SENIOR

SENIOR
Pantai


__ADS_3

Saat Reno dan Lala sedang mengangkat karung muncul Fano dari balik pintu dengan bersorak-sorak seolah-olah sedang menyemangati mereka.


"Ayoooo... Ayooo... kalian kelen bisa angkat kalung gede semoga aja kak Lala nyangkut di pintu kaya Pano bial Pano bisa ketawain," teriak Fano sambil bertepuk tangan.


Teriakan Fano berhasil membuat Lala meliriknya sekilas lalu kembali menatap anak kecil yang sedang asik bertepuk tangan dengan tatapan jengkel.


"Seneng banget lo ya liat orang susah, biarin aja kena azab nanti tiba-tiba pintunya ngejar-ngejar Fano, terus kak Lala ketawa deh dan Kak Lala gak mau nolongin," ucap Lala.


"Pintunya udah bespren sama Pano gak bakalan ngejar Pano wle," ledek Fano sambil menjulurkan lidahnya.


Perdebatan mereka membuat Reno menghela nafas dan menatap mereka jengah hingga tidak sengaja karung terlepas dari genggamannya menimpa kaki Lala.


"Aduh... kak Reno gimana si kok karungnya dijatohin sakit nih kaki gw pasti besok kaki gw bengkak deh," omel Lala.


"Alay kaya anak layangan," ledek Fano.


"Ngomong mulu si, udah ah aku angkat sendiri aja berdua sama kamu gak nyampe-nyampe," ucap Reno pergi meninggalkan Lala sambil menggotong karung.


"Ih dasar ngeselin bukannya minta maaf," umpat Lala berjalan menyusul Reno yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam rumah.


****


Di ruang tamu terlihat Fathan yang sedang berbicara dengan Wina dan Gio untuk meminta izin mengajak Raina keluar.


Raina mengembangkan senyumnya saat kedua orang tuanya mengizinkan mereka keluar rumah bersama dengan cepat ia berlarian menuju kamarnya untuk berganti pakaian.


"Kalian mau kemana, gak bosen berduaan mulu dari kemaren," tanya Wina diselingi dengan tawa.


"Engga dong Tante hehe, malahan aku pengennya bareng-bareng terus," jawab Fathan.


Lala bergedik ngeri saat mendengar perkataan Fathan ia merasa Fathan mulai aneh tidak seperti Fathan yang ia kenali, ingin rasanya ia memukul kepala Fathan agar secepat mungkin tersadar.


"Ye bisa aja lo ngomongnya bucin akut, udah kawinin aja mereka mama Wina udah kaya batre remot aja gak bisa kepisah," saut Lala sambil berjalan tanpa melihat arah jalannya hingga membuatnya menabrak tubuh Reno yang baru saja berhenti untuk meletakan karung.


Raina yang sudah selesai bersiap-siap berlarian menuju ruang tamu agar Fathan tidak menunggu terlalu lama dan mendengarkan perkataan aneh tentangnya yang diucapkan oleh orang tua dan kedua Abangnya.


"Kak Reno lo ngapain si disini kan jadi nabrak benjol dah nih kepala gw," omel Lala sambil memukul punggung Reno.


"Kamu yang nabrak kenapa kamu yang marah-marah, udah dibantuin bukannya terimakasih malah ngomel nyesel aku bantuin kamu," gerutu Reno berjalan menghampiri Fathan.


"Hehe yaudah maaf gitu aja ngambek, janji deh gak marah-marah lagi gw bawa oleh-oleh khusus buat lo Kak," ucap Lala dengan senyum sumringahnya.


"Yuk berangkat Kak nanti kemaleman baliknya kalo lama-lama disini," ajak Raina lalu berpamitan pada kedua orang tuanya dan kedua Abangnya.


Fano membawa segelas susu yang baru saja ia ambil dari kulkas, ia melirik Fathan dan Raina yang terlihat sangat rapi dengan cepat ia memberikan gelas yang berisi susu pada Lala lalu berlarian menyusul mereka.


"Kak Jungkook mau kemana? Pano ikuttttt," teriak Fano berlarian mengejar Fathan dan Raina yang sudah berada di depan pintu.


"Fano gak usah ikut ya, kali ini aja plisss gak usah ngekorin kita terus yaa, Fano gangguin Lala sama kak Reno aja tuh kalo gak kak Reyhan sama kak Kinan nanti pulangnya dibeliin mainan deh," bujuk Raina dengan tatapan yang memelas.


Fano terlihat berfikir sejenak lalu ia mengembangkan senyumnya meraih tangan Fathan dan Raina bergantian mencium tangan mereka.


"Gak usah melas juga kali Kak udah jelek tambah jelek, sono kalian pelgi jangan lupa mainan Pano ya," ucap Fano mengibaskan tangannya seolah-olah sedang mengusir mereka.


Mendengar perkataan Fano yang mengizinkan mereka pergi berdua membuat Raina mengembangkan senyumnya karena terlalu senang refleks memeluk Fathan.

__ADS_1


"Yang teletabis kak Lala kenapa yang berpelukan kalian beldua Pano gak mau liat ah Pano masih kecil," ucap Fano.


