SENIOR

SENIOR
Putus


__ADS_3

Maira tersenyum menganggukan kepala, tangannya terulur menggengam tangan Fathan.


"Iya kalo lo bahagia dengan senang hati gw bakal bantuin lo," ucap Maira.


Fathan tersenyum lalu menghempaskan tangan Maira yang berada diatas punggung tangannya.


"Makasih ya jadi terharu gw. Terus lo fikir gw percaya sama lo gitu? Ya enggaklah!" ucap Fathan yang awalnya memasang wajah sedih-sedih terharu menjadi tersenyum malas.


Maira terkesiap ketika mendapat perlakuan yang bertolak belakang dari apa yang dia bayangkan.


"Kenapa sih Fath? Niat gw baik mau bantuin lo, tapi kenapa lo kaya gini ke gw," ucap Maira memasang wajah sedihnya.


"Udahlah gak usah drama gak mempan, lo mau ngehasut gw kaya apapun gak akan ngaruh, biar dikata Lala somplak, lola kadang suka gak jelas, tapi gw lebih percaya Lala dibanding lo," ucap Fathan lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Maira yang terdiam bahkan belum sempat merespon perkataannya.


Baru beberapa langkah Fathan menghentikan kakinya dan membalikan tubuhnya.


"Satu lagi yang perlu lo inget, gak segampang itu ngehasut gw apalagi buat misahin gw sama Raina kerena rasa sayang gw ke dia lebih besar dari pada marah gw ke dia," ucap Fathan kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Maira.


Maira mendengus sebal saat melihat Fathan yang pergi meninggalkannya begitu saja.


"Rasa sayang gw lebih besar dari marah gw! Halah... Gw yakin sebenernya lo terpengaruh cuma gak mau ngaku aja, liat aja nanti kalo lo nyamperin gw ya!" teriak Maira.


************


Fathan menghempaskan dirinya diatas bangku sesekali berdecak sebal, rasa kesalnya pada Raina belum memudar ditambah lagi Maira yang berusaha menghasutnya membuat otaknya mendidih.


"Kenapa lagi sih lo semenjak berubah jadi cowo bucin gak ada wibawa-wibawanya lagi kusut mulu kaya duit serebuan lama," ucap Rama.


"Hari ini gw sumpek banget, belom kelar masalah gw sama Raina barusan si Maira ngompor-ngomporin gw," curhat Fathan.


"Jadi kita bisa bantu apa? Gw bisanya bantu doa aja Fath," tanya Raka dengan wajah polos tak berdosa.


"Udahlah percuma ngomong sama para jomblo," pasrah Fathan.


"Yaudah biar gw keliatan berguna jadi teman, gw saranin lo ngomong dulu sama Raina lo tanya dia kenapa terus lo jujur aja itu foto bukan foto lo dan lo kasih tau ke dia tujuan lo apa sebenernya dari pada jadi berantakan gw pusing liat lo yang uring-uringan mulu kaya induk ayam mau nelor," ucap Rama.


"Kalo gw kasih tau gagal dong surprise gw ke dia, terus gunanya apa tuh foto gw pajang di ig gw sampe sekarang," geram Fathan.


"Yaiyalah mending gagal surprise kan masih bisa diulang kapan aja kalo gagal soal perasaan susah cuy buat diulangnya karena perempuan kalo udah kecewa bagaikan perang dunia ketiga susah buat dibujuknya," ucap Rama sambil menyengir.


Fathan terdiam sambil berfikir lalu meninju bahu Rama hingga membuat Rama meringis.


"Kadang-kadang cerdas juga lo, abis baca quote diakun mana Ram?" ucap Fathan sambil tertawa.


"Dari dulu gw cerdas lo aja yang baru nyadar, diakun lambe turah," saut Rama.


********


"Itu si Zara kenapa, ih kalian ini teman lagi susah bukannya dibantuin malah asik-asikan ketawa, Zaraaaa tungguin Lala," ucap Lala berlarian menghampiri Zara.


"Loh kak Fathan kok disini kan seharusnya lo ribut sama Raina bukan sama Zara, lo lupa ya pacar lo yang mana?" ucap Lala.


Farhan menepuk dahinya lalu pergi meninggalkan kantin tanpa pamit.


"Orang nanya bukannya dijawab malah pergi," gerutu Lala.


"Lala lo dicariin Fano sama kak Reno barusan kak Reno nelpon gw, mending lo ke rumah gw sono," ucap Raina sengaja membohongi Lala.

__ADS_1


"Masa cewe yang nyamperin cowo gengsi ah, Lala maunya disamperin biar kaya cinderlela," ucap Lala.


"Kalo kak Reno denger pasti dia bakal bilang amit-amit 100 kali," ejek Zara.


"Heh gak boleh jahat sama Lala kan udah Lala bantuin bebas dari bakso mercon," ucap Lala sambil tersenyum menunjuk Zara.


"Udah sono lo pulang," usir Raina.


"Jahat banget Lala diusir," ucap Lala memelas.


********


Setelah memastikan Lala dan Fathan tidak ada disekitaran kampus mereka mulai membicarakan soal rencana mereka hari ini sampai puncak surprise yang mereka tidak tahu akan berakhir garing atau sebaliknya.


Disana sudah ada Raina, Zara, Aisyah dan Aldo tidak ketinggalan kedua teman Fathan yang akan ikut membantu mereka.


