
Waktu menjunjukkan pukul 20.21 ruangan sengaja dibuat redup dan sangat minim pencahayaan hingga membuat orang yang baru saja datang sedikit kebingungan.
"Bang ini beneran tempatnya?" tanya Raina menatap gedung dengan tatapan curiga.
Raina melihat gedung yang berada di sekitar, lampu menyala dengan normal hingga membuat Raina curiga dan merasa ada yang aneh dengan keluarganya. Ia merasa kalau ia sedang dibohongi karena tidak mungkin acara kondangan lampunya redup seperti di remang-remang.
"Sebenernya mau ngapain sih? Kondangan apaan remang-remang begini," protes Raina.
"Tau nih, siapa yang nikahan sih kayanya minim modal deh makanya kaya begini atau yang punya gedungnya gak ngerti cara masukin pulsa listrik," sambung Lala yang sama tidak tahunya dengan Raina.
"Mati lampu kali. Ayo ke dalem ngapain disini Pano mau nyari es krim," ucap Fano dengan semangat.
"Mau nyari apa Fano?" tanya Gio.
"Es krim," jawab Fano dengan semangat.
Mendengar Fano berbicara membuat yang lainnya melongo, mereka menatap Fano kagum. Selama ini mereka mengira cadelnya Fano akan terbawa hingga ia besar namun ternyata dugaan mereka salah.
"Loh Fano sejak kapan gak cadel lagi? Siapa yang ngajarin bro? Emang dah ah anak papa Gio paling keren, tos dulu kita abis itu kita cari es krim yang banyak. Anggep aja sukuran gratis," ucap Gio sambil mencubit gemas pipi Fano.
"Bisa dong. Pano malu soalnya disekolahan dikatain terus sama orang-orang, Pano belajar ngomong R dari yutup tau, keren banget kan jadi Pano masih kecil jago main yutup," ucap Fano.
Di tengah-tengah kegelapan di ruangan tersebut tiba-tiba salah satu lampu menyala dan fokus pada satu tempat yang dimana terdapat seorang laki-laki sedang bediri dan bersusah payah menenangkan dirinya sendiri supaya tidak gugup dan terlihat percaya diri. Ia menunjukkan senyumnya saat semua mata tertuju pada titik fokus lampu tersebut yaitu dirinya sendiri.
Aku tau pasti sangat berat bagimu berjuang dari awal untuk mendekati aku sampai kamu berhasil membuat aku jatuh hati padamu. Jadi biarkan kali ini aku yang berjuang untukmu. Anggap aja hari ini adalah hari dimana aku memulai berjuang untukmu. Terima kasih sudah bertahan dan berjuang hingga saat ini, aku sangat menyayangimu.
__ADS_1
Raina terdiam menatap laki-laki tersebut dengan banyak sekali pertanyaan di kepalanya yang ingin ia lemparkan pada laki-laki yang menurutnya kurang kerjaan dan beberapa hari ini tingkah lakunya sangat tidak jelas.
"Sekarang dia lagi kenapa sih tiba-tiba sok misterius begini, beberapa hari yang lalu cuek terus kemarin marah-marah sekarang bisa-bisanya bikin acara beginian. Bikin bingung aja deh." gumam Raina dengan pandangan yang terfokus pada laki-laki yang membuatnya kebingungan beberapa hari ini.
"Udahlah lo nikmatin dan lo ikutin aja alurnya. Pacar lo kan emang aneh kelakuannya, seaneh-anehnya gw lebih aneh lagi pacar lo," saut Lala dengan santai.
Raina hanya mendengus sambil melirik Lala malas, ia terdiam menunggu apa yang akan dilakukan oleh Fathan selanjutnya.
“Coba kamu liat penampilan aku sekarang, gak kalah gantengkan sama laki-laki yang selalu kamu tonton setiap hari itu. Bahkan aku bisa ngedance dalam waktu kurang dari sehari. Coba liat ke layar, ini salah satu bentuk usaha
aku. Lihat temen-temen kamu keliatannya sangat bahagia sekali melihatnya. Kalau kamu mau tertawa silahkan tertawalah sepuasnya karena tawamu adalah bahagiaku.
Fathan memutar balik tubuhnya ke arah layar yang mulai menampilkan bagaimana susah payah dirinya mengikuti saran yang dikatakan oleh Zara.
Melihat hal tersebut membuat Raina tak kuasa menahan tawanya, ia tidak menyangka sebegitu sayang dan cintanya Fathan pada dirinya hingga Fathan rela melakukan hal yang tidak biasa dilakukannya bahkan tidak pernah ia lakukan. Lagi-lagi Raina dibuat terkejut dan tertawa saat melihat beberapa teman Fathan yang ikut membantu Fathan. Di video tersebut selalu terdengar Zara yang mengancam Fathan setiap Fathan selalu mengeluh pada Zara melihat raut wajah lucu mereka membuat Raina menggelengkan kepalanya sambil terkekeh geli.
