SENIOR

SENIOR
Pernikahan impian


__ADS_3

Reno dan Lala memasuki kediaman Reno bersama dengan Cila dan juga dede bayi. Terlihat Fano yang sedang asik menonton televisi yang menayangkan kartun doraemon dengan kaki kanan yang ia naikkan ke atas dengkul kaku kirinya.


"Tua banget si Fano gaya nontonnya, ini sepi banget bibi kemana ya," ucap Lala.


"Bibi udah pulang, tadi udah izin sama Papa makanya kita disuruh pulang cepet, tau Fano sesantai itu mendingan gak usah buru-buru tadi," ucap Reno.


"Cila duduk dulu disini ya, kak Lala mau ke dapur ambil minum soalnya haus banget," ucap Lala.


Cila menganggukkan kepalanya kemudian ia mengalihkan pandangannya pada televisi. Cila ikut menonton kartun yang ditonton oleh Fano. Sementara Fano hanya melirik Cila kebingungan.


"Kamu siapa? Ngapain nonton kartun kesayangan Pano," tanya Fano.


Cila menolehkan kepalanya ke arah kanannya yang terlihat Fano sedang duduk menjulurkan kakinya dengan santai.


"Aku Cila," saut Cila tersenyum mengulurkan tangannya ke arah Fano.


"Kenalin aku Pano anak paling ganteng disini, kamu kenapa nonton dolaemon? Kamu kan cewe halusnya nonton belbi bial nanti gedenya cantik kaya belbi," ucap Fano.


Reno yang mendengar ucapan Fano hanya menggelengkan kepalanya. Makin hari Fano semakin aktif banyak sekali tingkah konyolnya yang membuat Reno menghela nafas.


"Terus kalo Cila nonton dora jadi mirip dora gitu?" sambung Reno.


Fano terdiam ia terlihat sedang berfikir sembari menatap Cila kemudian ia menyengir kuda.


"Hehe engga sih. Buktinya Pano seling nonton hulk tapi Pano tetap ganteng kaya Jungkook altis kolea yang gantengnya milip Pano," saut Fano dengan polosnya.


"Sekarepmu waelah nang." Reno berbicara dengan logat jawanya.


"Iyaaa sekulepku lah nang." Fano mengikuti gaya bicara Reno.


Lala berjalan menuju ruang tengah dengan tangan kanan yang membawa cemilan.


"Fano udah makan belom?" tanya Lala.


Fano menggelengkan kepalanya dengan mata yang fokus pada televisi.


"Udah pake ikan lala," saut Fano.


"Udah kok geleng-geleng sih. Eh ngajak ribut ya masa kak Lala disamain sama ikan lele," protes Lala.


"Suka-suka Pano yang penting hepi," saut Fano.

__ADS_1


Tatapan mata Fano tertuju pada bayi yang berada di gendongan Lala. Fano menuruni sofa perlahan kemudian berlarian menghampiri Lala.


"Ini dede bayi siapa? Dede bayinya imut kaya Pano," tanya Fano sambil menarik-narik tangan Lala supaya Lala menurunkan dede bayi.


"Ini adiknya Cila, Fano kalo mau main sama dede bayi harus izin dulu sama Cila ya," ucap Lala.


Reno memperhatikan mereka yang sedang asik bermain layaknya teman.


"Berasa lagi nyasar di taman kanak-kanak kalo kaya gini caranya," gumam Reno.


***


Setelah beberapa menit Raina tersadar kemudian di pindahkan ke ruang rawat kemudian dokter membuka perban yang melilit di area sekitaran matanya. Kini ruang rawat Raina terlihat sangat ramai dengan suara orang-orang disekitarnya.


"Raina coba tebak gw pake baju warna apa?" tanya Rama dengan antusias.


"Heh kak Rama gak usah aneh-aneh deh. Emangnya Raina buta warna lo tanyain warna baju," ucap Zara.


"Ini tuh buat meyakinkan kembali kalau mata Raina udah bener-bener berfungsi dengan normal. Gapapa kan Raina?" ucap Rama.


"Maklumin aja ya Raina," ucap Raka terkekeh.


"Seratus buat Raina, asik makan-makan nih buat sukuran kesembuhan matanya Raina," heboh Rama.


Shasha menatap Raina terharu ia tidak menyangka Raina secepat itu mendapatkan donor kornea mata. Ia sempat berfikir Raina akan terus menerus buta sampai waktu 3 tahun paling cepat karena Shasha pun tahu mencari donor kornea mata tidak semudah mencari donor darah bahkan donor darah pun ada yang langka apalagi kornea mata.


Raina menyadari perubahan sikap Shasha, ia tersenyum pada Shasha.