"Oh iya Raina tadi Fathan nyuruh gw bilang ke lo suruh temuin dia nanti di taman belakang," ucap Raka.


"Ngapain?" tanya Raina.


"Gak tau yang jelas bukan arisan," saut Rama.


"Nah moment bagus tuh nanti disana lo sebisa mungkin bersikap keras kepala jangan mau ngalah bikin dia marah semarah marahnya pokoknya," ucap Aldo.


"Nah yaudah sekarang kita bagi tugas dah siapin semuanya, seharusnya Lala diajak nih seru kalo ada dia soal beginian tapi sayangnya dia berkhianat sih," ucap Zara sambil tertawa.


"Tenang aja Zar, nanti Lala ikut kok gw suruh kak Reno sama Fano dateng juga buat ngeramein," ucap Raina.


"Yaudah sono dah kamu temuin bang Fath, inget ya jangan salah orang," ucap Aisyah.


Raina pergi meninggalkan yang lainnya menuju parkiran, ia mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang ia cari dan pas sekali pandangannya bertemu dengan Fathan segera ia menghampiri Fathan.


"Iya, aku mau jelasin soal beberapa postingan yang ada di akun instagram aku dan soal waktu itu aku gak bales chat kamu," ucap Fathan.


"Gak usah dijelasin aku udah paham," ucap Raina acuh.


"Paham apanya? Ngejelasin aja belum kok udah paham," ucap Fathan kebingungan.


"Iya aku paham kalo kamu bosen sama aku dan kamu tau gak kalo aku nyesel milih kamu dan nolak Aldo aku baru sadar kalo Aldo lebih baik dari pada kamu," ucap Raina dengan wajah seriusnya.


Fathan kaget mendengar perkataan Raina ia terus menyumpah serapahi siapapun yang ada dipikirannya.


"Kenapa kamu ngomong kaya gitu? Aku ngajak kamu kesini mau nyelesain kesalahpahaman antara kita tapi kayanya percuma juga aku jelasin," ucap Fathan.


"Emang kenyataannya begitu aku ngiranya kamu serius sama aku dan kamu beda dari yang lain ternyata kamu gak jauh beda," ucap Raina.


"Segampang itu kamu ngomong kaya gitu ke aku tanpa nyari tau dulu kebenarannya gimana, yaudah gini aja sekarang kamu maunya gimana? Mau dengerin penjelasan aku dulu gak?" ucap Fathan.


"Gak usah dijelasin aku gak mau denger penjelasan kamu nanti yang ada penjelasan kamu cuma bikin aku sakit hati dan kecewa terus menerus" ucap Raina.


Barusan gw ngomong apaan sih pasti geli banget dah kalo didengerin ulang.


"Yaudah kamu maunya gimana, aku mau jelasin kamu gak mau denger, dimata kamu aku selalu salah si Aldo itu selalu benar kan? Makanya kamu sekarang nempel terus sama dia," geram Fathan yang mulai kesal dengan sikap Raina.


"Kok malah jadi ke aku, tapi emang nyatanya Aldo lebih baik dari pada kamu, dia gak pernah bikin aku kecewa kaya kamu," ucap Raina sambil menuding wajah Fathan.


Duh berasa pacar durhaka gw nunjuk-nunjuk muka pacar yang jelas-jelas lebih tua dari gw, maafin gw ya Kak ini demi surprise.

__ADS_1


Setelah mendengar perkataan Raina Fathan terdiam berusaha menetralkan emosinya Fathan menatap Raina kesal lalu kakinya menendang bangku taman yang terbuat dari batu hingga membuat Raina meringis saat melihatnya.


Duh kasian kakinya pasti sakit banget cowo gini banget sih kalo marah suka gak mikir segala batu ditendang bisa-bisa tuh kaki penyok dah.


"Kalo gitu kamu pacaran aja sama dia gak usah sama aku, sekarang kita putus itu kan mau kamu biar kamu bisa jadian sama dia, ternyata kamu gak jauh beda sama cewe-cewe lain," teriak Fathan melangkahkan kakinya meninggalkan Raina dengan kaki yang sedikit diseret.


Raina terkejut sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya melihat punggung Fathan yang semakin lama menghilang.


"Kenapa jadi gini sih, gw kelewatan kayanya tadi, huaa kak Fathan maafin aku, kejar gak ya?" gumam Raina kebingungan lalu ia dibuat terkejut saat Maira dan teman-temannya muncul.


"Putus ya? kasian banget sih tapi kok lo gak sedih ya," ucap Maira.


"Bukan urusan lo," ketus Raina pergi meninggalkan Maira sambil menyenggol kasar tubuh Maira.


"Santai dong yang abis diputusin galak banget kaya macan," teriak Maira.


Raina terus komat kamit menyumpahi Maira yang tiba-tiba datang mengejeknya.


"Rasa panik gw lebih besar dari pada rasa sedih gw, gw takut jadi putus beneran ih dasar Raina bloon bisa-bisanya lo kelewatan gitu ngomongnya," gumam Raina sambil memukul-mukul kepalanya sendiri.


*******


Lala baru saja sampai di rumah Raina ia masuk ke dalam rumah yang terlihat sepi.


"Katanya tadi Lala dicariin sama Fano dan kak Reno tapi kok rumah sepi banget kaya gak ada penghuninya," gumam Lala melangkahkan kaki menuju dapur.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2