
Setelah beberapa jam di dalam bus yang semulanya ribut sampai tertidur hingga terbangun kembali akhirnya bus sampai di perkarangan kampus terlihat di sekitaran kampus sudah sangat ramai oleh para keluarga yang sedang menunggu untuk menjemput.
Raina dan yang lainnya berpencar menemui keluarganya masing masing tersisa Raina, Fathan, Aisyah dan Lala disana.
Dari kejauhan terlihat sosok anak laki-laki yang sedang berlarian sambil merentangkan tangannya menghampiri mereka.
"Kak Lala poooo, kak Laina, kak jungkook kembalan Pano dan kak Isah huaaa Pano lindu belat ngalahin lindunya dilan,"teriak Fano.
Belum sampai di hadapan mereka Fano sudah terjatuh karena terbelit kakinya sendiri.
"Aduhhhhh sakittt tolongin Pano dong, kaki Pano lese banget si masa selengkat kembalannya sendiri kalian tuh halusnya kelja sama bukan saling menjatuhkan dasal kaki gak bisa beldamai padahal cuma 2 kalah sama cumi-cumi,"oceh Fano sambil memukul kakinya.
Reno hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Fano lalu ia berlarian kecil menghampiri Fano.
"Pecicilan si, buruan bangun tuh diketawain orang orang,"ucap Reno terkekeh.
"Kaki Pano beldalah huaa pasti nanti Pano disiksa pake obat melah yang pelihnya ngalahin patah hati kak Leno jangan bilang bilang sama mama Wina ya,"ucap Fano memelaskan wajahnya.
Sementara Raina dan yang lainnya menertawakan Fano lalu berjalan menghampiri mereka.
"Hahaha Fano ngapain duduk di situ padahal banyak tempat duduk disini,"ledek Fathan.
"Pano jatoh tau kak jungkook bukan duduk, bantuin Pano bedili dong,"adu Fano menjulurkan tangannya pada Fathan.
"Duh manja banget ya anak kecil ini, sini buruan berdiri tuh diliatin orang orang,"ucap Fathan sambil menarik tangan Fano.
"Telimakasih kak Jungkook kembalan Pano, hmm... oleh-oleh buat Pano mana?"ucap Fano menadahkan tangannya menagih janji Fathan.
Fathan tersenyum lalu menunjukan paper bag yang sudah ia siapkan untuk Fano dengan cepat langsung diambil oleh Fano.
"Yeayyy Pano dapat oleh-oleh, kak Laina mana telus kak Isah juga mana telus kak Lala po juga mana,"ucap Fano kembali menagih oleh-oleh pada mereka.
Lala sedari tadi mengedarkan pandangannya ia memicingkan matanya saat melihat sosok laki-laki yang sangat ia kenal.
"Itu kan Papa dia ngapain disini terus ngobrol sama kak Rama lagi aneh banget, sejak kapan mereka kenal dan akrab begitu, dari pada gw nanya dalem hati terus gak ada jawabannya mending gw samperin deh,"gumam Lala dalam hati ia bergegas menghampiri Papanya dan meninggalkan yang lainnya tanpa berpamitan.
Sikap Lala berhasil membuat yang lainnya saling melempar pandangannya bertanya-tanya ada apa dengannya.
"Kak Lala kesulupan setan hutan ya dali tadi diem mulu Pano ngomong gak disautin, nanti Pano panggilin pak ustad yang ngajalin Pano ngaji ah,"ucap Fano.
"Biarin aja mungkin dia mau ke toilet atau ada hal lain yang harus dia urus nanti juga balik lagi,"ucap Raina.
__ADS_1
"Yaudah kalo gitu kita pamit dulu ya, udah dijemput sama Bunda tuh kasian Bunda nunggu lama,"pamit Aisyah.
"Mau ketemu camer gak?"bisik Fathan menaik turunkan alisnya sambil tersenyum.
Refleks pipi Raina bersemu merah saat mendengar bisikan Fathan lalu ia memukul lengan Fathan sembari memelototinya.
"Apaan sih Kak, gak usah aneh-aneh deh malu tau,"bisik Raina.
"Haha gitu aja malu, yaudah yuk ikut pamit bentar,"ajak Fathan menarik tangan Raina.
"Weiiii kalian mau kemana kenapa Pano ditinggalin ikutttt ahh, ayoo kak Leno buluan kita ikutin meleka,"teriak Fano sambil menarik tangan Reno.
"Hallo Tante, udah lama gak ketemu ya hehe,"sapa Raina dengan senyum manisnya dan mencium tangan bunda Ita.
"Eh Raina kemana aja kamu gak pernah main ke rumah besok main ke rumah ya,"ucap Ita.
"Kak Leno itu siapa cantik banget? Pacalnya kak Jungkook ya,"tanya Fano berjalan menghampiri Ita.
"Halloooo ada Pano disini, kalian jaat banget ninggalin Pano sama kak Leno, ini siapa kak Jungkook?"ucap Fano.
