
"Kak ambil troli sono gw tunggu sini,"ucap Lala.
"Enak aja nyuruh nyuruh terus kamu enak enakkan duduk disini,"ucap Reno ketus.
"Ih ya udah biar adil kita ngambil trolinya bareng bareng aja,"ucap Lala sambil menarik tangan Reno.
"Aku bisa jalan sendiri gak usah ditarik tarik udah kaya maling aja,"ucap Lala.
"Iya maling dihatiku,"goda Lala sambil mengedip ngedipkan matanya.
"Kenapa kamu? cacingan ?."tanya Reno menatap Lala ngeri.
"Ih gw lagi ngegombal tau, Gombalin balik kek
ilah,gak asik bangat,"omel Lala menatap Reno jengkel.
"Gombalan kamu gak ngena disini,"ucap Reno menunjuk dadanya.
"Ya udah ambil trolinya buruan,"ucap Lala ketus.
"Mau nyari apa dulu kak,"tanya Lala.
"Ketempat sayuran aja dulu,"ucap Reno berjalan sambil mendorong troli.
"Okay,"ucap Lala sambil mengangkat jempolnya.
"Ambil Lengkuas seperempat timbang disitu, aku ngambil kunyit,"ucap Reno menunjuk timbangan.
"Siapppp,"ucap Lala semangat."Lengkuas yang mana ya, ah ini kali,"ucap Lala mengambil dan membungkusnya dengan plastik lalu ditimbang.
"Nih udah, apa lagi,"ucap Lala tersenyum senang.
Reno melirik isi plastik yang di genggam oleh Lala."Nih anak ngerti gak ya, mukanya mencurigakan sekali,"ucap Reno dalam hati sambil menatap Lala.
"Lo kenapa kak natapnya gitu bangat, naksir lo ya sama gw,"ucap Lala.
"Amit amit naksir sama kamu, aku curiga aja itu yang kamu ambil lengkuas apa cabe,"ucap reno melirik plastik.
"Enak aja kalo ngomong seenak jidat, gini gini gw tau bentukkannya cabe tau,"ucap Lala memukul pelan bahu Reno.
"Yakan kali aja kamu gak tau,"ucap Reno tertawa."Mana sini aku liat kalo salah kamu makan satu cabe ya,"ucap Reno menantang Lala.
"Oke siapa takut, gw yakin benar itu bukan cabe,"ucap Lala dengan percaya diri sambil menyerahkan plastik yang ia pegang ke Reno.
Reno mengambil plastik tersebut dan memeriksanya, Reno menahan tawa saat melihat isi plastik tersebut.
"Kenapa lo? kalo mau ketawa ya ketawa aja jangan ditahan tahan nanti meninggal,"ucap Lala.
"Ini tuh jahe Lala bukan lengkuas,"ucap Reno gemas.
"Masa si? terus lengkuas yang mana,"tanya Lala bingung.
Reno berjalan kearah lengkuas yang sebenarnya lalu mengambil dan memasukkannya kedalam plastik untuk ditimbang.
"Nih namanya lengkuas, berarti kamu makan cabe ya haha,"ucap reno tertawa.
"Lengkuas sama jahe mirip bangat kaya nya mereka kembar,kaya kak Fathan sama kak
Farhan,"gumam Lala nyengir membayangkan kedua saudara kembar tersebut menjadi jahe dan lengkuas.
Mereka melanjutkan belanjanya dengan
perdebatan perdebatan seperti biasa.
"Nah udah kelarkan gak ada lagi yang dibeli, yek ke kasir,"ucap Lala jalan mendahului Reno.
Mereka mengantri dikasir, Lala melihat sekitaran kasir matanya berbinar saat melihat kinderjoy, lalu melirik ke arah Reno.
"Apa liat liat,"ucap Reno ketus.
__ADS_1
"Kak Reno baik deh, beliin gw itu dong,"ucap Lala menunjuk kinderjoy yang terletak di depan kasir.
"Enggak, semuanya aja kamu minta bangkrut aku, udah yang dipinta aneh aneh lagi,"omel Reno.
"Ya udah gak jadi, dasar pelit ntar kuburannya sempit,"ucap Lala membuang muka.
"Tinggal minta lebarin aja sama mama susah amat,"ucap Reno cuek.
Mereka sampai didepan kasir lalu mengeluarkan barang yang sudah diambil untuk dihitung.
"Mba aku pengen ini deh, tapi orang yang disamping aku gak mau beliin dia pelit ya Mba,"adu Lala memelaskan wajahnya sambil menunjuk kinderjoy.
"Hehe beliin lah Mas pacarnya kasian tuh ntar
ngiler,"ucap Mba kasir terkekeh.
"Bukan pacar saya Mba, pusing punya pacar yang kaya begini,"ucap Reno mengeluh.
"Gw juga pusing punya pacar kaya lo Kak bisa bisa gw struk dadakan ngeladenin lo ngomel terus, udahlah gw tunggu disitu dasar pelit,"omel Lala berjalan ke tempat tunggu.
