
Fathan sibuk dengan ponselnya membuat Raina yang berada di samping melirik penasaran pada ponsel Fathan hingga akhirnya ia melihat hal apa yang dilihat oleh Fathan hingga membuat Fathan begitu terfokus dengan ponselnya.
Raina mengalihkan pandangannya beranjak dari kursinya berniat pindah dari tempat sebelumnya namun Fathan terus fokus pada ponselnya tidak menyadari perubahan sikap Raina.
Zara menyadari perubahan sikap Raina dengan gerakan cepat ia mengambil botol air mineral yang sisa sedikit tangannya terangkat melempar botol air mineral tepat mengenai wajah Fathan beserta ponselnya membuat ponsel terjatuh di atas meja.
Fathan mendengus sebal matanya menatap Zara kesal.
"Lo kalo kesal sama Farhan ngamuknya sama Farhan dong jangan sama gw mentang-mentang muka gw mirip lo ngamuknya sama gw," geram Fathan tangannya kembali mengambil ponselnya yang sempat terjatuh di atas meja.
"Kalo itu sih jelas, lagian gw lempar lo bukan karena muka lo mirip sama kembaran gila lo itu, tuh liat Raina pindah tempat duduk gara-gara lo asik main hp makanya dengan baik hati gw kasih tau ke lo pake botol ini," jelas Zara.
Lala sedang asik dengan game online yang dia mainkan di ponselnya membuatnya sedikit terusik dengan perdebatan teman-temannya.
"Kalian ributin apa sih?" tanya Lala dengan wajah polosnya.
Perkataan Lala sama sekali tidak direspon oleh yang lainnya hingga membuatnya mendengus sebal.
"Kacang kacang kacang ... Telur telur telur ... Kacang telur garuda." Lala bernyanyi dengan mata yang melirik kesana kemari.
"Berisik nih Lala suara lo gak enak didenger tau," omel Rama.
"Enak kok tanya aja sama kucing oren pasti dia jawab iya," saut Lala dengan tangan yang menunjuk ke arah kucing.
"Serah lo, heran gw kenapa bisa-bisanya gw ditakdirin jadi Abang dari bocah somplak kaya lo," keluh Rama.
"Karena ku sayang kamu," saut Lala memonyongkan bibirnya ke arah Rama sambil mengedipkan matanya.
Melihat tingkah Lala yang amat sangat aneh orang yang berada di kantin menatap Lala dengan tatapan ngerinya.
"Jangan mendekat wahai bakteri. Geli banget gw liatnya, biar dikata lo bukan adik gw tetap aja gw gak tertarik liat lo berasa liat dugong tau gak," teriak Rama tangannya mendorong wajah Lala menjauh dari dirinya hingga membuat Lala hampir saja terhuyung kebelakang untung saja ada yang menahannya.
"Raina my bebep makasih udah menahan tubuhku yang terkadang suka rapuh," ucap Lala.
Tanpa menjawab perkataan Lala, Raina pergi meninggalkan kantin tanpa berpamitan terlebih dahulu dengan yang yang lainnya, perubahan sikap Raina membuat yang lainnya kebingungan dan saling melirik satu sama lain.
"Ih Raina ... Lala ngomong malah dikacangin ini hari kacang nasional ya dari tadi Lala dikacangin terus," teriak Lala.
*********
Raina menarik nafas berlahan lalu ia hembuskan keluar berharap rasa kesalnya perlahan hilang, ia mendudukan dirinya di kursi panjang yang berada di taman.
"Sebenarnya mereka ada hubungan apasih? Kenapa kak Fathan jadi berubah gak kaya biasanya," gerutu Raina.
Raina meluapkan rasa kesalnya di taman hingga tidak sengaja kakinya menendang batu besar membuatnya meringis kesakitan sambil memegangi kakinya.
"Ngapain sih nih batu ada disini," teriak Raina.
Terdengar suara tawa seseorang yang berasal dari belakang tubuh Raina membuat Raina bergedik ngeri karena sedari tadi taman sepi hanya ada dirinya dengan gerakan cepat ia membalikan tubuhnya, ia menghela nafas leganya saat melihat keberadaan Farhan yang sedang asik menertawakannya.
"Ternyata dosen baru toh, ngagetin aja sih untung gak gw lempar pake batu gede," ucap Raina.
__ADS_1
Raina kembali mendudukan dirinya di atas bangku panjang membiarkan Farhan berjalan menghampirinya, ia kembali dengan fikirannya hingga tidak sadar kalau Farhan sudah berada di sampingnya.
