SENIOR

SENIOR
Bakso buatan Lala


__ADS_3

Lala sibuk dengan dunia permainan cacing yang sedang naik daun di lingkungan masyarakat sampai melupakan dunia nyatanya.


Zara yang melihat Lala tidak lepas dari ponselnya merasa jengah ia merampas paksa ponsel Lala.


"Lala udahan mainnya lama lama otak lo isinya cacing semua yang ada."omel Zara.


"Zaraaaa, emangnya otak gw tanah apa banyak cacingnya, lagian gak mungkin juga otak gw isinya cacing semua kalo di perut baru ada cacing nih."ucap Lala berusaha mengambil ponselnya yang diambil paksa oleh Zara.


"Bukan otak lo doang yang ada cacingnya bisa bisa lo bentar lagi berubah jadi cacing."ucap Zara ketus


"Lo kalo ngomong jangan gitu dong emang lo mau punya teman seekor cacing."ucap Lala.


Aldo yang menyaksikan perdebatan antara Lala dengan Zara hanya terkekeh.


"Kalian ini lucu ya, apa lagi lo bisa aja ngejawabnya."ucap Aldo sambil menunjuk Lala.


"Aldo gak usah dibilangin semua orang juga tau kalo Lala lucu imut dan manis, kalo lo gak percaya tanya noh sama mba Wiwik dan suami beserta kawan kawannya yang setia melayani pembeli."ucap Lala.


Para pedagang di kantin merasa terpanggil mereka menoleh ke arah Lala lalu menyapanya.


"Tuh liatkan baru disebut aja mereka udah peka."ucap Lala.


"Iya iya gw tau lo emang bikin gemas setiap orang yang ngobrol sama lo."ucap Aldo terkekeh.


"Lala kalo diem sehari kita kebingungan kali ya."ucap Aisyah memandang Lala.


"Iyalah gw bakal berpikiran kalo nih anak lagi sakit gigi."ucap Zara heboh.


"Zara lo nyumpahin gw sakit gigi, liat nih ya biarpun gw makan 7 es krim di rumah Raina dan 4 harum manis yang dibeliin kak Reno, gigi gw aman sehat sentosa."ucap Lala menyombongkan diri.


"La kemaren tetangga gw sombong tuh terus besoknya kena azab tau."ucap Raina serius.


"Masa si, kenapa kena azabnya kemaren harusnya pas gw masih dirumah lo, lumayan tontonan gratis gw bosen nonton azab indosiar terus."ucap Lala mengerucutkan bibirnya.


Aisyah, Zara dan Aldo saling melempar pandang dan menaikan bahunya sedangkan Raina terlihat menahan geramnya pada Lala.


"BODOAMAT!."ucap Raina ketus.


Lala menatap Raina heran, ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kantin, tatapannya berhenti tepat pada Fathan yang sedang melihat ke arah mejanya.


"Kak Fathan ngapain liat kesininya gitu bangat."ucap Lala dalam hati sambil terus melirik kearah Fathan.


Fathan yang menyadari ketangkap basah oleh Lala gelapan dan membuang pandangannya ke arah lain.


"La liat apaan si serius bangat."tanya Aisyah.


Lala terkejut saat ditanya oleh Aisyah, ia berusaha mengatur raut wajahnya agar tidak terlihat gugup.


"Ah engga itu lagi liat suaminya mba Wiwik kalo dipandang pandang ganteng juga ya."ucap Lala menyengir lebar.


"Sumpah ya Ais mending lo gak usah nanya dia dah somplak bocaknya."ucap Zara gemas melempari Lala dengan kuaci yang baru saja ia beli di Mba Yun.


Lala hanya menyengir ketika dilempari kuaci oleh Zara, ia kembali melirik Fathan dan teman temannya yang sedang mengobrol.


"Gw yakin bangat tadi kak Fathan ngeliat ke arah sini."ucap Lala dalam hati.


"Lala mau kuaci gak."ucap Aisyah.


"Emang kenyang makan kuaci."ucap Lala.


"Kenyang kalo lo makan kuacinya pake nasi La."sambung Aldo.


Lala mendengarkan perkataan Aldo menaikkan bola matanya keatas dan berfikir.


"Emangnya ada yang makan kuaci pake nasi."tanya Lala.


"Setau gw belom ada si, lo mau nyoba gak."tawar Aldo tertawa.


"Gak ah, gw mau makan kuacinya aja mana sini kuacinya."pinta Lala mengulurkan tangannya meminta kuaci.


Raina sangat paham dan hafal kalau Lala tidak bisa membuka kuaci dari kulitnya ia memberika kuaci yang sudah ia buka pada Lala.


"Enak La."tanya Aisyah.

__ADS_1


"Gak ada rasanya, tadi kuacinya langsung ketelen."ucap Lala polos.


"Emang ya Rain temen lo lucu bangat."ucap Aldo tertawa.


"Udah ah gw gak kenyang makan kuaci gw ke mba Wiwik dulu mau mesen Bakso bulat."ucap Lala berjalan menuju kedai mba Wiwik.


Lala sampai di kedai mba Wiwik ia masuk kedalam kedai menyapa mba Wiwik dan suaminya.


"Mba rame bangat si, Lala bantuin yaa."ucap Lala.


