SENIOR

SENIOR
Ayam goreng


__ADS_3

Selesai presentasi Raina dan teman-temannya berjalan menuju kursi mereka masing-masing.


Lala menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil menatap teman-temannya yang sedang menatapnya dengan berkacak pinggang.


"Kalian kenapa sih liatinnya gitu banget? Lala bukan ayam goreng loh, kalo laper ke kantin aja gih sana kan disana banyak makanan jangan liatin Lala kaya gitu ih," protes Lala sambil menepukkan tangannya di depan wajah Raina, Zara dan Aisyah secara bergantian.


Raina dan yang lainnya tidak menghiraukan perkataan Lala mereka terus menatap Lala dengan tatapan kesal.


"Ih kalian kenapa sih ? Kalian marah sama gw, emangnya gw buat rusuh apa hari ini. Perasaan gw anteng-anteng aja malahan gw telat datengnya mana sempet bikin rusuh," ucap Lala dengan rau wajah polosnya.


Setelah melihat Farhan berpamitan lalu keluar dari kelasnya, Zara mendekat ke arah kursi Lala sambil berkacak pinggang dengan gemas ia menjitak kepala Lala hingga membuat Lala memonyongkan bibirnya sambil mengusap-usap kepalanya.


"Apasih Zara, ini kepala tau bukan kelapa yang seenak jidat lo main jitak gitu aja, sakit nih kepala gw kalo benjol gimana," omel Lala.


"Biarin benjol kalo perlu benjolnya yang gede sekalian, lo tuh kebiasaan ya Lala kalo ada apa-apa gak mau ngabarin kita, liat tuh Raina dari tadi kaya ayam mau bertelor gelisahnya, dia liatin pintu kelas mulu nungguin lo nongol," omel Zara.


"Tau nih Lala gimana sih, kita cemas dan panik mikirin kamu tau," sambung Aisyah.


"Iya-iya maaf, pasti kalian panik ya presentasinya udah mau mulai tapi Lala belum dateng juga, maafin Lala ya Raina udah buat Raina kaya ayam mau bertelur gara-gara panik nyariin Lala, btw udah berapa telornya Raina?" ucap Lala dengan wajah polosnya.


Raina, Zara dan Aisyah saling menatap satu sama lain dengan bersamaan mereka mengepalkan tangannya sambil menatap Lala kesal.


"Arghhh ... Lala! Capek ngomong sama lo ah, mending kita tinggalin aja nih anak dari pada nanti gw beneran bertelor disini," teriak Raina.


Raina, Zara dan Aisyah pergi meninggalkan Lala dengan perasaan kesal di dalam hatinya masing-masing, sedangkan Lala yang terdiam di kelas hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil melirik teman-temannya di sekitar kelas.


"Mereka kenapa sih. Masa iya PMS barengan udah gitu gak ajak-ajak Lala lagi dasar tidak setia kawan, Lala susul gak ya? Ah tapi Lala mager, kaki Lala pegel juga gara-gara abis lari-larian mendingan tidur dah di kelas," gerutu Lala.


Lala menenggelamkan wajahnya di sela-sela tangannya, perlahan ia mulai memejamkan matanya lalu hanyut dengan mimpi-mimpinya.


Ketiga perempuan dengan kompaknya duduk di salah satu bangku kantin dengan bersamaan sambil mengoceh membuat ketiga laki-laki yang berada di hadapannya menatap ketiganya dengan tatapan heran.


Fathan tersenyum melihat raut wajah kesal Raina.

__ADS_1


"Kenapa sih pacar aku cemberut aja mukanya, aku tau pasti kamu abis dikerjain sama Han ya?" tanya Fathan dengan percaya diri.


Raina menggelengkan kepalanya dengan cepat ia menjulurkan tangannya memgambil minuman yang berada diatas meja dengan asal, hal tersebut membuat Fathan dan Rama dengan bersamaan membelalakan matanya saat melihat Raina berniat meminum es jeruk Rama.


"Weh Raina gw belom minum, nih ini aja punya pacar lo jangan punya gw," ucap Rama sambil menunjuk jus mangga punya Fathan.


"Udah lo pesen lagi sana Kak, belom lo minum ini kan jadinya gw gak bakalan ketempelan," ucap Raina.


"Udah tenang kan? Coba cerita kamu kenapa kok mukanya bisa kesel kaya gitu," ucap Fathan.


"Itu si Lala ngeselin udah bikin orang panik terus dengan enaknya dia bilang kalo aku panik gara-gara mau presentasi padahal aku panik karena cemas takut dia kenapa-kenapa," adu Raina tangannya terus mengaduk sisa es jeruk yang berada di hadapannya.


"Dan yang lebih keselnya lagi mukanya itu loh ngeselin banget, udah gitu gak nyusulin kita lagi tuh anak," sambung Zara.