"Ini Mamanya kak Fathan buruan salim,"ucap Raina.
Ita tercengang refleks ia memandang Fano dan Fathan bergantian lalu ia tertawa.
"Nama kamu siapa Nak?"tanya Ita.
"Aku Pano Tante cantik umul Pano 5 tahun telus Pano masih PAUD dan jomblo, kembalannya kak Jungkook,"ucap Fano dengan senyum lebarnya lalu mencium tangan Ita.
"Jungkook?"tanya Ita heran.
"Iya Jungkook Bun, si Fano kalo manggil bang Fath pake sebutan Jungkook padahal mah gak ada mirip-miripnya,"saut Aisyah sambil melirik Fathan.
"Yaampun ada-ada aja si, umur 5 tahun tapi kalah si Fathan kalo ngomong hehe, anak siapa sih kamu gemes Tante sama kamu pengen bawa pulang jadinya,"ucap Ita mencubit gemas pipi Fano.
"Pano emang gemesin Tante, Pano anaknya mami Mila dan Papa Stepen tapi bukan stepen wiliam ya Tan, Ayoo Tante bawa Pano pulang soalnya Pano mau ganti suasana,"ucap Fano semangat.
"Oh gitu... Oke awas ya balik ke rumah lagi,"ucap Raina.
"Hehe gak jadi deh Tante nanti Pano di usil sama kak Laina,"ucap Fano.
Sementara disana Lala memperhatikan Papanya dari jauh dengan penuh keberanian ia menghampiri Papanya.
__ADS_1
"Papa,"sapa Lala sambil mencium tangan Papanya.
"Lala kamu juga ikut kemping Nak, biasanya kamu paling males ikut beginian gara gara dulu pernah ketemu kuntilanak di hutan hahaha,"ucap Gunawan mengulang kembali memorinya bersama anak perempuan kesayangannya saat Lala mengadu pada Papanya ia tidak mau ikut acara kemping seumur hidupnya karena takut bertemu kuntilanak kembali.
Lala tersenyum getir saat mendengar perkataan Papanya ia tidak menyangka Papanya mengingat kejadiaan yang sudah sangat lama ia berfikir Papanya sudah melupakannya.
Sementara Rama terlihat kebingungan memperhatikan mereka dengan bertanya-tanya.
"Ternyata Papa masih inget Lala kira Papa lupa kaya Papa lupain dan ninggalin Mama gitu aja buat masa lalu Papa,"sindir Lala.
"Maafin Papa La, semua udah takdir tapi mau gimana pun keadaanya kamu tetap anak perempuan kesayangan Papa yang takut sama kuntilanak haha,"ucap Papa dengan sesekali tertawa.
"Papa selalu aja begini hal serius di bercandain, Lala tuh ceritanya lagi marah tau,"ucap Lala memeluk Papanya, ia tidak bisa berbohong ia sangat rindu dengan Papanya yang selalu menemaninya saat Mamanya teralu sibuk dengan pekerjaan.
"Jangan serius-serius nanti sakit hati,"ucap Papa Lala mengelus rambut putri kesayangannya.
Pandangan Lala teralihkan pada Rama yang sedari tadi setia menonton drama Ayah dan Anak tersebut.
"Ah iya, Papa ngapain disini sama kak Rama,"tanya Lala.
Rama sedari tadi tidak mengerti dengan pembicaraan Ayah dan Anak tersebut hingga membuatnya harus berfikir keras.
"Dia Papa gw tau, lo nyebut Papa gw pake sebutan Papa kapan gw jadiannya sama lo,"ucap Rama menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ini tuh Papa gw, ogah banget gw jadian sama lo,"omel Lala memeluk Papanya erat seolah-olah tidak ingin Papanya direbut oleh Rama.
Sementara Papanya Lala hanya menghela nafas lalu angkat bicara untuk menjelaskan semuanya pada kedua anaknya.
"Dari pada kalian berdebat terus mending Papa yang jelasin, kalian tuh saudara tiri nah Rama ini anak dari istri Papa yang sekarang nah kalo Lala ini anak kandung Papa dari mantan istri Papa,"ucap Gunawan sengaja menjeda ucapannya melihat raut wajah kedua anaknya yang kebingungan.
"Jadi kita adik kakak gitu Pa, kenapa dunia sempit banget si,"ucap Lala.
"Iya kalian adik kakak, jadi kalian harus saling menjaga satu sama lain walaupun kalian saudara tiri,"ucap Gunawan.
"Mimpi apa gw semalem bisa sodaraan sama si biang rusuh, apa kata yang laen ya kalo mereka tau,"gumam Rama.
"Yaudah sekarang kita pulang, Lala kamu dijemput sama Mama apa mau bareng,"ucap Gunawan.
"Aku bareng Raina aja Pa, Papa kalo mau pulang yaudah pulang aja, Lala mau nyamperin Raina dulu"ucap Lala tersenyum berpamitan dan mencium tangan Papanya.
Bersambung.......
__ADS_1