SENIOR

SENIOR
Lala dan Reno (2)


__ADS_3

Reno menuju wahana kora kora yang terletak tepat disebelah komedi ombak.


Lala menatap wahana kora kora yang sedang berjalan dan terdengar teriakan histeris orang orang yang berada di atas kora kora, ia bergedik ngeri ketika mendengar teriakan orang orang tersebut, lalu ia memundurkan langkahnya sedikit demi sedikit.


Reno yang menyadari hal tersebut tersenyum jahil dengan cepat menarik tangan Lala supaya tidak kabur.


"Kamu mau kemana, kita naik ini dulu betar lagi kelar tuh,"ucap Reno menunjuk wahana kora kora.


"Gw gak jadi naik deh kak, gw tunggu sini aja janji gak kemana mana,"ucap Lala memelas.


"Gak kamu harus naik masa aku naik sendiri kan


kita kesininya bareng,"tolak Reno mengeratkan genggamannya di tangan Lala.


Wahana kora kora berhenti, orang orang yang naik menuruni wahana untuk bergantian dengan yang sudah menunggu dibawah.


Lala melihat satu per satu ekspresi pengunjung


yang habis menaiki wahana kora kora, banyak


yang turun dengan keadaan pucat, senang, bahkan menangis


"Seserem itukah wahananya,"ucap Lala dalam


hati badannya mulai gemetar takut dan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Reno untuk kabur.


Reno yang menyadari hal tersebut tidak sedikitpun melepaskan genggamannya ia terus menahan tawanya ketika melihat wajah Lala yang pucat dan bibirnya gemetaran.


"Yuk buruan naik udah kosong tuh,"ajak Reno menarik tangan Lala.


"Gak mau ah kak lo aja yang naik,"ucap Lala berusaha melepaskan tangannya dari Reno.


"Kenapa ? takut ya hahah cemen bangat beginian aja takut,"ledek Reno terkekeh.


"Enggak, siapa juga yang takut ya udah ayo naik,"ucap Lala berjalan cepat sambil menarik Reno.


"Jadi dia yang narik,"gumam Reno menggelengkan kepalanya.


Lala dan Reno sudah berada di wahana kora kora, wahana akan mulai berjalan perlahan terlihat wajah Lala yang sangat tegang, semakin lama wahana semakin cepat dan membuat penumpangnya berteriak histeris.


"Huaaaaa ampunnnnn Lala belom mau mati bang,"teriak Lala saat tidak sengaja melihat kearah bawah.


"Arrrghhhhh sumpah ini kaya terjun bebas, udahan bang gw belom mau mati muda,"teriak Lala dengan tangan gemetar.


Reno yang menikmati jalannya wahana mendengar Lala berteriak tidak kuat menahan tawanya.


"Kamu kerasukan ya ginian aja drama bangat teriaknya, lepas aja tangannya gapapa nih kaya gini,"ucap Reno tertawa terbahak bahak lalu mengambil tangan Lala agar terlepas dari pegangannya.


"Eh jangan dilepas,"teriak Lala takut sambil menggengam tangan Reno kuat.


Tidak lama kemudian wahana berhenti tanda selesainya permainan. Lala terdiam sejenak berusaha menetralkan badannya tetapi ia tidak kuat berjalan.


"Ayo turun udah ada yang ngantri tuh, kamu mau naik lagi,"ucap Reno terkekeh.


"Ogah gw gak mau mati muda naik wahana ini,"ucap Lala gemetar.


"Terus kenapa masih betah disini kalo gak mau naik lagi,"tanya Reno gemas.


"Gw gak kuat jalan, badan gw gemetar semua ish bantuin jalan kek,"ucap Lala.


"Ya udah sini tangan kamu, aku bantuin jalan,"ucap Reno mengulurkan tangannya berniat ingin menuntun Lala.


"Gak mau, gw mau di gendong aja,"ucap Lala cemberut.

__ADS_1


"Dikasih hati minta jantung, ya udah buruan naik kepunggung aku keburu diteriakin orang orang yang mau naik,"omel Reno membungkukkan badannya sambil menepuk nepuk punggungnya.


Lala dengan cepat menaiki punggung Reno, lalu mereka keluar dari wahana. Banyak pengunjung yang menatap mereka iri, kagum dan terharu.


Lala yang malu karena merasa menjadi pusat perhatian dengan cepat menyembunyikan wajahnya dibalik leher Reno.


Reno merasakan Lala menaruh kepalanya di dekat lehernya hanya tersenyum.


"Jangan tidur ya, kamu berat suer,"ucap Reno terkekeh.


"Enak aja kalo ngomong,"omel Lala sambil menarik satu helai rambut Reno.


"Eh jangan ditarik rambutnya, gak laku buat di jual tuh rambut,"ucap Reno yang merasakan rambutnya ditarik oleh Lala.


