjingkat jingkatan sembari berlari larian.
"Oh iyaaa satu kalung lagi kak Lala aja yang angkat ya Pano gak mau angkat lagi nanti kalo Pano nyangkut lagi gimana, Pano gak mau nyangkut kedua kalinya,"ucap Fano berlarian kedalam rumah lalu mendudukan diri diatas sofa.
Akhirnya terpaksa Reno yang mengangkat karung tersebut ke dalam rumahnya.
"Widih kak Leno kelen kaya hulk, kok kak Leno gak nyangkut kaya Pano calanya gimana ajalin Pano dong,"ucap Fano bersorak sorak gembira.
"Gilaaaa nih orang beli apaan aja si sampe dua karung,"ucap Reyhan menggeleng gelengkan kepalanya menatap kedua karung yang berada dipojokan ruang tamu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.....