SENIOR

SENIOR
Ribut


__ADS_3

Kini semua sudah sampai di rumah sakit dengan cepat mereka berjalan menuju ruangan yang sebelumnya sudah diberi tahu oleh Reyhan.


Secara bersamaan mereka menghentikan langkahnya saat melihat Reyhan yang sedang duduk sambil menunduk sangat terlihat betapa terpukulnya Reyhan atas kabar meninggal Kinan.


Raina yang sempat di beri kode oleh Fathan untuk berhenti ia pun berhenti dengan bertanya-tanya mengapa Fathan menghentikan langkahnya, setau dirinya mereka belum melewati pintu.


"Ada apa kak?" tanya Raina penasaran.


"Itu ada Reyhan, keliatannya dia sedih banget," jawab Reyhan.


"Kenapa berenti? Seharusnya kita jalan kesana samperin bang Rey, kita kasih dia semangat biar dia gak sedih lagi. Kamu gimana sih kak. Udahlah aku jalan sendiri aja." Raina memaksakan diri berjalan meninggalkan Fathan dengan kedua tangan yang meraba sekitar.


Fathan yang melihat hal tersebut hanya bisa mendesis frustasi kemudian ia berjalan menyusul Raina.


"Sabar Fath," gumam Fathan.


Fathan kaget saat melihat Raina terjatuh karena menabrak seseorang dengan cepat Fathan berlarian menyusul Raina dan membantunya berdiri.


"Bukannya lo di penjara kenapa lo bisa ada disini?" Fathan menatap orang tersebut dengan tatapan sinisnya.


"Bukan urusan lo! Lo urus aja deh PACAR lo yang buta ini, udah tau gak bisa liat, tapi banyak gaya mau jalan sendiri. Harus mandi kembang 100 rupa kalau kaya gini nih kalau gak gw ikut kena sialnya kaya dia." Orang tersebut menatap Raina dengan tatapan mengejek.


Lala dan Zara menyadari dan mendengar adanya keributan yang posisinya tidak jauh dari posisi mereka berdiri. Mereka pun segera menghampiri keributan itu, mereka terkejut dengan bersamaan saat melihat orang yang sedang menghina sahabatnya adalah orang yang sudah membuat sahabatnya buta.


"Gak bisa dibiarin ini, tuh nenek lampir kepalanya harus di bedah biar sadar, enak aja dia ngejek Raina kaya gitu," kesal Lala.


Zara pun tidak kalah kesalnya, ia menganggukkan kepalanya menatap tajam ke arah orang tersebut.


"Dasar cewe gak tau diri, harusnya kemaren gw colok matanya pake garpu biar dia tau rasanya kehilangan penglihatan ga enaknya kaya apa," ketus Lala.


Para orang tua sudah terlebih dahulu pergi menghampiri Reyhan karena bujukan dari Reno yang terus meyakinkan mereka kalau anak-anaknya akan baik-baik saja.


Lala menatap orang tersebut dengan garang, emosinya sudah berada di puncak ubun-ubun. Tangannya mulai mengepal.


"Udah lah yuk kita samperin aja dia Zar. Gak ngerti kondisi banget sih dia kita semua lagi berduka tiba-tiba dia dateng ngerusuh disini," ucap Lala.


"Ntar dulu, gw mau liat kak Fathan bakal respon apa," ucap Zara.


"Ah kelamaan." Lala berlarian meninggalkan Zara.


"Maira!" teriak Lala menatap Maira tajam.


Maira membalas tatapan Lala dengan santai hal tersebut membuat Lala semakin marah.


"Apa!" ketus Maira.


Lala maju mendekati Maira kemudian ia menarik rambut Maira tanpa kasihan hingga membuat Maira meringis.


"Dasar cewe gak tau diri. Berani-beraninya lo ngomong gitu ke Raina, lo lupa siapa yang buat Raina jadi kaya sekarang. Apa perlu gw bedah dulu isi kepala lo! Gw kira lo di penjara bakal tobat ternyata jiwa iblisnya makin jadi. Andai aja disini ada es teh atau kuah panas baksonya mba Wiwik abis lo gw guyur!" Lala tidak memberi celah pada Maira untuk melawannya bahkan untuk menjawab perkataannya.


