SENIOR

SENIOR
Kondangan


__ADS_3

Pukul 19.55 Reno sudah siap dengan pakaian formalnya yang berwarna biru dongker berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum.


"Betah banget dari tadi kalian berdua di sini," ucap Reno sambil berjalan menuju rak piring yang terdapat gelas di dalamnya.


Fano dan Lala tidak menggubris perkataan Reno mereka sibuk menatap Reno dari atas hingga kebawah membuat Reno sedikit risih.


"Gak usah gitu juga liatnya nanti kalian naksir lagi sama aku," ucap Reno.


"Hih... Amit-amit," ucap Lala bergedik ngeri.


"Kak Leno mau kemana lapi banget kaya plesiden mau ke pasal," tanya Fano sambil memutari tubuh Reno melihat dari depan hingga belakang.


"Mana ada presiden ke pasar pake jas begini Fanooo, mau kondangan dong udah kece belom nih," ucap Reno.


Fano melirik Lala sambil menyenggol lengan Lala.


"Kak Lala di kondangan ada ikan Lelenya bu Sulti gak?" bisik Fano.


Lala tersenyum jahil saat mendengar bisikan Fano ia berniat mengerjai Fano.


"Ada," bisik Lala.


Fano berloncat-loncatan kesenangan saat mendengar bisikan Lala ia mendekatkan dirinya pada Reno.


"Pano sama kak Lala ikut ya janji deh gak lusuh disono tapi kalo khilap bukan salah Pano," ucap Fano memasang wajah melasnya sambil menarik-narik ujung baju Reno.


"Mau ngapain? Disono gak ada jennie blackpink adanya tante badut kaya kemaren tau," ucap Reno.


"Pano mau belbulu makanan sama lele buat Atun, Kak Leno ganteng tapi gantengan Pano boleh ya boleh kalo gak dibolehin Pano sumpahin mobilnya kak Leno jalannya mundul," ucap Fano.


Reno mendengus pasrah lalu menganggukan kepalanya.


"Yaudah buruan ganti baju jangan lama-lama nanti pulangnya kemaleman," ucap Reno.


"Yeay... Pano sayang kak Leno, Kak Lala buluan ganti baju dandan yang cantik kaya jennie blackpink bial tante genduluwo yang milip badut itu ili liat kak Lala," ucap Fano bersorak-sorak berlarian menuju kamarnya.


*******


Raina yang sedang asik video call dengan Fathan menolehkan kepalanya sebentar ke arah Reno ia heran mengapa Reno masih berada di rumah bahkan duduk di sofa padahal Reno sudah rapi tinggal berangkat saja.


"Kok lo masih disini si bang Ren bukannya berangkat," tanya Raina.


"Nungguin Fano sama Lala lama banget mereka," jawab Reno.


"Ceritanya lagi latihan jadi keluarga kecil kalian ya ke kondangan aja segala bertiga haha," ledek Raina sambil tertawa.


"Gak gitu tadi aku mau berangkat sendiri tapi Fano maksa minta ikut dari pada nangis mending iyain aja," ucap Reno.


"Kak Fathan tau gak sekarang Lala makin deket sama kak Reno kayanya bulan depan mereka ke KUA deh," adu Raina pada Fathan yang masih setia menampakan dirinya di depan ponsel Raina.


"Gak usah ngomong yang aneh-aneh deh, aku masih lama nikahnya gak sama Lala juga," bantah Reno.


"Gitu tuh liat deh malu-malu kucing ngelak mulu padahal mah tinggal ngaku aja ya," ucap Raina terkekeh.


"Dulu aku begitu tuh persis banget kaya tingkahnya bang Reno pas suka sama kamu kalo ada orang yang ngomong aku suka sama kamu pasti aku ngelak terus dan gak terima kalo orang-orang bilang aku suka sama kamu," ucap Fathan.


"Tuh dengerin dia lebih berpengalaman dibanding bang Ren," ledek Raina.


"Fathan gak usah aneh-aneh aku usir kamu ya kalo mampir kesini," ancam Reno dengan wajah yang sudah memerah menahan kesal.


"Galak banget Abang kamu sayang aku gak mau ikut campur ah dari pada di usir mending doain aja Abang kamu cepet sadar ya," ucap Fathan tertawa.


********

__ADS_1


Fano yang sudah siap bergegas menyusul Lala ke kamar Raina dengan cepat tangannya mendorong pintu.


"Kak Lala pooooo," teriak Fano.


"Apasih Fano berisik banget," omel Lala.


Fano menghampiri Lala sambil memandang Lala penuh kagum.


"Wihhh kak Lala yang bisa jelek kaya bebek sekalang jadi cantik sedikit," puji Fano sambil bertepuk tangan.


"Hm itu pujian apa hinaan sih," ketus Lala.


