
Setelah mendengar penjelasan dari Reno dan juga Lala, Wina menganggukkan kepalanya sambil menatap Cila dan adiknya.
"Mama sih ngizinin aja, kalian boleh bawa mereka buat tinggal disini, masalahnya siapa yang mau urus mereka. Mama jelas sibuk ngurus Fano kan kalian tau sendiri orangtua Fano sibuk kerja pulangnya pun malam, jadi gak mungkin dong Mama ngurus tiga anak kecil sekaligus, Mama kan pengen santai juga hehe." Wina menunjukkan cengirannya diakhir ucapannya.
"Iya bener yang dibilang sama tante Wina, kasian tante Wina nanti kecapekan ngurus tiga helai manusia sekaligus padahal belom punya cucu," ucap Rama.
"Iya juga sih bener." Aisyah menganggukkan kepalanya.
"Ada saran gak nih biar tante Wina gak kecapekan ngurus tiga anak-anak sekaligus, apalagi ada bayi pasti lebih repot lagi," ucap Raka.
Semua terlihat sedang berfikir memutar isi kepalanya agar mendapatkan solusi yang dapat diterima oleh semua yang ada disana.
"Gw punya ide nih, gimana kalo mereka dititipin aja ke tempat penitipan anak, nah malemnya baru diambil," ucap Rama.
Saran Rama membuat yang lainnya menatap Rana kesal, mereka memelototi Rama secara bersamaan.
"Kenapa semuanya pada melototin gw kaya gitu? Tante sama om juga lagi serem banget sih, apa salah ade gais." Rama bergedik ngeri.
"Saran lo itu gak berperikemanusiaan kak Rama, bukan calon bapak yang baik lo. Disini ada banyak orang kenapa harus dititipin," ucap Shasha.
"Tau nih si Rama kalo ngasih saran gak pernah pas sama hati dan fikiran orang-orang," sambung Raka.
"Yakan setidaknya keliatan mikir dan bantu kasih saran Hehe," ucap Rama.
Reyhan mendelikkan matanya saat menyaksikan perdebatan mereka, ingin sekali rasanya ia beranjak dari sofa dan kembali ke kamarnya. Reyhan menghela nafasnya menunggu solusi apa yang akan mereka keluarkan, sejujurnya ia sudah mempunyai solusi namun ia masih menahannya.
"Bantuinnya yang logis juga dong, gak sekalian aja lo kasih saran suruh titipin di panti asuhan tuh bocil-bocil," ucap Raka.
"Dari pada debat terus mending lanjut mikir lagi dah kalian berdua," ucap Fathan.
"Tau nih debat mulu yang ada nanti gak nemu solusinya," ucap Raina.
"Debatnya udah kelar?" tanya Reyhan.
Sedari tadi Reyhan tidak mengeluarkan suaranya sedikit pun dan sesekalinya ia mengeluarkan suaranya saat itu juga ia menjadi pusat perhatian, kini semua mata tertuju padanya.
"Mending itu anak diurus bergantian, nanti dibikin jadwalnya, sekarang tergantung kalian semua pada mau gak ngurus mereka dengan suka rela secara bergantian," ucap Reyhan.
"Nah ide bagus tuh, kenapa gak ngomong dari tadi sih kamu Rey. Mantap dah anak Papa emang pinter dah ah." Gio mengacungkan kedua jempolnya ke arah Reyhan.
"Dari tadi aturan Rey. Gak kasian lo sama mulut gw yang capek debat sama semut rangrang satu ini." Raka menolehkan kepalanya pada Rama yang dibalas lirikan sinis dari Rama.
"Siapa juga yang nyuruh lo debat sama gw iyuh," saut Rama.
"Udah jangan ribut terus. Sekarang gimana pendapat kalian? Setuju apa engga, atau ada yang keberatan?" ucap Gio.
Mereka menggelengkan kepalanya bersamaan pertanda mereka tidak keberatan dengan saran yang diberikan oleh Reyhan karena mereka pun tidak mempunyai kesibukkan yang terlalu menyita waktu.
"Dalam satu hari ada berapa orang ya tante? Hmm kita kan kuliah nih, kalo bisa partnernya jangan yang jam kuliahnya sama biar bisa ganti-gantian," ucap Aisyah.
"Nah bener banget kata Aisyah, kalian atur aja dah gimana bagusnya, soal partner tante kasih kebebasan sama kalian. Jadi yang punya doi boleh bareng doinya. Bebas lah pokoknya," ucap Wina.
"Saya jomblo tan, gimana dong?" tanya Rama.
"Sama Pano aja kak Lama, Pano juga jomblo nih." Fano menunjukkan senyumannya pada Rama.
"Ih ogah, kerja rodi kalo partneran sama Fano," ucap Rama.