"Ayoo ... Ayoo ... Kak Lala hebat, Pano dukung kak Lala. Talik lagi kak Lala sampe bawah bial lambutnya copot," sorak Fano sambil bertepuk tangan.

__ADS_1


Reno yang melihat Lala tidak ada henti-hentinya menjambak Maira, ia pun merasa tidak enak karena semua orang menonton perkelahian Lala dan Maira. Ia melirik sekitar mencari keberadaan satpam namun belum ada tanda-tanda keberadaan satpam. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk melerai keduanya.


"Gimana sih ini bukannya dipisahin malah pada nontonin semua," gerutu Reno.


"Lala! Lepasin tangan kamu dari rambut dia, gak malu kamu diliatin banyak orang!" bentak Reno.


"Engga mau. Dia udah kelewatan sama Raina soalnya dan dia pantes dijambak," tolak Lala sambil menggelengkan kepalanya.


"Lepas! Sebelum aku tarik paksa tangan kamu ya," tegas Reno.


Raina mendengar Abangnya berbicara sekeras itu pun terkejut karena tidak biasanya Reno seperti itu apa lagi terhadap Lala.


"Lala, gw gapapa kok. Gw tau lo kesel tapi kali ini aja dengerin gw ya lepasin dia, kita fokus aja sama kak Rey." Raina berbicara selembut mungkin supaya Lala bisa mengerti dengan maksudnya.


Lala terdiam kemudian ia mengedarkan pandangannya, ia tidak menyangka kini orang-orang sedang menjadikannya tontonan gratis.


Enak banget nonton drama gratis. Aturan tadi si Fano mintain duit tuh.


Lala pun mulai melepaskan tangannya dari rambut Maira secara perlahan. Berbeda dengan Maira yang rambutnya terlihat sangat acak-acakan, ia menatap Reno kagum sekaligus senang karena Reno sudah membentak Lala di depan banyak orang.


"Makasih kak," lirih Maira tersenyum sendu pada Reno.


Hal tersebut membuat Lala jengkel, ia memelototi Maira kemudian melirik sinis Reno.


"Drama lo! Hush sana pergi sebelum tangan gw ngamuk lagi," ketus Lala.


***


"Gila si Lala ya kalo ribut mainnya jambak-jambakan gak bisa ngebayangin gw kalo mereka jambak-jambakan gak ada yang misahin bisa-bisa botak kali ya tuh kepala," ucap Rama.


"Lala mah emang begitu orangnya dia gak suka liat temennya dihina apalagi orang yang dihina Raina, gw sih yang gak habis fikir tuh di kak Reno," sambung Shasha.


"Loh kenapa kak Reno?" tanya Raka.


"Lo gak liat mukanya Maira kaya seneng gitu pas dibelain sama kak Reno bahkan tadi dia caper. Gw tau betul gimana Maira. Gw takutnya si Maira jadi berpaling ke kak Reno karena Fathan dari dulu gak pernah respon dia," jelas Shasha.


Zara menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan Shasha berbeda dengan kedua laki-laki tersebut justru mereka terlihat biasa-biasa saja.


"Kalo pun itu bener berarti bagus dong Maira gak gangguin Raina terus-terusan," saut Rama menaik turunkan alisnya.


Zara tidak sanggup menahan geramnya pada Rama hingga satu tangannya melayang menjitak kepala Rama.


"Heh, lo kan Abangnya Lala ya. Kenapa lo bisa mikir begitu sih? Iya emang Raina jadi bebas tapi kan nanti jadi Lala yang di gangguin sama kuyang betina itu," ketus Zara.


"Yailah gw tau Jaraaaa. Si Lala kan bentar lagi nikah sama bang Reno jadi gak mungkin juga tuh perempuan nekat mau jadi pelakor. Kalau pun nekat pasti udah abis dia dijambak sama Lala sampe kepalanya botak. Ade gw gak selemah itu kok tenang aja." Rama berbicara dengan percaya dirinya.


"Bener juga sih katanya Rama. Lala tuh unik banget dia gak ada takut-takutnya sama apapun. Gw aja sampe sekarang gak tau dia takutnya sama apa Haha. Jelasnya lagi pasti kak Reno bakal jagain Lala," ucap Shasha terkekeh.


"Udah yuk ah masuk ke dalem, ngerumpi mulu kita," ajak Raka.


