SENIOR

SENIOR
Berdamai


__ADS_3

Shasha dan Raka dibuat pusing dengan Farhan dan Zara yang terus menerus berdebat dan tidak ada yang mau mengalah, bahkan beberapa dekorasi yang sudah dikerjakan oleh Shasha dan Raka dibluat berantakan sebagian oleh ulah mereka.


 


Shasha dan Raka menatap beberapa dekorasi yang berantakkan dengan tatapan kesalnya kemudian keduanya saling melempar pandang seolah sedang memberi kode.


"Stop!!!" teriak Raka dan Shasha bersamaan hingga membuat Farhan dan Zara yang sedang asik berdebat dibuat terdiam.


 


"Lo berdua bisa gak sih satu jam aja gak ribut, liat nih pada berantakan jadinya, gw sama Raka udah ngerjain capek-capek malah lo berdua rusakin," keluh Shasha.


 


"Tuh salahin aja dia, makanya mending lo sama gw aja Raka. Bisa gila gw kalo kerja sama bareng dia. lo liat aja kerjaan gw gak kelar-kelar gara-gara anak ini," keluh Farhan sambil melirik Zara sinis.


 


"Tuh ada kaca gede banget di depan, mending ngaca dulu dah sana," saut Zara.


"Udah salah gak mau ngaku, susah berurusan sama bocah heuh, gw heran sama Ibunya ngidam apa sih pas ngandung dia kenapa bisa-bisanya punya anak sengeselin dia," sindir Farhan.


Sindiran Farhan berhasil membuat Zara menatapnya dengan tatapan garangnya kemudian dengan gemas Zara menarik rambut Farhan hingga membuat Farhan ikut tertarik dan meringis.


"Rasain tuh jambakan gw biar botak sekalian tuh kepala. Gw bukan bocah!" omel Zara.


 


Farhan tak menggubris perkataan Zara, ia sibuk mengusap kepalanya yang terasa panas akibat ulah Zara.


 


Shasha dan Raka menghela nafas pasrahnya kemudian perlahan berjalan meninggalkan keduanya karena percuma saja berbicara dengan jelmaan tom and jerry yang ada hanya membuang waktu mereka dan kerjaan mereka tidak akan selesai.


"Udahlah terserah lo berdua mau ngapain pusing gw liat lo berdua, pokoknya kita gak tanggung jawab kalo tiba-tiba Fathan dateng semuanya belum kelar," ucap Raka dengan santai.


"Setidaknya kurangin ego kalian demi Raina dan Fathan. Jangan sampe gara-gara kalian yang egois semuanya jadi berantakkan," ucap Shasha sambil berjalan meninggalkan keduanya.


Zara terdiam setelah mendengarkan perkataan dari Raka dan Shasha. Ia merasa ada benarnya juga yang dikatakan oleh shasha dan Raka. Ia tidak mau merusak kebahagiaan sahabatnya, Dengan Ragu Zara perlahan menolehkan kepalanya pada Farhan. Ia terdiam saat melihat Farhan yang sedang meringis sambil mengusap kepalanya. Melihat hal tersebut membuat Zara merasa bersalah pada Farhan.


 


Kayanya gw udah kelewatan banget deh sama dia. Keliatannya sakit banget sampe dia gak jawab omongan gw. Gw minta maaf gak ya. Tapi nanti yang ada dia malah besar kepala dan ngeledek gw. Tapi kan gw salah, harusnya gw minta maaf. Yaudahlah gw minta maaf aja sekalian ngajak damai demi kebahagiaan Raina. 


 


Zara melangkahkan kakinya mendekati Farhan yang sedang duduk sambil mengusap kepalanya, ia berjalan amat sangat pelan dan berhati-hati karena takut tiba-tiba saja Farhan akan marah padanya dan akan membalasnya dengan cara memukul dirinya.


 


Farhan yang menyadari kalau Zara mendekati dirinya hanya memasang wajah cueknya. Zara yang sudah berada di samping Farhan terlihat kebingungan karena Farhan sama sekali tidak bergeming bahkan melihatnya saja tidak sama sekali.


 


 


"Maaf," ucap Zara dengan pelan yang masih bisa terdengar oleh telinga Farhan.


"Apa?" tanya Farhan tanpa menoleh sambil mengusap kepalanya.

__ADS_1


Zara memejamkan matanya sejenak dan berusaha bersabar karena ia sadar kalau dirinya yang salah jadi wajar saja kalau Farhan seperti itu padanya.


"Maaf," ulang Zara.


" Iya denger saya gak budek. Tapi maafnya buat apa?" saut Farhan.


"Sabar Zara, demi kedamaian sehari ini aja," gumam Zara pada dirinya.


"Kalau gak niat minta maaf mendingan gak usah," sindir Farhan.


Sindiran dari Farhan berhasil membuat Zara terkesiap, Zara kaget kalau Farhan mendengar ucapannya padahal ia sudah berbicara layaknya berbisik.


