SENIOR

SENIOR
Sah!


__ADS_3

Selamat membaca semuaaanya.


Aku mau kasih gambar dekorasi resepsi pernikahan Lala dan Reno tapi takut lama di reviewnya, jadinya aku simpen aja deh di galeri hp ku Haha. Kalian berimajinasi aja ya gimana tuh pernikahan bertema gardening tapi ada air-airnya sejenis kolam terus ada layar tancep.


MARI BERIKAN UCAPAN SELAMAT UNTUK LALA DAN RENO YA HAHA.


Hari ini tepat pada tanggal 27 Oktober 2020 diselenggarakannya akad sekaligus resepsi pernikahan Lala dan Reno, semua orang sudah bersiap-siap menunggu kedatangan mereka dengan sangat penasaran.


Raina, Zara dan Aisyah kini berada di tempat rias Lala. Mereka menatap Lala dengan tatapan terharunya karena salah satu sahabatnya sudah menemukan jalan hidupnya. Disatu sisi lain mereka sangat sedih karena fokus Lala akan terbagi antara suami dan sahabatnya.


Zara yang sudah berbicara dengan Lala perihal masalahnya dengan Farhan dan juga Fahira akhirnya mengerti saat mendengar beberapa pengertian yang dibicarakan oleh Lala padanya. Meskipun sekarang ini suasana hati Zara sedang tidak baik tetapi ia berusaha sebisa mungkin untuk menutupi semua itu di hari bahagia sahabatnya karena ia tidak mau merusak acara sahabatnya.


Zara meneteskan air matanya saat mengingat betapa dewasanya Lala ketika berbicara padanya semalam. Disaat semua orang membela orang yang salah justru Lala mati-matian membelanya.


"Gak nyangka banget Lala si biang rusuh mau nikah. Udah dapet jodohnya jadi kurang-kurangin onengnya ya La. Jangan lupain kita pokoknya sekurang-kurangnya 3 kali seminggu kita jalan-jalan bareng. Walaupun gw sebel sama lo tapi gw sedikit sayang kok sama lo, sini peluk." Zara merentangkan tangannya kemudian memeluk Lala.


Lala membalas pelukkan Zara ia ingin sekali ikut menangis tetapi ia takut dimarahi oleh Mba-mba yang bertugas merias wajahnya.


"Kalian bertiga kenapa nangis sih berasa lagi berduka aja. Maaf ya Lala gak bisa ikut-ikutan nangis soalnya Lala takut dimarahin sama Mba-mba ini," ucap Lala sambil mengarahkan jari telunjuknya pada perias pengantin.


"Bukan Mba ini aja yang bakal marahin lo, gw juga bakalan ikut marahin lo Lala kalo lo nangis sekarang, ini kan hari bahagia lo harusnya kan lo seneng," ucap Raina.


"Oh iya kok lo kesini sih Rain, harusnya kan lo nyamperin kak Reno," tanya Lala heran.


"Disana udah banyak orang gw sumpek, apalagi disana ada Fahira," jawab Raina dengan nada malasnya.


Lala mengerutkan dahinya saat mendengar ucapan Raina. Dengan gemas ia mencubit lengan Raina hingga membuat Raina meringis kesakitan.


"Apaan sih La. Kurang ajar banget nih orang belom resmi jadi kakak ipar udah senioritas aja lo nyubit-nyubit gw," omel Raina sambil mengusap-usap lengannya.


"Lo bloon banget sih Raina, kayanya otak lo perlu di isi ulang deh. Kenapa lo biarin dia disana, lo mau kak Fathan digodain sama dia? Buruan sana balik jangan kasih dia kesempatan buat tebar pesona disana." Wajah Lala terlihat sekali sangat gemas dengan Raina yang sangat lambat mencerna ucapannya akhirnya ia mengambil tindakan mendorong paksa Raina keluar dari ruang riasnya.


"Lo ngusir gw? Sahabat macam apa lo berdosa sekali lo Lala," omel Raina.


Mendengar omelan Raina, Lala hanya tertawa sambil memasang wajah jeleknya meledek Raina.


