
Lala berjalan menghampiri yang lainnya dengan senyum yang mengembang.
"Hallo kak Lala po sombong amat mentang mentang abis kemping gak mau ngomong sama Pano,"ucap Fano memonyongkan bibirnya.
Lala terkekeh melihat tingkah Fano yang menggemaskan.
"Iya dong kak Lala mau pamer nih sama Fano, pas di hutan kak Lala makan banyak cemilan terus ketemu kuntilanak dikuncir terus tadi kak Lala beli oleh-oleh sekarung Pano gak dikasih wle,"ucap Lala menjulurkan lidahnya.
"Kata pak ustad pamel pamel balang hasil malak olang lain dosa tau kak Lala nanti masuk nelaka kak Lala tau kan kalo kak Lala masuk nelaka Pano gak mau nemenin kak Lala palingan Pano ketawa doang, tapi kalo kak Lala ke mall Pano dengan senang hati ikut tanpa diajak."ucap Fano dengan gaya menggemaskannya.
"Terus aja terus sumpahin gw masuk neraka, ampe apal gw sama kata-kata bocil atu ini,"omel Lala sambil mengacak-acak gemas rambut Fano.
Fano menatap Lala sebal dengan sengaja Fano menggigit tangan Lala hingga membuat Lala teriak saat merasakan nyeri di tangannya.
"Fanooooo, lo belom makan ya, ngapain gigit tangan gw sakit tau bodo ah mulai sekarang kita musuhan,"omel Lala menjauhkan tubuhnya dari Fano.
"Yaudah kak Lala gak boleh nginep di lumah mama Wina sono pelgi kita kan musuan awas aja kalo nongol di lumah mama Wina,"ucap Fano sambil berkacak pinggang.
"Itu kan rumahnya mama Wina bukan rumah Fano kenapa Fano yang ngusir,"ucap Lala tidak mau kalah ikut berkacak pinggang juga.
"Kata mama Wina sama papa Gio lumah mereka lumah Pano juga gini nih katanya anggep aja lumah sendili ya gitu belalti itu lumah Pano,"ucap Fano tersenyum penuh kemenangan.
Perkataan Fano sukses membuat Lala tertawa terbahak-bahak tidak hanya Lala saja tetapi Reno dan Raina pun ikut tertawa.
"Fanooo, mama Wina mah bilang begitu ke semua tamu yang dateng ke rumah,"ucap Raina tertawa.
Sedangkan Fano hanya menyengir malu dengan tatapan polosnya membuat gemas setiap orang yang melihat raut wajahnya.
"Tau huuuu jadi anak kecil sok tau banget,"ledek Lala terus menyoraki Fano.
"Udah-udah ribut terus tadi katanya Fano kangen kak Lala kok pas ketemu malah berantem terus kak Lala nya diusir,"ucap Reno.
"Iya Pano emang kangen sama kak Lala kalo lagi jauh tapi kalo deket amit-amit,"ucap Fano bergedik ngeri sembari melirik Lala.
"Ihhh kak Lala juga gak kangen sama Fano mendingan kangen sama kodok yang di depan rumah deh dari pada kangen Fano,"ucap Lala.
"Boong, liat kodok aja langsung lali ketakutan liat aja ya nanti Pano suluh papa Gio ambilin kodok depan lumah telus kasih ke kak Lala bial tau lasa tuh temu kangen sama kodok,"ucap Fano.
"Telus kemalen kak Leno juga bilang kangen sama kak Lala kan kok kak Leno gak peluk telus bilang kangen ke kak Lala kaya Pano tadi,"sambung Fano dengan nada polosnya berhasil membuat Reno terkejut lalu memelototi Fano.
"Dasar anak kecil gak bisa jaga rahasia,"gerutu Reno.
Raina tersenyum mendengar perkataan Fano dengan sengaja ia bersiul-siul menggoda Reno.
"Asik hati kalian itu telepatinya kuat ya, kangennya kompakan gak betepuk sebelah tangan deh,"ledek Raina.
"Apaan si Fano dipercaya dia kan suka ngaco kalo ngomong udah yuk masuk ditungguin Mama sama Papa di rumah,"ucap Reno salah tingkah ia sengaja mengalihkan pembicaraan.
"Pano benel gak boong itu tuh kak Leno yang boong, kak Leno gak boleh boong dosa tau nanti masuk nelaka,"ucap Fano terus mendesak Reno untuk mengakuinya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Setelah melewati beberapa perdebatan mereka sudah sampai di kediaman Raina lalu masuk ke dalam rumah sudah di sambut oleh penghuni rumah.
