
Fathan berjalan menuju bus yang dihuni oleh anak kelas Raina, baru saja ia ingin melangkahkan kakinya masuk ke dalam bus ditahan oleh Raina.
"Sampe sini aja Kak gw bisa bawa sendiri kok gak enak diliatin anak kelas gw nanti,"ucap Raina.
Fathan menatap Raina acuh kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam bus tidak memperdulikan Raina yang sedari tadi terus menerus teriak teriakan.
"Gw heran deh sama lo Raina dikasih yang enak gak mau mending kak Fathan bawain tas gw aja deh dengan senang hati gw serahkan ini tas pada manusia es itu,"ucap Lala.
"Bodo ah terserah lo La, mending kita masuk ke dalem,"ajak Zara memasuki bus.
Mereka mengedarkan pandangan mencari keberadaan Fathan setelah menemukan keberadaan Fathan dengan cepat mereka menghampirinya.
"Udah lo duduk manis disini, gw mau ke bus gw dulu,"pamit Fathan tersenyum.
Zara menatap Fathan heran lalu melirik Raina dan tas nya secara bergantian.
"Jadi kak Fathan kesini cuma mau bawain tas lo doang aneh banget tingkahnya, lo sejak kapan jadi deket begitu sama kak Fathan,"tanya Zara.
"Cerewet nih Zara nanti aja nanyanya mending kalian duduk, bus mau jalan tuh nanti lo jatoh terus gelindingan di mobil kaya botol Aqua tau rasa, gw sih gak mau bantuin,"ucap Lala meletakan tasnya lalu mendudukan dirinya asal.
Bus perlahan mulai berjalan meninggalkan perkarangan kampus, suasana bus yang ditumpangi oleh anak kelas Raina sangat ramai, berbeda dengan Lala yang sedari tadi merengut menampakan wajah kesalnya ia merasa diacuhkan oleh Raina yang sedang asik Video Call dengan Fathan.
"Raina udahan si vc nya, beda bus doang berasa ldr Indonesia-Inggris,"gerutu Lala.
Raina yang sedari tadi mendengarkan celotehan Lala mulai kesal telinganya terasa panas ia menatap Lala dengan tatapan garangnya.
"Cerewet banget si La, kalo lo bosen lo vc aja kak Reno sono kalo gak sama Fano siapa aja lah yang lo kenal,"ucap Raina geram.
Sementara Fathan terkekeh melihat Raina marah marah dengan Lala, ia meminta Raina mengarahkan ponselnya pada Lala.
Lala menatap layar ponsel Raina dengan raut wajah kesal ditambah lagi melihat Fathan yang menertawakan dan mengejeknya terus menerus membuatnya semakin murka.
"Dasar manusia kutub ganjen segala vc vc Raina mulu lagi, dasar perebut sahabat orang awas lo ya nanti kalo udah sampe gw tendang lo biar nyangkut di pohon,"omel Lala.
"Bodoamat! emang enak sahabat lo lebih milih manusia kutub ganjen dibanding lo yang sahabatnya wle hahaha,"ledek Fathan ia terus memanas manasi Lala.
Zara dan Aisyah yang sedang fokus dengan ponselnya teralihkan oleh suara Lala yang sedang marah marah, mereka membalikan badan menghadap kursi Lala.
"Kenapa si ribut ribut ganggu aja,"ucap Zara.
Lala melirik sekilas tidak peduli dengan Zara yang sedang menatapnya menunggu jawaban.
Lala menatap layar ponsel geram lalu mengambil paksa ponsel Raina.
"Bener bener lo yaa Kak, pokoknya mulai hari ini lo musuh gw dasar tukang tikung, nanti gw ajak Fano juga buat dukung gw,"omel Lala dengan sengaja memutuskan panggilan lalu memblokir kontak Fathan dan mengembalikan ponsel tersebut pada pemiliknya.
Raina memelototi Lala saat mengetahui Lala memutuskan panggilan tanpa bertanya dahulu padanya dan yang lebih membuatnya geram saat Lala memblokir kontak Fathan dengan cepat ia membuka kembali kontak Fathan yang sudah diblokir oleh Lala.
"Lalaaaa lo bener bener yaaa mending lo pindah dari sini deh rusuh banget,"teriak Raina mendorong tubuh Lala.
Lala merasa terusir dari tempatnya menatap Raina kesal lalu bangkit dari duduknya meninggalkan Raina.
"Yaudah gw pergi dasar bucin gitu doang marah marah teriak teriakan huh, awas lo ya nyari nyari gw,"ucap Lala ketus memalingkan wajahnya enggan menatap Raina.
Lala berjalan meninggalkan teman temannya menuju kursi belakang yang di tempati oleh teman kelasnya yang sedang bernyanyi nyanyi santai.
"Bimoooo, Lala duduk disini yaa gapapa deh sempit sempitan yang penting Lala duduk disini soalnya Lala diusir sama temen Lala yang lagi bucin,"ucap Lala.
Mereka yang berada di kursi belakang dengan cepat menggeserkan posisi duduknya untuk Lala.
