SENIOR

SENIOR
Perahu


__ADS_3

Lala dibuat sibuk dengan karungnya mencari sesuatu yang akan ia berikan pada Reno, tangannya terus merogoh isi karung hingga akhirnya ia menemukan barang yang ia cari.


Fano berjalan sambil memonyongkan bibirnya terus mengumpat Reyhan matanya berbinar saat melihat Lala sedang membongkar karungnya ia berlarian lalu dengan sengaja menimpa tubuh Lala.


"Kak Lala poooo... panutanku, buka kalung kok gak ngajak-ngajak Pano si mana oleh-oleh buat Pano," teriak Fano sambil merogoh karung.


"Fanoo... rusuh banget si minggir woy berat kasian punggung gw," teriak Lala.


"Gak mau! Oleh-oleh Pano dulu balu Pano minggil," tolak Fano.


"Iya-iya minggir dulu makanya," ucap Lala kesal.


Fano menggeserkan tubuhnya lalu mendekati Lala ia menatap Lala dengan mata berbinar tidak sabar ingin melihat oleh-oleh yang akan diberikan oleh Lala.


Dengan senang hati Lala membuka Paperbag yang berisi 3 baju polos berwarna merah muda, ia memberikan satu baju untuk Fano lalu dengan senyum yang merekah.


"Apaan ini emangnya Pano cewe pake baju walna pink tukel ah tukel," protes Fano membuka Paperbag mencari baju dengan warna berbeda.


"Gak ada lagi warnanya itu semua kak Lala kan sengaja beli ini biar kita couplean kita kan satu team harus kompak, Fano gak mau couplean sama kak Lala? Yaudah deh bajunya kak Lala jual aja lumayan buat beli bakso mba Wiwik," ucap Lala berniat mengambil kembali baju yang berada di genggaman Fano.


"Enak aja mau dijual ini kan punya Pano yaudah deh Pano mau dasal teletabis ngeselin beli baju walna nya gak bagus gak ngelti model, ini satu lagi buat siapa? kak Laina atau mama Wina atau kak Kinan," ucap Fano sambil menunjuk baju yang masih berada di dalam Paperbag.


"Itu baju buat kak Reno kan aku bilang ini baju khusus aku beliin buat team kita, sekarang kita resmi jadi team," ucap Raina menaik turunkan alisnya.


"Oh gitu telus kenapa gak dikasih ke kak Leno nanti dia ili lagi sama Pano telus baju Pano diambil sama kak Leno," ucap Fano dengan cepat ia memakai baju tersebut hingga membuatnya terlihat seperti buntalan saat memaksakan mendouble bajunya.


"Gak muat kali sama kak Reno nanti kalo diambil kak Lala beliin lagi tenang aja itu baju 100 ribu dapet 3 kok," ucap Lala menyengir.


********


Raina terusik dari tidurnya mengerjapkan matanya berusaha mengumpulkan nyawanya yang masih berkeliaran, ia menolehkan kepalanya kesamping melihat Fathan yang sedang sibuk dengan ponselnya.


"Udah nyampe Kak," tanya Raina.


"Sejak 2 jam yang lalu," jawab Fathan.


"Seriusan 2 jam, kenapa gak bangunin gw si terus lo dari tadi nungguin gw bangun," tanya Raina ia merasa sungkan dengan Fathan.


"Iya dong, ternyata lo kalo tidur pules banget ya ada maling pun lo gak bakalan kebangun kayanya haha," ledek Fathan.


"Kenapa gak bangunin gw si kan gw jadi enggak enak sama lo, oh iya gw ngiler gak terus gw rusuh gak tidurnya pasti lo ilfeel deh," ucap Raina panik.


"Hanya gw, tuhan dan iler lo yang tau haha, udah yuk keluar masa niat ke pantai malah diem di parkiran doang," ajak Fathan.


Mereka keluar dari mobil lalu berjalan menuju pantai dengan bergandengan.


"Kita gandengan kaya mau nyebrang aja ya," ucap Raina terkekeh.


"Iya, soalnya gw lagi bawa nenek-nenek takut ilang," saut Fathan.

__ADS_1


Mendengar ucapan Fathan membuat Raina jengkel lalu dengan cepat tangan Raina menjewer telinga Fathan tanpa ampun.


"Iyaa... iyaaa... ampunnn tuh kan bener mirip banget kaya nenek gw kalo kesel ujungnya kuping gw yang jadi sasaran," ucap Fathan berusaha melepaskan tangan Raina dari telinganya.