"Widihhhh udah balik kalian berdua gw kira pulang dari sono lo berdua berubah jadi tarzan,"ledek Reyhan.
"Sembarangan lo kak kalo ngomong oleh-oleh lo gak jadi gw kasih,"omel Raina.
"Bodoamat! tinggal minta aja sama Fano keliatannya dia dapet banyak banget tuh,"ucap Reyhan melirik paper bag yang di genggam oleh Fano.
"Enak aja ini punya Pano gak boleh minta-minta kalo mau kak Leyhan ke hutan dulu sono,"tolak Fano dengan cepat ia memeluk paper bag dengan erat agar tidak berpindah tangan.
"Satu kata buat lo kak, Bodoamat! tanpa spasi jadi 1 kata kan,"teriak Lala tepat di depan telinga Reyhan.
"Kan bener dugaan gw nih anak dua balik dari hutan pasti jadi tarzan meskipun bajunya gak kaya tarzan, siap-siap ke THT nih gw tiap hari diteriakin mulu sama lo,"omel Reyhan.
"Udah-udah ribut terus, mending kalian berdua duduk dulu pasti capek banget kan,"ucap mama Wina.
Disela obrolan mereka terdengar suara bel rumah berbunyi membuat penghuninya saling melempar pandang.
"Bial Pano aja yang bukain kali aja itu jodoh Pano,"ucap Fano berlarian kearah pintu dengan cepat.
"Makin gak jelas tuh anak, om Steven ajarannya sesat banget nih,"ucap Reyhan menggelengkan kepalanya menatap Fano yang berlarian.
"Lala kenapa diem aja tumben banget anak-anakan Papa yang satu ini, beneran lagi sakit gigi?"tanya Gio.
"Itu,Pah. Lala lagi mikirin omongannya Fano yang bilang kak Reno kangen sama dia haha,"adu Raina sambil tertawa.
"Enggak suer deh, nih si Raina penyebar hoax orang Lala lagi mikir besok makan apa,"ucap Lala asal.
****
Fano baru saja menerima paketan barang Lala yang berisi oleh-oleh ia menatap karung tersebut sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Pano kapok ah liat kalung nanti kalo Pano gotong telus Pano nyangkut lagi di pintu telus Pano gak bisa kelual gimana, udah ah bialin aja kak Lala yang angkat bial dia yang nyangkut dipintu,"ucap Fano ia memutuskan untuk meninggalkan karung tersebut lalu berlarian masuk ke dalam rumah.
"Haduhhhh Pano capek lali kesana kemali, itu di deket pagel lumah ada kalung punya kak Lala belat banget kaya beban idup,"ucap Fano.
__ADS_1
"Yaampun demen banget si bawa-bawa karung ke rumah,"ucap Reyhan.
"Yaudah kalian angkat tuh bantuin Lala,"ucap Wina saat melihat Lala yang sudah berlarian keluar rumah.
"Ogah ah males biarin aja dia yang angkat,"tolak Reyhan.
"Suluh kak Leno aja mama Wina kan kak Leno kelen kaya hulk bisa angkat kalung sendilian gak kaya kak Leyhan cemen,"ledek Fano.
*****
Saat Lala berada di depan gerbang ia bertemu dengan Fathan yang baru saja sampai, ia menatap Fathan heran.
"Lo ngapain kesini Kak,"tanya Lala sambil menggeserkan karung.
"Mau ketemu Raina soalnya gw udah ada janji sama dia,"ucap Fathan acuh.
"Eh lagi kasmaran si kasmaran tapi gak gini juga baru aja pisah bentar udah nyamperin lagi aja, bucin banget si lo Kak yaudah sono ke dalem samperin PACAR lo orangnya ada di dalem,"ucap Lala kembali fokus dengan karungnya.
"Jomblo si jomblo kalo iri bilang aja gak usah bilang gw bucin makannya cari pacar sono,"bisik Fathan lalu dengan cepat ia melarikan diri sejauh mungkin dari hadapan Lala.
"Dasar bucin ngeselin minta ditampol,"teriak Lala.
Reno baru saja keluar rumah karena disuruh oleh Mamanya dan ia juga menyaksikan perdebatan mereka hingga membuatnya menggelengkan kepalanya.
"Sini aku bantuin,"ucap Reno tidak tega melihat Lala sedari tadi berusaha mengangkat karung namun tidak bergeser sedikitpun.
"Nah gitu kek dari tadi, yaudah angkat ya gw mau balik ke dalem,"ucap Lala.
"Enak aja mau masuk ke dalem, lo angkat juga lah kan aku bilangnya bantuin doang,"protes Reno.
"Hmm yaudah ayooo,"ucap Lala pasrah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung .......