SENIOR

SENIOR
Toko cincin


__ADS_3

Fathan dan Rama kini berada di salah satu mall untuk mencari cincin yang akan digunakan oleh Fathan pada saat melamar Riana.


Sepanjang jalan Rama hanya menatap Fathan sambil bergedik ngeri melirik jari-jari tangannya. Ia sibuk dengan fikirannya sendiri terhadap Fathan.


Ini si Fathan kepalanya abis kepentok apaan sih bisa-bisanya dia ngajak gw nyari cincin buat ngelamar Raina. Dia kira jari gw couplelan kali ya sama pacarnya. Perasaan jari gw gak ada lentik-lentiknya dah dan gak kurus juga. Kalo kaya gini gw jadi ngeri dah.


Fathan menghela nafasnya sambil melirik Rama sebal, ia tahu apa yang ada di dalam otak sahabatnya tersebut. Ingin rasanya ia memukul kepala laki-laki di sampingnya tersebut sekencang - kencangnya supaya otaknya segera kembali waras.


"Gak usah mikir yang aneh-aneh, gw gak minat nikah sama lo. Gw sengaja ngajak lo karena gw gak mau Raina salah paham kalo gw bawa cewe," ucap Fathan dengan santai.


Rama mengerutkan dahinya, ia tidak mengerti dengan ucapan Fathan. Padahal setau dirinya Raina sama sekali tidak mengetahui rencana Fathan bahkan keluarganya Raina pun tidak tahu perihal rencana Fathan.


"Raina ada disini? Kok lo tau, bukannya...." Belum selesai Rama berbicara Fathan sudah berjalan mendahului Rama.


Rama yang merasa diabaikan hanya bergerutu kesal kemudian ia berlarian menyusul Fathan.


"Temen macem apa sih lo, gw belom kelar ngomong udah ditinggal aja. Jadi males ah gw bantuin lo, sana dah lo lamar kambing aja," omel Rama.


"Lo berisik banget sih. Diem aja mendingan gak usah ngoceh mulu nanti juga ngerti. Pokoknya ikutin gw aja," ucap Fathan.


Melihat Fathan yang tiba-tiba saja masuk ke dalam salah satu restoran membuat Rama kembali dibuat kebingungan. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan berusaha berfikir keanehan apalagi yang dilakukan oleh sahabatnya tersebut.


"Bener-bener dah nih orang sok misterius banget, katanya mau nyari cincin tapi beloknya ke resto. Cincin apaan yang di jual disini yasalam," gerutu Rama.


Rama melangkahkan kakinya mengikuti Fathan dari belakang, ia mengedarkan pandangannya ke sekitar restoran. Ia terdiam kemudian memicingkan matanya saat melihat 3 orang yang sangat tidak asing bagi dirinya.


Rama menghela nafasnya, ia tersenyum karena akhirnya ia bisa memecahkan teka-teki aneh Fathan sebelum terlambat.


"Pantesan dia buru - buru banget ternyata pujaan hatinya lagi sama cowo lain Haha. Kenapa gak bilang aja sih dari tadi segala bilang mau cari cincin dasar cowo gengsi amat. Eh tapi gw kan cowo juga ya. Tapi gak semua cowo kaya gitulah," gumam Rama.

__ADS_1


Rama terkesiap saat melihat Fathan yang sudah duduk di samping Raina, ternyata lumayan lama ia berdiri sambil ngoceh.


"Tuh anak terbang kali ya ke sananya bisa cepet banget," ucap Rama.


Fathan yang sudah duduk di samping Raina dengan santai mengambil minuman Raina kemudian meminumnya. Ia melirik Genta dengan lirikkan sinisnya.


"Dicuekin sehari tiba-tiba udah jalan aja ya sama yang lain. Ternyata segitu doang yang katanya setia. Rama gw diselingkuhin liat dah, jahat banget kan padahal gw susah payah nyiapin semuanya. Liat kaya gini gw jadi gak yakin buat nerusin, kayanya kita cancel aja kali ya," sindir Fathan dengan santai sambil menyeruput minuman yang baru saja ia ambil.


Raina mengernyitkan alisnya, ia tidak terima dengan semua yang diucapkan Fathan untuk menyindir dirinya.


" Maksudnya apa?" tanya Riana dengan raut wajah seriusnya.


"Segala ditanya, itu udah jelas banget. Orang sepinter kamu pasti paham lah ya. Makasih minumannya enak, makasih juga pemandangan gak enaknya. Selamat makan buat kalian. Makasih juga Aisyah udah ngasih tau gw gimana aslinya dia," ucap Fathan dengan santai sesekali melirik Genta dengan lirikkan sinisnya kemudian bangkit dari kursi dan pergi meninggalkan mereka.