"Iya lah siapa yang mau beli rambut satu lembar, tapi kayanya ada deh, lo punya musuh bebuyutan gak kak,"tanya Lala tanpa sadar mengelus rambut Reno.


"Gak ada kayanya, kenapa memangnya,"jawab Reno.


"Kalo ada nih rambut mau gw jual ke musuh lo biar dia gampang nyantet lo,"ucap Lala terkekeh.


"Tau dari mana kamu rambut bisa buat nyantet orang,"tanya Reno.


"Dari tv gw nonton tuh di Antv,"ucap Lala mengembangkan senyumnya.


Reno merasakan pegal pada badannya, ia berniat menurunkan Lala tetapi ia tidak tega, ia melihat sendiri dengan mata kepalanya tangan Lala gemetaran dan wajahnya pucat setelah menaiki wahana kora kora.


"Kak lo mau sampe kapan gendong gw, emangnya gak capek gw sih seneng aja digendong begini,"ucap Lala tertawa.


"Capeklah badan lo berat bangat kata beban hidup,"omel Reno.


"Hahaha ya udah turunin aja kasian lo keberatan,"ucap Lala tersenyum lebar.


"Serius nih turunin,"tanya Reno.


Reno menurunkan Lala dari punggungnya dengan hati hati, lalu duduk di kursi yang tidak jauh dari warung.


"Kamu haus gak,"tanya Reno sambil melirik warung.


"Haus capek nih abis teriak teriak berasa konser,"ucap Lala menyentuh tenggorokannya yang kering.


"Yang nyuruh teriak siapa, ya udah aku beli minum dulu kamu disini aja jangan kemana mana,"ucap Reno berjalan menuju warung.


"Takut bangat gw kabur,"gumam Lala sambil melihat sekelilingnya.


Mata Lala berbinar saat melihat penjual harum manis ia ingin menghampiri tetapi ia mengurungkan niatnya teringat dengan pesan Reno sebelum pergi membeli air minum bahwa ia tidak boleh pergi kemanapun sebelum Reno datang.


Tidak lama kemudian Reno datang membawa 2 botol air mineral, Lala tersenyum senang melihat Reno yang sudah datang.


Reno yang melihat Lala tersenyum begitu senang menatap Lala dengan penuh menyelidik.


"Kenapa kamu senyum senyum begitu,"ucap Reno.


"Hehe lo mau dapat pahala gak kak ren,"tanya Lala sembari tersenyum lebar.


"Langsung aja ke intinya gak usah basa basi, mau beli apa?"tanya Reno yang sudah sangat paham dengan sifat Lala.


"Hehe lo emang pengertian deh kak, gw doain dimurahkan jodohnya biar gak kalah lo sama kak Rey,"ucap Lala dengan polosnya,"Gw mau rambut nenek."ucap Lala menunjuk harum manis yang bergantungan.


"Iya apa katamu lah capek aku ngeladeninnya,"ucap Reno pasrah lalu berjalan kearah penjual harum manis.


"Harum manis nya 4 ya pak,"pinta Reno.


Setelah membeli harum manis Reno memberikan uang kepada penjual lalu kembali menghampiri Lala.

__ADS_1


"Nih makan semuanya biar sakit gigi sekalian,"ucap Reno memberikan keempat harum manis yang baru saja ia beli.


"Makasih loh kak dibeliinnya banyak lagi, nanti gw sisain ah dikit buat Raina,"ucap Lala senang mengembangkan senyumnya lalu memeluk Reno. Reno yang dipeluk oleh Lala hanya terdiam tanpa membalas pelukkan tersebut.


"Ih sok ganteng bangat si, kalo dipeluk tuh balas peluk lagi dong kak jangan kaya di ftv ftv,"omel Lala sambil melepaskan pelukkannya.


"Ogah kamu bau belum mandi,"ucap Reno sambil menutup hidungnya.


"Iya si pas pergi kesini gw belom mandi, tapi kan lo juga belom mandi,"ucap Lala


"Tapikan aku gak peluk peluk kamu,"ucap Reno.


"Tapi tadi kamu gendong aku,"ucap Lala menirukan gaya berbicara Reno.


"Terserah,"ucap Reno berjalan mendahului Lala yang kesusahan membawa Harum manisnya.


"Kak tolongin gw, gw gak bisa bawanya,"teriak Lala.


Reno membalikan tubuhnya lalu tertawa terbahak bahak sembari menghampiri Lala.


"Makanya jangan minta kalau gak bisa bawanya,"ledek Reno gemas lalu menyentil kening Lala.


"Ih kan gw gak minta sebanyak ini, lo yang belinya kebanyakan tapi gapapa deh gw suka,"ucap Lala menyentil tangan Reno karena ia tidak sampai untuk menyentil keningnya Reno.


"Ya udah sini aku bantuin bawa, kamu bawa 2 aku 2,"ucap Reno mengambil sebagian harum manis yang dibawa oleh Lala.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2