
Reno, Lala dan Fano kini berada di depan rumah. Mereka membuka pagar rumah dan meletakkan sepeda.
Lala berjalan mendahului Reno dan Fano dengan raut wajah kesalnya, ia berjalan sambil menghentak-hentakkan kakinya.
"Kak Lala poooo, ini makanannya nanti diambil atun tau lasa. Cewe kalo lagi ngambek kaya kingkong nih," ucap Fano.
Reno mengambil alih kantong yang berisi makanan dari Fano.
"Sini kak Reno aja yang bawa, Fano masuk aja sana, kak Reno mau nutup pager dulu," ucap Reno.
"Okay siap bos. Yuk atun masuk ke dalem nanti Pano bagi jajanan," ucap Fano.
Fano jongkok kemudian menggendong kucing yang selalu ia sebut atun tersebut dengan gemas.
"Kak Lala pooo, palah banget si ninggalin Pano sama kak Leno di depan," protes Fano.
Lala mendengus sebal lalu melengos meninggalkan Fano, sedangkan Fano menatap Lala dengan raut wajah bingungnya sambil mengusap-usap kepala kucing yang berada di gendongannya.
"Tun kak Lala gak sopan banget ya diajakin ngomong malah pelgi. Atun kalo lagi ngambek kaya gitu juga ya? Jangan kaya gitu lagi ya Tun soalnya gak sopan." Fano berbicara pada kucingnya seperti sedang berbicara dengan manusia hingga membuat Raka tertawa melihatnya.
"Iya Pano janji gak gitu lagi," Raka sengaja menjawab ucapan Fano dengan suara yang ia buat seperti perempuan.
Fano terdiam saat mendengar suara Raka kemudian melirik sekitaran lalu menatap kucing dengan tatapan menyelidik.
"Atun bisa ngomong? Kok kelen banget ya kaya di tipi-tipi," heran Fano.
Reno masuk ke dalam rumah dengan beberapa kantong plastik berisi makanan yang ia bawa. Sedangkan Lala yang baru saja keluar dari dapur sambil membawa air minum menatap Reno dengan tatapan jengkelnya. Ia melirik Reno sinis kemudian mendudukkan dirinya di atas sofa.
Reno melangkahkan kakinya ke arah Lala, ia meletakkan kantong yang berisi makanan di atas meja lalu mendudukkan dirinya di samping Lala.
"Kenapa sih galak banget muka kamu? Lagi pms ?" tegur Reno.
"Tau nih kak Lala abis ketemu bu gulu kepo tiba-tiba aja kak Lala belubah jadi kingkong kalo jalan kaya gini nih bluk ... Bluk ... Bluk ..." Fano berbicara sambil menirukan gaya kingkong ketika sedang berjalan.
"Yaudah biarin aja kak Lalanya ngambek. Kita abisin aja yuk makanannya lumayan jadinya kita bisa makan banyak. Sini yang lainnya gabung cobain nih jajanan SD." Reno berbicara dengan suara yang sengaja ia buat sedikit keras sambil melirik Lala dari ujung matanya.
Lala hanya diam sambil terus memotivasi dirinya sendiri untuk tidak menoleh ke arah mereka.
Pasti bisa ya. Jangan nengok plis... Lala mau ngambek aja seharian sama kak Reno dan Fano soal jajanan gampanglah bisa minta beliin lagi.
"Permisi," sapa sosok perempuan tersebut dengan ramah.
Sontak semua yang ada di ruang tengah menoleh ke arah suara, mereka menatap perempuan tersebut kemudian saling melempar pandang.
__ADS_1
Dia lagi dia lagi, gara-gara Fano nih segala nyaranin dia ke rumah jadinya beneran main ke rumah kan, kayanya kak Reno sama dia ada apa-apa nya nih, tapi kok gw jadi kesel gini ya harusnya kan biasa aja.
Fano beranjak dari duduknya kemudian berlarian menghampiri Alisya dengan sebungkus cimol di tangan kirinya.
"Halo bu gulu kepo, ngapain kesini bu? Nanti kak Lala tambah ngambek loh," sapa Fano sambil menusuk cimol kemudian memasukkan cimol ke dalam mulutnya.
Alisya tertawa saat melihat pipi kanan Fano menjadi bulat, ia mengacak rambut Fano gemas.
"Lucu banget sih kamu. Aku boleh masuk gak nih? Tadi kan Fano sendiri yang bilang kalo mau ngobrol langsung ke rumah aja," ucap Alisya.
Fano terdiam sambil berusaha mengingat apa yang ia ucapkan pada Alisya.
"Emang iya ya? Pano lupa yaudah masuk aja bu gulu kepo anggep aja lumah sendili," ucap Fano mempersilahkan Alisya masuk ke dalam rumah.
"Mulai deh sok ganteng mentang-mentang ada cewe cakep," gumam Lala.
