SENIOR

SENIOR
Aldo


__ADS_3

Fathan mengedarkan pandangannya mengelilingi dapur sambil menunggu Wina selesai membuatkannya minum.


"Tante Raina punya Abang kan ya Tan, mereka kemana kok sepi bangat,"tanya Fathan.


"Reno lagi dikantor, Reyhan biasa dia mah ngampus bablas pacaran,"jawab Wina tersenyum ramah.


"Terus Papa nya Raina kemana,"tanya Fathan.


"Papanya Raina di kantor juga bareng Reno,"jawab Wina sambil meletakkan minuman di hadapan Fathan,"Tuh diminum dulu,"ucap Wina.


"Iya Tante nih saya minum,"ucap Fathan mengambil gelas yang berisi es teh lalu meminumnya.


"Kamu kenal Raina udah lama Nak,"tanya Wina.


"Baru Tan, kenapa emangnya,"jawab Fathan.


"Gapapa, Tante liat kalian dekat bangat kaya udah lama kenal,"ucap Wina.


"Masa si Tan, perasaan Tante aja kali ah,"ucap Fathan.


"Gak tau juga si haha, ya udah tante mau lanjut beberes lagi bentar lagi acaranya mulai,"ucap Wina.


"Aku juga mau pamit Tan, udah sore bangat nanti di cariin bunda,"ucap Fathan mencium tangan Wina.


"Ya udah hati hati ya, makasih udah nganterin Raina,"ucap Wina.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Pukul 18.12 Mobil Fathan baru saja sampai di depan rumahnya, ia keluar dari mobil masuk ke dalam rumah.


"Fath dari mana kamu Nak, kenapa baru pulang,"tanya Ita.


"Abis ngapel sore bun haha,"saut Aisyah tertawa.


"Jangan dengerin Ais Bun suka ngaco dia kalo ngomong,"ucap Fathan.


"Udah jangan ribut, kalian siap siap kita mau anter Farhan ke bandara dia ngambil penerbangan malam,"ucap Ita.


"Loh kok dadakan Bun,"tanya Fathan.


"Banyak nanya nih bang Fath udah siap siap aja dulu nanyanya nanti di jalan,"ucap Aisyah bergegas menuju kamarnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Di rumah Lala sudah berantakkan tak terkendali hingga membuat Bibi pusing tujuh keliling.


Lala keluar dari kamar mandi dengan hidung yang memerah, ia melihat Bibi yang sedang memotong bawang dengan santai.


"Bi bawangnya udah kelar di potongin kok Bibi gak sedih kaya kita,"tanya Lala.


"Bibi udah biasa non,"jawab Bibi tersenyum.


Disela obrolan mereka Linda datang dengan tissu di tangannya menghampiri Lala dan Bibi.


"Oh iya La besok Mama mau ketemu dong sama keluarganya Raina,"pinta Linda.

__ADS_1


"Jangan besok Ma biasanya keluarga Raina ngumpul kalo weekend jadi kita kesananya minggu aja ya,"ucap Lala.


"Yah masih lama dong,"ucap Linda cemberut.


" Empat hari lagi kok Ma,"ucap Lala tersenyum.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Pagi hari di kampus suasana sudah sangat ramai


dikarenakan keributan yang diciptakan oleh Maira dan teman temannya.


"Lo ganjen bangat si jadi cewe, kemaren lo ngapain satu mobil sama Fathan terus ke mini market berdua lagi,"omel Maira mendorong Raina hingga tersungkur di lantai.


Raina menatap Maira kesal ia berusaha berdiri dan melawan Maira.


"Apaan si lo gak jelas bangat, urusannya sama lo apa,emang lo siapanya kak Fathan,"omel Raina.


"Mulai berani lo ya sekarang, gw ingetin yang terakhir kalinya jauhin Fathan kalo lo masih ngeyel juga gw gak bakalan berenti gangguin lo,"ancam Maira.


"Tuh dengerin,"sambung Shasha.


"Dari dulu gw gak pernah takut sama lo, kemaren gw gak lawan lo karena menurut gw gak penting buat diladenin. Dari dulu juga lo gangguin gw mulu kenapa gw harus dengerin lo,"ucap Raina menatap tajam Maira.


"Lo tuh yaa gak bisa diajak ngomong baik baik,"ucap Maira mengangkat tangannya berniat menampar Raina.


Fathan dari kejauhan melihat Raina yang ingin ditampar oleh Maira kaget lalu berlari secepat mungkin, sedikit lagi ia sampai tetapi langkahnya kalah cepat dengan laki laki yang sudah berada disamping Raina menahan tangan Maira.


Raina memejamkan kedua matanya saat melihat tangan Maira ingin mendarat di wajahnya, beberapa detik ia terdiam namun tidam terjadi apa apa sehelai kukupun tidak ada yang menyentuh wajahnya, Raina mulai membuka kedua matanya perlahan, ia terkejut melihat sosok laki laki di sampingnya yang sedang menahan tangan Maira.


"Aldo,"ucap Raina.


"Mau jadi jagoan lo ini kampus bukan ajang senioritas, berani lo gangguin bahkan nyentuh Raina sedikitpun gw gak bakal biarin lo bahagia,"ancam Aldo menatap Maira tajam.


