
Pukul 18.00 di kediaman keluarga Raina sangat sunyi dikarenakan penghuninya yang sedang menikmati akhir pekannya di luar rumah tetap berbeda dengan sepasang manusia yang sedang sibuk dengan aktivitasnya masing masing didalam rumah tersebut.
Lala yang sudah menghabiskan 7 bungkus es krim dan beberapa cemilan yang ia ambil di kulkas merasa sangat bosan lalu memutuskan untuk pergi menuju ruang tengah untuk menonton televisi, sesampainya di ruang tengah ia melihat Reno yang sudah mengambil alih televisi terlebih dahulu.
"Eh ada kak Reno, ngapain kak,"sapa Lala melihatkan cengirannya.
"Ngerujak,"jawab Reno malas.
"Mana rujaknya,"tanya Lala celingak celinguk mencari keberadaan buah buahan.
"Ye kamu pikir aku disini lagi natap ke depan tv ngapain?"ucap Reno gemas.
"Nonton tv, tapi tadi lo bilangnya ngerujak bukan nonton tv,"ucap Lala.
Reno meletakkan remot televisi sembarang tempat lalu menatap Lala geram rasanya ingin sekali ia mencakar Lala tanpa ampun.
"Bodoamat,"ucap Reno kesal.
Tanpa Reno sadari Lala mengambil remot televisi yang tadi ia letakkan asal, lalu mengganti channel dengan yang ia sukai dan menyembunyikan remot televisi tersebut.
Reno kembali menatap televisi, ia merasa ada yang aneh lalu mencari remot televisinya tetapi tidak menemukannya, Reno menatap Lala yang menikmati acara televisi dengan tajam dan penuh selidik.
"Kamu ganti ya channelnya,"tanya Reno.
"Apaan si kan remotnya dipegang sama lo,"ucap Lala tak mau kalah padahal ia yang salah.
"Tadi remotnya aku taro disini terus tiba tiba
ilang disini cuma ada kamu doang, buruan balikin sini remotnya kalo gak kamu aku usir dari sini mumpung gak ada orang di rumah,"ancam Reno.
"Ih jahat bangat nanti aku aduin ke papa Gio
sama mama Wina tau rasa,"ucap Lala sambil
melemparkan kacang kearah Reno lalu masuk
tepat kedalam mulutnya lalu dikunyah oleh Reno.
Lala terkejut ketika kacang yang ia lempar tepat memasuki mulut Reno.
"Widihhhh keren bangat bisa pas gitu, gimana caranya,"ucap Lala heboh sambil bertepuk tangan dan loncat loncatan hingga tidak sadar remot televisi tersebut terjatuh.
Reno melihat remot televisi tersebut terjatuh menahan senyumnya dan menatap Lala terus menerus yang sedang asik bertepuk tangan.
"Bisa lah nelan kamu hidup hidup aku juga bisa, mana remotnya buruan,"ucap Reno menyodorkan tangannya.
"Ih kaya sumanto makan daging orang gak mau
dekat dekat kak Reno ah,"ucap Lala menjauhkan
duduknya sedikit dari Reno."Gak ada di gw remotnya ngeyel bangat nih,"ucap Lala berusaha mengelak.
"Terus itu dibawah kaki kamu apa,"ucap Reno menunjuk kearah kaki Lala.
"Hehe Remot,"ucap Lala menyengir lalu mengambil remot tersebut tanpa memberikannya kepada Reno.
"Ya udah mana sini remotnya,"pinta Reno.
"Gak, gantian si kan lo udah nonton gw juga mau
nonton,"ucap Raina menyembunyikan remot dibelakang punggungnya.
"Siniin gak, mau ngasih baik baik atau dipaksa,"ucap Reno dengan tatapan tajam.
"Gak dua duanya,"ucap Lala.
Reno menatap jengah Lala yang tidak mau memberikan remot tersebut kepadanya, lalu ia menghampiri Lala dan merebut paksa remot yang berada tepat dibelakang penggung Lala.
__ADS_1
Lala yang melihat Reno menghampirinya sudah siap dengan jurus andalannya yaitu kabur, saat ia ingin kabur kaki nya terbelit karpet dan hampir saja terjatuh dengan cepat Reno menarik tangan Lala agar tidak tersungkur di lantai.
"Mau kemana kamu, sukurin kualat diselengkat
karpetkan untung gak jatoh, sini remotnya,"ucap Reno menyodorkan tangannya.
"Sebelumnya gw mau ngucapin makasih sebanyak banyaknya karena lo udah nolongin gw jadinya gw gak perlu kenalan sama lantai, tapi gw pengen nonton tv juga kak gantian si gw bosan didapur terus,"ucap Lala memelas.