"Gw duduk nih ya kakak ipar, keliatannya lagi stres berat nih. Cerita aja sama adik iparmu ini." Tanpa menunggu persetujuan dari Raina. Farhan terlebih dahulu mendudukan dirinya di samping Raina sambil menatap Raina menunggu respon Raina.
"Lo ngapain dah kesini? Lo dosen gw tau dan sekarang lo lagi banyak fansnya nanti ada yang liat pada salah sangka lagi bisa-bisa gw dibully satu kampus." ucap Raina membalas tatapan Farhan dengan tatapan meledeknya.
"Bisa aja kakak ipar soal itu sih gak perlu diomongin lagi. Pesona gw dari dulu selalu buat cewe-cewe luluh coba kalo lo ketemu gw duluan mungkin lo sukanya sama gw he-he, Sekarang mending lo cerita deh sama adik ipar lo yang tampan ini." ucap Farhan dengan percaya diri.
"Andai aja anak-anak satu kampus tau dosen kebanggaannya kaya gini mungkin mereka lebih milih ngefans sama pak Joko kali ya," ledek Raina sambil menertawakan Farhan.
Farhan mengerutkan alisnya menatap Raina jengkel.
"Buruan cerita gak usah ngalihin pembicaraan," paksa Farhan.
Raina mulai menceritakan hal yang membuatnya gelisah dan kesal mulai dari awal pertemuannya dengan Fahira hingga kejadian di kantin saat Fathan begitu asik dengan ponselnya.
Farhan tertawa terbahak-bahak setelah mendengar curahan hati Raina membuat Raina jengkel saat melihat reaksi Farhan yang tidak berhenti menertawakannya.
"Raina kakak iparku yang lebih muda dari aku sumpah aku gemes banget deh. Kalo Fathan berpaling ke masa lalunya lo gak usah panik tenang masih ada gw kok secara dari segi muka kaya pinang dibelah dua, nama juga beda tipis," ucap Farhan.
Raina menatap Farhan kesal refleks tangannya memukul kepala Farhan dengan kekuatan yang lumayan kencang membuat Farhan mengaduh kesakitan sambil mengusap-usap kepalanya.
"Kakak iparku sama temannya yang bar-bar itu sama aja ternyata," gerutu Farhan.
"Lo bukannya ngasih solusi malah bikin gw tambah kesel mending pergi deh sono!" omel Raina tangannya mendorong-dorong tubuh Farhan.
"Kakak ipar ini emosi sekali, ingat gw dosen lo tau, nanti gw kasih tugas yang susah tau rasa," ucap Farhan.
"Oke-oke kali ini serius nih, gw kasih tau sama lo, gw tau banget gimana Fathan dari segi apapun dari dalem perut Bunda gw aja gw tau gimana tingkah Fathan, percaya sama gw Fathan gak akan berpaling ke hati yang lain walaupun itu masa lalunya," ucap Farhan mengembangkan senyumnya lalu beranjak dari bangkunya meninggalkan Raina sendirian di taman.
*********
"Raina mana?" tanya Fathan yang baru tersadar dengan keberadaan Raina.
"Dih kemana aja lo kak Patan pacar lo udah kabur dari tadi lo baru sadar makanya jangan hp terus," ucap Lala tanpa menoleh ke arah Fathan.
Fathan beranjak pergi dari kantin berniat menyusul Raina.
"Pasangan serasi sama-sama suka pergi tanpa pamitan," ucap Zara.
"Sirik aja lo Zar, makanya punya pacar dong tuh kak Rama sama kak Raka jomblo tinggal pilih aja, tapi masalahnya mereka mau gak sama cewe galak kaya Zara," ucap Lala dengan wajah polosnya.
"Gw maunya sama kak Reno gimana dong," ucap Zara.
Perkataan Zara membuat mata Lala terbelalak entah kenapa Lala merasa kesal dengan perkataan Zara.
"Kak Reno jomblo terus gw jomblo ya udah cocok dah," ucap Zara sengaja membuat Lala semakin kesal saat melihat raut wajah Lala.
"Zara sama kak Rama aja deh ya, kak Reno punya tante menor nanti Zara di pukul tante menor loh," ucap Lala.
"Halah bilang aja lo gak mau kak Reno lo itu diambil sama gw segala mengkambing hitamkan orang lain lagi," ucap Zara terkekeh.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung ....
Selamat membaca gais hehe
Maafkan aku yang minggu-minggu ini jarang up dikarena ada sesuatu yang aku urus di dunia nyata 😂
Terima kasih untuk kalian semua yang masih setia menunggu karyaku yang absurd ini 😅
Untuk kalian yang udah kasih saran makasih banyak, semoga di bab berikutnya saran kalian bisa terlaksanakan 😊
__ADS_1
Sekian dan terima kasih 😍😊