 


"Niat kok. Maafin ya, sakit banget emangnya? Gw gak niat jambak sekejam itu kok suer dah, cuma tangan gw kayanya dendam deh sama lo. Maafin gw ya," ucap Zara dengan menampakkan wajah polosnya.


 


"Sakitlah! Mau coba rasanya gimana?" saut Farhan dengan ketus.


" Hehe engga deh. Yaudah maafin ya. Sini coba liat, gw tiupin deh biar gak sakit banget. Tapi maafin gw ya," ucap Zara sambil menarik pelan kepala Farhan kemudian meniup kepalanya perlahan.


 


Farhan terdiam dan membiarkan Zara meniup kepalanya. Ia tidak menyangka kalau perempuan seperti Zara bisa juga minta maaf pada dirinya.


 


"Udah ilang kan sakitnya? Kalo belum ilang, nanti kita beli kipas angin aja kan lumayan anginnya lebih kenceng dari pada mulut gw," ucap Zara.


 


 


Farhan merasa sedikit aneh dengan Zara yang memanggil namanya dengan sebutan "Kak". Ia menatap Zara dengan tatapan penuh selidik.


"Mau apa? Disini gak ada yang jualan mainan," ucap Farhan terkekeh.


" Seriusan yaampun, kenapa malah ketawa sih. eh iya lo pake sampo apaan sih rambutnya alus banget kaya buntut kuda," ucap Zara.


 


"Halah modus berkedok nanyain sampo. Jangan-jangan kamu mulai suka sama saya," ucap Farhan.


"Bodoamat ah. Gak usah formal gitu juga kali ngomongnya. Ini kan bukan kampus berasa lagi kuliah gw kalo kaya gini, padahal tadi ngomong sama yang lain santai banget kenapa ngomong sama gw seformal itu sih," saut Zara.


 


"Jadi mau damai gak, sehari doang kok. Demi semua ini biar cepat kelar. Paling engga pas kak Fathan dateng udah kelar 80%. Kita harus balap Shasha sama kak Raka, kayanya mereka udah banyak yang selesai," ucap Zara dengan semangat.


 


 


 


*******


Raina baru saja mendapat mendapat telpon dari Mamanya kalau ia harus menjemput Fano dan Cila di sekolah mereka karena Reno dan Lala kini sedang tidak ada di rumah sedangkan Reyhan sedang pergi ke mini market untuk membeli beberapa bahan yang dibutuhkan oleh Wina.

__ADS_1


 


"Ais kayanya gw harus pergi sekarang deh soalnya Fano sama Cila gak ada yang jemput, takutnya nanti dia berdua balik duluan terus nyasar lagi. Fano kan anaknya super ajaib," ucap Raina perlahan menggeser kursinya.


 


"Oh gitu, yaudah aku ikut aja ya. Di rumah gak ada temen soalnya," saut Aisyah.


Aisyah memperhatikan Genta yang sepertinya  mau berbicara. Ia tahu kalau laki-laki yang berada di hadapannya ini akan berbicara apa.


"Kak Genta gak boleh ikut! Nanti yang ada ribut lagi kalo kak Genta ikut. Yuk Raina kita pergi, biarin kak Genta yang bayar sesuai perjanjian di awal," ajak Aisyah.


 


Mereka pergi meninggalkan Genta yang terlihat sedang bergerutu karena Aisyah menghalangi dirinya untuk ikut mereka. Sedangkan Aisyah hanya meledek Genta dari kejauhan hingga membuat Genta sebal.


 


 


Raina memesan taxi online dan menunggunya, sambil menunggu Aisyah kepikiran dengan respon Raina dengan sikap Fathan beberapa hari ini yang terlihat sedikit tidak jelas.


 


"Raina kamu gak ada pikiran buat mutusin abang aku kan? Jangan percaya sama omongan kak Genta yang tadi, dia kan orangnya emang suka ngaco. Aku yakin bang Fathan gak kaya gitu orangnya," ucap Aisyah.


 


"Gak tau Aisyah, lagi males bahas masalah yang tadi. Gw masih kesel aja sama sikapnya yang gak jelas dan gw juga gak ada niatan buat putus juga sih dari kak Fathan kecuali dia yang minta," saut Raina.


 


Taxi online yang mereka pesan baru saja datang hingga membuat mereka menghentikan obrolan mereka kemudian berjalan masuk ke dalam taxi.


 


 


 


****


BERSAMBUNG ....


Jangan lupa like dan komentarnya ya gais.


Mau nyoba crazy up takutnya nanti malah pending dan gak ke kirim kirim hehe, sabar aja ya gais aku pasti up kok tiap hari hehe.


Buat visual aku gak bisa nentuin ya karena aku bingung mau pake muka siapa yang cocok, sesuai daya hayal masing-masing aja deh ya hehe.


Terima kasih supportnya ya


Sekian dan terima kasih.


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2