"Lagian lo nyebelin si masa gw disamain sama nenek-nenek ya walaupun nantinya gw bakal jadi nenek juga tapi setidaknya sekarang kan gw masih muda emangnya lo mau pacaran sama nenek-nenek," omel Raina dengan bibir yang mengerucut.


"Kalo neneknya kaya lo gw gak bakalan nolak, gw bakal sayang terus sama nenek-nenek yang ada disamping gw ini," jawab Fathan.


"Ujung-ujungnya ngegombal kan untung jantung gw gak copot," gumam Raina.


Raina dan Fathan berjalan menyisiri tepi pantai sesekali Raina menyeburkan kakinya di tepi pantai terlihat ombak pantai yang begitu tenang menghampiri kakinya, Angin pantai membuat rambut Raina sedikit berantakan hingga membuatnya sedikit sibuk dengan rambutnya yang menghalangi pandangannya.


Fathan tersenyum melihat Raina yang sedari tadi merengut sambil mengutuki rambutnya sendiri.


"Sini gw punya cara biar rambut lo gak nyuri perhatian lo terus sampe-sampe gw dicuekin," ucap Fathan ia meraih rambut Raina mulai mencepol asal rambutnya walaupun sedikit berantakan namun lumayan untuk seorang laki-laki seperti Fathan ternyata bisa mencepol Rambut.


Raina bertepuk tangan menatap Fathan kagum saat Fathan mengangkat tangannya.


"Keren Kak ternyata lo bisa nyepol rambut juga, belajar dari mana?" tanya Raina.


"Kalo lagi sama lo apapun yang gak bisa semua nya jadi bisa haha," jawab Fathan.


"Ah gombal terusss, buat jalanan dibawah laut bisa gak?" tantang Raina dengan menaikan satu alisnya.


"Kalo bikin jalanan di bawah laut buat lo jujur gw gak bisa, tapi kalo buat jalanan menuju pelaminan kita berdua sekarang pun gw jabanin," ucap Fathan terkekeh.


"Terus aja terusss lama-lama pipi gw kaya abis digamparin nih merahnya udahan apa gombalnya, ngomong mah segampang ngeluarin kentut ngelakuinnya susah," ucap Raina tertawa.


"Berarti gw luna dong terus Rachel gimana kasian dia pasti cemburu liat kita berdua terus gw dibully netizen karena udah jadi pelakor haha," ucap Raina sengaja meneruskan drama yang dimulai oleh Fathan.


"Di kisah kita gak ada Rachel nya," saut Fathan.


"Adaaa tau tuh si Maira," ucap Raina santai.


"Bodoamat! mau naik perahu gak," ucap Fathan kesal.


Raina tertawa saat melihat raut wajah Fathan yang berubah menjadi kusut saat ia menyebut nama Maira.


"Gitu aja ngambek, maulah jarang-jarang nih gw naik perahu," ucap Raina semangat berlarian menghampiri orang yang menyewakan perahunya.


Mereka menyusuri sekitaran pantai menggunakan perahu sesekali mereka tertawa.


******


"Kak Leyhan Pano punya baju team dong kak Leyhan gak punya temen sukulin emangnya enak makanya jangan pacalan telus," ledek Fano sambil memamerkan baju yang ia pakai.


"Baju apaan tuh warnanya begitu kaya cewe," ucap Reyhan.


"Bialin ini baju bikin Pano tambah kece soalnya cewe-cewe kan suka baju walna pink pasti kalo meleka liat Pano pake baju ini meleka suka sama Pano juga telus nanti Pano ketemu jodoh Pano dan Pano gak jomblo lagi tapi kasian kak Leno jomblo sendilian yaudah Pano gak jadi pacalan deh Pano mau nemenin kak Leno dulu sampe dapet jodohnya kan Pano setia kawan," ucap Fani berhasil membuat yang mendengarnya mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Eh bocil belajar baca dulu yang bener baru urusin cewe baca belom lurus aja banyak gaya," ledek Reyhan.


"Makanya itu Pano kan bacanya belom lancal jadi Pano mau belajal baca dulu bial jodoh Pano kagum sama Pano," ucap Fano dengan gaya polosnya.


"Tau ah bodo bisa gila gw ngomong sama lo," ucap Reyhan pasrah.


"Emang udah gila dali dulu wle," ledek Fano dengan cepat membalikan badannya berlarian menjauhi Reyhan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2