SENIOR

SENIOR
Gosip


__ADS_3

Lala terus mengutarakan rasa sebalnya pada Reno sementara Reno berusaha menguatkan telinganya yang sedari tadi ditarik dan diocehin terus menerus oleh Lala.


"Yaudah aku masakin lagi mie gorengnya tapi lepasin dulu bisa bisa kuping aku lebar kalo ditarik terus,"ucap Reno meringis kesakitan.


Lala melepaskan tangannya dari telinga Reno saat mendengar Reno mau membuatkan mie goreng untuknya.


"Oke, lo harus ganti dua kali lipat,"ucap Lala.


"Iya, aku makan mie kamu setengah berarti aku ganti satu mie goreng full,"ucap Reno tersenyum lebar.


"Enak aja mie gw masih utuh berarti lo ganti dua porsi mie goreng,"omel Lala.


Fathan dan Raina berjalan menuju dapur melewati Lala dan Reno yang masih betah meributkan sepiring mie goreng.


Lala membelalakan matanya saat melihat Fathan membawa piring yang ia gunakan untuk mie gorengnya.


"Kak Fathan lo makan mie goreng gw juga,"teriak Lala berkacang pinggang berjalan menghampiri Fathan dan Raina yang menghentikan langkahnya saat di teriaki oleh Lala.


Fathan mengerutkan alisnya menatap piring kosong yang ia bawa lalu menatap Lala malas serta menyiapkan telinganya yang akan diserang oleh Lala.


"Jangan deket deket gw,"ucap Fathan ketus.


"Apaan si segala jauh jauh, lo kira gw kuman balikin mie goreng gw kalian udah makan kenapa suka banget ngambil makanan orang si dasar perut karung,"omel Lala.


"Ini piring yang gw bawa bekas Fano makan, gak usah nuduh nuduh,"ucap Fathan berjalan menarik tangan Raina menuju dapur.


Lala membulatkan matanya ia berfikir sejenak dan sadar kalau mie gorengnya dibawa oleh Fano.


"Fanooooo,"teriak Lala berkaca kaca.


"Kamu kenapa sedih banget si cuma mie goreng sepiring doang yaudah gak usah teriak teriak mulu mending kita ke dapur di lemari banyak stok mie berbagai rasa,"ucap Reno berjalan mendahului Lala dan diikuti Lala dari belakang.


Fano yang mendengar teriakan Lala dari atas sudah siap menutup telinganya sedari tadi menggunakan kedua tangannya.


"Pilih mau mie yang mana terus kita buat gak usah nangis sama Fano aja nangis cengeng banget,"ledek Reno terkekeh.


Raina memandang Lala yang berkaca kaca berusaha menahan tawanya tetapi tidak bisa akhirnya tawanya pun mengelegar memenuhi dapur.


"Lala nangis sama Fano hahahahah,"ledek Raina.


"Gak usah ngeledek deh kalian, masaknya tuh susah payah tau gw bahagia banget bisa masak mie goreng sendiri pas mau makan malah diembat sama dua curut,"omel Lala mengerucutkan bibirnya sembari mengusap air mata yang ingin menetes.


"Lebay banget bikin mie goreng aja segala susah payah gw bisa bikin mie goreng dari SD,"ucap Fathan.

__ADS_1


"Bodoamat! yang jelas gw bahagia pas mie gorengnya jadi dan kebahagiaan gw dirusak smaa dua curut,"omel Lala ketus.


Fano yang merasakan sudah tidak ada suara Lala bergegas menuruni tangga pergi ke dapur untuk mengambil minum karena sehabis makan ia belum minum sama sekali.


"Mie goreng rasa apa,"tanya Reno membawa beberapa mie goreng dengan rasa yang berbeda di hadapan Lala.


"Mie goreng rendang aja biar serasa lagi makan nasi padang,"ucap Raina terkekeh.


"Gw saranin mie goreng aceh aja biar serasa makan di aceh,"ucap Fathan.


"Boleh semuanya gak sih,"tanya Lala.


"Enak aja abis stok mie instan di rumah gw ntar,"omel Raina.


Fano yang sedari tadi bersembunyi di balik tembok mendengar pembicaraan mereka mengenai rasa mie goreng tiba tiba menampakan diri.


"Indomie goleng hype abis ayam geplek aja bial bisa makan mie ada ayam gepleknya lumayan kenyang,"ucap Fano tersenyum.


Lala melihat Fano tiba tiba mengingat mie gorengnya yang sudah lenyap entah kemana.


"Ngapain kesini, sono sono aku marah sama Fano,"ucap Lala ketus.


Fano menatap Lala memelas menghampiri Lala.


"Kak Lala jangan malah ya sama Pano, salahin aja pelut Pano yang suka sama mie goleng,"ucap Fano menarik narik baju Lala.


