SENIOR

SENIOR
pamit


__ADS_3

Hallo semua apa kabar? Hehe


Maaf udah lama gak muncul. Semoga kalian gak kesel ya sama author yang gak jelas macem aku ini Haha.


Selang 15 menit Fathan dan yang lainnya memasuki rumah kemudian mencium tangan Wina dan Gio. Fathan sengaja ikut masuk ke dalam rumah untuk berpamitan dengan orangtua Raina.


" Loh kenapa gak barengan datengnya sama Lala dan Reno?" heran Gio sambil menolehkan kepalanya ke arah pintu kamar Reno dan Lala.


Fathan dan yang lainnya saling melempar pandang dan memberi kode satu sama lain.


Sementara Fano yang merasa kebingungan hanya mengerutkan dahinya kemudian menatap sekelilingnya.


"Kelamaan nih kaya jawab soal ulangan, Soalnya gak susah padahal, Pano aja deh yang jawab," celetuk Fano.


"Kak Leno ngambek sama kak Lala telus abis itu pelgi tinggalin Pano untung ada kak Jungkook sama kak Laina, emang benel-benel tuh kak Leno sama kak Lala lupain Pano," saut Fano tersenyum senang pada Fathan dan Raina kemudian menatap pintu kamar Lala dan Reno dengan tatapan kesalnya.


"Emangnya mereka kenapa? Keliatannya ada permasalahan rumahtangga ya, kalian tau gak mereka kenapa," tanya Wina dengan penasaran.


Semua menganggukkan kepalanya dengan bersamaan membuat Wina dan Gio terkekeh melihat kekompakkan mereka.


"Kompak bener ngangguknya Haha. Coba ceritain ke kita kenapa Lala sama Reno nyampe rumah malah kejar-kejaran, tapi perwakilan aja jangan semuanya yang jawab," ucap Gio sambil menolehkan kepalanya pada sang istri.


"Udahlah biarin aja udah pada gede ini Pah, nanyain anak yang udah ada pasangannya terus giliran yang jomblo dianggurin, ngambek ah," ucap Reyhan dengan tatapan malasnya kemudian ia mendudukkan dirinya di atas sofa yang berada di ruang tengah.


"Bukannya gitu Rey, kita takutnya nanti masalah mereka bukan masalah yang enteng. Emangnya anak jomblo Mama ini punya masalah apa sih sampe ngambek gini," ucap Wina ikut mendudukkan dirinya di atas sofa tepat di samping Reyhan.

__ADS_1


Gio dan yang lainnya pun menyusul Wina dan duduk di atas sofa dengan bersamaan.


"Tau nih gimana sih Reyhan, gak berprikesaudaraan banget. Nanti kalo Abang kamu di dalam sana kena kdrt gimana. Kita juga kan yang repot jadinya," oceh Gio dengan santai.


Raina terkekeh saat mendengar perkataan Papahnya yang menurut dirinya sangat tidak mungkin terjadi.


"Kok jadi bang Reno sih Pah, emangnya Lala sekuat itu apa ya. Dia jatoh di jalanan aja nangisnya 2 jam meskipun air matanya gak ada. Mana mungkin dia kdrt Haha," saut Raina.


Di tengah perbincangan keluarga tersebut Fathan hanya terdiam, sesekali ia menunjukkan cengirannya hingga tawanya. Sejujurnya ia ingin berpamitan pada orangtua Raina namun ia tidak ingin merusak momen hangat keluarga tersebut.


"Tau nih punya emak sama bapak ngayalnya jauh banget. Mana mungkin juga mereka Kdrt. Palingan mereka lagi siap-siap proses pembuatan perusuh baru di rumah buat Mama sama Papah," ucap Reyhan dengan santai yang tanpa ia sadari semua mata kini tertuju pada dirinya kecuali Fano yang terlihat kebingungan karena tidak mengerti dengan arah pembicaraan Reyhan.


"Serius kamu Rey? Kenapa gak bilang dari tadi sih. Tau kaya gitu ceritanya Mama sama Papa gak akan gangguin mereka. Kenapa kita gak kepikiran kesana ya pah," heboh Wina.


"Jangan mikirin yang jelek-jelek terus Tante, makanya tante Wina sama om Gio jadi panik bawaanya hehe. Kita ambil positifnya aja. Lagian kan gak ada yang tau apa yang terjadi di kamar mereka, bisa jadi omongannya Reyhan ternyata beneran. Ngomong yang baik-baik aja biar kejadiannya sesuai apa yang kita mau. Contohnya kaya ngomongin rencana nikah aku sama Raina gitu Hehe," ucap Fathan menunjukkan cengirannya.


