SENIOR

SENIOR
Gardening


__ADS_3

Selamat membaca semuanya!!!


Reno tidak pernah lepas dari ekspresi kesalnya saat melihat Lala dan Bayu yang terus saja berbicara tanpa memperdulikan keberadaannya dan kini yang membuatnya lebih kesal adalah Lala yang meminta bantuan padanya untuk mengambil gambar dirinya dengan Bayu.


"Kak tolongin ya, mumpung ada kak Reno nih lumayan jasa foto gratis, hasil foto kak Reno kan gak jelek-jelek banget," mohon Lala.


"Gak!" tolak Reno dengan sinis.


Bayu yang menyadari ketidaksukaan Reno terhadap dirinya pun merasa tidak enak dengannya.


"Gak usah La. Gw kan kerja disini dan yang mau foto kan kalian berdua, jadi mendingan kita kelarin semuanya biar cepet kelar tinggal 5 foto lagi kok," ucap Bayu tersenyum sambil melirik Reno.


***


"Gini Mba saya mau nanti temanya itu outdoor pake tema gardening gitu, kalo bisa sih ada danau atau kolam juga disana, buat warna sih saya maunya ada putih sama pinknya," jelas Raina.


Pegawai menganggukkan kepalanya mengerti dengan apa yang diinginkan oleh Raina.


Fathan yang mendengar penjelasan Raina pun mengerutkan dahinya, ia tahu kalau Raina tidak bisa berenang tetapi ia heran mengapa Raina meminta konsep pernikahan yang ada kolam atau danau.


"Kamu gak usah aneh-aneh deh pake konsep gardening nya aja gak usah pake kolam-kolaman, bahaya buat kamu sayang nanti kalo kejadian diacara ulang tahun Shasha waktu itu keulang lagi gimana? Aku yakin Lala pasti ngerti dan dia juga tau kan kalo kamu gak bisa berenang pasti dia gak izinin kamu buat konsep pernikahan dia yang ada kolamnya." Fathan menatap Raina dengan tatapan seriusnya, ia masih tidak bisa melupakan kejadian saat acara ulangtahun Shasha.


Raina menghela nafasnya kemudia tersenyum pada Fathan.


"Ini gak full di kolam berenang atau danau semua sayang, nanti aku janji bakal jauh-jauh deh dari sana. Aku tau banget ini konsep pernikahan yang Lala impi-impiin di dalam mimpinya. Aku mau kasih kesan yang bagus buat nikahan mereka apalagi yang nikah Abang dan sahabat aku, jadi aku mohon ya kasih aku support buat bikin tema impian Lala ini," ucap Raina.


"Lala doang yang dipikirin, kamu gak mikirin konsep pernikahan bang Reno juga? Itu namanya egois tau masa konsep nikahannya pake konsep Lala semua, udah gitu warnanya ada pink-pinknya lagi." Fathan belum menyerah untung menggagalkan niat Raina.


"Abang aku gak pernah muluk-muluk soal konsep pernikahan yang penting sah di mata hukum dan agama. Dia sendiri loh yang bilang, aku gak boong suer deh," ucap Raina menunjukkan jari telunjuk dan tengahnya membentuk huruf V.


Fathan hanya mendengus pasrah ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi jika sudah Raina yang meminta, apa lagi dengan seribu alasan yang diucapkan Raina sudah bisa dipastikan ia kalah telak berdebat dengan Raina.


"Ya terserah kamu lah, aku bisa apa kalo udah kamu yang minta. Mba kolam atau danaunya bisa request gak?" tanya Fathan.


"Mau request kaya gimana Mas? Mau di tambah hiasan apa," tanya salah satu pegawai.


Fathan menggelengkan kepalanya, ia melirik sekilas pada Raina.


"Air di kolam berenangnya dibikin cetek aja bisa gak Mba? Sedengkul paling dalem deh." Permintaan Fathan sontak membuat tiga pegawai yang berada disana menatap Fathan heran sambil menahan tawa mereka.


Ketiga pegawai saling melempar pandang memberi kode untuk memberikan jawaban pada Fathan, sebelum memberikan jawaban pada Fathan mereka menarik nafas kemudian membuangnya perlahan rasanya mulut mereka pegal sekali menahan tawa selama 1 menit. Setelah merasa kembali normal baru lah salah satu diantara mereka membuka suaranya.