"Oh iya khusus Lala sama Reno untuk minggu ini gak kebagian giliran ya, mereka harus fokus dulu sama acara mereka karena waktunya tinggal 3 hari lagi tapi kalian belum ngapa-ngapain. Besok buruan kejar semuanya, harusnya kalian tuh pingitan kayanya sengaja banget ya kalian ini biar ketemu terus-terusan," omel Wina.
__ADS_1
"Yaudah kalian udah nentuin belum partnernya siapa? Kalo Papa sih udah jelas sama istri tercinta hehe," tanya Gio.
"Udah dong, Fathan sih udah pasti bareng Raina, ya gak?" Fathan menaik turunkan alisnya sambik tersenyum pada Raina yang direspon anggukkan kepala oleh Raina.
"Dia mah yang punya pacar enak, lah gw yang jomblo gimana ini yasalam. Rak lo kan sobat gw pasti lo gak mau pisahkan dari gw," ucap Rama.
"Kepedean lo Ram, gw sama Shasha aja lah lumayan ngebantuin gw, kalo sama lo yang ada bocah bisa nangis tiap detik gara-gara takut liat lo," tolak Raka.
"Oh gitu lo ya gak setia kawan banget, awas lo ngajak-ngajak gw nanti." Rama bersidekap dada lalu memalingkan wajahnya.
"Bye bye. Untung ada Shasha. Tante kita fix ya berduaan," ucap Raka.
"Oke. Si Lala sama Reno gak usah ditanyain lagi lah ya, udah pasti mereka mah berduaan gak akan terpisahkan," ucap Gio menggoda keduanya hingga membuat keduanya gugup.
"Iya lah pasti Papa Gio, Lala gak mau sama kak Rama nanti yang ada Lala repot." Rama yang mendengar ucapan Lala refleks melempari Lala dengan kacang goreng yang baru saja ia ambil dari toples yang berada di atas meja.
Gio dan Wina hanya menggelengkan kepala keduanya enggan menyahuti mereka.
"Berarti sisa Rey, Rama, Farhan, Aisyah dan Zara. Jadi ganjil dong ini kita butuh satu orang lagi biar pas," ucap Gio.
Rama menghela nafas pasrahnya saat mendengar nama-nama yang disebut oleh Gio, ia yakin kejombloannya semakin terlihat setelah mereka memutuskan untuk berpasangan.
"Udah lah gw udah ditakdirkan jomblo kayanya, Si Zara pasti sama Han ya walaupun mereka kaya tom and jerry pasti mereka bakal dipasangkan apapun yang terjadi. Si Rey pasti sama Aisyah, eh tapi gw numpang nyelip aja deh diantara kalian boleh ya Rey, biar kaya cinta segitiga gitu kaya di sinetron-sinetron," ucap Rama.
"Lo berdua aja biar gw sendirian, gw bisa kok sendiri pasti Kinan ada di samping gw walaupun dia gak keliatan. Biasanya kan kalo soal pasang-pasangan begini gw selalu sama Kinan gak ada yang bisa gantiin posisi dia," ucap Reyhan tersenyum dengan santai.
Rama dibuat melongo saat mendengar ucapan Reyhan, ia merasa iba dengan Reyhan.
Jadi prihatin gw sama Reyhan gara-gara ditinggal sama Kinan jadi gak waras. Nyesel gw bilang ke dia mau join, mendingan gw aja dah yang sendirian biarin dia sama Aisyah, gak tega gw liat orang ganteng kaya dia jadi orang gila baru.
"Eh ... Hm ... Gini deh Rey, gw sendirian aja gapapa. Tenang aja gw udah biasa sendirian kok, gw cowo strong jadi jangan ragu sama kekuatan jomblo boy," ucap Rama.
"Mending wiro sableng bisa tonjok-tonjokkan lah dia mana bisa, main bekel ama bocah aja kalah," ucap Raka.
"Heh ghibah aja kalian berdua ya, teman macam apa kalian ini ngeghibahin teman sendiri sebahagia itu," tegur Raina.
"Abisan si Rama minta dighibahin sayang,"bisik Fathan.
"Udah kita bertiga aja, gak ada sendiri-sendiri," sambung Aisyah.
"Nah ide bagus tuh, Aisyah memang paling top dah ah," ucap Rama.
"Lah kalo kalian bertiga berarti gw sama dia dong. Gw sama kak Rama aja deh, kalo gw sama dia yang ada sepanjang ngurus bayi gw diomelin mulu kasian kuping gw." Zara menolehkan kepalanya menatap Farhan dengan tatapan mengejek kemudian dibalas oleh Farhan dengan lirikan sinis.
"Tuh liat belom fix aja dia udah begitu ngelirik gw," keluh Zara.
"Engga bisa diubah-ubah lagi kita udah fix jadi trio, mau gak mau kalian berdua," tolak Aisyah.
"Punya kaca gak? atau yang lain ada yang punya kaca gak, saya pinjem sebentar boleh," ucap Farhan.
