
Dikediaman Raina terlihat Fano yang terus merengut menolak diajak pulang oleh kedua orang tuanya membuat kedua orang tuanya menghela nafas pasrahnya.
"Ini anak gw kenapa gak mau pulang sih, lo komporin ya Gio," tuduh Steven pada Gio yang asik menertawakan Steven dan Mila yang hampir setengah jam membujuk Fano untuk ikut dengan mereka kembali ke rumah namun tidak kunjung berhasil.
"Nuduh-nuduh kena azab tau rasa, lo tanya tuh sama si Reno dan Lala mereka tuh orangtua-orangtuan mereka palingan gara-gara dia berdua si Fano gak mau pulang," bantah Gio.
"Pano mau pulang tapi nanti abis Pano jalan-jalan ke dupan sama kak Leno soalnya kak Leno udah janji mau ajak Pano ke dupan," ucap Fano dengan santai sambil memainkan mobil-mobilannya.
"Bilang dong kalo mau ke dufan, sekarang ayo ke dufan sama Papi sama Mami juga, tapi abis itu pulang," ajak Steven.
Fano menggelengkan kepala sambil memonyongkan bibirnya.
"Gak mau! Pokoknya Pano mau ke dupan sama kak Leno sama kak Lala," tegas Fano.
"Udahlah biarin aja Stev, tapi janji ya kalo udah pergi ke dufan pulang ke rumah kasian tuh Mami Papi kamu nanti mereka nangis loh," bujuk Wina.
Fano menganggukan kepalanya sambil mengacungkan kedua jempolnya.
"Okiiii doi, tapi Pano bagi duit dulu dong masa Pano ke dupan gak punya duit," ucap Fano mengulurkan tangannya ke arah Steven.
**********
Farhan berjalan menuju kantin, ia melihat segerombolan orang yang wajahnya tidak asing di matanya, ia segera menghampiri mereka lalu duduk di salah satu kursi yang kosong tanpa meminta persetujuan orang-orang yang berada di sana.
"Loh kak Patan kok balik lagi cepat amat," gumam Lala.
"Bukan Fathan, liat aja bajunya beda," saut Raka.
"Oh iya, hallo pak dosenkuh," sapa Lala tersenyum pada Farhan sambil melambaikan tangannya.
"Hai Lala," sapa Farhan menampakan senyumnya pada Lala.
"Huaa Lala disenyumin sama dosen ganteng," heboh Lala.
"Berisik!" omel Lala.
"Gitu aja marah, ini kan di kantin bukan di kelas huu," gerutu Lala.
Zara menatap Farhan sinis dengan gerakan cepat ia menggeser kursinya menjauh dari Farhan.
"Ngapain disini!" ketus Zara.
"Semua orang tau gunanya kantin untuk apa dan satu lagi kantin itu tempat umum, anda tidak ada hak bertanya seperti itu," ucap Farhan dengan acuh.
"Tau Zara ih gimana sih segala geser-geser emangnya pak dosen mau deket-deket sama Zara," ucap Lala dengan wajah polosnya.
"Lala jangan begitu ngomongnya," tegur Aisyah.
"He-he iya deh maaf Aisyah," ucap Lala.
"Kursi di tempat lain banyak yang kosong kenapa duduknya disini," ketus Zara.
Farhan tidak menggubris perkataan Zara karena pesanannya datang dan ia memilih untuk fokus pada makanannya terlebih dahulu.
Mata Lala menatap makanan Farhan dengan tatapan laparnya, terlihat di hadapannya bakso goreng dengan bumbu-bumbu khas racikan dari mba Wiwik membuat yang melihatnya kepingin.
"Pak dosen itu apa?" tanya Lala.
"Hilih bilang aja mau minta segala nanya-nanya, bocah baru lahir juga tau itu bakso," ucap Raka.
"Siapa yang baru lahir udah tau bakso?" tanya Lala dengan tatapan yang fokus pada makanan Farhan.
Farhan tersenyum gemas melihat tingkah Lala, ia melirik makanannya tangannya bergerak mengambil sendok lalu menyendok makanan mengarahkannya pada Lala.
"Nih cobain," ucap Farhan tersenyum berniat menyuapi Lala.
Lala tidak akan melewatkan kesempatan emas yang berada di depan mata dengan cepat ia melahap habis makanan yang berada di depan mulutnya.
"Emang ya nih bocah mauan," gerutu Rama.
"Ini enak banget, Lala baru tau ada bakso yang rasanya lebih enak dari bakso yang biasanya Lala pesan, Lala mau lagi ya pak dosen," ucap Lala dengan mata berbinar.
__ADS_1
Lala tidak sadar bahwa tingkah konyolnya sedang menjadi pusat perhatian orang-orang yang berada di kantin.
"Minta sendok sana nanti kita makan berdua," ucap Farhan tersenyum pada Lala.
Tanpa menjawab perkataan Farhan Lala sudah beranjak dari duduknya berlarian menuju kedai mba Wiwik.
Zara terus melirik Farhan sinis sesekali menatap Lala yang berada di kedai mba Wiwik.
"Lebay banget bakso begituan aja heboh," gerutu Zara.
"Bilang aja iri karena Lala lebih akrab sama saya," sindir Farhan.
"Kepedean banget sih jadi orang dari pada akrab sama dosen gila kaya lo mending gw akrab sama semut rangrang yang ada di pohon dah," ketus Zara
"Zara jangan begitu nanti kamu suka loh sama Abang aku, benci sama orang gak boleh teralu berlebihan gak baik," tegur Aisyah.