"Ada apa lo kesini Sya?" tanya Reno dengan malas.
"Pengen ngobrol aja dan mau kenal juga sama calon istri lo yang bisa ngebuat si jomblo abadi ini langsung yakin bahkan langsung nikah lagi," ucap Alisya sambil melirik Lala sekilas.
Melihat respon Lala yang sangat tidak ramah pada Alisya sontak yang lainnya saling menatap satu sama lain, mereka melirik Lala, Reno dan Alisya secara bergantian.
"Kayanya ada drama cemburu-cemburuan deh diantara mereka, liat tuh mukanya Lala kesel banget kayanya," bisik Shasha.
"Terus kita harus ngelakuin apa? Kasian tau Lalanya," tanya Aisyah.
Raka dan Rama menatap penasaran ke arah ketiga perempuan yang sedang asik dengan obrolan mereka.
Rama mendekatkan posisi duduknya pada Aisyah, ia berusaha mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
"Bisik-bisik apa sih kayanya seru banget," tanya Rama.
"Kepo banget sih, ini obrolan cewe kalo mau bisik-bisik noh sama kak Raka," ucap Zara.
"Bu gulu kepo kenapa kepo banget si. Kata papa Stepen cinta itu gak kenal situasi, tempat dan apa lagi ya Pano lupa. Kalo bu gulu kepo tanya aja sama papanya Pano," ucap Fano.
Lala beranjak dari duduknya berniat meninggalkan yang lainnya namun ditahan oleh Reno, ia memberikan kode pada Lala untuk kembali duduk di sampingnya.
"Mau ke kamar mandi, nanti kalo ngompol disini bukan salah Lala ya," ketus Lala.
Reno menatap Lala lekat kemudian ia menghela nafasnya tangannya menarik tangan Lala supaya Lala kembali duduk.
"Duduk," tegas Reno.
__ADS_1
"Assalamualaikum, wih rame bener. Siapa nih?" tanya Fathan sambil melihat Alisya.
"Temennya bang Reno. Lama amat lo ke kampus doang," saut Rama.
"Tadi mampir ke kantor polisi bentar nurutin tuan putri biar gak cemberut terus," jawab Fathan merangkul Raina.
"Itu Lala kenapa mukanya kaya gitu?" tanya Fathan.
"Biasalah cewe kalo cemcemannya dideketin sama cewe laen yang lebih cantik dari dia pasti mukanya kaya gitu tuh." Raka melirik Lala sambil tertawa.
"Kenapa sih?" tanya Raina penasaran.
"Kamu tau gak sayang? Si Lala biang rusuh lagi kebakar cemburu dan ngerasa kalah saing, rasanya aku mau foto muka dia deh buat dokumentasi ke kamu, biar nanti kalo kamu bisa liat lagi pasti kamu bakalan ketawa deh liatnya," ucap Fathan dengan tertawa.
"Berisik lo Kak. Raina mending lo lakban deh mulutnya kak Fathan biar gak ngomong mulu," omel Lala.
Alisya menatap Raina lekat, ia merasa tidak asing dengan sosok perempuan yang kini berada di samping Fathan.
Kaya Raina, bener gak sih kalo ini Raina. Kalau bener pangling banget gw liatnya makin cantik dia sama kaya Reno yang makin tampan.
"Rainaaa. Apa kabar kamu? Udah lama ya kita gak ketemu, masih suka nonton drakor gak kamu?" sapa Alisya dengan semangat.
"Suaranya kaya kenal deh, mirip banget suara kak Alisya. Salah denger gak sih gw, bang Ren itu beneran kak Alisya?" tanya Raina penasaran.
Ternyata selain kenal sama kak Reno dia juga kenal sama Raina. Kenapa kak Reno gak nikah aja sama dia ngapain dia nikahnya sama gw. Bete banget disini pengen rebahan aja rasanya.
Lala terus berbicara dalam batinnya sambil menatap Alisya dengan tatapan sinisnya.
"Si Lala dari dulu gak bisa nyembunyiin perasaan kesel ke orang, liat deh kebaca banget kan kalo dia lagi kesel tingkat dewa," ucap Zara.
"Apa sih berisik banget kalian pada sok tau banget kaya mbah dukun. Lala lagi sensitif aja lagi gak bisa nerima orang baru makanya bawaannya kesel," ucap Lala asal.
"Heleh ngeles terus," ucap Fathan.
"Kak Alisya kemana aja tiba-tiba ngilang gak ada kabar. Keadaan aku kaya yang kak Alisya liat nih hehe," saut Raina.
******
Bersambung ....
Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya ya gais, kalo ada saran juga boleh kok dititipin aja di kolom komentar.
Semoga kalian terhibur dengan episode hari ini.
__ADS_1
Sekian dan terima kasih gaisssss