
Mohon maaf keterlambatan updatenya gaisss, ada sedikit kendala mulai hari ini update kembali normal.
Happy reading.....
*********
Fathan dan Raina terus berjalan hingga langkah mereka berhenti berdekatan dengan batu besar yang berada lumayan jauh dari lokasi tenda mereka.
Raina menatap Fathan kebingungan sambil mengikuti langkah Fathan yang perlahan menghampiri batu besar dan mendudukan dirinya.
"Kita ngapain Kak kesini,"tanya Raina.
"Gw boleh minta satu permintaan gak ke lo,"tanya Fathan tanpa menjawab pertanyaan Raina.
"Satu doang, gw kira tiga, cocok banget gw jadi jin kalo lo minta tiga permintaan,"ucap Raina terkekeh.
Sementara Lala yang berada lumayan jauh dari posisi mereka mengerutkan alisnya sembari mengumpat Fathan.
"Jauh jauh gw ngikutin mereka ternyata cuma duduk di atas batu doang ya ampunnn gw kira mah ke tempat bagus gitu kaya di sinetron sinetron nyesel gw ngikutin dia berdua udah gak kedengeran lagi mereka ngomong apaan,"gerutu Lala melangkahkan kakinya perlahan menghampiri mereka dan bersembunyi di balik pohon besar.
"Gw minta satu aja jauhin Aldo,"ucap Fathan dingin.
Lagi lagi Raina dibuat kebingungan tidak terbayangkan olehnya Fathan meminta hal tersebut padanya.
"Emangnya kenapa, Aldo temen TK gw gak mungkin gw ngejauhin dia lagi pula Aldo baik sama gw,"ucap Raina.
"Gw gak suka liatnya,"ucap Fathan.
"Kenapa,"tanya Raina.
Lala sedari tadi menatap Raina jengkel sambil memukul pohon gemas.
"Pohon lo gak ngelawan tapi kok tangan gw sakit ya, maaf ya pohon Lala kesel sama Raina dia oon banget udah jelas jelas kak Fathan tuh cemburu liat dia deket sama Aldo makanya dia minta Raina jauhin Aldo tapi Rainanya oon jadi pohon maafin Lala ya udah mukul pohon padahal pohon gak salah jangan tiban Lala ya pohon,"bisik Lala.
"Karena gw gak suka liat lo deket deket sama dia,"jawab Fathan kesal.
"Iya lo gak suka kenapa, lagian Aldo gak jahat sama gw bahkan dia baik sama gw,"ucap Raina.
"Karena dia suka sama lo makanya gw gak suka liat dia deket sama lo,"ucap Fathan.
Raina tercengang mendengar perkataan Fathan perlahan ia mengembangkan senyumnya lalu meledek Fathan dengan menusuk nusuk jari telunjuknya di pipi Fathan.
"Ohh gw tau lo cemburu ya sama Aldo haha,"ledek Raina
"Iya,"jawab Fathan dengan cepat memalingkan wajahnya.
"Kenapa cemburu lagian kan gw bukan pacar lo jangankan pacar mungkin dianggep temen aja engga hehe, Aldo tuh gak lebih dari temen gw doang,"ucap Raina.
Fathan menolehkan kepalanya menghadap Raina menatapnya lekat.
"Yaudah kalo gitu sekarang lo jadi pacar gw,"ucap Fathan santai.
Raina membelalakan matanya menatap Fathan tidak percaya begitu juga dengan Lala yang sedari tadi bersembunyi di balik pohon.
Lala berjalan melangkahkan kakinya menghampiri mereka sambil berkacak pinggang.
"Gilaaa kak Fathan lo nembak cewe apa beli sayur santai banget gak ada romantis romantisnya lagi ish,"omel Lala
Fathan dan Raina saling melempar pandangan bertanya tanya mengapa Lala tiba tiba memunculkan dirinya.
"Lala lo ngikutin kita ya,"tanya Raina.
"Iya dong kerenkan Lala udah cocok belom jadi detektif konan hehe,"ucap Lala memuji dirinya sendiri.
"Kata Bunda gw orang yang suka kepo apa lagi sampe nguping pembicaraan orang lain bisa kena azab tau,"ucap Fathan.
"Kata Mama Lala orang yang tiba tiba ngilang dari perkumpulan terus tiba tiba nembak cewe kaya beli sayur terus gak ada romantis romantisnya bisa kena azab loh kak, asik banget deh kita kena azab barengan,"ucap Lala dengan senyum sumringah.
"Bodoamat!"ucap Fathan jengkel.
"Raina jangan mau pacaran sama kak Fathan masa lo mau aja si di tembak gak ada manis manisnya minimal bunga kek gitu pokoknya Lala gak ngasih restu buat kalian berdua,"ucap Lala.