"Tuh dengerin omongan adik saya," ucap Farhan tersenyum penuh kemenangan.
**********
Fathan lelah terus berputar-putar disekitaran kampus mencari keberadaan Raina hingga akhirnya ia melihat Raina yang baru saja keluar dari toilet.
"Raina, akhirnya aku ketemu kamu juga setelah keliling kesana kemari nyariin kamu, kamu kenapa kok tiba-tiba pergi gitu aja gak pamit dulu mau kemana," ucap Fathan.
Raina menatap Fathan dengan tatapan yang sulit diartikan, ia melengos mendudukan dirinya di bangku panjang yang berada tidak jauh dari posisi mereka bertemu.
"Kamu terlalu asik sama hp dan teman lama kamu itu makanya kamu gak sadar aku pergi," ucap Raina acuh.
"Aku minta maaf kalo sikap aku yang tadi bikin kamu gak nyaman, tapi aku sama Hira gak ada apa-apa cuma chatingan biasa kamu liat aja nih di hp aku," ucap Fathan menyodorkan ponselnya pada Raina.
Raina menolak ponsel tersebut ia menghela nafas berat menatap kedua bola mata Fathan.
"Aku gak mau liat isi chatingan kamu, aku percaya sama kamu," ucap Raina tersenyum.
Jauh di dalam hatinya sebenarnya ia merasa tidak enak hati saat melihat Fathan yang sangat akrab denyan Fahira.
"Beneran? Kalo kamu mau liat gapapa silahkan liat aja biar gak ada kesalahpahaman diantara kita," ucap Fathan.
"Terus kenapa kamu pergi gitu aja," tanya Fathan.
"Aku mau ke toilet aja makanya aku pergi," jawab Raina asal.
Fathan sejujurnya tidak tahu Raina pergi meninggalkan kantin sejak kapan, ia menganggukan kepala mempercayai jawaban asal yang Raina lontarkan.
Gw pergi dari kantin udah lama aja dia gak tau, masa iya gw di kamar mandi selama itu makin bikin kesel aja kak Fathan lama-lama.
Raina menatap Fathan kesal saat melihat respon fathan yang tidak sesuai dengan yang ia harapkan.
"Mending kita balik ke kantin aja deh gak enak sama yang lain soalnya aku udah lama banget ninggalin kantin," ajak Raina sengaja menekankan kata lama untuk menyindir Fathan.
Fathan tidak sadar dengan arti perkataan Raina, ia tersenyum menanggukan kepala mengajak Raina berjalan bersama menuju kantin.
Saat mereka sampai di kantin mereka saling pandang saat melihat Lala dan Farhan begitu akrab bahkan makan sepiring berdua layaknya pasangan. Segera mereka menghampiri meja sambil menatap Lala dan Farhan.
"Uh So sweetnya makan sepiring berdua jadi iri. Lala lo berkhianat dari abang gw?" ucap Raina.
"Ini enak loh Raina mumpung ditawarin sama pak dosen ganteng, mubazir kalo ditolak, kak Reno gak pernah ngajak makan sepiring berdua yaudah Lala makan aja sama pak dosen," ucap Lala dengan mulut yang penuh.
"Telan dulu makanannya nanti keselek kamu Lala," tegur Farhan terkikik dengan tingkah Lala.
"Udahlah Raina kak Reno buat gw aja biarin si Lala sama dosen gila ini," ucap Zara memandang Farhan dan Lala sinis.
Lala membelalakan matanya tangannya terangkat memain-mainkan sendok.
"Enak aja kak Reno punya Lala dan Fano gak boleh direbut, Zara kan bukan member kita," omel Lala dengan mulut yang penuh.
Saking kesalnya ia pada Zara hingga akhirnya ia tersedak dan terbatuk-batuk beberapa kali hingga matanya memerah dan mengeluarkan air mata membuat orang disekitarnya panik kecuali Zara yang asik menertawakan Lala.
"Sukurin kena azab, ternyata tuhan lebih sayang sama gw," ledek Zara.
Rama panik menyodorkan air mineral yang baru saja ia beli pada Lala.
__ADS_1
"Nih minum dulu, makanya kalo makanan masih di mulut tuh gak usah banyak ngomong," ucap Rama.
Lala terdiam berusaha mengatur nafasnya yang terasa sesak dan panas sambil mengusap air matanya.
"Lala ada-ada aja sih kamu untuk lagi di kantin banyak air minum," ucap Aisyah dengan wajah cemasnya.
Farhan sibuk mengusap punggung Lala dengan raut wajah cemasnya.
"Makanya lo gak usah ganjen, kena karma kan sukurin, lo gak tau aja dari jauh Abang gw tuh nyumpahin lo tau," ucap Raina terkekeh.
"Masa sih? Coba telpon kak Reno Lala mau minta maaf sumpah Raina ini pedes banget hidung Lala kaya ada sambelnya," ucap Lala dengan suara lemas.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung ....
Mohon maaf kembali aku baru bisa update setelah beberapa hari menghilang, aku mau ucapin terima kasih buat yang udah nyari-nyariin aku 😂 akhirnya ada yang nyariin aku disaat aku hilang 😂 makasih juga udah nungguin cerita ini update 😄 Doakan saja bisa up banyak kaya dulu lagi ya hehe ....
Jangan lupa like dan komennya ya biar aku semangat ngehalunya 😉 kalo ada saran silahkan kasih aku saran 😊
Sekian dan terima kasih 😉
__ADS_1
😄