Shasha yang setiap hari selalu sedia kaca kecil di dalam tasnya refleks membuka tasnya mengambil kaca tersebut kemudian memberikannya pada Farhan.
"Nih coba tanya sama kaca siapa yang lebih bar-bar diantara kita?" ketus Farhan.
"Gila ya ngobrol sama kaca, gak usah nanya kaca udah jelas jawabannya bapak dosen yang ada di depan saya lah," ucap Zara.
Rama menepuk dahinya benar saja dugaannya belum mulai mengurus anak-anak saja mereka sudah ribut.
"Benerkan omongan gw mereka ini titisan tom and jerry," gumam Rama.
__ADS_1
"Kak, kenapa kembaran kamu ribut terus kalo ketemu Zara sedangkan sama yang lainnya anteng aja malahan dulu aku mikirnya kamu lebih galak dari pada kembaran kamu tau," bisik Raina.
"Yaudah kamu pacaran aja sama kembaran aku," ketus Fathan.
"Ih gak gitu loh maksud aku, itu kan dulu tapi sekarang beda. Aku jadi inget dulu pas di kampus aku ngira kak Farhan itu kamu," bisik Raina.
Lala sedari tadi memperhatikan Fathan dan Raina yang terus berbisik-bisik, ia menatap keduanya penasaran.
Mereka bisik-bisik apaan ya, parah banget Lala gak diajak udah gitu ngeliatin Pak dosen ganteng sama Zara mulu lagi.
"Kak Reno, liatin Fathan sama Raina deh kira-kira mereka bisik-bisik apa ya," ucap Lala.
"Udah gak usah kepo sama urusan orang, kalo kamu mau bisik-bisik yaudah ikutan bisik-bisik juga kaya mereka biar gak iri," saut Reno.
"Ah iya kak Reno bener, tapi bisik-bisik apa ya," ucap Lala berusaha berfikir.
Setelah 5 menit berfikir ia pun tersenyum saat menemukan 1 ide di dalam kepalanya.
"Kak Reno, gimana kabar bu guru yang temennya kak Reno itu?" tanya Lala.
Refleks Reno menolehkan kepalanya dengan alis yang mengernyit, ia menatap Lala lekat berusaha mencari apa tujuan Lala menanyakan hal tersebut.
"Aku gak nyuruh kamu buat bisik-bisikkan sama aku Lala," geram Reno.
***
Setelah perdebatan yang lumayan panjang akhirnya Zara pun menyetuju untuk satu tim dengan Farhan begitu pun sebaliknya.
"Ini terpaksa ya, gak usah kegeeran," ketus Zara.
"Gak ada untungnya kerja sama sama kamu yang ada cuma nyusahin saya doang," saut Farhan.
Farhan teringat dengan tugasnya mengenai pernikahan Lala dan Reno, ia melirik sekitar melihat yang lainnya sudah berhenti berbicara ia pun membuka suara untung meminta izin pada Wina untuk pergi mengurus tugasnya bersama dengan Zara.
"Tante maaf ganggu, saya minta izin keluar duluan karena ada beberapa persiapan acara Lala dan bang Reno belum diselesaikan, jadi saya sama perempuan bar-bar ini niatnya mau menyelesaikan semuanya hari ini, biar besok tugas kita kosong," ucap Farhan.
"Ah iya, yaudah hati-hati ya kalian maaf nih tante ngerepotin kalian. Jangan ribut terus ya, kalian tuh cocok tau cuma sayang aja tiap menit ada aja yang diributin," Wina terkekeh menatap keduanya.
Setelah meminta izin pada Wina keduanya pergi meninggalkan rumah Raina.
Raina pun teringat dengan niatnya yang ingin sekali mengurus dekorasi resepsi Lala dan Reno.
"Lala berhubung lo sama Abang gw belom foto prewedd mending dekor resepsi gw yang urus semua ya, gw jamin pasti lo suka banget deh sama requestan gw," ucap Raina dengan percaya diri, ia sangat berharap Lala menyetujui permintaannya.
Lala terlihat berfikir membuat Raina was-was penasaran dengan jawaban Lala.
"Oke deh semua Lala serahin ke lo sama kak Fathan. Beneran ya yang bagus awas aja kalo jelek nanti Lala gak mau nikah biar kalian aja yang nikah gantiin Lala sama kak Reno," ucap Lala dengan candaannya.
"Gw sih malah bersyukur kalo kaya gitu, semoga aja lo gak suka sama hasil dekor Raina. Aku jadi termotivasi nih buat ngerecokin kamu sayang." Fathan tersenyum menatap Raina.
"Aku yakin Lala pasti suka banget dan kamu gak bisa recokin aku," tegas Raina.
***
Bersambung ....
Jangan lupa like dan komentarnya ya gais. Kalo ada saran boleh dititipkan di kolom komentarnya ya.
Sekian dan terima kasih.
__ADS_1