__ADS_1
"Ternyata duduk disini seru juga yaaa,"ucap Lala tertawa.
"Iyalah kita bisa nyanyi nyanyi terus main game gak kerasa tiba tiba udah nyampe aja,"saut Bimo.
Raina menatap Lala yang berpindah tempat acuh, ia menatap layar ponselnya saat mendapat panggilan masuk dari Fathan.
Belum sempat Raina menggeser tombol hijau pada layar ponselnya, ia melihat kedua temannya yang sedang menatap Lala ia tersenyum.
"Udah biarin aja Zar, Ais nanti juga dia nyamperin lagi suka drama dia tuh udah sering gw digituin sama dia,"ucap Raina mengerti dengan tatapan kedua temannya lalu menggeser tombol hijau sedangkan Zara dan Aisyah kembali fokus pada kegiatan sebelumnya yang sempat terhenti.
Raina menatap layar ponselnya terlihat Fathan tak sendiri di sana, Raina melambaikan tangannya menyapa Raka yang tersenyum.
"Lama banget angkatnya, dihalangin Lala ya hahah terus tadi gw diblock pasti ulah dia juga bener bener tuh anak kaya lagi PMS ngamuk ngamuk mulu,"ucap Fathan tertawa.
"Ngambek dia Kak sampe pindah tuh ke belakang,"ucap Raina terkekeh memutar kamera ponselnya menjadi kamera belakang.
"Seriusan sampe pindah haha padahal gw bercanda doang tumben banget tuh anak baperan,"ucap Fathan.
Tidak sengaja Lala melirik Raina yang sedang mengarahkan ponselnya kearah Lala, ia melirik sinis lalu memalingkan wajahnya berbicara pada Bimo dan yang lainnya.
"Gaya banget si teletabis sok buang muka,"ucap Raka tertawa.
"Bodoamat!"ucap Lala ketus ketika mendengar ucapan Raka.
Bus berhenti sejenak tidak lama muncul Aldo yang terpaksa dipindahkan di bus kelas mereka karena kursi penumpang di bus kelasnya sudah penuh.
Lala membelalakan matanya saat melihat Aldo yang berjalan mengedarkan pandangannya mencari tempat duduk.
"Aldoooooo,"teriak Lala.
"Eh Lala ngapain lo disitu tumben banget gak gabung sama yang lain,"ucap Aldo.
Fathan yang masih terhubung dengan Raina melalui video call menggertakan giginya menahan kesalnya saat mengetahui Aldo berada di dalam bus yang Raina tempati bahkan ia akan duduk di samping Raina.
"Raina kasihin hp lo ke Lala dulu bentar gw mau ngomong sama Lala,"pinta Fathan dengan nada bicara dinginnya.
Dengan cepat Raina beranjak dari duduknya menghampiri Lala memberikan ponselnya pada Lala.
"Apa!"ucap Lala ketus.
"Galak banget lo teletabis,"saut Raka.
"La balik ke tempat lo jangan sampe dia duduk sama Raina,"pinta Fathan.
"Enggak! Gw udah udah nyaman disini,"tolak Lala ketus.
"Lo minta apa aja gw kasih deh asal lo balik ke tempat lo,"ucap Fathan berusaha membujuk Lala.
"Enggak! Pokonya hari ini gw gak bisa disogok tapi gak tau besok jadi tunggu aja besok ya,"ucap Lala.
"Lala gimana, lo mau duduk disini apa disitu,"tanya Aldo.
"Disiniiii,"ucap Lala.
Aldo tersenyum saat mendengar perkataan Lala yang belum selesai, dengan percaya diri ia berjalan menuju kursi Lala yang kosong.
Fathan menatap Lala kesal wajahnya memerah saat mendengar perkataan Lala.
"Kau dan akuuuuu,"lanjut Lala dengan suara yang amat sangat tidak merdu.
__ADS_1
"Terbiasaaaa bersamaa menjalani kasih sayang....,"Lala terus melanjutkan nyanyinya sedangkan Bimo yang berada di dekatnya dengan sengaja menutup telinganya.
Fathan tak kuasa menahan tawanya ketika ia mendengar Lala bernyanyi.
Aldo yang baru saja ingin mendudukan dirinya di kursi Lala menatap Lala sebal dan melempari Lala dengan snack yang berada di kursi.
"Belom aja lo ya gw lemparin bom,"omel Aldo.
Lala tertawa terbahak bahak melihat ekspresi Aldo saat ia melanjutkan ucapannya.
"Hahaha makanya jadi orang jangan kegeeran orang Lala mau nyanyi doang,"ucap Lala.
Aldo menghembuskan nafasnya kesal ia berjalan menghampiri Lala dengan berkacak pinggang.
"Keren banget lo Do bus lagi jalan lo jalan juga, Aldo berbakat jadi kenek metro mini,"ucap Lala tertawa.
"Bodoamat! buruan lo mau duduk dimana gw itung sampe 3 kalo lo tetep disini dan gak ngasih kepastian juga berarti tempat lo jadi tempat gw,"tegas Aldo yang berusaha menahan emosinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.........