
Fathan terlihat gelisah sesekali memandang takjub keluar jendela pesawat melihat betapa indahnya ciptaan yang maha kuasa.
"Han, gara-gara ide lo yang gak ada bagus-bagusnya itu gw jadi gak tenang gw takut Raina balik ke Aldo yang jelek itu, awas aja lo ya sampe kejadian gw tendang lo ke brazil," oceh Fathan.
"Halah emangnya lo ganteng bisa-bisanya bilang orang jelek," ejek Farhan yang tidak menyadari bahwa wajahnya dan Fathan bagai sarimi isi dua yang tidak ada bedanya.
"Gantenglah kalo lo gak akuin itu berarti lo juga jelek secara muka kita sama," ucap Fathan.
"Ah iya muka gw sama lo samaan kaya upin ipin coba gw pindahnya ke korea pasti sekarang gw kaya oppa-oppa korea dan jelasnya lagi gw lebih ganteng dari pada lo," ucap Farhan.
"Ngayal terus sampe lebaran onta, ini kapan nyampenya sih kesel banget gw lelet banget nih pesawat jalannya udah kaya angkot di jakarta kalo lagi nyari penumpang lelet banget jalannya kaya siput," gerutu Fathan.
"Berisik banget sih lo, udah tenang aja kalo kakak ipar bener-bener sayang sama lo mah gak akan kemana," ucap Farhan.
*********
Waktu menunjukan pukul 23.00 pesawat yang ditumpangi oleh keluarga Fathan baru saja mendarat tepat di salah satu bandara yang berada di jakarta.
Farhan menggelengkan kepalanya saat melihat Fathan yang tertidur pulas sambil membereskan dirinya untuk bersiap keluar dari pesawat.
"Tadi aja disuruh tidur gak mau dan ngoceh terus pengen cepet nyampe mau ketemu partner bucinnya itu giliran udah nyampe kaya kerbau bercula tiga," gerutu Farhan.
Farhan memukul-mukul pipi Fathan agar Fathan terbangun dari tidurnya namun Fathan tidak juga membuka matanya membuatnya geram, ia melirik sekitar yang sudah terlihat sepi karena penumpangnya sudah berhamburan keluar.
"Pengen gw tinggal tapi kasian, ntar kalo dia balik ke London lagi gimana," gumam Farhan.
"Fath ada Raina tuh di depan buruan bangun kita udah sampe emangnya lo gak kangen sama dia," bisik Farhan.
Benar saja cara terakhirnya ampuh membangunkan Fathan dari tidurnya namun kini ia mendapat tatapan tajam dari Fathan yang menyadari bahwa ia dibohongi oleh saudara kembarnya.
"Lo boongin gw kan," ketus Fathan sambil mengucek matanya.
"Iyalah kalo gak gitu ntar lo bisa balik lagi ke London, mau lo?" ucap Farhan sambil tertawa.
"Heum terserah buruan jalan gw gak mau nyasar kesono lagi, udah lama banget lagi pulangnya," ketus Fathan sambil mendorong tubuh Farhan.
Mereka kini duduk di kursi menunggu jemputan dari supir pribadi keluarga Fathan.
"Raina beneran gak dateng nyambut kepulangan gw," ucap Fathan.
"Bang Fath kira Raina kuntilanak jam segini berkeliaran," ucap Aisyah terkekeh.
"Tau aneh-aneh aja Abang kita ini De, udah gak ngabarin kalo dia pulang tapi berharap disambut, lucu sekali bukan?" ucap Farhan terus menertawakan Fathan.
Fathan menoyor kepala Farhan sambil menatap Farhan garang seolah-olah emosinya sudah berada di puncak kepalanya.
"Siapa yang nyuruh gw buat gak ngabarin Raina?" tanya Fathan dengan ketus.
"Farhan dong," jawab Farhan sambil menyengir.
"Gak ada dosa banget lo ngomong sambil nyengir-nyengir," geram Fathan.
Fathan mengeluarkan ponselnya lalu ia memposting foto bandara dan menulis caption Hello Indonesia 🖑😉 dengan tujuan memberi tahu Raina dan berharap Raina komen postingannya.
Aisyah yang sedang fokus pada ponselnya tiba-tiba ia melirikan matanya pada Fathan lalu mengembangkan senyumnya.
Maafin Ais ya Abang-abangku salah sendiri kalian gak ajak-ajak Ais kalo ada rencana apa-apa untuk sementara Ais berkhianat dulu.
**********
Suasana di rumah Raina masih ramai oleh kelakuan Fano seisi rumah heboh menertawakan Fano yang keluar kamarnya menggunakan tissu di hidungnya.