"Kenapa Sha?" tanya Raina.


Shasha tersadar dari lamunannya, kemudian menatap Raina.


"Gw gak nyangka aja secepat itu lo dapat donor korna mata padahal gw sendiri tau nyari donor kornea mata gak gampang. Sekarang gw sadar orang baik gak akan sial selama-lamanya. Gw ngerasa beruntung bisa kenal dan gabung sama lo Raina." Shasha berjalan mendekati Raina kemudian memeluk Raina.


Raina yang mendapat perlakuan seperti itu pun ikut terharu tanpa sadar ia meneteskan air mata. Ia senang Shasha kini sudah membuka matanya dan memutuskan untuk menjadi orang baik.


"Gw juga bangga sama lo. Lo keren berani ngakuin kesalahan lo. Harusnya gw yang bangga punya teman secantik dan setulus lo," ucap Raina.


"Kenapa cewe kerjaannya mellow terus sih, lagi ngerasa beruntung aja mellow," gumam Rama.


Fathan hanya menyimak apa yang dibicarakan oleh yang lainnya. Ia kembali teringat dengan Fahira yang beberapa hari ini sering kali mencari masalah dengan Raina dan ia pun kembali teringat dengan Maira yang baru saja keluar dari penjara.

__ADS_1


"Lo kenapa Fath? Kaya banyak beban hidup aja dari tadi bengong mulu. Harusnya tuh lo lega gak ada beban lagi karena pujaan hati lo udah kembali normal," ucap Raka.


"Gw cuma mikirin gimana caranya beres-beres buat kepulangan Raina sedangkan Raina dari tadi diajakin ngobrol terus." Fathan sengaja mengalihkan pembicaraan dengan sindiriannya.


"Gitu aja cemburu lo kak. Kita kan lagi bahagia karena kesembuhan Raina jadi sehari aja plisss kasih kita waktu buat ngobrol ya Hehe," ucap Zara.


Wina dan Gio yang sudah selesai mengurus administrasi operasi Raina berjalan kembali menuju ruang rawat Raina.


"Kok belom siap-siap emangnya kamu gak mau pulang ke rumah Raina," ucap Wina.


"Bukan gitu Ma, kita lagi asik ngobrol aja makanya sampe lupa," saut Raina.


"Oh iya itu gimana Lala sama bang Reno udah kelar belom foto prewednya Tante? Kayanya dari tadi dia gak muncul dah disini," tanya Raka.


Wina mendengus sebal ia kembali teringat dengan tingkah konyol anak dan calon mantunya.


"Boro-boro foto prewed Raka. Mereka malah ketemu anak di jalan terus dibawa pulang sampai Tante ditelponin sama pegawainya karena mereka gak dateng-dateng. Pusing tante sama mereka awas aja nanti ya siap-siap kupingnya abis tante jewerin," kesal Wina.


"Mama jangan marah-marah gitu ah nanti darah tingginya kumat gimana, Raina gak mau liat mama sakit, percaya aja ma sama bang Reno pasti dia bisa urus semuanya perusahaan aja bisa dia urus apalagi anak," ucap Raina menatap Wina khawatir.


"Mama gak marah Raina, Mama kesel aja sama mereka karena susah banget dikasih taunya. Mereka santai banget padahal hari pernikahan mereka udah dekat," keluh Wina.


"Tenang aja tante kita semua bakalan bantuin biar cepat kelar dan kita bakalan desak mereka buat cepat-cepat ke studio," ucap Fathan tersenyum percaya diri berharap Wina yakin pada dirinya.


"Iya Ma bener kata kak Fathan. Mama gak usah khawatir selagi ada kita semua disini pasti segala urusan beres, ya gak gais?" ucap Raina.


Semua mengangguk dengan cepat kemudian tersenyum pada Wina.


"Tuh kan mereka aja ngangguknya semangat gitu masa Mama gak yakin, pokoknya Mama tinggal nerima beres aja deh," ucap Raina.


Raina tersenyum membayangkan bagaimana nanti pesta pernikahan Lala dengan konsep yang amat sangat diimpikan oleh Lala. Meskipun ia baru saja selesai menjalankan operasinya hal tersebut tidak membuat semangatnya luntur untuk mengabulkan pernikahan impian Lala yang sejak dulu selalu Lala ceritakan padanya.


***


Bersambung ....


Jangan lupa like dan komentarnya ya gais. Kalo ada saran boleh dititipkan di kolom komentar ya.


Terima kasih sudah membaca cerita ini maaf belum bisa update kaya dulu lagi dikarenakan kesibukan yang tidak bisa ditinggal.


Sekian dan terima kasih gaisss.

__ADS_1


__ADS_2