"Bisa aja sih, tapi kan jadi aneh nanti kolamnya. Kalau kita pakai danau otomatis gak bisa karena kan airnya bukan kita yang ngisi, tapi kalo kolam berenang bisa diatur," ucap salah satu pegawai.


"Yaudah pake kolam berenang aja terus saya mau airnya paling dalam sedengkul aja," pinta Fathan.


Raina sedari tadi diam sambil menatap Fathan dengan tatapan garangnya, ingin sekali rasanya ia menelan Fathan hidup-hidup.


"Kak Fathannn, jadi aneh dong kalo air kolamnya sedengkul, itu kolam berenang apa selokan," keluh Raina.


"Setidaknya ada kolam dari pada gak ada sama sekali," ucap Fathan dengan santai.


Raina mendengus sebal sambil bersidekap dada memalingkan wajahnya ke arah lain, ia tidak mau melihat Fathan.


"Kalo bisa sih lokasinya di Bandung Mba," pinta Raina.


"Nah pas banget kita juga niatnya mau nyaranin di bandung, kira-kira acaranya kapan ya?" tanya pegawai lainnya.


"Dua harian lagi lah, jadi kita ngebut nih Mba kira-kira bisa gak ya dengan tema yang saya minta dalam waktu yang singkat," ucap Raina merasa tidak enak dengan pegawai karena meminta dekorasi secara dadakan.


Sejujurnya pegawai sedikit kaget dengan acara yang 2 hari lagi tetapi mereka baru memesan jasa dekorasi, berhubung mereka berpengalaman di bidang tersebut dan sering kali mendapat pelanggan yang seperti mereka membuat ketiga pegawai sedikit bernafas lega.


"Ini kita berasa bikin candi roro jonggrang ya, dalam waktu sebelum 2 hari harus kelar Haha," canda pegawai.


Raina pun ikut tertawa saat mendengar candaan dari pegawai, ia pun sempat ragu akan ada jasa WO yang mau mengambil pekerjaan dadakan seperti ini.

__ADS_1


"Baru kepikiran sekarang soalnya Mba Hehe, semuanya pada sibuk jadinya baru keinget sekarang," ucap Raina terkekeh.


"Yaudah kalo gitu sekarang kita langsung on the way ke Bandung biar cepet kelar. Kalian mau ikut gak buat liat dekorasinya barang kali ada yang kurang pas di hati jadi bisa langsung di ganti," ucap pegawai tersebut.


Raina menolehkan kepalanya pada Fathan kemudian tangannya menyikut Fathan untuk meminta pendapat Fathan.


"Apa! Tadi aja sok-sok ngambek sekarang megang-megang," ketus Fathan.


"Hehe maaf. Abisan tadi aku sebel banget sama kak Fathan. Gimana itu? Kita ke Bandung sekarang?" tanya Raina.


"Yaudah ayo itung-itung sekalian refreshing, tapi bilang dulu ke Mama sama Papa kamu kasih tau ke mereka kita langsung pergi ke Bandung buat urus dekorasinya. Aku juga nanti bilang ke orang rumah," ucap Fathan.


Raina mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya, ia mencari kontak sang Mama untuk memberi kabar pada Mamanya. Raina tersenyum pada Fathan saat Wina menjawab panggilannya.


"Hallo, assalamualaikum Ma," sapa Raina.


"Ini Ma, aku mau minta izin buat gak pulang sampe 2 hari kedepan." belum sempat Raina menyelesaikan ucapannya, Wina terlebih dahulu memotongnya hingga membuat Raina gelagapan.


"Ih mama kebiasaan nih, Raina belum kelar ngomong udah marah-marah aja. Raina kan anak mama yang paling baik gak mungkin Raina kaya gitu. Raina tuh mau ke Bandung ngurus dekorasi nikahannya Lala sama bang Reno. Berhubung waktunya mepet banget jadinya terpaksa Raina harus ikut kesana sekarang juga sampe besok." Jelas Raina.


Setelah selesai berbicara dengan Wina dan ia mendapat izin begitu pun dengan Fathan yang sama hal nya dengan Raina. Mereka sudah mendapat izin dari kedua orangtua mereka. Tanpa banyak berfikir lagi mereka segera pergi ke lokasi menyusul beberapa pegawai yang sudah pergi mendahului mereka.