"Bodoamat! Penganten mah bebas. Sono buruan balik ke tempatnya kak Reno, lo ketekin kak Fathan biar gak deket-deket sama Fahira. Bye bye Raina." Lala melambaikan tangannya pada Raina kemudian menutup pintu dengan sengaja ia mengunci pintu supaya Raina tidak masuk.


"Biarin aja nanti gw suruh Fahira deketin kak Reno biar nanti nikahnya sama dia bukan sama lo," teriak Raina di balik pintu.


Lala tidak memperdulikan teriakan Raina di luar sana, ia kembali duduk di depan meja rias membiarkan MUA merapikan make up nya.


"Parah banget lo La, calon ade ipar itu di dzolimin Haha," ucap Zara.


"Biarin aja, siapa suruh dia pasrah kaya tadi," ucap Lala.


Tok! Tok! Tok!


Suara pintu yang diketuk berkali-kali dengan tidak sabar membuat Lala dan kedua sahabatnya menolehkan kepala mereka ke arah pintu.


"Kak Lalaaaaa pooo buka pintu buluan Pano mau masuk!" teriak Fano sambil mengetuk pintu berkali-kali.


"Udah kamu duduk aja disitu biar aku yang buka pintunya," ucap Aisyah beranjak dari kasur menuju pintu kemudian membuka pintu.


Kedua bocah yang sudah bosan menunggu di depan pintu berhamburan masuk ke dalam kamar. Sedangkan Aisyah hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol kedua bocah tersebut.


Fano tercengang melihat Lala yang sudah selesai di rias, ia menatap Lala dari atas hingga ke bawah kemudian ia berjalan memutari Lala.


"Wihhh kak Lala kelen banget jadi cantik. Liat Cila kaya bukan kak Lala ya," puji Fano.


"Iya kak Lala cantik banget, Cila jadi mau kaya kak Lala," ucap Cila menatap kagum pada Lala.


"Nanti ya tunggu kartinian pasti bisa kaya gini. Oh iya kalian ngapain kesini," saut Lala.


"Pano sama Cila bosen jadinya kita jalan-jalan aja, kita pamit dulu ya mau jalan-jalan lagi soalnya kita belum ke tempatnya kak Leno," pamit Fano berjalan meninggalkan kamar yang digunakan untuk merias pengantin.


"Lalaaaa ... Aku pengen nangis lagi jadinya setiap liat kamu. Meskipun kita baru kenal tapi rasanya bahagia banget liat Lala yang mau nikah. Peluk aku dong La," ucap Aisyah.


"Oh iya masih ada waktu ini 15 menit lagi kita foto-foto aja yuk," ajak Aisyah.


Mereka pun asik berfoto-foto hingga akhirnya Lala pun dipanggil oleh Linda untuk segera turun karena akad akan dimulai.


Lala menghembuskan nafasnya perlahan kemudian ia berjalan bersamaan dengan Linda dan kedua temannya.


Lala terus komat kamit membuat Zara dan Aisyah risih mendengarnya.


"Perasaan yang mau ngucap akad kak Reno kenapa Lala ikut ngapalin ya," heran Aisyah sambil menggaruk lehernya.


"Eh Lala yang ngomong nanti kak Reno bukan lo jadi lo gak perlu komat kamit kaya gitu. Tugas lo duduk manis aja di samping kak Reno dan tunjukin senyum cantiknya," ucap Zara.


***


Waktu berjalan begitu cepat kini Lala dan Reno resmi menjadi suami istri setelah pengucapan ijab qobul 10 menit yang lalu. Tiada hentinya mereka mengucapkan syukur pada Allah yang sudah memberikan kelancaran pada proses pengucapan akad kedua mempelai tanpa adanya hambatan.


Kini seluruh keluarga dan juga beberapa tamu yang menyaksikan akad mereka sedang memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai yang sudah resmi menjadi suami istri.


"Selamat ya kalian berdua akhirnya nikah juga, keren dah patut dicontoh kaga pacaran tapi tiba-tiba nikah," ucap Farhan menjabat jangan Reno dan Lala bergantian.