"Dua-duanya, ada yang kulang kak Lala bental ya Pano mau baik dulu ke bangku," ucap Fano.


Fano mengacak-acak meja rias Raina senyumnya mengembang saat menemukan blush on beserta brushnya.


"Kak Lala halus pake ini bial gak kalah sama Tante geduluwo," ucap Fano sambil memakaikan blush on ke pipi Lala.


Lala terdiam memejamkan matanya pasrah dan terus berdoa dalam hatinya semoga wajahnya yang sudah ia rias sebagus mungkin tidak menjadi badut akibat ulah Fano.


"Dah segini aja jangan melah-melah nanti kaya mukanya kak Lala kaya ditonjok hulk lagi," gumam Fano.


Perlahan Lala membuka matanya dengan penasaran Lala melirik cermin melihat kondisi wajahnya hingga akhirnya ia bisa bernafas lega melihat wajahnya yang tidak menjadi badut bahkan menjadi lebih fresh.


"Fano belajar dari mana kok bisa makein blush on sebagus ini," tanya Lala.


"Pano belajar dali yutup kelen kan Pano," jawab Fano.


"Dulu gw waktu kecil umur 5 tahun kerjaannya nyari kecebong diselokan lah ini nonton youtube bener-bener bocah millenial nih anak," gumam Lala.


"Udah yuk kita turun kak Lala pasti kak Leno kaget deh liat kak Lala yang jelek jadi cantik," ucap Fano dengan semangat menarik tangan Lala.


*******


Lala dan Fano menuruni tangga sambil bercanda membuat orang disekitarnya cemas.


Fathan yang masih tersambung dengan Raina melihat Lala yang berada di belakang Raina mengerutkan alisnya.


"Itu Lala kok tumben cakepan dikit," tanya Fathan.


"Lah iya tumben sahabat gw yang satu ini mau pake begituan biasanya dipaksa dulu baru mau, wah gara-gara kak Reno nih yang ngajak makanya dia dandan begitu gila sih ini mah namanya sahabatku adalah kakak iparku," ucap Raina heboh.


Reno sama halnya dengan yang lain namun ia berusaha menetralkan ekspresinya berusaha sesantai mungkin.


"Apaan biasa aja cantik juga Mama Wina dari pada teletabis si biang rusuh ini," ucap Reno acuh.


"Kata Pak ustad olang yang boong itu cepet kena azabnya tau," ucap Fano.


"Mau ikut gak? Ngomong terus dari tadi aku tinggal nih ya," omel Reno melangkahkan kakinya keluar rumah.


"Dasal kak Leno ngambek mulu kaya anak cewe yuk kak Lala kita susul sebelum tambah ngambek tapi bental dulu Pano mau pamit sama kak Jungkook kembalan Pano," ucap Fano berjalan menghampiri Raina.


"Hallo kak Jungkok kembalan Pano, Pano mau ke kondangan dulu ya mau belbulu ikan lele disono dadah," pamit Fano dengan cepat menarik tangan Lala berlarian menyusul Reno yang sudah berada di dalam mobil.


"Kak Lenoooo jangan tinggalin Pano udah kece kaya gini ditinggalin nanti pintu lumah Pano kunciin bial kak Leno gak bisa pulang," omel Fano.


"Buruan masuk udah telat nih kalian lama banget sih," teriak Reno.


Akhirnya mereka masuk ke dalam mobil dan Reno mulai menjalankan mobilnya perlahan meninggalkan rumah.


"Inget jangan rusuh disana ya, kalo kalian berdua buat kerusuhan disana kalian pulang sendiri jangan berharap bisa pulang sama aku," tegas Reno.


"Iya-iya celewet banget sekalang kak Leno kaya kak Lala," ucap Fano sambil memonyongkan bibirnya.

__ADS_1


"Kak Leno ajalin Pano naik mobil dong," ucap Fano.


Reno melirik Fano melalui kaca spionnya memandang anak kecil yang berada di jok belakang dengan tatapan garang.


"Gak usah aneh-aneh kebanyakan gaya banget naik sepeda aja masih yang roda empat sok-sokan mau bawa mobil," ucap Reno.


"Mobil kan rodanya ada empat juga belalti gapapa dong Pano bawa mobil, bilang aja kak Leno gak mau kalah saing sama Pano," ketus Fano memalingkan wajahnya.


Reno menahan mengepalkan tangannya menahan geram saat mendengar perkataan Fano.


"Nyetir aja yang fokus gak usah ngeladenin ocehan Fano yang ada nanti lo gak fokus nabrak orang," ucap Lala.


"Udah tau gak usah dibilangin juga aku ngerti teletabis," geram Reno.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


Happy reading guys jangan lupa komen dan like gak pake subscribe 😊


Lop yu pul gaisss 😍😄😄😄


__ADS_2