
Selesai makan bersama Reyhan, Raina dan Kikan memutuskan untuk pergi ke arena bermain.
"Itu bukannya kak Fathan ngapain dia disitu,
kenapa juga si tuh orang ada dimana mana,"gerutu Raina dalam hati.
"Rain ayo katanya mau main," ajak Kinan.
"Gak jadi deh kak, tiba tiba gak mood aku lagi
pengen es krim nih," ucap Raina.
"Yehhh gimana sih lo labil bangat, dasar cewe minta kesini mau nya kesana," oceh Reyhan yang dihadiahi cubitan dari Kinan.
"Udah nyampe sini nanggung ah masuk aja,"ucap Reyhan berjalan memasuki arena bermain.
"Masuk aja yuk Rain ntar juga kalo udah main gak mau pulang,"ajak Kinan.
Raina dengan terpaksa mengikuti Reyhan dan Kinan.
"Kamu beneran gak mau main?" tanya Reyhan
memastikan kembali.
"Engga lo aja yang main sama kak Kinan, gw
tungguin disini abis itu beliin es krim yang banyak ya," ucap Raina.
"Ya udah jangan kemana mana lo de, lo emang
paling ngerti dah kalo abang lo yang tampan ini
mau pacaran dulu," ucap Reyhan mencubit gemas pipi Raina.
"Sakit woy, udah sono sebelum gw berubah pikiran," ucap Raina mengusir halus.
"Iya iyaa inget jangan kemana mana ya," ucap Reyhan lalu pergi menghampiri Kinan.
Raina memperhatikan abangnya yang terlihat
bahagia sekali bersama Kinan.
"Kaya nya bang Rey sayang banget sama kak
Kinan, begitupun sebaliknya gak ada alasan gw
buat ragu sama hubungan mereka," gumam Raina tersenyum.
Saat Fathan dan Aisyah sedang asik dengan
permainan yang ia mainkan, Aisyah pamit ke
toilet.
" Jangan lama lama ya, jangan lupa balik lagi
kesini," ucap Farhan.
"Iya bang Han cerewet sekali abangku ini," ucap
Aisyah gemas.
Farhan mengedarkan pandangannya dan arah
pandangannya terfokus dengan satu perempuan yang ia sering temui beberapa hari ini tetapi ia tidak tahu namanya Farhan memutuskan untuk menghampirinya.
"Hai, ketemu lagi," sapa Farhan tersenyum ramah.
Raina yang merasa diajak bicara menoleh kearah suara tersebut dan ia terkejut ketika sosok yang saat ini tidak ingin ia temui ada dihadapannya.
Raina beranjak dari duduknya ingin pergi namun tangannya ditahan oleh Farhan.
"Kenapa menghindar dariku? apa salahku?"tanya Farhan.
"Gak usah pura pura lupa, minggir deh kak gw
malas ngomong sama lo," ucap Raina malas.
"Kenapa? memangnya aku salah apa, kemarin
kamu baik baik aja bahkan kamu yang menyapaku duluan." ucap Farhan.
Susah ya ngomong sama manusia batu,udah salah gak nyadar lagi."omel Raina berusaha melepaskan genggaman tangan Farhan di tangannya.
"Kamu aja belum jelasin apa salahku malah marah marah terus," ucap Farhan.
"Pikir aja sendiri, udah mending lo pergi deh sana,"omel Raina yang mulai kesal dengan Farhan.
Terlihat Aisyah sedang berjalan menuju posisi
Farhan berada.
"Itu bang Han ngomong sama siapa?" tanya Aisyah lalu menyusul Farhan.
" Raina."sapa Aisyah.
"Loh Aisyah lo disini juga," ucap Raina kaget.
"Hehe iyaa lagi main sama abangku, jarang jarang dia ada dirumah," ucap Aisyah tersenyum.
" Ohh gitu," ucap Raina yang tidak menyadari laki laki yang berada di hadapannya adalah saudara kembar Fathan.
"Loh kalian saling kenal?" tanya Farhan heran.
"Iya dia teman yang aku ceritain itu loh," ucap
Aisyah.
"Dari awal Aisyah pindah juga kita udah saling
kenal, lo juga tau kayanya lo punya penyakit pikun deh," ucap Raina ketus.
"Dari tadi sensi banget si bawaannya, galak bangat perempuan," geram Farhan.
"Rain kayanya kamu salah paham deh, ini Bang
Farhan dia abang aku yang ke dua sekaligus
saudara kembaran dari Bang Fath," ucap Aisyah
__ADS_1
meluruskan kesalahpahaman antara Raina dan
Farhan.
Raina menatap Aisyah tidak percaya, ia tidak
menyangka Fathan mempunyai kembaran.
"Ah becanda kan lo," ucap Raina menatap mata
Aisyah untuk memastikan benar tidaknya.
"Aku gak bercanda Rain, ini Abang aku namanya Farhan kalo kamu perhatiin bangat pasti ada perbedaan antara mereka," ucap Aisyah berusaha meyakinkan Raina.
"Aisyah benar aku Farhan Rahardian saudara
kembar dari Fathan Rahardian," ucap Farhan.
"Berarti dari tadi gw marah marah sama orang
yang salah dong," ucap Raina malu.
"Jelaslah makanya kalo mau marah marah tuh
dipikir dulu salah orang apa engga," omel Farhan yang sempat dibuat kesal.