Raina, mungkin beberapa hari ini sikapku padamu sangat menyebalkan dan membuatmu kebingungan atau mungkin aku sudah membuatmu bersedih beberapa hari ini. Tapi aku berharap kamu gak akan jadiin itu semua alasan buat membalasku.. Hari ini aku sangat berharap akan menjadi hari yang paling bahagia dihidupku. Jadi aku
mohon buatlah harapan aku itu menjadi kenyataan.
Perlahan Raina melangkahkan kakinya menghampiri Fathan, ia memberikan kode pada Fathan yang ingin mendekatinya untuk tetap di tempatnya.
Fathan dibuat semakin gugup dan tidak percaya diri saat melihat Raina yang sudah berada di sampingnya. Ia mengutuk dirinya sendiri yang lupa dengan kata-kata terakhir yang sudah ia pelajari dan ia hafal-hafal.
"Ah sial udah diakhir malah lupa, gak bawa contekkan lagi. Haduh otak kenapa gak berpihak banget sama gw sih hari ini, hapal rumus matematika sebuku gede bisa hapal kenapa beginian doang lupa sih." Fathan tak henti merutukki dirinya sendiri.
__ADS_1
"Kamu ngapain kesini, aku belum selesai ngomong. konsep caranya gak begini tau," ucap Fathan yang tak peduli dengan sekitarnya.
"Yaudah aku balik lagi nih," saut Raina berniat kembali ke tempatnya.
"Jangan... Udah terlanjur disini ngapain ke bawah lagi," tahan Fathan.
Raina, kali ini serius gak becanda dan gak main-main. Semoga kamu gak lupa sama omongan aku barusan. Jadi, apa kamu bersedia membuat harapan aku itu jadi kenyataan. Apakah kamu mau menikah dengan ku dan mewujudkan segala harapan kita yang belum tercapai bersama-sama." Fathan menatap Raina dengan penuh harapan, di dalam hatinya teurs mengatakan kata mau mau mau dan mau.
Raina terdiam menatap mata Fathan dalam. Ia mengedarkan pandangannya ke segala penjuru kemudian mengalihkan pandangannya pada keluarganya. Melihat seluruh anggota keluarganya yang tersenyum membuat dirinya lega. Ia yakin pasti Fathan sudah merencanakan acara ini dari jauh-jauh hari kalau tidak mana mungkin semua anggota keluarganya begitu menikmati acara tersebut.
"Coba kasih tau aku alasan apa yang bisa aku gunain buat nolak kamu kak. Semua orang yang kenal kita juga paham gimana perasaan aku ke kamu," ucap Raina.
"Jadi?" Fathan menatap Raina dengan penasaran.
Raina mengangggukkan kepalanya dengan yakin kemudian ia tersenyum pada Fathan. " Aku berharap hati aku gak salah memilih orang. Aku mau." Raina berkata dengaan yakin hingga membuta Fathan menghela nafasnya lega. Raina sedikit kaget saat Fathan tiba-tiba memeluknya.
Raina tersenyum di pelukkan Fathan ia tidak menyangka kalau kisahnya akan berakhir seperti ini. Dahulu ia sama sekali tidak pernah berfikir kalau kisahnya akan berlanjut sejauh ini dengan laki-laki yang ia kejar-kejar sejak masa perkuliahan. Bahkan memikirkan perasaannya akan terbalaskan saja sama sekali tidak ada di dalam otaknya. Ia merasa dirinya adalah perempuan paling beruntung karena perasaanya terbalaskan hingga sejauh ini.
"Terima kasih sudah sabar menunggu aku. Makasih udah jadi perempuan yang paling sabar dan gak pernah berhenti berjuang dari awal sampai sekarang. Biarkan sekarang aku yang berjuang buat kamu." ucap Fathan.
Raina dibuat terharu matanya berkaca kaca. Ia masih merasa kalau kini ia sedang bermimpi.
"Tolong jangan bangun dulu kalo ini emang mimpi," ucapnya dalam hati.
Hallo semuaaaaa. Ketemu lagi dengan author yang suka menghilang gitu aja kaya gebetan. Terima kasih banyak buat kalian semua yang selalu rajin komen nyariin author kang ghosting kaya aku ini hehe. Mohon maaf gantungnya kelamaan ya. Semoga aja bisa up banyak yaaa seterusnya karena sekarang ini aku lagi gak sibuk banget makanya aku coba update. Selamat membaca semuanyaaaaa. Aku lagi asik ngetik nih tapi masih di draft hehe
__ADS_1
Semangat dan sehat selalu buat semuanya. Salam dari author kang ghosting.