
Hari semakin sore matahari perlahan mulai terbenam yang sering disebut orang-orang dengan sebutan sunset membuat Raina semangat untuk menyaksikan sunset bersama Fathan.
"Ayo Kak jarang-jarang nih gw liat sunset di pantai biasanya diatas genteng rumah saking niatnya, ini si keren banget Kak," ucap Raina dengan mata berbinar.
Senyum Fathan mengembang melihat Raina yang begitu semangat untuk menyaksikan sunset.
"Iya sunset emang indah siapa sih orang yang gak suka liatnya, tapi kalo gw disuruh milih antara liat sunset apa liat lo gw bakal pilih liat lo hehe," ucap Fathan dengan cengiran khasnya.
"Gombal mulu si, lo beda banget gak kaya kak Fathan yang gw kenal dingin, galak, pokonya gak terjangkau deh sekarang semuanya malah ilang gitu aja bahkan lo jadi bucin gini ya walapun gw seneng si diperlakuin begini tapi aneh aja gitu," ucap Raina dengan pandangan yang fokus pada matahari tanpa menoleh kearah Fathan.
Fathan menghela nafas panjangnya lalu menghampiri Raina memutar tubuh Raina agar berhadapan padanya.
"Gw jadi iri sama matahari yang gak lo ajak ngobrol tapi lo liatin terus, gini ya limbad pun yang gak pernah ngomong bisa bucin juga kalo udah bareng orang yang disayang, emang lo mau gw balik ke sikap dulu gw?" ucap Fathan menatap Raina lekat-lekat.
Raina tertawa mendengar perkataan Fathan dengan gemas ia mencubit pipi Fathan.
"Sama matahari aja cemburu, emangnya limbad bucin juga ya kaya lo? Ya jangan lah gw suka kok lo versi bucin ngegemesin," ucap Raina.
"Pertanyaan yang amat sangat tidak berfaedah mulai ketularan Lala kan pacar gw ini, tuh sunsetnya udah kelar mending kita keluar dari sini terus cari makan abis itu beli mainannya si Fano," ucap Fathan.
Mereka pun kembali menuju parkiran mencari restoran terdekat kemudia mencari mainan yang mereka janjikan untuk Fano, setelahnya mereka kembali menuju rumah Raina.
******
Suasana di dalam rumah menjadi ramai akibat ulah Lala, Fano dan Reno yang menggunakan baju samaan berwarna merah muda bertulisan Lala Lovers💞.
"Hahaha kebanyakan bergaul sama teletabis rusuh ini si kalian berdua jadi gitu, mau aja lagi makenya heran gw," tawa Reyhan memenuhi seisi ruang tamu begitu pula dengan Wina dan Gio yang sedari tadi tidak bisa berhenti tertawa.
Sementara Reno sedari tadi menekuk wajahnya dan terus mengumpat Lala ingin rasanya ia membuang baju yang sedang ia gunakan.
Berbeda dengan Reno justru Fano dengan bangganya memamerkan baju tersebut berjalan di hadapan yang lainnya bagaikan model.
"Pano tambah gantengkan pake baju ini, Pano yakin deh pasti nanti kak Jungkook sama kak Laina ili liat Pano, tapi Pano kesel sama tulisannya halusnya kan Pano lopers bukan namanya kak Lala pengen Pano colet ah nanti Pano ganti," ucap Fano.
Terdengar suara Fathan dan Raina yang mengucap salam dengan sigap Fano berlarian menyambut mereka.
"Kak Jungkook kak Laina Pano kelen kan?" teriak Fano memutar-mutarkan tubuhnya.
Raina dan Fathan melirik Fano, Reno dan Lala bergantian terlihat mereka susah payah menahan tawanya.
"Kalo mau ketawa gak usah ditahan nanti jadi kentut aja bau tau kak Laina," oceh Fano.
"Oh iya kata kak Lala kalian beldua jalan-jalan ke pantai mancing ikan lele telus mana ikan lelenya Pano mau liat pasti dapet seembel deh soalnya lama banget," ucap Fano semangat.
Raina menatap Lala jengkel ingin rasanya ia menendang anak itu sampai ke Arab sekarang juga.
Lala awas aja lo ya!!!
"Mana Lelenya mau Pano talo di akualium baleng ikan mas koki buncit punya Pano," tagih Fano dengan senyum polosnya.
"Percaya aja lagi sama gw, mana ada ikan lele di pantai sepupu lo gampang diculik tuh kak Reno," bisik Lala membuat Reno melirik sekilas pada Lala.