"Ya mana gw tau, toh muka kalian sama gak ada
bedanya," ucap Raina membela dirinya.
"Kan dari tadi udah aku tanya berkali kali aku
salah apa, tapi kamu nyerocos mulu kaya petasan banting," ucap Farhan kesal.
"Udah udah jangan ribut," ucap Aisyah melerai
perdebatan antara Raina dan Farhan.
"Rain kenapa kok ribut ribut," tanya Kinan.
"Engga ada apa apa kok kak, cuma masalah kecil,"jawab Raina tersenyum.
"Kecil apanya, udah salah orang ngomel ngomel
gak ada berenti dibilang masalah kecil," ucap
Farhan.
"Ya udah maaf kan gak tau kalo kalian kembar,"ucap Raina.
"De yuk balik katanya mau beli es krim," ajak
Reyhan memotong perdebatan.
"Ya udah ayoo, Ais kak Farhan duluan yaaa
bye bye," pamit Raina buru buru menarik lengan
Reyhan dan Kinan.
Raina bernapas lega akhirnya ia bisa terbebas juga dari ocehan Farhan," Duh malu bangat gw udah marah marah ternyata salah orang lagi,"ucap Raina dalam hati refleks memukul jidatnya sendiri.
"Iya pusing liat muka lo,"ucap Raina ketus.
"Ada ada aja kamu Raina,"ucap Kinan terkekeh.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dikamar Fathan.
Fathan terbangun dari tidurnya dan mencari
ponselnya yang ntah terjatuh kemana.
"Gw ketiduran ternyata," gumam Fathan lalu
berjalan keluar kamar.
"Masih sepi ternyata mereka
belum pulang," ucap Fathan berjalan menuju
dapur.
"Awas aja kalo mereka pulang, enak bangat
ninggalin gw sendirian di rumah," omel Fathan.
" Fathan tan tan, main yukkkk," teriak Rama
menirukan gaya anak kecil ketika mengajak
temannya main.
Fathan budek yaaa lo, tan gw masuk yaaa, iya
masuk aja Ram anggep aja rumah sendiri," ucap
Rama.
__ADS_1
"Stres lo ya Ram ngomong sendiri jawab sendiri,"ucap Raka menatap Rama bergedik ngeri.
"Sembarangan lo kalo ngomong, masih waras dan tampan gw dari pada gak di jawab jawab mending gw yang jawab," ucap Rama lalu masuk kedalam rumah Fathan dan berjalan kearah dapur.
"Woyyyy dipanggil panggilin gak nyaut tau nya
ada disini," ucap Rama menepuk bahu Fathan.
"Biasanya juga langsung masuk juga lo," ucap Fathan.
"Kali ini kan gw mau bergaya ala ala tamu yang
disambut," ucap Rama.
"Sepi bangat Fath yang lain pada kemana,"tanya Raka.
"Bunda lagi ke rumah temannya, papa dinas di luar kota, Farhan sama Aisyah ga tau kemana gw keluar kamar mereka udah ilang," ucap Fathan.
"Kesian bebepku ditinggal sendirian sini aku
peluk," ucap Rama merentangkan tangannya
kearah Fathan.
" Jijik, Stress nih bocah lama lama Fath," ucap
Raka menoyor kepala Rama.
"Tau tuh bukan teman gw," ucap Fathan.
"Ih kok kalian gitu si sama akuh," ucap Rama
cemberut.
"Udah woy Ram geli liatnya," ucap Fathan bergedik ngeri.
"Fath gimana tadi di taman belakang kampus?"tanya Raka yang penasaran dengan kelanjutannya.
"Iya gimana ? tadi kita mau nyusul ditahan ama
ade lo noh,"ucap Rama.
"Kenapa kalian mau disuruh ade gw," geram
Fathan.
"Gw mana bisa nolak kalo ade lo kalo udah melas
begitu mukanya Fath,"ucap Rama.
"Arghhh harusnya kalian kan bisa mikir ini
ngerugiin gw apa kaga," omel Fathan.
"Emang ruginya apa Fath? lo diapain sama Raina," tanya Rama.
"Udahlah gak usah dibahas,"ucap Fathan malas.
"Gw penasaran, terus kenapa tadi si Raina kaya nya marah bangat sama lo," tanya Rama.
"Gw abis nuduh dia dan ngatain dia, gw kira semuanya rencana dia," ucap Fathan mengingat kejadian di taman dan menceritakannya kepadanya Rama dan Raka.
"Parah si gw saranin lo minta maaf deh, dari
pada makin panjang masalahnya bisa jadi musuh
bebuyutan," ucap Raka.
"Mereka emang udah kaya musuh, si Fathan kalo ketemu Raina ngomel mulu kan,"ucap Rama .
"Ntahlah liat ntar aja, gw sadar kok gw yang salah,"ucap Fathan.
"Ya udah minta maaflah," ucap Raka.
Aisyah dan Farhan baru saja sampai di rumah.
"Kok rame bangat ya Bang Han, ada siapa
dirumah?" tanya Aisyah.
"Dari tadi aja abang bareng kamu, masa kamu
tanya sama abang de," ucap Farhan gemas.
"Oh iya juga ya hehe," ucap Aisyah menggaruk
tengkuknya yang tidak gatal.
"Ya udah mending kita masuk terus liat ada siapa di dalam," ajak Farhan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG......
__ADS_1