SENIOR

SENIOR
Salah paham


__ADS_3

Setelah menggantikan tugas Reyhan


mengantarkan Raina hari ini, Reno bergegas menuju kantor.


Aaaaaaaaaaa


Mendadak Reno menginjam rem karena ada


perempuan yang hampir saja tertabrak oleh


mobilnya. Reno keluar lalu menghampiri


perempuan tersebut.


" Maaf saya tidak sengaja, apa ada yang terluka atau sakit, kita ke dokter aja bagaimana? " panik Reno ketika melihat perempuan yang ia tabrak meringis.


"Sakitlahhh, kalo ketabrak semut baru gak sakit," ucap perempuan tersebut.


"Nyaut aja lagi, ya sudah mari saya antarkan ke


dokter," ucap Reno membantu perempuan tersebut berdiri lalu menuntun masuk ke dalam mobilnya.


Reno mengambil ponselnya dari dalam saku lalu


mengabari papa Gio bahwa ia tidak bisa datang ke kantor hari ini.


"Sepertinya kita pernah bertemu tapi gak tau


dimana," ucap Reno berusaha mengingat.


"Sok kenal kaya nya engga deh," ketus Lala.


Ternyata yang di tabrak oleh Reno adalah Lala mereka sama sama lupa kalau mereka sebelumnya pernah bertemu.


"Aku ngerasanya kaya pernah ketemu muka kamu gak asing, aku juga gak minat buat kenal sama kamu,"jawab Reno menatap jengkel perempuan yang berada di hadapannya.


"Yaudah terserah lo deh,"ucap Lala.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jam kuliah di kelas Raina selesai.


"Rain jangan lupa temuin kak Fathan Good luck


semoga bawa kabar baik setelahnya," ucap Zara mengacungkan jempol menyemangati sahabatnya.


"Kok gw jadi takut ya ketemu sama dia," ucap


Raina murung lalu bersiap siap dan pergi menuju Taman belakang kampus.


"Zar aku minta tolong boleh gak hehe," ucap


Aisyah menyengir kuda.


"Minta tolong apa ? mencurigakan banget si


Ais," tanya Zara memicingkan matanya berusaha menyelidiki.


"Nanti aku ceritain setelah kamu bantuin aku,"jawab Aisyah.


"Ya udah lo mau minta bantuan apa ?" tanya Zara.


"Kamu temuin bang Fath atau teman temannya


bilang aku pingsan di taman belakang kampus


okeeee," ucap Aisyah.


"Taman belakang kampus ? itu bukannya tempat ketemuan Raina sama kak Fathan?"tanya Zara yang tampak kebingungan.


"Nanti aku ceritain, kamu jalan aja dulu yaaa


tolongin akuuuu pleaseeee," ucap Aisyah memohon.


"Yaudah gw jalan dulu deh lo jangan kemana mana ya duduk aja disini,"ucap Zara menunjuk kursi yang sedang ditempati oleh Aisyah.


.


.


.


.


.


.


Setelah lelah berkeliling mencari keberadaan


Fathan dan teman temannya akhirnya Zara


menemukan mereka di kantin.


" Ah oon bangat si gw kenapa ga dari tadi gw ke


kantin,"gerutu Zara sembari menebuk jidatnya lalu berjalan menghampiri Fathan dan teman temannya.


"Kak Fathan i....ituuuu i..ituuu." ucap Zara terbata bata supaya terlihat natural dan tidak telihat ia sedang berbohong.


"Ada apa ? ngomong tuh yang benar." ucap Fathan malas.


"Iyaa tarik napassss buang pelan pelan," ucap Raka yang panik lihat Zara seperti orang terkena asma.


"Kok gitu si Rak berasa mau lahiran aja," ucap


Rama menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Itu kak Ais pingsan di taman belakang," ucap

__ADS_1


Zara.


"Ais ? Aisyah adiknya Fathan maksudnya ?" tanya Raka memastikan.


"Iyalah siapa lagi." ucap Zara.


Fathan panik dan bergegas berlarian menuju taman belakang kampus disusul Raka dan Rama.


Zara yang melihat fathan dan teman temannya


sudah pergi menuju taman belakang kampus


segera mengecek ponselnya dan menelpon Aisyah.


"Hallo, gimana ? gw ikut ke taman apa engga ?"


tanya Zara.


" Jangan dulu, kamu ke sini aja dulu," ucap Aisyah.


Zara pun memutuskan kembali ke tempat semula.


"Nah sekarang lo jelasin kenapa lo nyuruh gw


bilang ke mereka kalo lo pingsan?" ucap Zara


menagih penjelasan kepada Aisyah.


"Oke jadi semalam aku ngambil hp nya Bang


Fath terus aku bawa ke kamar, pas di kamar aku


kepikiran buat bikin bang Fath jadi baik sama Raina ya udah aku WA raina pake hp bang Fath hehe,"ucap Aisyah menyengir.


" Jadi chat yang di unjukin Raina itu kerjaan


lo ? gilaaa si lo mantep bener," ucap Zara


mengacungkan kedua jempolnya.


"Kerenkan aku hehe, gara gara itu juga tadi pagi mukanya bang Fath bete banget," ucap Aisyah.


"Eh tapi kan ada kak Raka sama Kak Rama


otomatis mereka gak berdua dong," ucap Zara.


"Ah iya aku lupa, ya udah gampang mereka mah


kecil," ucap Aisyah," Yuk kita ke taman," ajak


Aisyah.


"Kita ke taman juga kenapa gak bilang dari tadi si Ais," geram Zara.


"Hehe kata nya kamu mau tau kenapa aku minta


tolong begitu kan ga mungkin aku jelasin ditaman ntar ada yang denger gimana," ucap Aisyah nyengir kuda.