"Asikkkk gw dapet ponakan baru. Kalo bisa nanti malem buatnya pake bismillah terus kalo udah kelar jangan lupa shadaqallah ya bang Reno biar nanti anak lo anteng gak rusuh kaya emaknya," ucap Rama tersenyum pada Reno.


Lala yang mendengar ucapan Rama pun menghadiahi Rama dengan jambakan mautnya.


"Ngomong yang aneh-aneh lagi gw jambak sampe botak lo ya," ketus Lala sambil memelototi Rama.


Rama meringis sambil mengusap-usap kepalanya.


"Gw kira si Lala jadi penganten bakalan kalem ternyata tetap aja galak kaya singa. Gw abang lo tau La, masa lo gak takut sama gw," keluh Rama.


Fathan dan Raina yang sedari tadi menunggu di belakang menatap Rama kesal karena Rama terus berbicara.


"Minggir dulu bisa gak? Nanti ributnya dilanjutin lagi, gak liat tuh antrian panjang," tegur Fathan sambil menunjuk kebelakang.


Rama pun menggeser tubuhnya dan memutuskan untuk pergi berkeliling.


"Bang Ren akhirnya abang kesayangan gw ini pecah rekor juga. Selamat menepuh kehidupan yang sesungguhnya ya, semoga jadi keluarga yang samawa. Jadi imam yang bisa ngebawa keluarganya menuju surga. Lala juga udah jadi istri jangan ngeyel sama kak Reno durhaka nanti lo kalo ngelawan dia. Udah sih gitu aja kasian yang dibelakang pada ngantri. Bahagia selalu ya kalian berdua." Raina memeluk Reno dan Lala.


"Cuma mau nambahin aja yang dibilang sama Rama bener Bang, jadi kalo bisa diterapkan ya biar nanti lo gak pusing ngurus duplikatnya Lala," bisik Fathan.


Lala memperhatikan Fathan yang sedang membisikan sesuatu pada Reno, hal tersebut berhasil membuat Lala penasaran.


"Kak Fathan lo bisik-bisik apa? Kenapa gw gak dibisikin juga," tanya Lala.


"Diterima sarannya Haha. Udah sana minggir dulu biar cepet kelar abis itu gw mau jalan kesana." Reno menunjuk ke arah pelaminan dimana mereka akan menyambut setiap tamu yang datang.


Setelah selesai meladeni keluarga yang ingin mengucapkan selamat pada mereka, Reno pun berpamitan dan bergegas pergi meninggalkan Lala sebentar karena ada beberapa hal yang harus ia urus.


"Kak mau kemana sih," tanya Lala penasaran.


"Tunggu aja disitu jangan kemana-mana sebelum aku dateng ya," pinta Reno.


Lala hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan apa yang dikatakan oleh Reno.


***


Fano tersenyum senang saat melihat banyak sekali makanan yang berjejer. Ia tidak sabar ingin menyicipi semua makanan yang ada di meja.

__ADS_1


"Cila ayo kita berbulu makanan, kayanya semuanya enak apa lagi disana ada es klim lasa dulen," ajak Fano kemudian berlarian menghampiri stan cemilan terlebih dahulu.


Fano mendudukan dirinya di kursi yang tidak jauh dari posisi dirinya berdiri.


"Fano rakus banget sih itu tangannya udah penuh makanan semua kaya abis aja," ucap Cila menatap makanan yang berada di tangan Fano.


"Abis lah, makanan itu sahabat Pano tau dimana ada makanan pasti Pano selbu. Cila jangan makan banyak-banyak ya nanti tambah gendut. eh tapi kata kak Lala gapapa sih kalo lapel ya makan aja gak usah takut gendut. Nih mau gak?" ucap Fano menyodorkan makanannya pada Cila.


Selesai menghabiskan makanannya Fano pun mengajak Cila berkeliling untuk berburu makanan kembali.


"Pano duduk dulu dong, Cila capek banget nih dari tadi jalan-jalan sama makan terus," keluh Cila.


***


Reno yang sudah selesai menyelesaikan urusannya kembali menyusul Lala dengan senyum yang terus menghiasi bibirnya.