__ADS_1
"Eh teletabis, di hutan mana ada bunga capek gw ngomong sama lo,"ucap Fathan geram.
"Kak Fathan lo ganteng tapi oon yaa tau pepatah gak ada rotan akar pun jadi gak sih, bentar Lala mau ngambil sesuatu buat nembak ulang,"ucap Lala berjalan meninggalkan mereka.
"Mau kemana LaLa nanti lo nyasar,"teriak Raina namun tidak didengarkan oleh Lala.
"Udah biarin aja temen lo yang satu itukan agak batu susah dikasih taunya,"ucap Fathan kembali mendudukan diri diatas batu disusul oleh Raina.
Suasana menjadi hening dan canggung sejak Lala pergi meninggalkan mereka, Raina melirik Fathan terbesit niatnya ingin memecahkan keheningan yang terjadi diantara mereka.
"Si Lala bawa apa ya kira kira,"ucap Raina.
"Gak tau tungguin aja yang jelas apa yang dia bawa gak pernah ada di pikiran kita,"jawab Fathan.
Raina menganggukan kepalanya, lalu menatap Fathan dengan tatapan ragu sejujurnya ia ingin bertanya pada Fathan mengenai perkataan Fathan sebelumnya tetapi ia takut.
"Kak omongan lo yang tadi itu beneran,"tanya Raina dengan ragu.
"Yang mana,"tanya Fathan.
Raina menghela nafas kesal memalingkan wajahnya tidak ingin melihat Fathan.
"Gak jadi,"ucap Raina.
"Gak jelas, perempuan begitu ya ngomong ambigu tapi maunya dingertiin,"ucap Fathan terkekeh.
"Lo aja yang gak ngerti gw yakin kalo gw ngomong sama cowo lain pasti mereka ngerti maksud omongan gw,"ucap Raina kesal.
"Cowo mana yang ngerti sama omongan lo yang ambigu itu,"tanya Fathan gemas.
"Aldo, dia ngerti banget sama semua hal yang gw omongin,"ucap Raina tersenyum dengan sengaja menyebut nama Aldo untuk menggoda Fathan sekaligus membuat Fathan kesal.
Benar dugaan Raina niatnya membuat Fathan kesal berhasil ia mengembangkan senyumnya saat mendapati tatapan tajam dari Fathan.
"Hehe becanda doang Kak jangan gitulah liatnya jadi takut,"ucap Raina menyengir.
"Gw gak suka lo nyebut nama dia apa lagi lo ngebandingin gw sama dia pacar lo gw apa dia,"omel Fathan.
"Intinya lo gak boleh deket deket sama dia apa lagi nyebut nama dia,"tegas Fathan.
"Cemburuan banget si pacar aku yang amat sangat tidak romantis ini,"ucap Raina terkekeh sembari menyubit pipi Fathan gemas.
Fathan hanya diam enggan menyauti perkataan Raina dan membiarkan Raina menyubit pipinya.
"Lala lama banget si udah sore nih nanti dicariin, mending sekarang kita balik ke tenda aja,"ajak Fathan.
"Janganlah Kak nanti kalo Lala ilang gimana tungguin dulu disini bentar lagi kalo dia gak dateng dateng juga baru kita balik ke tenda cari dia disana,"ucap Raina direspon anggukan kepala dari Fathan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
Lala sedari tadi kebingungan mencari jalan keluar ia tersenyum loncat loncatan saat menemukan jalan keluar.
"Yeayyyy Lala gak jadi nyasar horeee,"teriak Lala.
Lala menatap sekitar dengan tatapan bingungnya lalu berjalan menghampiri teman temannya yang sedang berkumpul.
"Kok Lala bisa sampe sini yaa aturan Lala kan ketemu sama Raina dan kak Fathan ini ajaib banget,"gerutu Lala.
Sementara yang lainnya menatap Lala yang sedang kebingungan.
"Lo ngapain bawa bawa daun pisang sih La mau bikin pepes lo,"tanya Rama.
"Tau ada ada aja nih anak,"saut Zara.
"Ih kalian tuh gak tau ya ini daun pisang tuh gw ambilin susah payah buat kak Fathan,"ucap Lala jengkel.
"Oh jadi Fathan yang mau bikin pepes bilang dong dari tadi,"ucap Rama.
"Tau ah males ngomong sama kak Rama gak nyambung,"omel Lala berjalan meninggalkan mereka sembari membawa daun pisang menuju tenda.
"Gak jelas banget tuh anak ngambek mulu dari pagi,"ucap Rama terkekeh.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.......
__ADS_1