
Lala ditarik paksa oleh Fano ia kebingungan saat sampai di depan kamar mandi memikirkan bagaimana caranya memandikan anak kecil bahkan ia saja tidak punya adik.
Lala mengedarkan pandangannya matanya tertuju pada Reno yang sedang berjalan menuju dapur ia bergegas menyusul Reno menarik tangannya menuju kamar mandi.
Reno terdiam merasa heran ketika tangannya di tarik paksa oleh Lala ia mengerutkan alisnya ketika berhenti di kamar mandi.
"Kenapa bawa aku kesini si, aku udah mandi,"omel Reno.
"Gw gak peduli kak mau lo udah mandi apa belum bukan urusan gw yang jelas sekarang lo harus bantuin gw,"ucap Lala mengacak ngacak rambutnya frustasi.
"Bantuin apaan? benerin keran ?ntar aja ah panggil ahlinya males aku,"tolak Reno bergegas meninggalkan Lala namun lagi lagi tangannya ditahan oleh Lala.
Reno menahan kesal ketika tangan Lala lagi lagi
menahannya."Apa lagi si,"geram Reno.
"Ih jangan marah marah terus si, gw belom kelar ngomong dengerin dulu gw ngomong baru marah marah,"omel Lala.
"Itu si Fano sepupu lo minta mandi dari tadi nyariin Mama Wina gak ketemu temu terus ketemu sama gw dia malah narik narik gw, bantuin gw si,"ucap Lala memelas.
"Ya emang gak ada, Mama kan ke pasar terus urusannya sama aku apa,"tanya Reno gemas.
"Bantuin gw plisss, gw gak ngerti mandiin orang gimana caranya,"pinta Lala memelaskan wajahnya.
"Aku juga gak ngerti, kalo mandi sendiri baru bisa,"ucap Reno.
"Lo kan punya ade pasti bisalah ayo ah buruan keburu masuk angin si Fano,"paksa Lala menarik tangan Reno hingga tercebur di dalam bak mandi Fano.
Fano yang asik bermain air di dalam bath up menoleh dan terkikih menertawakan Reno yang pakaiannya sudah basah sebagian.
"Kak Leno ngapain berenang disitu, kalo mau belenang di kolam belenang dong ganteng ganteng kok oneng,"ucap Fano tertawa tak henti henti sembari memegangi perutnya.
"Aku jatoh Fan didorong sama kingkong betina bukan mau berenang,"ucap Reno berusaha keluar dari bak mandi Fano.
"Ada kingkong di depan? Pano mau liat ah,"tanya Fano heboh ingin keluar dari bath up namun ditahan oleh Lala.
"Fano mau kemana jangan keluar nanti masuk angin kingkongnya gak ada kak Renonya halu,"ucap Lala.
"Halu itu apa Kak Lala,"tanya Fano.
"Halu itu yang gak ada dianggep ada, udah buruan balik lagi ke bath up katanya mau keliatan ganteng pas ketemu jungkook kembaran Fano,"ucap Lala.
"Ah iya kak Lala bener, ayooo mandi... mandi...
__ADS_1
mandii..."ucap Fano bernyanyi sambil berjoget.
"Kak Reno sekarang ngapain? gw gak ngerti ya ampunnn seketika gw butuh Mama Wina,"ucap Lala frustasi.
"Yaudah mandiin aja kaya biasa kita mandi,"ucap Reno santai.
Lala berjalan mengambil gayung beserta airnya berniat ingin menyiram Fano tetapi Fano tidak bisa diam sekali ia bolak balik di kamar mandi sambil berjoget joget terus menerus akhirnya ia geram dan membuang air sembarang arah tepat sekali mengenai Reno.
Reno menatap Lala kesal ia mengepalkan tangannya dan mengumpati Lala terus menerus.
Fano yang melihat Reno tersiram air mengerutkan alisnya ia bingung mengapa jadi Reno yang disiram oleh Lala padahal dia yang mau mandi.
"Kak Lala yang mandi Pano bukan kak Leno kenapa kak Leno yang disiram, ohhh Pano tau kak Leno mau mandi juga ya biar tingkat kegantengannya makin nambah kaya Pano,"ucap Fano bergaya meletakkan jari telunjuk dan jempolnya dibawah dagu.
"Siapa yang mau mandi si Fanooo, ini tuh disiram sama dia tuh, kak Reno mah udah ganteng dari lahir gak mandi juga ganteng,"ucap Reno geram.
"Ah kak Leno bilang aja mau mandi tapi malu malu, kalo mau mandi bajunya dilepas kaya Pano dong masa mandi pake baju emangnya lenang,"ucap Fano.
Lala tercengang mendengar perkataan Fano ia bergedik ngeri membayangkan Reno benar benar membuka bajunya.
"Gak usah bayangin yang aneh aneh,"tegur Reno mengusap wajah Lala sekilas.
"Apaansi, yaudah buruan kelarin mandiin si Fanonya takut masuk angin,"omel Lala.
"Yaudah buruan ambil sabun disitu,"pinta Reno menunjuk tempat sabun.