Melihat hal tersebut membuat Lala menatap Reno heran kemudian ia mengangkat tangannya dan menempelkan telapak tangannya di dahi Reno.


"Gak panas. Tapi kenapa dia senyum-senyum sendiri sih," gumam Lala sambil membolak balikan tangannya di dahi Reno.


Reno memegang tangan Lala kemudian menurunkannya dan membawa Lala berjalan bersama menuju pelaminan.


"Aku sehat dan gak sakit sama sekali. Yuk kita kesana udah ditunggu tuh sama tamu-tamu," ajak Reno.


Lala dan reno dibantu oleh Aisyah dan Reyhan berjalan menuju pelaminan terlihat suara bersorak-sorak dari sekitarnya yang meneriaki kedatang sepasang pengantin.


Baru saja Lala dan Reno mendudukan diri mereka kemudian layar hitam menyala dan menampakkan beberapa foto kebersamaan Lala dan Reno terdengar suara backsound yang membuat Lala terharu melihatnya. Foto berhenti kemudian muncul video dengan durasi 5 menit yang sengaja Reno buat untuk Lala.


*Hallo semua video ini saya buat jauh sebelum saya menikah dengan perempuan yang sekarang menyandang status sebagai istri saya. Izin kan saya berbicara beberapa menit ya Hehe. Saya mau ucapin banyak terima kasih buat keluarga yang sudah mensupport kami dan buat kalian yang sudah merelakan waktunya mengurus pernikahan yang serba mendadak ini sampai menghasilkan acara sebagus dan seindah yang sekarang.


Untuk perempuan yang saat ini resmi menyandang status sebagai istri saya yaitu Lala maharani. Sejujurnya tak pernah terbayangkan oleh saya bahwa jodoh saya adalah sahabat dari adik saya. Dia sosok perempuan yang sangat unik dan sangat berbeda dari yang lainnya, dia perempuan yang mampu membuat saya merasa uring-uringan disaat dia tidak ada. Dia juga yang mampu mengubah mood saya disaat saya sedang kesal. Sosok perempuan hebat yang tidak pernah menunjukkan bahwa dirinya hebat, dia hanya menunjukkan sisi keanehannya pada orang lain. Terima kasih sudah membuat hari-hari saya lebih berwarna sejak kehadiran kamu. Terima kasih sudah membuat ku jatuh cinta untuk yang terakhir kalinya dan aku berharap kamu orang yang nantinya selalu membuat aku terus jatuh cinta berulang kali pada dirimu. I love you Lala maharani.


Aku bukan tipe laki-laki yang jago dalam berkata-kata romantis. Butuh waktu lama untuk berfikir dalam membuat video ini. Saya harap perasaan yang rasakan saat ini sama dengan yang dia rasakan*.


Layar kembali berwarna hitam menunjukkan bahwa video telah selesai di putar. Terlihat beberapa keluarga dan tamu undangan menatap haru pada kedua pengantin.


Prok! Prok! Prok!


Suara tepuk tangan dan sorak-sorak tamu undangan membuat Lala tersadar dari lamunannya, ia tidak menyangka Reno membuat video seperti di depan umum. Ia tahu betul laki-laki yang saat ini berada di sampingnya bukan tipe laki-laki yang pandai dalam hal romantis.


"Kak ini seriusan? Siapa yang ngajarin," bisik Lala yang masih sulit untuk mempercayai video yang baru saja diputar memang benar atas keinginan Reno sendiri tanpa suruhan dari yang lainnya.


Reno menganggukkan kepalanya terkekeh melihat wajah Lala yang nampaknya terlihat sangat syok.


"Iya. Mana ada yang ngajarin sedang kan yang lainnya aja sibuk ngurus tugas mereka," ucap Reno.


"Kak Reno nyontek dimana? Kok kata-katanya mengandung bawang ya, Lala terharu," ucap Lala dengan mata yang berkaca-kaca.


"Nyontek dikit di google tapi selebihnya emang bener-bener dari hati," saut Reno.


"I love you artinya aku cinta kamu berarti kak Reno cinta beneran sama Lala? Gak boong kan," tanya Lala.