"Heh musuh bebuyutan gw, ceritanya biar apa lo pake kapas di hidung kaya gitu mau jadi pocong?" ucap Reyhan sambil tertawa.
"Pano bukan pocong liat aja jalannya gak lompat-lompat idung Pano masih sakit tau gala-gala ditonjok cewe kuda poni," ucap Fano sambil memegang tissu yang berada di hidungnya.
"Huahhahahah cemen banget lo sama cewe aja kalah," ledek Reyhan tak kuasa menahan tawanya.
"Pano pangelan sejati Pano makanya Pano ngalah bukan cemen. Nanti kalo Pano tonjok idungnya si kuda poni terus idungnya ke dalem dan penyok gimana kan kasian," ucap Fano.
Raut wajah Wina berubah menjadi cemas ia mendekatkan dirinya pada Fano lalu memegang wajah Fano menatap hidung bocah yang sedang berada di hadapannya.
"Terus hidungnya gimana itu? Kok gak cerita sama Mama, udah ke dokter belum?" tanya Wina.
"Alhamdulillah hidung Pano gak penyok Pano sujud sukur tadi di klinik, cuma sedikit sakit aja balusan telus Pano masukin tissu aja takutnya nanti beldalah lagi," ucap Fano.
"Kok bisa bro kamu ditonjok kuda poni, emangnya ada kuda poni disini," tanya Gio.
__ADS_1
"Kuda poni itu anak perempuan seumuran Fano dia teman PAUDnya Fano, Fano juga salah dia sering banget isengin anak itu makanya kena bogeman dah hidungnya," jelas Reno.
Fano menyengir sambil berlarian menuju yang lainnya lalu mendudukan dirinya.
"Abisan dia diem banget sih kaya Pano kalo lagi kebelet eek, makanya Pano isengin aja deh bial gak diem, Pano takut dia kesulupan," ucap Fano.
"Mama Wina, Pano lapal banget mau bubul ayam pake kelupuk udang sama jus mangga," rengek Fano.
"Enak banget ya dari tadi tidur terus bangun-bangun minta yang macem-macem," sindir Reyhan.
"Bialin silik aja nih tuyul kepala melah, Pano lapel tau telakhir makan nasi kuning pake jengkol sama gado-gado doang," ucap Fano dengan polosnya.
"Nyarinya kemana Nak, jam segini palingan adanya nasi goreng di kulkas ada puding tuh Fano biasanya suka banget sama puding," ucap Wina.
Fano berlarian dengan semangat menuju dapur dengan cepat tangannya membuka kulkas lalu kembali menuju ruang tengah.
"Gak jadi deh, Pano mau makan pake puding aja kak Laina ambilin Pano nasi dong," pinta Fano sambil memasukan puding ke dalam mulutnya.
Raina memandang Fano heran ia berjalan menuju dapur lalu kembali dengan membawa piring berisi nasi putih.
Dengan semangat Fano mengambil piring tersebut lalu meletakannya diatas karpet dengan cepat tangannya memindahkan beberapa puding ke piring yang berisi nasi.
"Fano beneran mau makan nasi pake puding?" tanya Raina menatap Fano bingung.
Fano menganggukan kepalanya lalu menyendokan nasi dan puding ke mulutnya dengan lahap sedangkan yang lainnya menatap Fano heran.
Fano menyadari bahwa yang lainnya sedang memandanginya dengan cepat ia mendekatkan piring padanya seolah-olah tidak ingin di minta.
"Gak boleh minta ya, ini punya Pano pokoknya," tegas Fano.
"Siapa juga yang mau minta, lagian aneh banget sih anaknya om Stev nasi dimakan bareng puding apa rasanya coba, dikasih pun gw gak mau," ucap Reyhan.
"Siapa juga yang mau ngasih kak Ley kegeelan banget jadi olang," ucap Fano sambil memasukan kembali nasi dan puding ke dalam mulutnya.
*********
Sesudah Raina berpamitan dengan yang lainnya ia berjalan menuju kamarnya sambil memainkan ponselnya.
Raina melihat postingan Fathan yang memberitahu bahwa ia sudah sampai di Indonesia namun Raina merasa kecewa dengan Fathan yang tidak mengabarinya.
"Bukannya ngabarin gw dulu ini mah malah ngabarin orang-orang sosmed, dasar pacar yang jahat," gerutu Raina.
"Sabar Raina tunggu 3 hari lagi mending lo tahan dulu, setelah 3 hari lo mau pukul kak Fathan juga bebas," ucap Raina.
Raina terkesiap saat beberapa pesan masuk melalui whatsappnya ia melihat melalui notifikasi lalu terkesiap saat melihat ponselnya.