Kasir selesai menghitung semua belanjaan lalu
Reno membayarnya dengan kartu debit, lalu melirik kinderjoy yang sedari tadi diributkan.
"Mba sekalian yang dia minta tadi,"ucap Reno.
"Dibeliin juga Mas haha,emang kalo sayang mah gak bakalan tega,"ucap Mba kasir.
"Nanti dia ngiler Mba, ntr nyusahin,"ucap Reno.
Reno selesai membayarnya lalu memberikan
sebagian kantong kepada Lala.
"Nih bantuin bawa, enak aja aku semua yang bawa,"ucap Reno menyodorkan 2 kantong plastik.
Selesai belanja mereka ke parkiran meletakkan
semua belanjaan lalu pulang.
Keadaan rumah Fathan tidak kalah ramai dengan rumah Raina karena disana ada Rama dan Raka.
"Fath numpang rebahan dong, pusing kepala gw dijambak sama Lala gara gara ngambil permennya,"ucap Rama sambil memegang kepalanya.
"Lebay bangat si kak Rama, aku aja yang rambutnya ditarik sama Maira gak segitunya,"ucap Aisyah terkekeh.
"Kamu gak tau si Ais, si Lala itu tenaganya kaya banteng,"ucap Rama.
"Kalau Lala kaya banteng terus Maira apa kudanil?."ucap Aisyah tertawa.
"Bisa jadi karena gw belom pernah dijambak sama Maira jadi gw gak bisa membandingkan Maira dengan tenaga bantengnya Lala,"ucap Rama.
"Kenapa tadi lo gak minta dijambak aja sekalian Ram biar bisa bedain enakkan yang mana,"ucap Raka memutar bola matanya malas.
"Apaan si lo pada ribut mulu berisik tau,"omel Fathan.
Farhan turun dari tangga lalu menghampiri mereka yang sedang berkumpul.
"Ngomongin apa si asik bangat,"tanya Farhan penasaran.
"Wey kembaran gw, ini loh gw lagi ngebandingin jambakkan Maira sama Lala,"ucap Rama.
"Ada ada aja emang siapa yang dijambak,"tanya Farhan terkekeh.
"Tuh Aisyah dijambak Maira gara gara ganjen sama Fathan hahah, terus gw dijambak Lala gara gara minta permennya doang,"ucap Rama tertawa.
"Maira pacarnya Fathan,"tanya Farhan serius.
"Sembarangan aja lo kalo ngomong, ogah bangat gw pacaran ama ondel ondel,"omel Fathan sambil melempar bantal sofa yang ia pegang.
__ADS_1
"Terus lo gak bantuin Ais Fath,"ucap Farhan menatap Fathan tajam.
"Eh gak usah mikir yang aneh aneh, gak mungkin gw diem liat ade gw dijambak,"omel Fathan.
"Bagus kalo begitu,"ucap Farhan.
"Bang main hp mulu tumben bangat, liat apa si,"tanya Aisyah berusaha melihat tetapi ditutupi oleh Fathan.
"Kepooo, udah sono istirahat ntar pala lo peyang aja gara gara dijambak Maira,"ucap Fathan asal.
"Liat dulu, tadi chatingan sama siapa."ucap Aisyah berusaha mengambil ponsel Fathan dan usaha tidak mengkhianati hasil akhirnya ia dapat ponsel Fathan lalu melihatnya.
"Widihhhh bang Fath ngajak jalan Raina,"teriak Aisyah histeris.
Membuat yang lain semulanya sibuk dengan dunia masing masing menoleh.
"Serius nih gw gak salah dengar nih,"tanya Raka.
"Widih bebep gw ternyata normal,"puji Rama sambil bertepuk tangan.
"Raina yang waktu itu marah marah di mall sama aku de,"tanya Farhan penasaran.
"Iya bang Han hahaha, padahal kemaren bang Fath marah marah gara gara aku bajak hp nya biar ketemu sama Raina, eh sekarang malah ngajak jalan hahaha,"ucap Aisyah tertawa terbahak bahak.
"Gw ikut bahagia akhirnya bebep gw suka cewe
juga,"ucap Rama sambil merangkul Fathan.
Fathan yang ditertawakan merasa jengkel."Sini hp gw,"pinta Fathan menyodorkan tangannya
meminta ponselnya.
"Ntar dulu belum selesai,"ucap Aisyah memukul pelan tangan Fathan.
"Gw mau liat dong isi chatannya gimana jadi penasaran,"ucap Raka tertawa.
"Iya gw juga,"ucap Rama beranjak dari dudukmya ingin menghampiri Aisyah.
"Enggak, apa apaan lo sini hp gw,"ucap Fathan mengambil paksa ponselnya dari tangan Aisyah.
"Pelit bangat si Fath, ya udah Ais kan lo udah liat kasih tau gw dong gimana si Fathan ngajaknya yang mulai duluan siapa,"tanya Rama heboh.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG......
__ADS_1