Reno gemas mendengar Lala yang terus menerus bertanya padanya. Reno menyentil jidat Lala dengan sengaja supaya Lala segera sadar dan tidak berfikir teralu jauh.


"Iya semua bener, udah deh gak usah syok begitu Haha. Bukan cinta aja tapi aku sayang sama kamu," ucap Reno.


Lala terdiam saat mendengar ucapan Reno, ia tidak menyangka Reno menaruh hati padanya. Refleks Lala memeluk Reno dan seketika membuat seluruh tamu berteriak.


Bukan hanya Lala yang kaget tetapi seluruh keluarga dan teman-teman mereka pun kaget saat menyaksikan video tersebut.


"Wih patut dicontek nih caranya. Gw gak kepikiran loh buat bikin beginian. Ternyata bang Reno so sweet juga, jadi iri deh uwu banget mereka," ucap Rama dengan heboh.


"Cari pacar dulu baru boleh iri," saut Raka.


"Loh sejak kapan lo ada disini, bukannya pas akad lo belom dateng ya" heran Rama.


"Bangga banget sama bang Reno. Aku yakin Lala bakalan bahagia sama dia. Jadi pengen peluk bang Reno deh," ucap Raina.


Fathan tersenyum menatap Raina yang pandangannya fokus pada pelaminan. Ia mengusap air mata Raina yang berada di pipi dan sudut mata Raina.


"Jangan nangis. Mereka keliatannya bahagia banget tuh. Aku sama yakin nya kaya kamu kalo mereka emang pasangan yang cocok banget. Cuma kasian di aku, Aku jadi gak bisa ngeledek Lala kalo kaya gini ceritanya." Fathan menatap ke arah pelaminan dengan wajah murungnya.


Raina menolehkan kepalanya pada Fathan saat mendengar ucapan Fathan.


"Loh kenapa?" tanya Raina.


"Kamu liat dong suaminya dia siapa sayang, kalo aku gak baik-baik sama Lala yang ada aku gak dapet restu dari bang Reno," ucap Fathan.


"Kan masih ada bang Rey Hehe," saut Raina.


***


Fahira yang menyaksikan hal tersebut ikut tersenyum, ia membayangkan yang menjadi Reno adalah Fathan dan yang menjadi Lala adalah dirinya.


Namun khayalannya buyar saat dirinya melihat Fathan dan Raina jalan melewatinya dengan begitu mesra membuat Fahira menatap mereka kesal.


"Tenang Fahira, mengalah buat menang lebih baik biarin mereka bahagia dan sehabis ini jangan harap gw bakal biarin kalian bahagia dan nyakitin batin gw terus-terusan," gumam Fahira.


Tanpa Fahira sadari dari kejauhan Zara terus mengawasi gerak-gerik Zara tanpa terlewat sedikit pun.


"Ternyata yang diincer sama dia Raina, lo liat aja ya perempuan banyak drama gw gak akan biarin lo ngerecokin mereka," gumam Zara.


Melihat Fahira pergi meninggalkan kursinya, Zara pun pergi menyusul Fahira tanpa berpamitan terlebih dahulu dengan yang lainnya.


Zara kebingungan saat tidak melihat keberadaaan Fahira disana, ia merutuki dirinya sendiri yang tidak bergerak cepat hingga kehilangan jejak Fahira.


"Kemana sih cewe gila itu perginya. Cepet banget dia jalannya," gerutu Zara.


Fahira yang bersembunyi di balik pohon tersenyum miring melihat Zara yang kebingungan.


Enaknya diapain ya cewe sok pahlawan ini. Kayanya dia perlu gw kasih pelajaran biar dia kapok dan tau gimana rasanya berurusan sama gw.


Fahira melihat sekelilingnya dan melihat pelayan yang sedang membawa minuman dengan cepat ia memanggil pelayan tersebut dan memberikannya uang.


"Selamat berbasah-basahan cewe bar-bar," ucap Fahira.


Fahira pun pergi meninggalkan tempat tersebut tanpa menyaksikan Zara yang terkena siram air es.