Reno melihat Lala memelas seperti itu terbesit rasa iba.
"Oke kita nonton bareng, channelnya terserah
kamu mau apa aja,"ucap Reno mengalah.
"Yeayyyy asik kita nobar, kadang kadang lo baik juga ya, tos dulu dong,"ucap Lala melambaikan tangannya tetapi tidak direspon oleh Reno.
"Ih gw dikacangin, tapi gapapa deh gw ikhlas karena dia udah ngalah sama gw,"ucap Lala berjalan senang kembali duduk di sofa.
Akhirnya mereka menonton televisi bersama belum ada setengah jam mereka menonton rasa bosan sudah melanda mereka.
"Kak lo bosan gak sih nonton tv terus,"tanya Lala.
"Bosanlah apa lagi acaranya ngikutin kamu,"ucap Reno ketus.
"Biasa aja kali, keluar aja yuk bosan dirumah,"ajak Lala.
"Kemana,"tanya Reno.
"Gak tau, kemana aja dah terserah lo kak gw
ikut aja yang penting lo yang bayar,"ucap Lala tersenyum lebar.
"Hmm gak menguntungkan, yang ada aku yang
bangkrut,"ucap Reno.
"Apanya yang sekali setiap kita barengan kamu selalu menguras uangku,"ucap Reno geram.
"Bagi bagi rezeki itu berkah kak nanti dapat pahala terus rezekinya dilipat gandakan,"ucap Lala dengan wajah polosnya.
"Hmm terserah kamu lah,"ucap Reno pasrah.
Reno berfikir sejenak, ia berfikir bosan juga akhir pekan hanya di rumah saja, setelah beberapa menit berfikir akhirnya ia mendapatkan ide akan menghabiskan akhir pekan dimana.
"Kamu bosan kan disini?"tanya Reno tersenyum lebar.
"Iya, tapi jangan usir gw yaa, gw masih betah tinggal disini,"ucap Lala yang menatap curiga Reno.
"Suudzon aja kamu tuh, mau ikut aku gak,"tanya Reno.
"Kemana," tanya Lala menatap Reno.
"Ikut aja dulu gak usah banyak tanya ntar juga kamu tau,"ucap Reno berjalan mengambil kunci mobilnya.
Reno dan Lala berjalan keluar rumah tidak lupa mengunci pintu mengantisipasi hal yang tidak diinginkan lalu berpamitan pada satpam yang ada di pos satpam depan gerbang rumah Reno.
"Mau kemana den,"tanya Pak Satpam.
"Mau keluar bentar, titip rumah ya Pak,"jawab Reno.
Mobil yang Reno kendarai keluar dari gerbang dan berjalan menuju lokasi yang ingin dituju.
"Kak mau kemana si, jangan bilang lo mau buang gw,"ucap Lala yang sudah berfikiran yang aneh aneh karena Reno sedari tadi tidak menjawab pertanyaannya.
"Cerewet bangat si, nanti juga tau diem aja gak usah banyak ngomong ntar gw buang beneran tau rasa,"omel Reno tanpa menoleh dan fokus mengendarai mobilnya.
"Iya iya diem nih tapo jangan buang gw ya,"ucap Lala menatap Reno yang sedang fokus mengendarai mobilnya, Lala memasang wajah yang amat sangat menyedihkan.
__ADS_1
Reno yang sedikit melirik kearah Lala hanya menahan tawanya melihat tingkah Lala yang sangat berlebihan."Mau diajak main malah mikir
yang aneh aneh,"ucap Reno dalam hati.
Mobil Reno sampai di salah satu arena bermain sejuta umat yang harganya sangat terjangkau dan keberadaannya sangat sulit ditemukan bahkan mulai langka.
Lala menatap sekitar lalu turun dari mobil, matanya berbinar melihat lampu lampu yang menghiasi tempat tersebut.
Reno yang baru saja keluar dari mobilnya melihat tatapan Lala yang sangat suka dengan tempat tersebut mengembangkan senyumnya.
"Lo ngajak gw ke pasar malam, masih ada ya ternyata gw kira udah gak ada lagi yang beginian,"ucap Lala tersenyum lebar.
"Iya kamu suka,"tanya Reno.
"Suka bangat terakhir gw liat yang beginian pas
SD, kok lo bisa aja si nemu tempat beginian besok gw bakal ajak Raina, Zara sama Aisyah
kesini,"ucap Lala heboh.
"Bisalah, ya udah yuk kesana betah bangat kamu diparkiran,"ajak Reno.
Mereka membeli tiket untuk bermain beberapa
Wahana yang terdapat di pasar malam tersebut
yang pastinya menggunakan uang Reno.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.....
__ADS_1