__ADS_1
"Kamu juga aneh anak kecil mana ngerti yang dia tau ikan itu hidupnya di air aja gak ngerti yang lain," saut Reno.
"Fano kita gak bawa ikan lele kita bawanya ini nih," ucap Fathan memberikan paperbag yang berisi mainan.
Fano memandang paperbag dengan raut wajah kecewa lalu ia mengambil paperbag tersebut tanpa membukannya.
"Yaudah deh dengan telpaksa Pano terlima soalnya kata pak ustad gak baik nolak lejeki nanti kena azab indosial dikutuk jadi ikan telbang, sebenelnya Pano maunya ikan lele buat nemenin ikan mas koki Pano yang buncit," ucap Fano.
Raina melirik Lala sekilas lalu mengembangkan senyumnya terbesit niatnya untuk mengerjai Lala.
Rasain lo gw bales, rasain ampe lebaran kuda macing lele di pantai.
"Fano mau ikan lele kan?" tanya Raina di respon anggukan kepala oleh Fano.
"Tuh minta sama kak Lala dia peternak lele di pantai dia juga sering mancing lele di pantai," ucap Raina.
"Benelan, asikkk kak Lala poooo yang cantik membahana ulalala tapi boong yuk ke pantai mancing lele kasian ikan mas koki Pano gak punya temen," ajak Fano sambil menarik-larik lengan baju Lala.
Lala memelaskan wajahnya dan menyenggol lengan Reno yang berada di sampingnya memohon untuk membantunya.
"Sukurin, makanya kalo ngomong yang masuk akal aja jangan aneh-aneh aku gak mau ikut campur, selamat berburu lele di pantai," ucap Reno tertawa.
Lala terdiam sejenak memilih seribu satu cara yang ia punya untuk ia gunakan mengelabuhi Fano.
"Pano mau liat lele yang bisa berenang di minyak goreng gak?" ucap Lala menaik turunkan alisnya.
"Emang ada?" tanya Fano.
"Ikuttt, kak Leno juga halus ikut kitakan team," ucap Fano menarik paksa lengan Reno.
Mereka bertiga berpamitan keluar rumah untuk mencari ikan lele yang dimaksud oleh Lala.
Sedangkan yang lainnya hanya menggelengkan kepala melihat kepergian mereka.
"Bisa nebak gak dia balik-balik bawa apa?" tanya Reyhan.
"Susah ditebaknya tuh anak-anakan Papa," saut Gio.
"Fathan sini duduk ngapain berdiri di depan pintu kaya Fano lagi nunggu jodoh aja hahaa," ucap Wina.
"Hehe ini udah dapat jodohnya," ucap Fathan menunjuk Raina.
"Kalian berdua pacaran apa gimana si? berduaan mulu kaya momogi," tanya Reyhan.
"Ngaca kalo ngomong remahan kuaci," ucap Raina.
"Gw mah udah ketauan pacaran sama Kinan jadi wajar aja berduaan lah lu bedua nempel mulu kaya momogi gak ada kejelasan," ledek Reyhan.
"Kalian berdua beneran pacaran gais, sinilah Jungkook ngobrol sama Siwon dulu," ucap Gio terkekeh.
"Lama-lama keluarga gw jadi korea lovers nih gara-gara si bocil tengil itu," gerutu Reyhan.
__ADS_1
Fathan berjalan menghampiri Gio lalu mendudukan dirinya di atas sofa yang tidak jauh dari posisi Gio duduk.
"Jadi gimana?" tanya Gio.
"Iya om, gapapa kan? saya janji gak aneh-aneh," ucap Fathan.
"Karena kegantengan kita 50:50 gapapa lah lumayan nanti cucu Papa jadi keren asal pacarab kalian ini membawa positif gak ngebuat kuliah kalian berantakan, Aku sih yes," ucap Gio dengan senyumnya.
Raina mengerutkan alisnya dan menepuk jidat melihat kegaulan Papanya yang terkadang sedikit over.
Keseringan ngobrol sama Lala dan Fano jadi makin aneh nih ngaku Siwon tapi akhirannya Anang emang dah Papa gw doang yang begitu.
"Siap om saya bisa jamin kuliah kita masing-masing gak akan terganggu karena status kita yang pacaran," ucap Fathan.
"Itu kan baru Papa kalo Mama belum kalian harus bawain Mama singkong keju tiap hari baru Mama restuin kalian," ucap Wina menyengir.
"Mau berapa tante, sama gerobak-gerobaknya pun saya beliin," ucap Fathan semangat.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.........