Mereka berempat sengaja menunggu di depan ruangan karena sudah terlalu banyak yang masuk ke dalam ruangan.

__ADS_1


***


Fano sedari tadi memperhatikan Lala yang terus menerus menjaga jarak dengan Reno, ia mendengus kemudian mengusap dahinya yang sedikit berkeringat.


"Masalah olang gede bikin kepala pangelan pusing deh. Kak Leno oon sih mau aja belain olang jahat," gumam Fano.


Fano menyenggol-nyenggol lengan Lala berusaha memberi kode pada Lala untuk melihat ke arahnya. Setelah berhasil membuat Lala melihat ke arahnya ia pun tersenyum senang.


"Jadi lega deh, untung kak Lala malahnya sama kak Leno bukan Pano Hehe," ucap Fano.


***


Reyhan terdiam menatap jasad Kinan. Ia kembali teringat dengan kebersamaannya selama ini hingga meninggalnya Kinan.


Reno berjalan mendekati Reyhan kemudian ia merangkul sang Adik, Ia tahu betul kini keadaan Adiknya sangat tidak baik.


"Rey, Ikhlasin Kinan, aku tau berat buat lupain orang yang kita sayang. Tapi kalo kamu kaya gini terus yang ada Kinan sedih disana. Tunjukkin sama Kinan kalo kamu baik-baik aja biar Kinan lega." Reno menepuk-nepuk pundak Reyhan berharap perkataannya dapat membuat Reyhan sedikit lebih baik.


"Kak Rey. Gw tau lo sedih banget tapi yang harus lo tau disini ada Mama, Papa, bang Reno termasuk gw yang selalu ada buat lo. Kita semua juga sedih sama berita duka ini bang Rey," ucap Raina.


Reyhan menarik nafasnya kemudian menolehkan menatap yang lainnya, setelah ia fikir-fikir perkataan Raina dan Reno ada benarnya.


"Ah iya ada kabar gembira buat lo Raina," ucap Reyhan dengan suara paraunya.


Mendengar pernyataan Reyhan semua ikut penasaran dengan kabar tersebut termasuk Raka, Rama, Zara dan juga Shasha yang baru saja masuk dan tidak sengaja mendengarnya.


"Lo bakal bisa liat lagi dalam waktu dekat ini karena sebelum Kinan meninggal dia bilang ke gw kalau dia mau donorin kornea matanya buat Raina," ucap Reyhan dengan susah payah.


Tidak bisa Reyhan pungkiri disatu sisi ia merasa senang karena Adik kesayangannya bisa kembali melihat dunia namun di satu sisi yang lain ia sangat sedih karena orang yang menjadi pendonor buat adiknya adalah kekasihnya sendiri.


Semua tercengang mendengar ucapan Reyhan, terlihat raut wajah bahagia dari semua orang yang ada disana. Reyhan pun tidak menyalahkan mereka yang memasang raut wajah senangnya disaat keadaan berduka.


"Akhirnya Raina lo bisa liat lagi," ucap Zara dengan bahagia, ia tidak sadar melupakan keadaan berduka karena kabar bahagia tersebut.


"Selamat ya Raina, Ibu harap kamu bisa jaga baik-baik kornea mata Kinan karena hanya itu yang bisa ibu lihat kalau Ibu kangen sama Anak Ibu," ucap Ibu dengan wajah murungnya.


Raina menganggukkan kepalanya meskipun ia tidak bisa melihat bagaimana ekspresi yang dipancarkan oleh Ibu Kinan tetapi ia bisa merasakan betapa sedihnya Ibu kinan.


"Raina janji Bu. Raina pasti jaga baik-baik pemberian kak Kinan," ucap Raina mengangkat tangannya berusaha mencari keberadaan Ibu.


Fathan yang melihat hal tersebut dengan sigap mengarahkan tangan Raina pada Ibu.


"Makasih ya Raina. Kamu anak yang baik, gak salah Kinan donorin kornea matanya buat kamu." Ibu tersenyum pada Raina.


***


Bersambung ....


Jangan lupa komentar dan likenya ya gais. Kalo ada saran silahkan boleh dititipkan di kolom komentar.


Jangan bosan ya baca cerita ini ya, terima kasih juga buat kalian yang masih setia baca novel aku.

__ADS_1


Sekian dan terima kasih.


__ADS_2