
Setelah menggantikan tugas Reyhan
mengantarkan Raina hari ini, Reno bergegas menuju kantor.
Aaaaaaaaaaa
Mendadak Reno menginjam rem karena ada
perempuan yang hampir saja tertabrak oleh
mobilnya. Reno keluar lalu menghampiri
perempuan tersebut.
" Maaf saya tidak sengaja, apa ada yang terluka atau sakit, kita ke dokter aja bagaimana? " panik Reno ketika melihat perempuan yang ia tabrak meringis.
"Sakitlahhh, kalo ketabrak semut baru gak sakit," ucap perempuan tersebut.
"Nyaut aja lagi, ya sudah mari saya antarkan ke
dokter," ucap Reno membantu perempuan tersebut berdiri lalu menuntun masuk ke dalam mobilnya.
Reno mengambil ponselnya dari dalam saku lalu
mengabari papa Gio bahwa ia tidak bisa datang ke kantor hari ini.
"Sepertinya kita pernah bertemu tapi gak tau
dimana," ucap Reno berusaha mengingat.
"Sok kenal kaya nya engga deh," ketus Lala.
Ternyata yang di tabrak oleh Reno adalah Lala mereka sama sama lupa kalau mereka sebelumnya pernah bertemu.
"Aku ngerasanya kaya pernah ketemu muka kamu gak asing, aku juga gak minat buat kenal sama kamu,"jawab Reno menatap jengkel perempuan yang berada di hadapannya.
"Yaudah terserah lo deh,"ucap Lala.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jam kuliah di kelas Raina selesai.
"Rain jangan lupa temuin kak Fathan Good luck
semoga bawa kabar baik setelahnya," ucap Zara mengacungkan jempol menyemangati sahabatnya.
"Kok gw jadi takut ya ketemu sama dia," ucap
Raina murung lalu bersiap siap dan pergi menuju Taman belakang kampus.
"Zar aku minta tolong boleh gak hehe," ucap
Aisyah menyengir kuda.
"Minta tolong apa ? mencurigakan banget si
Ais," tanya Zara memicingkan matanya berusaha menyelidiki.
"Nanti aku ceritain setelah kamu bantuin aku,"jawab Aisyah.
"Ya udah lo mau minta bantuan apa ?" tanya Zara.
"Kamu temuin bang Fath atau teman temannya
bilang aku pingsan di taman belakang kampus
okeeee," ucap Aisyah.
"Taman belakang kampus ? itu bukannya tempat ketemuan Raina sama kak Fathan?"tanya Zara yang tampak kebingungan.
"Nanti aku ceritain, kamu jalan aja dulu yaaa
tolongin akuuuu pleaseeee," ucap Aisyah memohon.
"Yaudah gw jalan dulu deh lo jangan kemana mana ya duduk aja disini,"ucap Zara menunjuk kursi yang sedang ditempati oleh Aisyah.
.
.
.
.
.
.
Setelah lelah berkeliling mencari keberadaan
Fathan dan teman temannya akhirnya Zara
menemukan mereka di kantin.
" Ah oon bangat si gw kenapa ga dari tadi gw ke
kantin,"gerutu Zara sembari menebuk jidatnya lalu berjalan menghampiri Fathan dan teman temannya.
"Kak Fathan i....ituuuu i..ituuu." ucap Zara terbata bata supaya terlihat natural dan tidak telihat ia sedang berbohong.
"Ada apa ? ngomong tuh yang benar." ucap Fathan malas.
"Iyaa tarik napassss buang pelan pelan," ucap Raka yang panik lihat Zara seperti orang terkena asma.
"Kok gitu si Rak berasa mau lahiran aja," ucap
Rama menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Itu kak Ais pingsan di taman belakang," ucap
__ADS_1
Zara.
"Ais ? Aisyah adiknya Fathan maksudnya ?" tanya Raka memastikan.
"Iyalah siapa lagi." ucap Zara.
Fathan panik dan bergegas berlarian menuju taman belakang kampus disusul Raka dan Rama.
Zara yang melihat fathan dan teman temannya
sudah pergi menuju taman belakang kampus
segera mengecek ponselnya dan menelpon Aisyah.
"Hallo, gimana ? gw ikut ke taman apa engga ?"
tanya Zara.
" Jangan dulu, kamu ke sini aja dulu," ucap Aisyah.
Zara pun memutuskan kembali ke tempat semula.
"Nah sekarang lo jelasin kenapa lo nyuruh gw
bilang ke mereka kalo lo pingsan?" ucap Zara
menagih penjelasan kepada Aisyah.
"Oke jadi semalam aku ngambil hp nya Bang
Fath terus aku bawa ke kamar, pas di kamar aku
kepikiran buat bikin bang Fath jadi baik sama Raina ya udah aku WA raina pake hp bang Fath hehe,"ucap Aisyah menyengir.
" Jadi chat yang di unjukin Raina itu kerjaan
lo ? gilaaa si lo mantep bener," ucap Zara
mengacungkan kedua jempolnya.
"Kerenkan aku hehe, gara gara itu juga tadi pagi mukanya bang Fath bete banget," ucap Aisyah.
"Eh tapi kan ada kak Raka sama Kak Rama
otomatis mereka gak berdua dong," ucap Zara.
"Ah iya aku lupa, ya udah gampang mereka mah
kecil," ucap Aisyah," Yuk kita ke taman," ajak
Aisyah.
"Kita ke taman juga kenapa gak bilang dari tadi si Ais," geram Zara.
"Hehe kata nya kamu mau tau kenapa aku minta
tolong begitu kan ga mungkin aku jelasin ditaman ntar ada yang denger gimana," ucap Aisyah nyengir kuda.
