
Selesai acara bakar bakar jagung mereka berkumpul sambil mengobrol.
Aisyah memandang Fathan dan Raina lekat lekat bertanya dalam hatinya seolah tidak percaya dengan perkataan Lala.
"Bang Fath sejak kapan kalian jadi deket begitu emang bener kalian udah jadian,"tanya Aisyah ragu.
"Aisyah masih nanya aja sih kan Lala udah bilang mereka tuh jadian gak percayaan nih sama Lala jadi kesel kan princess,"saut Lala.
"Nyaut nyaut aja kamu La, aku nanya bang Fath malah kamu yang jawab jadi kesel barbie,"ucap Aisyah mengikuti cara berbicara Lala sambil menatap Lala kesal.
"Ihh Aisyah gak cocok jadi berbi cocoknya jadi dora aja bisa berpetualang bareng peta dijamin gak nyasar deh,"ucap Lala santai.
"Bodoamat Lala!"ucap Aisyah kesal.
"Aisyah yang tingkat kesabarannya melebihi Raina dan Zara bisa kesel juga ya sama Lala hahaha,"ucap Raka tertawa.
"Hmm Lala heran kenapa kalian pada kesel sih padahal Lala kan gak jahat kaya Maira Lala baik tau kalian ini selalu dipenuhi jiwa jiwa kemarahan nanti pulang dari sini rukiyah yaa kalian gaisss Mama Lala punya kenalan yang jago rukiyah,"ucap Lala menyengir.
Sedangkan yang lainnya saling lirik dan menghela nafasnya kesal dengan bersamaan meneriaki Lala.
"Bodoamat!"
"Ih kompak banget kaya lagi upacara, udah ah Lala mau balik ke tenda ngambil cemilan kalian kalo mau introgasi pasangan yang gak ada romantis romantisnya ini silahkan bye bye jangan kangen rapunzel,"pamit Lala beranjak dari duduknya pergi meninggalkan mereka.
"Sumpah ya untung yang kaya Lala cuma ada satu coba ada 3 bisa bisa gw stok bodrex ekstra tiap hari,"ucap Rama menggelengkan kepalanya.
"Hahaha lebay lo Kak,"ledek Zara.
"Tau huuu,"saut Aisyah.
"Ettt gak usah sok sok diem, sekarang ceritain gimana ceritanya kalian bisa jadian kenapa yang tau cuma si teletabis,"ucap Rama menaik turunkan alisnya.
"Tau nih masa Lala doang yang tau lo sekarang kaya gitu ya Raina,"ucap Zara memalingkan wajahnya.
"Sebenernya kita gak kasih tau Lala tapi dia ngikutin kita terus nguping makanya tau, nah kalo kalian penasaran tanya aja sama dia gw mau ngobrol berdua sama Raina bye bye para jomblo,"ucap Fathan pergi meninggalkan mereka sambil meledek yang lainnya.
"Dih sombong amat bang, kenapa Fathan jadi bucin dan alay ya,"gerutu Rama sambil menatap Fathan dan Raina yang sudah memisahkan diri.
"Aku aja baru tau bang Fath bisa bucin,"ucap Aisyah menyengir.
"Sisi tersembunyi dari seorang Fathan adalah bucin haha,"ledek Raka.
"Parah banget temen sendiri diledekin ada adenya loh padahal,"ucap Zara terkekeh.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
Sementara Lala dibuat sibuk oleh snack yang ia bawa karena terus menerus terjatuh sesekali ia memarahi snack tersebut memang terlihat sedikit tidak waras.
Lala mengembangkan senyumnya saat melihat Bimo yang tidak jauh dari posisi ia berdiri segera ia meneriaki Bimo.
"Bimo.... Bimolii..... minyak goreng minyak sayur minyak minyak tolongin gw dong,"teriak Lala.
Sementara Bimo yang mendengar teriakan Lala menatap Lala kesal dan menggelengkan kepalanya segera menghampiri Lala.
"Apaan!"ucap Bimo ketus.
"Ih galak banget si, tolongin gw dong ambilin ciki gw yang jatoh tuh,"ucap Lala.
Bimo menghela nafasnya mengambil snack dan meletakannya diatas tumpukan snack yang sudah dipeluk Lala.
"Makasih Bimoli temen SD Lala walaupun cuma 1 tahun yang jabatannya gak naik naik selalu jadi ketua kelas mulu sampe kuliah,"ucap Lala tersenyum.
"Iyaa teletabis cerewet, lagian ngapain si lo bawa ciki sebanyak ini mau buka warkop di hutan lo,"ucap Bimo melirik bawaan Lala.
"Ohh.... ini ciki buat gw makan tau soalnya gw bosen makan jagung gak ada micinnya gak seru,"ucap Lala menunjukan cengirannya.