Kak Fathan ngapain spam chat ke gw banyak banget, udahlah gak usah diliat ntar yang ada gw gak tahan pengen bales lagi.
Raina memutuskan untuk tidur dan meletakan ponselnya diatas meja tanpa membaca pesan dari Fathan.
********
Fathan yang kini berada di dalam mobil berdecak sebal saat melihat pesannya yang tidak kunjung dibaca oleh Raina padahal Raina baru saja online.
"Gara-gara lo nih Raina gak mau bales chat gw awas aja lo ya sampe gw putus beneran kepala lo gw ganti sama kepala sapi," omel Fathan.
"Apasih Fathan ngomel-ngomel terus kaya kucing baru lahiran aja, udahlah santai aja takut banget diputusin lagian kan lo mau bikin surprise buat kakak ipar pasti dia ngertilah, lagian kan ada siapa tuh namanya temannya kakak ipar yang lo mintain bantuan, percaya sama gw pasti sukses rencananya," ucap Farhan.
Sementara Aisyah yang berada di belakang mereka bersusah payah menahan tawanya ia sengaja merekam suara perdebatan mereka lalu mengirimkan nya pada Aldo.
Abang-Abangku ini lucu banget sih, kira-kira gimana ya ekspresi bang Fath pas tau dikerjain balik sama Raina pasti lucu banget deh mukanya terus pasti bakal seru bang Fath sama bang Han bakalan cakar-cakaran kaya kucing lagi rebutan ikan hehe.
"Kenapa lo senyum-senyum sendiri," tegur Fathan.
"Gapapa pengen senyum aja kan senyum ibadah dosa loh ngelarang orang buat senyum, mau dosanya tambah banyak?" ucap Aisyah.
Mobil sudah masuk ke dalam perkarangan rumah keluarga Fathan mereka keluar dari mobil sambil menenteng barang masing-masing lalu mereka beristirahat.
**********
Fathan baru saja memasuki perkarangan kampus ia turun dari mobilnya bersama Aisyah ia sengaja tidak menjemput Raina seperti biasanya demi melancarkan rencananya dengan Fathan.
Fathan memicingkan matanya ketika pandangannya bertemu dengan Raina yang baru saja sampai dan yang membuatnya kesal Raina bersama dengan Aldo.
Dengan emosi yang memuncak ia melangkahkan kakinya menghampiri Raina dan Aldo yang sedang tertawa.
"Oh jadi gini ya ditinggal gak ada sebulan udah nempel banget sama dia," sindir Fathan.
__ADS_1
"Loh bukannya kamu yang keasikan di London sama bule-bule disana," ucap Raina dengan santai.
"Gak usah memutar balikan fakta deh itu cuma foto kenapa dipermasalahin," ketus Fathan.
"Terserah mau ngomong apa yang jelas aku lagi males debat," ucap Raina acuh lalu menarik tangan Aldo meninggalkan Fathan yang menatapnya kesal.
"Arghhhh dasar cewe baru ditinggal bentar doang udah nempel ke yang lain," teriak Fathan lalu berjalan meninggalkan parkiran dengan emosi yang sudah berada diubun-ubun.
Aisyah yang memperhatikan dari kejauhan sedari tadi ia menahan tawanya setelah melihat kepergian Fathan dengan lepas ia mengeluarkan tawanya disusul oleh tawa dari Raina dan Aldo yang baru saja menghampirinya.
"Loh bukannya kalian tadi pergi ya?" tanya Aisyah.
"Kita ngumpet tuh tadi dibalik tembok, sumpah lucu banget sih gemes gw liatnya, maafin pacar durhakamu ini ya Kak," ucap Raina.
"Selama tiga hari nih kita kaya gini terus happy gw liat mukanya kocak banget," ucap Aldo terkikik.
"Parah sih kalian bisa-bisanya ngerjain bang Fath masalahnya ntar yang kena tabokan bang Han nih kalo rencananya gagal total," ucap Aisyah.
"Yaudah gapapa lumayan sekali tepok dapet 2 nyamuk," ucap Aldo.
*********
"Ini gw lagi di prank apa gimana sih, rasanya gak mungkin banget Raina kaya gitu gw tau banget dia kaya apa, tapi nyatanya yang gw liat begitu arghhh," gerutu Fathan.
"Kenapa sih, orang mah baru pulang liburan harusnya tuh muka fresh apalagi abis foto-foto sama bule, gak nyangka gw ternyata lo laris juga ya disana," ucap Rama terkekeh.
Fathan hanya diam moodnya sangat hancur hari ini, rasanya hari ini ia ingin memarahi semua orang yang mengajaknya berbicara.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.........
Happy reading guys....
Jangan lupa like dan komennya ya
__ADS_1
Terima kasih banyak 😉