"Gak usah ngayal, mulung duit dulu sana yang banyak baru ngomongin nikah. Mau lo kasih makan apaan adek gw nanti? Semut rangrang, mana doyan dia," celetuk Reyhan.


Mendengar hal tersebut membuat Raina sebal dengan Reyhan. Ia melirikkan matanya pada Fathan, ia menatap Fathan penuh selidik untuk memastikan kalau Fathan tidak merasa tersinggung dengan ucapan Abangnya.


Raina memelototkan matanya pada Reyhan yang dibalas dengan tatapan menantang oleh Reyhan.


"Mulut lo gw sumpel sepatunya Fano ya Bang Rey. Kalo ngomong gak disaring dulu, main nyeplos aja. Emangnya lo udah kaya? Ma ... Pah ... Mulai besok jangan kasih bang Rey uang, biar ngerasain gimana rasanya makan semut rangrang," omel Raina.


"Sembarangan aja lo kalo ngomong. Ini beda konsep dan cerita tau. Gw kan belom ada niatan mau nikah, beda sama pacar lo yang udah ngebet pengen nikah," saut Reyhan.

__ADS_1


"Lo kira jadi orang kaya itu bisa dadakan gitu? Semuanya butuh proses kali. Liat aja bang Reno kerja berapa lama baru bisa ngerasain punya duit banyak," ucap Raina.


Wina menggelengkan kepalanya melihat kedua anaknya yang berdebat terus-menerus.


"Haduh kenapa kalian jadi ribut sih. Si Lala sama Reno yang lagi berantem aja gak seberisik kalian. Malahan keliatannya anteng banget itu di dalam kamar," ucap Wina.


"Tau tuh Raina gak jelas banget, ngomel-ngomel mulu padahal Rey ngomongnya sama Fathan bukan sama dia," ucap Reyhan.


"Tapi kan yang lo omongin ke kak Fathan ada nama gw juga disana bang Rey. Tau ah sebel, punya abang ngeselin banget, andaikan disini ada karung, udah gw karungin terus gw buang ke jalanan," geram Raina.


"Kalian berdua lucu banget sih. Ade Abang kerjaannya ribut mulu. Lagian yang diomongin sama Reyhan bener kok. Tenang aja kan bentar lagi aku kelar kuliah dan aku bakalan berusaha terus biar nanti kita bisa ngeduluin dia Haha," ucap Fathan dengan diakhiri oleh ejekkan lnya pada Reyhan.


Fathan melirik jam tangan yang ia gunakan di tangan bagian kirinya, ia teringat dengan pesan Bundanya yang sedang menunggu kehadirannya di rumah karena ada acara keluarga yang sangat penting.


Berulang kali Fathan mengusap telapak tangannya sambil menatap kedua orangtua Raina dengan tatapan sungkannya. Namun ketika melihat kembali ke arah jam tangannya, ia dibuat teringat kembali dengan pesan Bundanya.


"Ah iya. Sebenernya Fathan masih betah ngobrol disini, tapi maaf banget nih tante Wina sama om Gio, Fathan gak bisa lama-lama disini soalnya Bunda sama yang lainnya udah nungguin di rumah, jadi sekarang Fathan mau pamit pulang dulu," ucap Fathan dengan hati-hati sambil menatap kedua orangtua Raina.


"Oh gitu. Yaudah gapapa pulang aja, kasian keluarga kamu nungguin di rumah keliatannya acaranya penting banget. Raina sana anterin sang pacar ke depan. Papa tau pasti kalian mau kaya orang-orangkan yang ngaterin pacarnya sampe depan pintu Haha. Pengertian banget kan aing jadi bapak," ucap Gio dengan tawanya.


***


Bersambung ....


Hallo kalian semua ... Maaf ya udah ngilang dalam waktu yang lumayan lama karena beberapa alasan. Tapi kali ini aku kembali lagi kok gais. Ternyata aneh juga dalam waktu yang lama gak ngetik cerita Hehe. Makasih buat kalian yang tiap hari nanyain terus kapan up nya, sejujurnya aku gak nyangka karena masih ada orang yang nungguin cerita ini up.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan saran ya gais. Selamat membaca semoga kalian terhibur dengan episode hari ini.


Sekian dan terima kasih.


__ADS_2