"Gak usah La nanti gerah kamu ngelayanin pembeli."ucap mba Wiwik.


"Udah gapapa, kali aja nanti cita cita Lala jadi nambah mau jadi tukang bakso."ucap Lala.


Lala melayani pembeli bergantian tiba di anteran terakhir muncul Fathan dan teman temannya.


Fathan dan teman temannya sempat kaget ketika melihat Lala yang muncul didepan tempat anteran.


"Mba punya karyawan baru."tanya Raka tertawa.


"Berhubung hari ini yang ngelayanin orang spesial harganya jadi naik serebu ya."ucap Lala sama seperti pertama kali ia melayani pembeli di awal.


"Apa apaan maen naek naekin aja lo bayi ******."ucap Rama.


Lala mengernyitkan dahinya kebingungan ia tidak pernah melihat bayi ****** lalu membayangkan ****** yang sudah kecil lebih kecil lagi.


"Bayi ****** kaya apa ya Mba bentuknya."tanya Lala pada Mba Wiwik.


"Kaya lo La."saut Fathan.


"Enak aja Lo kalo ngomong gw siram kuah baso mateng lo pada."ucap Lala mengangkat centong yang ia pegang.


"Cerewet bangat nih bayi ******, buruan bakso gw mana kelamaan kita dapat diskon ya 50%."ucap Rama.


"Lo kata kedai Mba Wiwik Ramayana yang tiap hari diskonan, kalo mau diskon makan aja sono di ramayana."ucap Lala.


"Au ah capek ngomong sama teletubies."ucap Raka.


"Nih bakso kalian bawa sendiri jangan manja, baksonya 3 sama es teh 3 totalnya 300 ribu."ucap Lala.


Fathan dan teman temannya membelalakan matanya ketika mendengar harga yang disebutkan oleh Lala.


"Mau naik haji lo ngasih harga segitu."ucap Rama.


"Maulah siapa si yang gak mau naik haji, tukang bubur aja mau naik haji."ucap Lala.


"Bodoamat La."ucap Raka gemas.


"Ya udah bayar buruan 300 ribu rupiah kalo mau bayar pake dollar juga gapapa."ucap Lala mengulurkan tangannya.


"Bangkrut gw jajan kalo lo yang ngelayanin."omel Rama.


"Gw aja yang bayar."ucap Fathan menyerahkan uang tiga ratus ribu pada Lala.


"Nah gitu dong selamat menikmati, bonus sambel kecap dan saos bisa ambil sepuasnya bawa pulang juga gapapa."ucap Lala tersenyum senang.


"Ya Tuhan tolong jangan kau kirim anggota teletubies yang lain karena satu teletubies aja aku sudah pusing."ucap Raka.


Dan akhirnya Fathan dan teman temannya berjalan menuju meja kosong.


"Bakso spesial punya Lala udah jadi belum Mba."tanya Lala.


"Ya ampun, belum La tadi Mba kira kamu mau buat sendiri."ucap Mba Wiwik.


"Yaudah deh Mba aja yang bikin, aku gak mau makan buatan aku nanti rasanya aneh."pinta Lala.


"Mba aku kesana dulu ya, bikinin aja baksonya nanti kalo udah jadi taro aja di meja Raina ya."ucap Lala.


Lala berjalan menuju meja Fathan dan teman temannya, ia masih penasaran mengenai Fathan yang menatap ke mejanya sangat lama.


"Tuh si teletubies jalannya kesini lagi."ucap Raka.


"Hai, tenang tenang gw gak minta baksonya kok, gw kesini mau nanya sama kak Fathan."ucap Lala menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


Fathan paham apa yang dituju oleh Lala, ia berusaha mencari alasan untuk menghindari Lala.


"Mau nanya apa, ntar aja deh gw lagi makan nih keselek mau tanggung jawab emang."ucap Fathan ketus.


"Ih galak bangat si, ya udah gak jadi nanya gw sumpahin keselek beneran biar tau rasa."omel Lala berjalan menuju meja yang ditempati oleh Raina dan teman temannya.


Raina dan teman temannya yang melihat Lala kembali ke meja dengan wajah yang ditekuk tidak kuasa menahan tawanya.


"Si Lala bisa ngambek juga ternyata ya."ucap Aldo tertawa terbahak bahak.


"Lagian ngapain si segala nyamperin kak Fathan sama teman temannya udah tau mereka suka rese."ucap Aisyah tertawa.


"Abang lo itu Ais, liat aja nanti kalo keselek berarti dia kena azab."omel Lala.


"Kalian gak tau aja ya gw tuh nyamperin mereka karena gw penasaran kenapa kak Fathan dari tadi ngeliatin meja kita terus."ucap Lala keceplosan refleks menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


"Maksudnya gimana."tanya Raina.


"Udah ah gw mau makan bakso spesial buatan mba Wiwik dulu lapar nih."ucap Lala mengalihkan pembicaraan.


Lala memutuskan untuk tidak memberi tahu teman temannya ia merasa setelah diberi tahu akan banyak pertanyaan yang terlontar padanya yang jelas jelas jawabannya hanya ada pada Fathan dan itu hanya membuang buang waktu, ia berniat menanyakan langsung pada Fathan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2