Raka dan Rama tertawa bersamaan saat mendengarkan penjelasan Raina dan Zara.


"Yailah sama mukanya Lala aja baper, dia kan emang tiap hari mukanya emang begitu ngeselinnya, udahlah kalian gak usah bete begitu dibawa santai aja," ucap Rama.


Reno yang berada di kantornya terus mencoba menghubungi nomor ponsel Lala yang kenyataannya kini dalam keadaan mati, ia terus bergerutu dalam hatinya karena yang menjawab panggilannya hanya suara Mba-mba operator yang memberitahu bahwa nomor yang dihubungi oleh Reno tidak dapat dihubungi.


"Lala kamu kemana sih jangan bikin panik semua orang dong, hpnya mati lagi udah gitu si Raina gak ada kabar kalo kaya gini aku gak tenang disini," gumam Reno.


Reno menghela nafasnya lalu bangkit dari tempat duduk ia mengambil kunci mobilnya berjalan keluar dari ruangannya, ia berjalan terburu-buru tanpa menjawab sapaan dari beberapa karyawan.


Dengan kecepatan sedang ia mengendarai mobilnya menuju kampus Raina, ia ingin memastikan dugaannya bahwa Lala kini sudah berada di kampusnya.


Perlahan Lala membuka matanya lalu mengusap kedua matanya ia teringat sesuatu yang belum ia tuntaskan dengan cepat ia beranjak dari duduknya lalu berjalan keluar dari kelasnya, belum jauh dari kelasnya ia teringat dengan teman-temannya yang sedang marah padanya akhirnya ia memutuskan kembali ke kelasnya mengambil dompet.


Lala berlarian menuju kantin sambil membawa dompetnya di dalam hatinya ia terus berdoa supaya pengendara sepeda motor yang sedang menunggu kehadirannya di kantin masih betah berada di kantin dan tidak mengamuk padanya.


"Duh kaki Lala jadi gemeteran takut Abangnya marah-marah sama Lala, lagian lo juga si La kenapa bisa lupa sih." Lala terus mengutuki dirinya sendiri hingga kini ia berada di kantin, ia mengedarkan pandangannya diseluruh penjuru kantin hingga ia menemukan orang yang ia cari.


"Nah itu dia si Abang-abangnya, untung aja abangnya belom pergi nanti Lala mau cari kemana kalo abangnya pergi terus kalo Lala gak ketemu lagi sama abangnya Lala jadi punya utang terus nanti ditagih sampe akhirat, huaaaa Lala gak mau masuk neraka gara-gara gak teraktir abangnya makan bakso mba Wiwik," ucap Lala bergedik ngeri sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Lala berlarian menyusul pengendara sepeda motor, Lala ngos-ngosan saat sampai di hadapan pengendara sepeda motor.


"Bang! Maapin Lala ya sumpah Lala gak ada niatan ingkar janji, Lala lupa tadi Lala ketiduran di kelas soalnya Lala capek banget Bang tadi lari-larian," curhat Lala.


"Iya neng gapapa, sampe kembung saya minum es teh dari tadi," ucap pengendara sepeda motor.


"Yaudah abang pesen aja bebas mau apapun, mau bungkus buat orang-orang di rumah juga gapapa nanti Lala bisa ngutang kok bayarnya nyicil He-He-He," ucap Lala menunjukkan cengirannya.


Si pengendara sepeda motor hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Lala, ia berjalan menuju kedai bakso mba Wiwik lalu memesan 1 porsi bakso dan kembali menghampiri Lala.


Lala menatap si pengendara sepeda motor dengan tatapan kebingungan karena ia melihatnya si pengedara sepeda motor kembali menghampirinya tanpa membawa apapun.


"Loh Bang gak mesen yang dibungkus? Tenang aja bang nanti utangnya yang nanggung Lala kok," ucap Lala.


"Gak usah neng saya makan disini aja 1 porsi cukup kok, kasian nengnya jadi ngutang banyak banget," saut pengendara sepeda motor.


"Ih baik banget si bang jadi terharu deh Lala," ucap Lala tertawa.


Di meja Raina dan yang lainnya terlihat mereka kompak menatap ke arah Lala yang sedang mengobrol dengan orang asing yang mereka tidak kenal.


"Itu Lala ngobrol sama siapa sih, kayanya aku gak pernah liat deh," tanya Aisyah.


"Gak tau Ais, Gw juga gak pernah liat," saut Zara.


"Si Lala mah sok akrab kesana kemari, palingan lagi malakin orang lagi dia," ucap Raka.


"Dari pada main tebak-tebakan mending kita samperin aja yuk biar gak penasaran," ajak Rama.


Bersambung ....


Selamat membaca hehe ....


Terima kasih buat yang sudah membaca 😉

__ADS_1


__ADS_2