***


Berbeda dengan yang lainnya yang sedang sibuk mengurus perihal pernikahan. Kini Aisyah, Rama dan juga Reyhan dibuat sibuk dengan mengurus bayi sedangkan Cila dan Fano sedang asik bermain di teras.


"Ini bayi namanya siapa dah? Perasaan gw belom denger namanya," tanya Rama sambil menggaruk kepalanya.


Oek! Oek! Oek!


Suara tangis bayi menggema di telinga ketiganya hingga membuat mereka kalang kabut mencari cara bagaimana membuat bayi tersebut berhenti menangis.


"Lo sih Ram ngapain juga nanyain nama ke bayinya jadi nangis kan, tanggung jawab lo diemin bayinya," ucap Reyhan.


"Lah sensitif banget jadi bayi ditanyain nama aja nangis, gw gak ngerti cara dieminnya ada lakban gak?" Rama memutar bola matanya di sekitar ruangan mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk membuat bayi tersebut berhenti menangis.


"Kak Rama jangan aneh-aneh deh, masa iya mulut bayi dilakban, nanti diamuk Lala tau rasa kamu Kak," ucap Aisyah.


"Mulut lo yang gw lakban Ram," ketus Reyhan.


Rama tersenyum ia teringat dengan ponselnya, ia mengambil ponsel dari saku jaketnya kemudian membuka salah satu menu yang selalu ada di setiap ponsel yang dimiliki orang-orang, menu tersebut sering disebut-sebut dengan nama Mbah google.


"Dari pada pusing mending gw cari di google dah, cara ngediemin bayi yang nangis." Rama berbicara sambil mengetik apa yang ia cari di google.


Reyhan hanya melirik malas pada Rama, kemudian kembali fokus pada lamunannya.


"Nah ini ada 10 cara ngebuat bayi gak nangis. Pertama-tama kita harus ajak bayi becanda supaya bayi ketawa dan gak nangis lagi, ah ini mah gampang," ucap Rama dengan percaya diri.


"Debay liat ya liat, babang ganteng mau nunjukin kegantengan babang," ucap Rama.


"Debay ciluk baaaa." Rama menutup wajahnya kemudian membukanya tepat di hadapan wajah bayi.


Namun bukannya tertawa justru suara tangisan bayi tersebut semakin keras hingga membuat Rama kaget.


"Ih kak Rama bukannya dibikin diem malah dibikin tambah nangis," kesal Aisyah.


"Berarti dia gak setuju kalo lo bilang diri lo sendiri ganteng," ucap Reyhan.


"Lo diem-diem sekali ngomong pedes amat ya Rey, sampe kalah pedesnya boncabe," ucap Rama.


"Coba liat popoknya, palingan kalo gak pup ya popoknya udah kepenuhan sama ompolnya," ucap Reyhan dengan santai.


Reyhan sudah terbiasa mengurus bayi karena dulu saat Fano masih kecil ia sering ikut membantu Wina mengurus Fano, jadi sedikit banyaknya ia paham apa penyebab seorang bayi tiba-tiba menangis.


Rama dibuat tercengang saat mendengar ucapan Reyhan, ia melirik ke arah popok yang digunakan oleh dede bayi kemudian ia menggelengkan kepalanya bergedik ngeri.

__ADS_1


"Ogah ah. Lo aja sana yang liat, gw sih jelas gak mau. Baru ngebayanginnya aja gw udah gak sanggup apa lagi ngelakuinnya bisa pingsan berdiri gw," keluh Rama.


"Ih kak Rama gimana sih, kan yang bikin dede bayi nya nangis kak Rama harusnya kak Rama dong yang urus," omel Aisyah.


Reyhan beranjak dari duduknya berjalan mendekat pada bayi kemudian membuka popok bayi.


"Eh Ais tutup mata nanti bintitan lo," heboh Rama tangannya kini berada di depan mata Aisyah menutup kedua mata Aisyah dengan telapak tangannya.


"Tuh kan bener dia pup, nih pegang popoknya gw mau gantiin popoknya nih bayi dulu," ucap Reyhan menyodorkan popok pada Rama.