Pelayan berjalan membawa minuman mendekati Zara namun ia dibuat terkejut saat melihat orang yang berada di hadapannya adalah Zara orang yang sangat ia kenal.


Itu kan Zara, gak mungkin gw ngerjain Lala mendingan gw balikin deh ini uangnya.


"Zaraa," sapa pelayan.


"Loh Yola, lo ngurus event ini juga? Ya ampun udah lama banget gw gak ketemu lo." Zara memeluk pelayan yang diketahui bernama Yola.


Yola tersenyum dan menganggukkan kepalanya, sebenarnya ia tidak fokus dengan apa yang ditanyakan oleh Zara karena yang ada di dalam fikirannya Fahira yang memberikannya uang untuk mengerjai Zara.


"Zar gw mau nanya deh sama lo. Lo punya musuh atau orang yg gak suka sama lo?" tanya Yola.


Zara terdiam dan berfikir sejenak. Ia bingung dengan maksud pertanyaan Yola.


"Kenapa emangnya Yol?" tanya Zara.


"Tadi ada yang ngasih gw duit ini, dia nyuruh gw ngerjain lo numpahin minuman yang gw bawa ke lo. Tadinya gw ambil karena gw lagi butuh duit banget, tapi pas gw tau targetnya lo mana mungkin gw lakuin, nanti gw balikin aja deh duitnya ke orangnya," jelas Yola.

__ADS_1


"Siapa yang nyuruh?" tanya Zara penasaran.


"Gw gak tau namanya Zar pokoknya cewe," jawab Yola.


Zara mengepalkan tangannya. Matanya melirik sekitar mencari keberadaan Fahira.


"Oh iya gw tau pasti cewe gila itu deh. Makasih ya, ambil aja, gak usah dibalikin duitnya lagian dia nya aja gak liat," ucap Zara.


***


Fahira mendudukkan dirinya di salah satu kursi yang tidak jauh dari posisi Raina dan Fathan. Ia terlihat sedang berfikir apa yang harus ia lakukan untuk mengerjai Raina.


Fahira mengembangkan senyumnya saat Fathan pergi meninggalkan Raina sendirian. Ia tidak menyia-yiakan kesempatan yang langka tersebut dengan cepat ia menghampiri Raina kemudian menarik paksa tangan Raina untuk mengikutinya.


Raina kaget saat Fahira tiba-tiba saja menarik tangannya dengan kasar.


"Mau ngapain sih. Gak usah narik-narik sakit tangan gw! Lepasin Fahira!" teriak Raina.


"Berisik lo! Mending lo diem ikutin gw. Rasa sakit di tangan lo gak ada apa-apanya kalo dibandingin sama rasa sakit hati gw," ucap Fahira.


"Apa hubungannya tangan gw sama sakit hati lo, mending lepasin deh gak usah aneh-aneh." Raina terus berusaha melepaskan tangan Fahira dari tangannya.


Raina terdiam menatap Fahira kemudian melirik tangannya. Ia merasa Fahira ada niat buruk padanya. Melihat Fahira yang membawanya ke tempat yang sepi membuat Raina panik.


Gak ada cara lain kayanya gw harus gigit tangan dia deh. Gw curiga Fahira ada niatan jelek sama gw.


"Argh!" teriak Fahira refleks melepaskan cengkramannya pada tangan Raina.


Raina pun menjauhkan dirinya dari Fahira, ia mengedarkan pandangannya ke sekitar berusaha mencari keberadaan Fathan atau siapapun yang bisa membantunya.


"Maaf Fahira gw terpaksa gigit tangan lo," ucap Raina.


"Kurang ajar lo ya. Sini lo jangan kabur!" teriak Fahira.


"Lo mau apa sih Fahira. Kita kan bisa bicarain semua baik-baik gak harus kaya gini," ucap Raina menjauh dari Fahira.


"Gak bisa baik-baik lagi karena ini semua berhubungan sama Fathan. Lo udah bikin Fathan lupa sama gw Raina, semua gara-gara lo!" bentak Fahira.


"Kenapa gara-gara gw. Itu kan hak nya kak Fathan gak ada hubungannya sama gw," ucap Raina.