Lala memberikan sabun pada Reno dan memperhatikan bagaimana Reno menyabuni Fano dengan teliti, tiba tiba ia dikagetkan dengan cipratan air sabun yang dilempar oleh Reno.
"Bantuinnnn, malah ngeliatin doang,"omel Reno.
"Gw harus apa,"tanya Lala.
"Bilas badannya pake air kan udah aku bantuin nyabunin abis itu kamu yang sikatin giginya ya,"suruh Reno.
Kamar mandi sudah berantakan tidak beraturan dengan sabun yang tergeletak dilantai gayung
yang disangkutkan di gantungan baju serta bak mandi Fano yang pecah tidak ketinggalan air yang berserakan sampai keluar kamar mandi akibat ulah mereka.
Wina yang baru saja pulang dari pasar di buat bingung melihat air yang berserakan di lantai, ia berjalan menuju sumber air tersebut betapa kagetnya ia melihat tiga manusia yang sedang sibuk memandikan satu anak kecil.
"Kalian ngapain si ini kamar mandi kaya abis kena tsunami berantakan bgt, ini juga baju kenapa sampe basah begini Fano kan abis mandi kenapa mandi lagi, Ihhhhh pusing Mama liatnya beresin buruan, Fano sini sama Mama Wina,"omel Wina.
"Ini gara gara Lala Ma, dia yang bikin berantakan air yang nyiprat keluar gara gara dia, terus masalah Fano aku gak tau soalnya aku kesini ditarik sama kingkong satu ini,"ucap Reno berusaha membela diri agar tidak kena jeweran Wina.
__ADS_1
"Mama Wina maafin Lala yaa, Lala gak sengaja buang air keluar di kamar mandi soalnya Lala greget banget sama Fano yang lari larian mulu gak mau diem, Fano yang minta mandi katanya dia mau ketemu jungkook jadi dia mau keliatan ganteng,"ucap Lala menunduk.
"Ahhh terserah kalian, pokonya sekarang beresin nih kamar mandi sampe kaya semula kalian gak boleh keluar kalo belum beres,"omel Wina menyelimuti tubuh Fano dengan handuk dan menggendongnya pergi ke kamar.
"Gara gara kamu nih jadi diomelin Mama kan,"ucap Reno kesal.
"Kok gw sih kan yang minta mandi Fano salahin Fano dong,"omel Lala.
"Terserah pokonya buruan beresin nih kamar mandi biar cepet keluar,"ucap Reno memulai meletakkan barang yang berserakan kembali pada tempat semula.
Fano baru saja selesai berurusan dengan Mama Wina lalu keluar kamarnya berloncat loncat sambil bernyanyi ia membelalakan matanya saat melihat Fathan sedang mengobrol dengan Raina, ia berlarian menghampiri mereka.
"Kak Jungkook kembalan Pano,"teriak Fano.
Raina menepuk dahinya ketika mendengar teriakan Fano ia tidak bisa membayangkan kerusuhan apa lagi yang akan dibuat oleh sepupunya itu.
Fathan terkekeh melihat tingkah Raina yang terlihat frustasi padahal sepupunya ini sangat menggemaskan apa yang membuatnya sestress ini menghadapinya.
"Hallo kembaran aku, akhirnya kita ketemu ya,"sapa Fathan tersenyum.
"Kak jungkook dali tadi disini, Pano udah mandi tau wangi lagi, nih cium ketek Pano kalo gak pelcaya,"ucap Fano menyodorkan ketiaknya pada Fathan.
Fathan tertawa melihat tingkah Fano."Iya nih
wangi, siapa sih yang mandiin,"tanya Fathan sambil mencium ketiak Fano.
Raina bergedik ngeri melihat Fathan mencium ketiak Fano tanpa rasa jijik sedikitpun.
"Nih orang nyium ketek serasa nyium rambut yang abis sampoan asik banget, heran gw ada aja orang yang mau di suruh cium ketek,"ucap Raina dalam hati.
"Ini berkat Kak Leno sama kak Lala yang bekelja sama mandiin Pano sampe di omelin sama Mama Wina hahaha,"jawab Fano.
"Sejak kapan mereka beralih profesi jadi baby sitter,"ucap Raina mengerutkan alisnya.
"Biarinlah itung itung belajar buat masa depan, lo gak mau nyoba,"ucap Fathan menaik turunkan alisnya.
"Ngaco kalo ngomong, lagian mereka tuh gak pernah mandiin anak kecil sama sekali makanya gw agak heran,"ucap Raina.
"Kak jungkook kembalan Pano kita ke dalem yuk main, Pano punya banyak kaset pleboy yang joget joget kelen deh,"ajak Fano menarik narik tangan Fathan.
Raina mengerutkan dahinya berfikir kaset yang dimaksud oleh Fano, ia baru menyadari Fano salah menyebutkan.
"Eh bocil boyband bukan playboy,"ucap Raina.
__ADS_1
"Sama aja kak, udah ayooo buluan ke dalam,"ajak Fano menarik tangan Fathan diikuti oelh Fathan dan Raina.
Bersambung......