"Ya udah yuk nunggu apa lagi mending kita ke
taman," ajak Zara yang sudah tidak sabar ingin
melihat kelanjutannya. Merekapun berlari ke arah taman.
Fathan yang baru saja sampai di taman
" Dimana Aisyah," tanya Fathan.
" Aisyah? dia ada dikelas,"ucap Raina.
Raka dan Rama yang baru saja sampai di taman dicegah oleh Aisyah.
"Kak Rama kak Raka siniiii," bisik Aisyah yang
sudah berada di area taman sejak tadi karena
mereka memotong jalan ke arah taman.
"Loh Ais kok kamu disini bukannya tadi katanya
kamu pingsan," ucap Rama.
"Kak bantuin Ais yaaa, kakak jangan nyusul
kesana bisa? " ucap Aisyah memelas.
"Ini yang tadi nyamperin kita kan," ucap Raka
menunjuk Zara.
"Hehe iyaa kak maaf ya udah buat panik dan capek kalian karena harus mengejar kak Fathan," ucap Zara tersenyum.
"Gilaaa parah jadi lo ngerjain kita," ucap Raka
yang mulai emosi.
"Ini kemauan Ais kok, jangan marahin Zara
semuanya Ais yang nyuruh," ucap Aisyah membela Zara supaya tidak kena omel oleh Raka.
"Ais nanti kalo Abang lo tau, bisa ngamuk
seminggu ntar dia," ucap Rama.
"Berlebihan kalian, udahlah kalian ikut Ais aja,"ucap Aisyah menarik Rama dan Raka.
"Aisyah di kelas ? tadi temen lo nyamperin gw
katanya Aisyah pingsan disini, ohhhh gw tau ini
pasti rencana lo kan biar lo bisa ketemu gw."ucap Fathan.
"Nuduh nuduh aja nih, sumpah ya ada niatan aja
engga, lagian gw tuh kesini gara gara..." ucap Raina yang belum selesai karena dipotong oleh
Fathan.
"Gara gara apa ? gak usah ngeles lagi deh sama
aja lo ganjennya kaya Maira."ucap Fathan emosi merasa dipermainkan.
"Gw gak ganjen, kalo bukan karena lo chat gw di
WA nyuruh gw kesini gw gak bakalan dateng ke
__ADS_1
sini," ucap Raina emosi dengan perkataan Fathan.
Fathan yang mendengar pun terkejut dan bingung.
"Kapan gw chat lo, punya kontaknya aja engga
Halu lo ya," ucap Fathan yang tidak percaya dengan perkataan Raina.
"Terserah lo, mending lo cek lagi hp lo," ucap
Raina malas dan pergi dari taman meninggalkan
Fathan.
"Hp gw aja ilang semalem gimana caranya gw
ngechat dia," ucap Fathan heran lalu pergi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Raina pergi dengan perasaan kecewa, kesal dan
emosi.
"Jelas jelas dia yang minta ketemu di taman
belakang kampus, sekarang dia juga yang nuduh
nuduh gak jelas bahkan dia ngatain gw pokoknya kalo dia ngechat lagi gw gak akan percaya lagi." omel Raina dalam hati.
"Rainaaaaa gimana tadi? " tanya Zara heboh lalu menghampiri Raina tetapi Raina hanya merespon dengan mengangkat bahunya.
"Kenapa Rain? " tanya Aisyah yang panik melihat perubahan sikap Raina yang tiba tiba menjadi diam.
"Gapapa, pulang yuk," ajak Raina.
"Emang lo udah dijemput Rain? " tanya Zara.
"Bentar lagi bang Rey jemput kok," jawab Raina.
"Kamu kenapa si Raina ? semenjak abis dari taman kamu jadi beda," tanya Aisyah yang merasakan Raina berubah ketika abis dari taman.
"Kenapa memangnya, gw baik baik aja kok."ucap
Raina tersenyum meyakinkan kedua temannya.
"Oh iya gimana Lala ? udah ada kabar belum ?"
tanya Raina mengalihkan pembicaraan.
"Maaf yaa La gw jadiin lo bahan alihan
pembicaraan tapi gw beneran panik kok lo gak ada kabar kaya gini," ucap Raina dalam hati.
"Belum Rain nanti kalo ada yang di kabarin sama Lala bagi bagi kabar ya,"ucap Zara.
Merekapun berjalan menuju gerbang dan bertemu dengan Fathan dan kawan kawannya.
" Hai kak Fathan." sapa Zara nyengir sambil melirik takut kearah Fathan.
Fathan melirik Zara dengan tatapan tajam.
"Masih pede nyapa gw setelah lo boongin gw."ucap Fathan.
"Gw duluan ya Ais, Zar, kak Raka kak Rama." pamit Raina langsung pergi menyusul mobil Reyhan yang baru saja tiba.
"Kenapa tuh anak? buru buru bangat lagi pamitnya padahal mobilnya aja belom berenti, terus dia gak pamit ke lo doang Fath." ucap Rama.
"Biarin gak penting juga mau dia pamit atau engga ke gw." ucap Fathan.
"Apa maksud lo ngeboongin gw tadi?" tanya
Fathan menatap Zara tajam.
"i....it..ituuu kak gw cuma nolongin orang," ucap
Zara takut.
"Siapa yang nyuruh lo ? Apa dia yang nyuruh lo," ucap Fathan megalihkan pandangannya ke arah mobil Reyhan.
"Bukan bang ade yang nyuruh Zara," ucap Aisyah yang sudah paham mengapa Raina menjadi diam sehabis dari taman.
"Buat apaaa Aisyah?, apa kamu juga yang ngechat dia buat datang ke taman?" geram Fathan emosi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....