SENIOR

SENIOR
Menjatuhkan mental


__ADS_3

Seteleh lewat seminggu dari acara kumpul-kumpul di rumah Raina, kini mereka sedang sibuk dengan tugas masing-masing yang sudah dibagikan oleh Wina.


"Eh sumpah ya pak Jono tadi pagi galak banget kaya lagi kerasukan dateng ke kelas tiba-tiba nendang tong sampah, gw sih kasian sama sepatunya," heboh Rama.


"Ghibah terusss. Gw aduin lo ya ke pak Jono biar tau rasa," saut Zara dengan nada mengancamnya.


"Aduin aja, besok gw libur ini wle." Rama menantang Zara sambil menjulurkan lidahnya.


Raina yang duduk di dekat mereka pun ikut mendengarkan keluh kesah dari Rama. Saat mendengar cerita Rama seketika ia merasa sangat merindukan suasana kampus.


"Ada kejadian seru apa lagi di kampus? Jadi kangen kampus deh rasanya bosen banget di rumah terus," keluh Raina.


"Banyak Raina. Ada menu baru di kantin loh, pasti lo suka deh soalnya gw udah nyoba tadi rasanya enak banget, sumpah gak boong," sambung Raka.


Raina memasang wajah sedihnya, ia merasa iri dengan yang lainnya karena mereka bisa melakukan apapun tanpa terhalang keterbatasan fisik.


"Yah sayang banget deh gw gak bisa dateng ke kampus dan gak bisa cobain menu baru di kantin padahal gw nungguin banget tuh kabarnya menu baru di kantin," ucap Raina.


Fathan menatap Rama dan Raka dengan tatapan jengkelnya, ia berusaha memberikan kode pada mereka untuk berhenti berbicara.


"Kalo kamu kangen kampus nanti kita bisa ke kampus kok, kamu juga bisa cobain menu baru di kantin. Jangan sedih gitu dong sayang." Fathan mengusap lembut bahu Raina dan membujuk Raina supaya Raina kembali tersenyum.


"Iya sayang jangan sedih gitu, tenang aja kok kantin masih buka yuk kita ke kampus sekarang biar kamu gak ngidam." Lala sengaja menyindir Fathan dengan menirukan nada berbicara Fathan sambil meledeknya.


Fathan melirik Lala sinis, ia sangat malas merespon ucapan Lala yang nantinya tidak akan ada ujungnya.


"Bang Reno tolong calon istrinya dibawa pergi kemana aja deh biar gak bikin rusuh," ucap Fathan.


"Yaudah yuk kita jalan-jalan aja keluar, Fano mau ikut gak?" ajak Reno.


"Mauuuuu! Hole jalan-jalan." Fano berjingkat-jingkatan mengelilingi sekitar.


Sebenarnya Lala sangat malas beranjak dari duduknya, ia terdiam mematung sambil melihat ke arah Reno dan Fano yang sudah berdiri menunggunya.


Reno yang melihat Lala masih setia dengan posisinya hanya menatap Lala heran, kemudian ia menghela nafasnya lalu mengulurkan tangannya di hadapan Lala.


"Ayo, kenapa masih duduk aja? Biasanya juga kamu semangat banget kalo diajak keluar rumah," ucap Reno.

__ADS_1


"Lala bisa aja modusnya biar dibantuin berdiri sama bang Reno, iya tau yang mau nikah mah beda," ledek Shasha terkekeh.


"Bukan begitu Shasha. Gw lagi males gerak tau, rasanya pengen rebahan seharian aja. Tapi karena kak Reno maksa yaudah deh ayok." Lala menyambut tangan Reno yang berada di depannya dengan malas-malasan.


"Idih sok jual mahal banget lo teletabis rusuh. Raina sayang nanti kamu jangan kaya gitu ya, biar si Lala aja yang begitu kamu jangan," ucap Fathan dengan nada lembutnya.


Lala menarik tangan Reno ia melengos melewati Fathan tanpa berpamitan terlebih dahulu dengan yang lainnya sedangkan Fano yang tertinggal disana hanya menatap Reno dan Lala sebal sambil berkacak pinggang.


Melihat raut wajah Fano yang begitu menggemaskan membuat mereka tertawa terbahak-bahak. Sontak terbesit niat mereka untuk memanasi Fano.


"Yah Fano ditinggalin tuh," ucap Raka.


"Parah banget Pan, kak Rama kalo jadi Fano bakal kak Rama lempar pake galon yang ada airnya," ucap Rama.


"Kasian deh yang dilupakan, diajak tapi ditinggal sedih banget deh, jadi pengen ngamuk aja rasanya." Zara memasang wajah sebalnya supaya Fano semakin kesal.


Fano terdiam kemudian ia berlarian menyusul Reno dan Lala sambil menangis.