"Siapa tuh cowo kok kayanya gw gak pernah liat dia dikampus, Raina keliatannya juga kenal sama dia,"ucap Fathan dalam hati.


Maira merasa kesal dengan Aldo ia menghentakkan kakinya berlalu meninggalkan Raina dan Aldo.


"Kalian pada ngapain nontonin doang bukannya misahin, bubar bubar sana,"usir Aldo dan berhasil membuat sekerumunan mahasiswa berhamburan kembali ke aktivitas mereka masing masing.


"Makasih ya Do udah nolongin gw, gak berubah ya lo dari dulu selalu jadi bodyguard gw dari tk hahah,"ucap Raina tertawa.


"Lo ya Rain dari dulu kebiasaan bangat bukannya dilawan malah dibiarin aja yang kaya begitu kalo gak dilawan malah makin jadi, berhenti terlalu baik sama orang yang bikin lo jadi susah sendiri,"ucap Aldo.


"Iya Do, gak ilang cerewetnya dari dulu nih kaya mama gw kalo ngomel,"ucap Raina tertawa.


"Kalo gak cerewet lo nya gak ngerti ngerti,"ucap Aldo.


Fathan sedari tadi masih setia melihat bagaimana akrabnya mereka hanya mendengus kesal lalu pergi.


"Eh iya lo kok bisa ada disini si,"tanya Raina heran.


"Bisalah kan sekarang gw kuliah disini,"jawab Aldo.


"Kok bisa bukannya lo dari dulu pengen bangat kuliah di luar negeri,"ucap Raina.


"Bosen ah di luar negeri mulu dari SMP, kangen gw sama indonesia kangen juga sama lo, penasaran juga Raina yang gw kenal manja sekarang kaya gimana,"ucap Aldo terkekeh.


"Alasan yang gak masuk akal haha, pasti gara gara


cewe ya siapa tuh mantan lo pas SD namanya hahaha,"ledek Raina.


"Satu lagi yang gak berubah dari lo Rain, tau gak apa ?"tanya Aldo tersenyum lebar.


"Ара,"uсар Raina.


"Sok tau nya lo itu gak ilang ilang kaya dukun,"ledek Aldo mengacak ngacak rambut Raina.


"Ye songong bangat lo ya, jangan acak acak rambut gw ntar berantakan mending kita jalan lah yuk ke kantin teman teman gw udah pada nungguin di sana,"ajak Raina.


"Yaudah yuk, gw penasaran orang mana yang kuat temanan sama cewe manja kaya gini,"ledek Aldo tertawa.


"Bodoamat Do,"ucap Raina kesal berjalan mendahului aldo yang sedang tertawa.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Raina dan Aldo sampai di kantin, Raina mengenalkan Aldo pada Zara, Aisyah dan Lala.


"Maaf ya lama tadi gw di ajak ngobrol sama Maira,"ucap Raina.


"Bukan ngobrol itu mah Rain pasti ngajak ribut lagi dia, awas aja kalo ketemu gw,"ucap Zara.


"Emang kalo ketemu, lo mau apa Zar,"tanya Lala polos.


"Diem La jangan bikin gw kesel."omel Zara berhasil membuat Lala bungkam.


Aisyah dan Zara bergantian melirik kearah Aldo kecuali Lala yang sedang asik dengan ponselnya memainkan game cacing.


Raina yang menyadari lirikan teman temannya refleks menepuk dahinya.


"Ah iya gw lupa, pasti kalian bingung sama orang yang ada disamping gw, kenalin nih Aldo temen masa tk gw,"ucap Raina terkekeh.


"Kamu masih ingat sama teman tk Rain, aku aja udah lupa sama teman tk aku haha,"tanya Aisyah tertawa.


"Oh iya salam kenal ya gw Aldo,"ucap Aldo tersenyum.


" Kenalin yang ini namanya Zara terus samping nya zara Aisyah terus yang disamping lo yang lagi asik main hp namanya Lala,"ucap Raina sambil menyindir Lala agar berhenti fokus dengan ponselnya.


"Yah matiiii, lo si Rain kan si Lita jadi meninggal padahal udah gede bangat,"omel Lala.


"Lita,"ucap Aldo mengernyitkan dahinya ia merasa tadi Raina tidak mengenalkan nama Lita padanya.


"Lita itu nama cacing di gamenya dia haha, maklumin ya Aldo teman kita yang satu ini agak unik, tapi kalo gak ada dia sepi "ucap Zara terkekeh.


Lala menolehkan kepalanya kesamping kirinya, ia dibuat bingung ketika melihat laki laki di sampingnya sedang tersenyum manis.


"Oh iya ini siapa disamping gw,"tanya Lala.


"Bodoamat La, tadi Raina udah ngejelasin terus


Aldo juga udah ngenalin diri makanya otak jangan cacing mulu,"omel Zara gemas melempar Lala dengan sebutir kacang atom.


"Ish galak bangat si Zar kaya Mama tiri di indosiar, hai Aldo gw Lala salam kenal,"ucap Lala tersenyum kearah Aldo.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2