"Mohon maaf udah liat ya, makasih Fano berkat Fano kak Fathan dapat pelukan dari kak Raina hehe," ucap Fathan gemas menciumi kedua pipi Fano.


"Pano masih nolmal tau kenapa kak Patan Jungkook cium Pano atulan cium kak Laina aja, nih kak Laina Pano opel ke kak Laina aja lumayan masih ada bekasnya dikit," ucap Fano mengusap pipinya dengan kedua telapak tangannya lalu menempelkan telapak tangannya tepat di kedua pipi Raina.


"Sepupu lo belajar dari mana si kayanya dulu gw pas masih bocah gak gini banget dah," bisik Fathan sambil menatap Fano.


"Gak boleh bisik-bisik sono pelgi sebelum Pano belubah pikilan," usir Fano mendorong tubuh mereka dengan kedua tangannya.


"Iya cerewet banget jadi bocah," omel Raina.


"Pano mau gangguin kak Leyhan sama kak Kinan aja ah," ucap Fano berlarian menghampiri Reyhan dan Kinan.


****


Suasana di dalam mobil Fathan sangat hening tidak ada yang berniat membuka pembicaraan terlebih dahulu hingga akhirnya Raina menyerah mulai membuka pembicaraan terlebih dahulu.


"Kak kita mau kemana?" tanya Raina.


"Pantai, gw pernah bilang sama lo mau ngajak ke pantai tapi baru bisanya sekarang," jawab Fathan.


"Yaampun, nanti-nanti juga bisa kali emangnya lo gak capek baru aja pulang dari puncak terus pergi lagi," ucap Raina.


"Enggalah buat lo mah gak ada kata capek, berduaan sama lo semua beban hidup ilang apa lagi capek pasti musnah," ucap Fathan berhasil membuat Raina tersipu malu.


"Apaan sih kak gombal, orang kalo capek mah capek aja gak ada hubungannya capek ilang kalo lo berduaan sama gw," ucap Raina terkekeh.


"Ada dong, ada pepatah yang bilang segala beban hidup bakal musnah ketika kita bahagia bersama orang yang disayang nah orang yang gw sayang salah satunya lo Raina," ucap Fathan yang masih fokus mengemudi mobilnya dan sesekali melirik Raina.


Kalo kaya begini terus lama-lama pipi gw kaya kaya digampar orang nih.


"Udah ah kak gombal mulu nanti kalo gw terbang gak balik-balik lagi gimana," ucap Raina.


"Gw susul dong biar terbangnya barengan," saut Fathan.


"Yee garing," ledek Raina.


Fathan hanya tertawa mendengar ledekan Raina ia kembali fokus mengendarai mobilnya.


****


Mobil sudah berhenti di parkiran Fathan mengembangkan senyumnya saat melihat Raina yang tertidur pulas ia memutuskan untuk membiarkannya tertidur dan terus memandangi wajah Raina yang sangat lucu saat tertidur.


Ternyata kalo diliat dari dekat dia lucu juga ya apalagi pas tidur begini hehe.


"Jadi keinget dulu pas dia ngejar-ngejar gw dan gw tolak mentah-mentah dan sekarang keadaannya berbalik bahkan gw gak bisa liat dia deket-deket sama cowo lain, kayanya gw kena karma deh," gumam Fathan sambil memainkan rambut Raina yang menghalangi wajahnya.


Fathan mengambil ponsel dari saku celananya lalu memfoto wajah Raina yang sedang tertidur pulas, ia tersenyum memandang hasil potretnya dengan ceoat mengotak-atik ponselnya dan menjadikan foto tersebut wallpaper pada ponselnya.


"Nah kalo kaya gini kan enak, nyalain hp liat muka lucunya dia duluan hehe," ucap Fathan.


*****


"Kak Leyhan kak Kinan main yukkk kelual kaya kak Jungkokk sama kak Laina masa kalian kalah sama meleka," rengek Fano.

__ADS_1


"Enggak! udah sono deh lo jangan gangguin gw noh gangguin Mama sama Papa aja," usir Reyhan.


"Gak mau nanti Pano kualat gangguin olang tua nanti Pano dikutuk jadi batu akik sama Papa Gio," tolak Fano sambil menggelengkan kepalanya.


"Gw juga orang tua, kalo lo gangguin gw nanti lo gw kutuk jadi topeng monyet mau?" ancam Reyhan.


"Gak mau, dasal olang tua bisanya ngutuk doang awas aja nanti kalo Pano udah tua kak Leyhan Pano kutuk jadi kulcaci," ucap Fano memalingkan wajahnya sambil menuruni sofa dengan mulut yang terus berkomat-kamit pergi meninggalkan Reyhan dan Kinan yang sedang tertawa saat melihat Fano yang merajuk.


"Lucu si Fano lagi marah aja bikin orang happy,"ucap Kinan.


"Iya sayang, tapi lebih banyak nyebelinnya tuh anak tiap hari bikin emosi mulu kalo ngomong, tapi gitu-gitu dia rival tawuran aku tuh dia kalo tawuran bawanya centong nasi haha," adu Reyhan dengan tawa yang menghiasi setiap perkataannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2