"Ya udah yuk nunggu apa lagi mending kita ke


taman," ajak Zara yang sudah tidak sabar ingin


melihat kelanjutannya. Merekapun berlari ke arah taman.


Fathan yang baru saja sampai di taman


" Dimana Aisyah," tanya Fathan.


" Aisyah? dia ada dikelas,"ucap Raina.


Raka dan Rama yang baru saja sampai di taman dicegah oleh Aisyah.


"Kak Rama kak Raka siniiii," bisik Aisyah yang


sudah berada di area taman sejak tadi karena


mereka memotong jalan ke arah taman.


"Loh Ais kok kamu disini bukannya tadi katanya


kamu pingsan," ucap Rama.


"Kak bantuin Ais yaaa, kakak jangan nyusul


kesana bisa? " ucap Aisyah memelas.


"Ini yang tadi nyamperin kita kan," ucap Raka


menunjuk Zara.


"Hehe iyaa kak maaf ya udah buat panik dan capek kalian karena harus mengejar kak Fathan," ucap Zara tersenyum.


"Gilaaa parah jadi lo ngerjain kita," ucap Raka


yang mulai emosi.


"Ini kemauan Ais kok, jangan marahin Zara


semuanya Ais yang nyuruh," ucap Aisyah membela Zara supaya tidak kena omel oleh Raka.


"Ais nanti kalo Abang lo tau, bisa ngamuk


seminggu ntar dia," ucap Rama.


"Berlebihan kalian, udahlah kalian ikut Ais aja,"ucap Aisyah menarik Rama dan Raka.


"Aisyah di kelas ? tadi temen lo nyamperin gw


katanya Aisyah pingsan disini, ohhhh gw tau ini


pasti rencana lo kan biar lo bisa ketemu gw."ucap Fathan.


"Nuduh nuduh aja nih, sumpah ya ada niatan aja


engga, lagian gw tuh kesini gara gara..." ucap Raina yang belum selesai karena dipotong oleh


Fathan.


"Gara gara apa ? gak usah ngeles lagi deh sama


aja lo ganjennya kaya Maira."ucap Fathan emosi merasa dipermainkan.


"Gw gak ganjen, kalo bukan karena lo chat gw di


WA nyuruh gw kesini gw gak bakalan dateng ke

__ADS_1


sini," ucap Raina emosi dengan perkataan Fathan.


Fathan yang mendengar pun terkejut dan bingung.


"Kapan gw chat lo, punya kontaknya aja engga


Halu lo ya," ucap Fathan yang tidak percaya dengan perkataan Raina.


"Terserah lo, mending lo cek lagi hp lo," ucap


Raina malas dan pergi dari taman meninggalkan


Fathan.


"Hp gw aja ilang semalem gimana caranya gw


ngechat dia," ucap Fathan heran lalu pergi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Raina pergi dengan perasaan kecewa, kesal dan


emosi.


"Jelas jelas dia yang minta ketemu di taman


belakang kampus, sekarang dia juga yang nuduh


nuduh gak jelas bahkan dia ngatain gw pokoknya kalo dia ngechat lagi gw gak akan percaya lagi." omel Raina dalam hati.


"Rainaaaaa gimana tadi? " tanya Zara heboh lalu menghampiri Raina tetapi Raina hanya merespon dengan mengangkat bahunya.


"Kenapa Rain? " tanya Aisyah yang panik melihat perubahan sikap Raina yang tiba tiba menjadi diam.


"Gapapa, pulang yuk," ajak Raina.


"Emang lo udah dijemput Rain? " tanya Zara.


"Bentar lagi bang Rey jemput kok," jawab Raina.


"Kamu kenapa si Raina ? semenjak abis dari taman kamu jadi beda," tanya Aisyah yang merasakan Raina berubah ketika abis dari taman.


"Kenapa memangnya, gw baik baik aja kok."ucap


Raina tersenyum meyakinkan kedua temannya.


"Oh iya gimana Lala ? udah ada kabar belum ?"


tanya Raina mengalihkan pembicaraan.


"Maaf yaa La gw jadiin lo bahan alihan


pembicaraan tapi gw beneran panik kok lo gak ada kabar kaya gini," ucap Raina dalam hati.


"Belum Rain nanti kalo ada yang di kabarin sama Lala bagi bagi kabar ya,"ucap Zara.


Merekapun berjalan menuju gerbang dan bertemu dengan Fathan dan kawan kawannya.


" Hai kak Fathan." sapa Zara nyengir sambil melirik takut kearah Fathan.


Fathan melirik Zara dengan tatapan tajam.


"Masih pede nyapa gw setelah lo boongin gw."ucap Fathan.


"Gw duluan ya Ais, Zar, kak Raka kak Rama." pamit Raina langsung pergi menyusul mobil Reyhan yang baru saja tiba.


"Kenapa tuh anak? buru buru bangat lagi pamitnya padahal mobilnya aja belom berenti, terus dia gak pamit ke lo doang Fath." ucap Rama.


"Biarin gak penting juga mau dia pamit atau engga ke gw." ucap Fathan.


"Apa maksud lo ngeboongin gw tadi?" tanya


Fathan menatap Zara tajam.


"i....it..ituuu kak gw cuma nolongin orang," ucap


Zara takut.


"Siapa yang nyuruh lo ? Apa dia yang nyuruh lo," ucap Fathan megalihkan pandangannya ke arah mobil Reyhan.


"Bukan bang ade yang nyuruh Zara," ucap Aisyah yang sudah paham mengapa Raina menjadi diam sehabis dari taman.


"Buat apaaa Aisyah?, apa kamu juga yang ngechat dia buat datang ke taman?" geram Fathan emosi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2