"Banyak omong lo, sekarang lo ikut gw. Gw mau berbagi sama lo gimana sakitnya dilupain sama orang yang lo sayang," ucap Fahira kembali menarik paksa tangan Raina.


Raina terus melawan Fahira tetapi ia dibuat kesulitan oleh heels yang ia gunakan hingga membuat kakinya sakit dan terpaksa ia mengikuti Fahira.


Fahira membawa Raina ke arah danau yang tidak jauh dari resepsi pernikahan Reno dan Lala. Fahira hampir saja mendorong Raina ke danau namun niatnya dibatalkan oleh kedua kerucil yang mendadak datang.


"Kak Rainaaaaa!" teriak Cila sambil membantu Raina berdiri supaya Raina tidak jatuh.


Fano memicingkan matanya menatap Fahira kesal, ia berjalan mendekati Fahira kemudian mendorong Fahira hingga terjatuh ke atas tanah. Fano merauk tanah merah kemudian ia lumuri di wajah Fahira.


"Haha ondel-ondel balu. Sukulin tuh pembalasan dali Pano wle. Dasal monstel jahat, Pano gak akan bialin monstel jahatin kak Laina," ledek Fano sambil menjulurkan lidahnya.


"Dasar anak kecil gak tau sopan santun. Sini lo biar sekalian gw kasih pelajaran kalian semua!" teriak Fahira sambil memegangi wajahnya yang sempat dilumuri tanah merah oleh Fano.


"Gak takut wle wle wle. Sini kalo belani lawan Pano," tantang Fano.


***


Fathan sedari tadi kebingungan saat melihat Raina tidak ada di kursinya, ia sudah berusaha mencari Raina ke segala tempat namun hasilnya nihil hingga membuatnya cemas.


Zara dari kejauhan melihat Fathan yang gelisah pun penasaran dan memutuskan untuk menghampiri Fathan.


"Kok lo sendirian kak, Raina mana?" tanya Zara.


"Tadi gw sama dia terus gw tinggal bentar tiba-tiba dia gak ada," jawab Fathan dengan wajah cemasnya.


"Lo tenang dulu jangan panik. Lo udah nyari ke sekitaran belom terus lo udah tanya yang lain belom," tanya Zara.


"Udah. Tapi sampe sekarang gw gak ketemu sama dia. Bahkan gw udah nyari ke sekitaran kolam karena gw takut dia kenapa-kenapa," saut Fathan dengan perasaan yang tidak karuan kini yang ada di dalam fikirannya hanya Raina.


Mendengar penjelasan Fathan, Zara menganggukkan kepalanya ia tahu siapa yang membuat Raina menghilang dadakan seperti sekarang ini.


"Lo tenang dulu kak. Percuma lo cari disini mending kita cari di luar area acara. Gw yakin Raina ada disana," ucap Zara dengan yakin.


"Tau dari mana lo," tanya Fathan.


"Gak penting tau dari mana yang jelas kita kesana dulu jangan sampe telat dan lo nyesel nanti gw ceritain kalo Raina udah ketemu," ucap Zara.


Farhan pun menyetujui apa yang diucapkan oleh Zara, mereka berjalan ke luar dari acara resepsi setelah melewati dua tempat akhirnya mereka melihat Raina dan Cila yang berada di dekat danau. Fathan langsung berlarian menghampiri mereka dengan rasa cemas yang semakin membludak saat melihat Raina yang terduduk disana.


"Rainaa! Cila!" teriak Farhan dengan khawatir.


Cila tersenyum saat melihat Fathan yang tiba-tiba saja muncul dengan cepat Cila mengarahkan jari telunjuknya ke arah Fano dan Fahira meminta bantuan pada Fathan.


"Itu Fahira sama Fano ngapain?" tanya Fathan kebingungan.


"Kakak yang itu orang jahat dia mau jahatin kak Raina, itu Fano lagi berantem sama kakak itu," ucap Cila.


Zara mengerutkan alisnya saat sampai disana dan mendengar penjelasan Cila.