"Huaaa tungguin Pano!" teriak Fano.


"Hayo parah kalian anak orang dibuat nangis, kasian tuh si Fano sedih banget tadi mukanya," ucap Aisyah terkekeh.


Fathan yang asik menertawakan Fano tiba-tiba teringat dengan Raina yang ingin sekali menyicipi menu baru di kantin kampusnya.


"Gw ke kampus dulu ya, gw gak mau pacar gw penasaran sama menu baru di kampus," ucap Fathan.


Raina sontak merasa kaget saat Fathan berpamitan pada teman-temannya untuk menemaninya ke kampus hanya untuk membuatnya senang dan tidak penasaran dengan menu baru yang ada di kantin kampusnya.


"Serius kamu mau nemenin aku ke kampus padahal kalian semua baru aja balik dari kampus. Kamu kan juga kebagian tugas dari Mama aku buat persiapan acara nikahannya Lala dan bang Reno. Aku gapapa kok gak harus sekarang juga kan bisa nanti-nanti nyobainnya, lagian bisa dibungkus juga kok," ucap Raina.


Fathan menggelengkan kepalanya kemudian membantu Raina berdiri, ia menggenggam tangan Raina kemudian berpamitan dengan yang lainnya.


"Udah gak usah kebanyakan ngeles, aku tau kok kamu pengen banget nyobain tapi gak enak sama aku," ucap Fathan.


***


Sebelum Raina dan Fathan ke kampus mereka terlebih dahulu mereka singgah di kantor polisi untuk menemui Maira dan Sinta.

__ADS_1


Setelah memparkirkan mobilnya di area parkir, Fathan membantu Raina berjalan keluar dari mobilnya. Ia mengalihkan pandangannya ke arah kantor polisi ia menghembuskan nafasnya.


"Aku sebenernya males kesini, ngapain sih kamu minta kesini mendingan kita langsung aja ke kampus," ucap Fathan dengan malas.


"Kamu gak ikhlas nganterin aku kesini? Maafin aku ya udah nyusahin kamu dan buat kamu repot terus-terusan." Raina menundukkan kepalanya hingga membuat Fathan terkesiap dan merasa bersalah pada Raina.


"Bukan gitu sayang maksud aku. Aku gak pernah ngerasa direpotin sama kamu, tapi aku males aja kesini cuma buat jenguk penjahat macam mereka, gak penting banget sayang cuma buang-buang waktu kita aja," ucap Fathan.


"Tapi aku pengen ketemu sama mereka, aku mau denger sendiri jawaban dari mulut mereka kenapa mereka tega nyelakain aku," tegas Raina sambil melangkahkan kakinya mendahului Fathan.


Fathan yang melihat Raina berjalan mendahuluinya dengan cepat ia mengejar Raina dengan rasa cemas yang amat sangat, ia sangat khawatir Raina akan tersandung dan terjatuh.


***


Tidak jauh dari posisi Raina dan Fathan terlihat Fahira yang berada disana menyaksikan bagaimana khawatir dan cemasnya Fathan saat Raina berjalan mendahuluinya.


Fahira yang melihat Raina sedikit merasa aneh dengan tingkah Raina, ia terus memperhatikan Raina dan juga Fathan yang tidak lepas dari samping Raina.


"Itu Raina kaya orang buta aja jalan dituntun gitu, Emang dasarnya caper banget sih jadi perempuan baru juga pacar tapi lebaynya selangit," gumam Fahira.


Fathan menuntun Raina, ia membantu Raina berjalan melewati beberapa anak tangga dengan hati-hati.


"Pelan-pelan ya, sini pegang tangan aku apa mau aku gendong aja," ucap Fathan dengan rasa cemas.


Fahira menatap geram ke arah mereka bahkan ia terus menghentakkan kakinya saat melihat kedekatan mereka.


"Kayanya tuh orang beneran buta deh, tapi kenapa ya? Nyusahin banget sih jalan aja bikin Fathan repot. Fathan juga bisa-bisanya dia mau aja bantuin Raina, gw jadi dia mah udah gw tinggal cewe ngusahin kaya gitu," ketus Fahira.


"Nyesel dulu gw ninggalin Fathan, tapi gw yakin sebenernya Fathan masih ada rasa ke gw. Ngeliat kondisi Raina yang buta bikin gw tambah yakin gw pasti bisa ngerebut hati Fathan kaya dulu lagi. Tugas gw tinggal buat mental Raina down aja." Fahira tersenyum miring sambil menatap Raina dengan penuh kebencian.


***


Bersambung ....


Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya ya gaisss kalo kalian punya saran silahkan dititipkan saja di kolom komentar.


Semoga kalian terhibur dengan episode hari ini ya, mohon maaf kalo eps kali ini agak membosankan.

__ADS_1


Sekian dan terima kasih.


__ADS_2