"Gak mau,"tolak Lala membuang mukanya.


"Kak Jungkook kembalan Pano belain Pano dong,"rengek Fano.


"Udah deh ribut mulu, jadi bikin mie gak,"ucap Reno.


"Jadiiiiii,"teriak Fano semangat berloncat loncatan.


Sedangkan yang lainnya menatap Fano yang sangat bersemangat heran, mereka saling melempar pandangan.


"Emangnya kita ngajak Fano,"ledek Raina.


"Pano nangis nih ya, telus Pano aduin ke Mama Wina sama Papa Gio bial kalian diusil dali lumah kaya di pilem pilem,"ucap Fano cemberut.


"Tukang ngadu,"ucap Raina ketus.


"Bialin wle,"ledek Fano.

__ADS_1


Akhirnya mereka memasak mie instan bersama, Lala yang sedari tadi berfikir mereka makan ketoprak hilangnya kemana mengapa merekamembuat mie instan lagi, apa mereka tidak membaca doa saat makan makanya mereka tidak kenyang banyak sekali dugaan dugaan yang ada dibenak Lala.


Wina dan Gio bingung melihat ruang tengah tidak ada orang satupun mereka bertanya tanya kemana pergi anak anaknya, mereka mendengar suara gaduh berasal dari dapur bergegas menuju dapur.


"Yaampunnn kalian belum bikin apaan emangnya belum kenyang,"tanya Wina kaget saat melihat anaknya sedang asik memasak.


"Guys, perut kalian ternyata perut karung ya Papa gak nyangka bisa abis stok mie instan di rumah nih,"ucap Gio terkekeh.


"Mama Wina sama Papa Gio mau gak? ini masakan Pano enak banget deh kalah Mastel chep yang di tipi sama Pano,"ucap Fano sambil memegang centong nasi.


"Bro masak mie kenapa megangnya centong, masak mie megangnya garpu zheyenk,"ucap Gio tertawa.


"Kelamaan pake galpu mienya pada jatoh jatohan Pano kesel,"adu Fano.


"Yaudah deh semangat memasak Mama sama Papa mau tidur ah ngantuk, nanti kalo Fathan mau pulang langsung aja ya Nak,"ucap Wina sambil menutup mulutnya yang menguap.


"Oke Tante, minjem dapurnya yaa,"ucap Fathan tersenyum.


"Iya pinjem aja asal jangan dibawa pulang ribet soalnya,"ucap Gio terkekeh sambil berjalan meninggalkan dapur.


Mereka melanjutkan masak hingga mie yang mereka masak siap dimakan, lalu Fathan berpamitan pulang pada yang lainnya, sedangkan Lala seperti biasa jika sudah berkunjung ke rumah Raina seperti ada magnet yang menahannya untuk pulang dan berujung menginap di rumah Raina.


"Bye bye kak Jungkook kembalan Pano jangan kangen yaa sama Pano kalo kangen kesini aja gelatis kok,"ucap Fano melambai lambaikan tangannya.


Pagi hari Raina dan Lala baru sampai di halaman kampus di antar oleh Reyhan, mereka dibuat risih dengan orang orang sekitar yang memandangi mereka dan membicarakan mereka lebih tepatnya Raina.


"Mereka kenapa si kok ngeliatinnya gitu banget, kaya nya gw ketinggalan gosip baru deh,"tanya Lala melirik sekitar.


Raina menaikan kedua bahu dan berusaha tidak peduli dengan sekitar."Mana gw tau, biarin aja lah gak penting,"ucap Raina berjalan mendahului Lala.


Lala yang ditinggal pergi begitu saja berlarian menyusul Raina."Woy tungguin ilahhh,"teriak Lala.


Zara yang sedari tadi sudah sampai di kampus lebih awal merasa risih karena terus menerima banyak pertanyaan dari orang orang tentang Raina.


"Gw gak tau, kalian kenapa si pengen tau banget sama urusan orang, mau Raina jalan sama kak Fathan atau siapapun itu bukan urusan kalian emangnya ngerugiin kalian, dari tadi gw udah sabar sabar nih ya jangan sampe lu semua gw selepet satu satu,"omel Zara menatap garang sekelilingnya.


Setelah Zara mengamuk mahasiswa lainnya bungkam, mereka sangat mengetahui Zara


yang sangat jago dalam ilmu bela diri mereka memandang Zara takut.


"Yaudah si Zar kita kan cuma kepo doang gak usah marah marah kalem aja kalem,"ucap salah satu mahasiswa sambil menyengir.


"Pegang omongan gw sampe ada yang nanya lagi ke meja gw siap siap aja tangannya gw puter,"omel Lala menatap garang semua orang yang berada di hadapannya.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2