"Gila tuh cewe anak bocah diajakin ribut juga cemen banget beraninya sama bocah." Zara menatap Fahira dengan tatapan meremehkan.


"Zar gw minta tolong ya sama lo. Lo urus Raina, bawa dia ke penginapan tanpa orang lain tau biar gak ganggu acara Lala dan bang Reno, biar gw yang urus dia," pinta Fathan.


"Oke kak, tenang aja gw bakal bawa Raina. Terus ini dua bocah gimana Cila ikut kak Zara aja yuk bahaya disini takutnya nanti ada hewan-hewan yang bahaya biarin aja Fano disini sama kak Fathan," ajak Zara.


"Rain ayo, lo bisa jalan kan?" ucap Zara yang direspon anggukkan kepala oleh Raina.


Raina dibantu berdiri oleh Zara dan Cila mereka pun pergi meninggalkan Fano, Fahira dan Fathan disana.


Fathan mengepalkan tangannya melangkahkan kaki menghampiri mereka.


"Hira! Cukup!" bentak Fathan.


Mendengar suara Fathan. Fahira dan Fano menghentikan aksi mereka yang saling lempar-lemparan tanah merah yang basah.


"Tuh dia tuh jahat kak Jungkook, malahin dia aja jangan Pano ya," adu Fano sambil menunjuk Fahira, ia bersembunyi di balik tubuh Fathan.


"Gw bingung sama jalan fikiran lo Hira. Lo tau kan orang yang mau lo celakain itu pacar gw dan gw sayang banget sama dia. Tapi kenapa lo nyoba buat jahatin dia," ucap Fathan dengan nada dinginnya berusaha menahan emosi.


Fahira terdiam ia merasa terpojokkan dan tidak bisa mengelak, mau menyalahkan siapapun tidak bisa hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengeluarkan apa yang ia rasakan selama ini.


"Itu semua karena lo Fath. Lo teralu sibuk sama dia dan lo lupain gw makanya gw benci banget sama cewe itu!" teriak Fahira.


"Tapi gak gini caranya! Lo fikir dengan nyelakain Raina gw bakal peduli sama lo! Sama sekali engga yang ada gw bakalan benci sama lo! gw kira lo cewe yang baik ternyata gw salah," bentak Fathan.


"Gw gak peduli setelahnya lo mau benci gw atau gimana yang jelas gw mau dia ikut ngerasain apa yang gw rasain. Lo kira enak apa ngeliat kalian bahagia berdua sementara gw disini ngerasain sakit hati," ucap Fahira.


"Lo bukan Fathan yang gw kenal dulu. Semenjak kenal cewe sialan itu, lo gak peduli sama gw. Bahkan gw ngajak lo makan bareng aja lo gak mau, lo lebih milih bareng sama dia ngurusin nikahan Abangnya dia dibanding makan bareng gw. Gw sengaja balik lagi kesini buat lo Fath tapi ternyata yang gw dapetib sakit hati doang." Fahira mencurahkan semua unek-unek yang ada di dalam batinnya hingga membuatnya tidak bisa menahan air matanya.


"Kenapa lo gak dateng dari dulu? Kenapa disaat gw udah ada Raina lo balik. Harusnya lo bisa terima semua yang terjadi sekarang Hira, berapa lama lo pergi? Lo fikir lo berhak nuntut banyak sama gw? Sama sekali engga! Semua yang terjadi awal mulanya ada di lo jadi jangan pernah lo nyalahin Raina atau ada niatan buat nyelakain Raina. Gw gak akan tinggal diam kalo lo berani nyelakain Raina lagi, gw anggep ini peringatan pertama dan terakhir buat lo." Fathan berjalan menghampiri Fano yang sedang duduk di atas rumput kemudian mengajaknya pergi meninggalkan Fahira sendirian.


***


Bersambung ....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentarnya yaaaa. kalo ada saran boleh dititipkan di kolom komentar. Terima kasih udah baca ceritanya sampe abis. Lagi-lagi ini bab terpanjang yang aku buat. Anggep aja ini crazy up dari aku ya hehe.


Sekiam dan terima kasih.


__ADS_2