"Apaan sih Rey, ogah ah itu ada pup nya jangan kasih ke gw," tolak Rama.


"Ya terus gw kasih siapa? Aisyah aja matanya lo tutupin dan gw lagi sibuk gantiin popoknya nih bayi, udah buruan pegang nanti masuk angin bayinya." Reyhan mulai kesal dengan Rama yang sedari tadi banyak berbicara.


Rama pun mengambil popok dengan jari telunjuk dan jempolnya. Reyhan yang melihatnya pun merasa geram dengan sengaja ia menempelkan popok tersebut pada tangan Rama.


"Arghh! Reyhan lo bener-bener ya ngapai lo tempelin si kuning ini ke tangan gw!" teriak Rama dengan wajah jijiknya menatap tangannya sendiri.


Bayi yang melihat raut wajah Rama sontak tertawa sambil menggerak-gerakkan tangan dan kakinya.


"Dih ketawa lo ya. Wah nih bayi parah banget senengnya liat orang susah begini giliran diajak becanda beneran malah nangis," omel Rama.


"Dah kelar," ucap Reyhan.


"Wuih keren, ternyata kak Reyhan bisa juga ngurus bayi." Aisyah bersorak-sorak sambil bertepuk tangan.


***


Raina melirik sekelilingnya, ia sangat suka dengan pemandangan sekitaran kota Bandung, ia membuat instastory kemudian ia menguploadnya di akun instagramnya.


"Kak Fathan," panggil Raina.


"Apa?" tanya Fathan yang masih fokus pada kemudinya.


"Pasti capek banget ya bawa mobil sendiri dari Jakarta ke Bandung." Raina menatap Fathan iba, ia bingung harus berbuat apa karena dirinya sendiri pun tidak mahir dalam hal mengemudi, terakhir ia mengemudi mobilnya lagi-lagi menabrak pohon.


Fathan menyadari perubahan raut wajah Rainan ia pun tersenyum kemudian menolehkan kepalanya sekilas.


"Cukup duduk disitu terus senyum buat aku, rasa pegel, capek, bosen pasti langsung ilang semua," ucap Fathan.


"Aneh-aneh aja kamu kak, nanti kalo pipi aku keram gimana gara-gara senyum terus," ucap Raina.


***


Farhan dan Zara kini berada di toko kue. Lagi-lagi mereka mendapat tugas untuk membeli kue hanya saja bedanya kali ini mereka ditugaskan untuk mencari kue pernikahan. Bukan hanya kue saja tetapi mereka juga ditugaskan membeli souvenir.


Kebetulan sekali toko kue yang mereka datangi menyediakan souvenir juga. Farhan dan Zara pun tersenyum senang karena mereka tidak perlu bolak-balik untuk mencari keduanya.


Pelayan toko tersenyum ramah menyambut kedatangan Farhan dan Zara.


"Selamat datang di toko kue kami kak. Cari kue yang kaya apa kakak? Banyak nih stok kue nya bisa di pilih mau rasa apa aja," ucap pelayan toko sambil menunjuk beberapa kue.


"Ah iya Mba, kita kesini mau nyari kue buat orang nikahan ada gak ya?" tanya Zara.


"Ada Mba, mau yang kaya apa? Wah senangnya ternyata toko kami kedatangan pelanggan calon pengantin baru." pegawai terkekeh saat menggoda Farhan dan Zara.


Farhan yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya sontak menengadahkan kepalanya melirik pegawai sekilas, kemudian kembali fokus pada ponselnya.


Paling malas datang ke tempat kaya gini, pasti orang-orangnya pada ribet dan sok tau. Bisa-bisa nya mereka bilang aku sama cewe bar-bar ini calon pengantin dari pada sama dia mending sama kucing deh.


"Bukan buat kita Mba Hehe. Ini kita cuma disuruh aja yang mau nikah teman saya Mba. Lagian saya amit-amit Mba sama orang ini." Zara melirik Farhan dari sudut matanya.


***


Bersambung ....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentarnya gais. Kalo ada saran boleh dititipkan di kolom komentar ya. Terima kasih juga buat yang udah kasih saran, aku baca kok cuma belum sempat bales-balesin aja.


Sekian dan terima kasih.


__ADS_2