Raina semakin dibuat tidak mengerti dengan Fathan yang tiba-tiba saja datang seolah-olah membalikan keadaan.


"Kak Fathan! Tunggu!" teriak Raina.


Raina menghela nafas gusarnya berusaha menahan kesalnya, ia tidak mau membuat suasana semakin buruk karena saat ini dirinya menjadi pusat perhatian orang sekitar.


"Sebenernya ada apa sih kak Rama? Kenapa dia dateng tiba-tiba marah gak jelas. Harusnya kan gw yang marah sama dia. Terus tadi ngomongin rencana, sebenernya ada rencana apa," tanya Raina dengan raut wajah kesalnya.


Rama terdiam sambil berfikir sejenak kemudian ia menggelengkan kepalanya karena ia tidak mau ikut campur dalam urusan keduanya, ia yakin Riana dan Fathan bisa menyelesaikan masalah mereka.


"Raina yang sabar ya, bye bye... " Rama menepuk-nepuk bahu Raina dengan raut wajah murungnya kemudian berlarian mengejar Fathan.


Melihat Rama berlari meninggalkan dirinya membuat Raina menghentakkan kakinya kesal. Ia tidak berminat untuk mengejar Fathan karena ia merasa dirinya sama sekali tidak salah.


Aisyah terdiam, ia merasa bersalah pada Raina karena dirinya yang mengirimkan foto mereka pada Fathan membuat Raina dan Fathan semakin jauh. Ia terus merutukkin kebodohan yang ia lakukan.

__ADS_1


"Raina yang sabar ya... Aku minta maaf gara-gara aku ngirimin foto kita lagi disini ke bang Fath kalian jadi berantem lagi deh," ucap Aisyah dengan wajah murungnya.


"Udahlah biarin aja. Lo gak salah Aisyah lagian kita perginya bertiga. Mungkin kak Fathan nya aja yang lagi gak jelas," ucap Raina dengan raut wajah muramnya.


"Emang ya itu si tembok cina kerjaannya marah-marah mulu. Tenang Raina kalo kamu diputusin sama dia masih ada aku disini yang siap siaga buat kamu. Kamu gak salah kok, gak usah murung gitu ya," ucap Genta tersenyum lebar pada Raina.


"Enak aja kalo ngomong. Gw sama kak Fathan gak bakalan putus. Awas aja lo bilang gitu lagi kak," omel Raina.


****


Rama berhasil menyusul Fathan, ia mengatur nafasnya berkali-kali kemudian ia menepuk bahu Fathan.


"Fathan! Kenapa sih lo gak daftar aja jadi atlet jalan cepet. Sumpah lo berbakat banget tau," ucap Rama.


"Bodoamat ya," ucap Fathan.


"Yeh gw tau lo lagi galau gara-gara liat Raina sama si Genta kan. Tapi gak gini juga kali, nyiksa temen lo namanya. Itu beneran lo batalin acara lamarannya? Parah lo, kasian itu yang udah ngurus semuanya di sana," ucap Rama.


Fathan mengambil ponselnya dari saku celananya kemudian menghubungi seseorang. Kemudian setelah selesai menelepon ia berjalan bersama dengan Rama ke tempat pada tujuan awal.


"Gila lo ya Fathan bisa-bisanya ngerjain anak orang sampe segitunya. Biarin aja nanti kalo lo diomelin mak bapak nya gw gak tanggung jawab ya," ucap Rama.


Fathan hanya terdiam sambil menaikkan satu alisnya tanpa merespon perkataan Rama. Ia berjalan memasuki toko yang menjual berbagai macam jenis cincin. Saat dirinya dan Rama memasuki toko keduanya ditatap oleh orang-orang yang ada di dalam toko. Rama yang menyadari hal tersebut merasa sebal dengan tatapan orang-orang di sekelilingnya.


****


Bersambung....


Maaf baru muncul kembali ya gaissss. Waktu senggangnya adanya sekarang. Nanti lanjut malem lagi yaaaa eps barunya hehe. Semoga gak bosennya sama cerita ini. Maaf kalo kelamaan up nya.

__ADS_1


Makasih buat kalian semua yang udah nungguin terharu banget sampe ditanyain tiap hari kapan up.


Selamat menjalankan puasa buat yang menunaikan ibadah puasa. Semangat puasanya. Semoga rutin up saat ini bisa nemenin puasa kalian hehe


__ADS_2