"Pantes oon ternyata fans sejati micin,"ucap Bimo.
Di sela-sela obrolan mereka Lala membelalakan matanya saat melihat sosok perempuan dengan rambut dikuncir menggunakan dress putih dengan wajah yang putih.
"Bimolii..... ada kuntilanak dikuncir huaaaa ampunnn nih Lala bagi ciki Lala aja deh,"teriak Lala sambil melempari perempuan tersebut dengan snack hingga tersisa satu.
"Tinggal satu nih buat Lala ya jangan maruk jadi hantu,"ucap Lala.
Bimo refleks menutup telinga dengan kedua tangannya saat mendengar teriakan Lala ia mengalihkan pandangannya mengikuti arah telunjuk Lala ia menghela nafasnya kesal saat melihat perempuan yang dikira hantu oleh Lala ternyata Maira yang sedang memakai masker wajah.
Lala memicingkan Matanya saat mendengar suara perempuan yang berada di hadapannya yang sedang memarahinya.
"Ohhh nenek tiri ternyata, yaudah maafin Lala ya, lagian siapa suruh malem malem di hutan make masker yang ada lo dikira hantu sama yang lain, kita kemping cuma 2 hari gak bakalan berubah wujud muka lo,"ucap Lala sambil menyengir.
"Bodoamatlah capek gw ngomong sama lo ntar yang ada ketularan oonnya,"ucap Maira pergi meninggalkan Lala.
Bimo menertawakan Lala saat mendengar perkataan Maira sambil membantu Lala memunguti snacknya.
"Lo ya dari SD oonnya gak ilang ilang makin gede makin jadi,"ledek Bimo.
"Ye sembarangan lo kalo ngomong gini gini juara lomba karung nih dari SD setiap agustusan,"ucap Lala tersenyum bangga.
"Terserah dah ah,"ucap Bimo pasrah.
"Yaudah gw mau kumpul sama yang lain ya jangan kangen sama cinderlala ya Bimoli,"pamit Lala berjalan meninggalkan Bimo sembari bersenandung.
Sedikit lagi Lala sampai di tempat berkumpul teman temannya pandangannya teralihkan saat melihat Raina dan Fathan yang sedang tertawa.
"Wahhh mereka lagi pacaran gak menghormati yang jomblo gw gangguin ah,"ucap Lala tersenyum lebar menghampiri mereka dan menerobos mengambil posisi berada ditengah sebari menjatuhkan snacknya.
"Halooo Lala cantik disini,"sapa Lala.
"Lo ngapain kesini terus aja terus gangguin itu disono rame mending lo ngumpul sama yang lain ganggu banget si,"omel Fathan melirik Lala sinis.
"Biarin aja Lala maunya disini gak bisa diganggu gugat, gak baik tau berduaan nanti yang ketiganya genduruwo,"ucap Lala sambil membuka bungkus snack.
Raina dan Fathan saling menatap saat mendengar perkataan Lala berusaha menahan tawanya namun mereka tidak sanggup.
__ADS_1
"Berarti lo dong La yang genduruwonya,"ucap Raina tertawa.
"Oh iya ya yaudah yang keempatnya aja deh yang ketiganya rapunzel,"ucap Lala santai.
"Besok besok nih anak karungin dulu ya biar gak ganggu,"bisik Fathan.
"Gw denger tau, kalian tuh jangan berduaan terus kasian yang jomblo kalian harus menghormati para jomblo tau,"ucap Lala.
"Bilang aja lo iri, makanya cari pacar jangan ngerecokin orang mulu,"omel Fathan menoyor pelan kepala Lala.
"Sama bang Reno mau gak La,"ucap Raina menaik turunkan alisnya sengaja menggoda Lala.
"Lala maunya sama kak Fathan,"saut Lala.
"Mau jadi pembalap lo nikung nikung,"ucap Raina.
"Gw ogah sama lo,"ucap Fathan.
"Yaudah gak jadi sama kak Fathan deh dia gak romantis soalnya, Lala mau sama pangeran pangeran di dongeng terus ditembaknya di istana es krim mantep banget dingin dingin kaya di kulkas,"ucap Lala yang mulai berimajinasi.
Raina mengerutkan alisnya menempelkan telapak tangannya di dahi Lala memastikan sahabatnya tidak mengalami gangguan kejiwaan.
"Sehat La,"tanya Raina.
"Sehatlahh jangan sakit sakit,"ucap Lala tersenyum.
"Tapi gw jadi kangen deh sama team belanja sekarung pengen cepet cepet pulang, oh iya kak Fathan lo ada utang sama gw,"ucap Lala menatap Fathan tajam seperti ibu kost yang sedang menagih uang sewa yang menunggak 3 bulan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung........