SENIOR

SENIOR
Hantu kepala merah


__ADS_3

Anna asik berkeliling disekitaran rumah Reno membuat pemilik rumah menatap Anna curiga.


"Bang Ren itu ngapain si mantan lo gak jelas banget ceritanya lagi home tour itu dia," tanya Reyhan.


Reno hanya menggeleng kepala dan menaikan bahunya dengan tangan kanan yang masih setia merangkul Lala.


"Kak Reno tangan bisa minggir dikit gak sih berat tau lagian ngapain sih tiba-tiba ngerangkul ntar yang ada gw di bilang perebut mantan orang lagi," bisik Lala.


"Nempel aja berdua kaya sarimi isi 2 gak mau pisah padahal ada mantannya noh," ledek Raina.


"Tante badut mau ngapain si dali tadi mutel-mutel pusing tau Pano ngikutinnya," ucap Fano.


"Makanya Fano duduk manis aja tuh di depan tv nonton kartun gak usah ngikutin aku ya ganteng," ucap Anna tersenyum yang dipaksakan.


"Enak aja nyuluh-nyuluh Pano mendingan tante badut pulang sono nyusahin aja bikin pusing kepala pangelan aja," ucap Fano sambil menarik paksa ujung baju Anna membuat wajah Anna yang putih menjadi memerah karena emosi.


"Lepas!Lepas! gw bisa jalan sendiri dasar anak kecil sok tau," omel Anna menatap Fano garang.


Fano memonyongkan bibirnya sambil menatap Anna dengan tatapan menantang


"Dasal tante badut jelek telus galak lagi kaya genduluwo besok-besok Pano usil kado dateng kesini," omel Fano sambil berkacak pinggang.


"Bodoamat!" ketus Anna berjalan keluar rumah dengan emosi yang memuncak tanpa berpamitan dengan yang lainnya.


"Sono pelgi jauh-jauh dasal Tante genduluwo galak milip badut," ketus Fano melangkahkan kakinya menuju ruang tamu meninggalkan mereka yang masih terdiam ditempat lalu merebahkan diri diatas karpet tebal menonton kartun kesukaannya sambil mengoceh.


"Si Fano kalo lagi kaya gini bermanfaat juga ya," gumam Reyhan.


Mereka kembali menuju ruang tamu kecuali Reno dan Lala.


Kini Lala menatap Reno kesal dengan cepat kakinya menginjak kaki Reno hingga yang punya kaki meringis kesakitan lalu menoyor kening Lala.


"Apaan si kasar banget jadi perempuan," omel Reno.


"Lagian dari tadi modus banget kalo mau bikin mantan lo cemburu gak gitu juga kali caranya kak ntar yang ada dia dendam sama Lala terus nanti pas ketemu Lala di jalan dia nabrak Lala sampe meninggal kaya di sinetron-sinetron gimana kan kasian Mama Lala nanti kangen sama Lala," ucap Lala tanpa jeda.


Perkataan Lala yang membuat Reno pusing mendengarnya dengan cepat ia membungkam mulut Lala dengan telapak tangannya.


"Diem gak! berisik banget ngomong mulu gak berenti-berenti udah sok tau banget lagi," tegas Reno perlahan mulai menurunkan tangannya dari mulut Lala ia sedikit ngeri kalau tangannya terlalu lama di mulut Lala yang ada nanti tangannya digigit oleh Lala.


"Lagian lo tuh ya aneh banget segala ngaku-ngaku pacaran sama gw lagi terus dari tadi nih tangan ya nempel mulu di pundak Lala berasa ketempelan nih pundak keberatan sepanjang jalan," oceh Lala.


"Gak usah kepedean dulu itu aku sengaja ngomong begitu biar dia gak gangguin aku terus, aku gak ada niatan yang lain jadi gak usah berfikiran yang aneh-aneh," ucap Reno.


"Lala mah dari dulu memang pede kok, nih tanggung jawab buruan tangan Lala jadi kotor gara-gara lo," ucap Lala sambil menyodorkan jari telunjuknya pada Lala.


Reno menghela nafasnya lalu menarik tangan Lala berjalan menuju wastafel yang berada di dapur mulai membersihkannya menggunakan sabun.


"Udahkan berisik banget ginian aja dibikin ribet tinggal cuci kan beres," ketus Reno.


"Selagi ada yang ribet kenapa harus nyari yang gampang hehe," ucap Lala menyengir.


"Moto hidup macam apa itu," ucap Reno acuh melangkahkan kakinya meninggalkan Lala yang terdiam.


"Terus aja ninggalin awas aja lo ya besok-besok minta bantuan Lala injek kakinya di depan mantannya," gerutu Lala menghentakan kakinya menyusul Reno.

__ADS_1


********


Fano sedang asik dengan tontonannya membuatnya tidak perduli dengan situasi sekitarnya yang sedang heboh membicarakan Fathan yang akan pergi ke london menjemput saudara kembarnya.


Reyhan melirik Fano terbesit niatnya untuk menjahili Fano ia melihat remot televisi yang tergeletak dengan cepat ia mengambil remot tersebut mengganti channel asal lalu setelah mengganti channel ia menyembunyikan remot dibelakang punggungnya.


Fano terdiam ia melirik sekitar namun ia melihat yang lain sedang asik dengan obrolannya masing-masing membuatnya kebingungan lalu menggaruk kepalanya geram.


Fano menolehkan kepalanya kesana kemari mencari keberadaan remot namun ia tidak menemukannya hingga ia memutuskan beranjak dari rebahannya mengganti channel menggunakan tombol yang berada di televisi dan kembali ke tempat semula.


Fano mulai kembali asik dengan tontonannya sesekali tertawa sesekali berbicara sendiri membuat yang lainnya terkekeh melihat tingkah Fano.


Reyhan mulai kembali mengganti channel televisi sambil menahan tawanya.


Fano mengerucutkan bibirnya melirik orang sekitar secara bergantian namun ia tidak menemukan tanda-tanda ada orang yang mengusilinya.


Aneh banget dali tadi tipinya ke ganti sendili masa ada hantu si di lumah mama Wina udah gitu hantunya pengen nonton juga.


Fano kembali melangkah mendekati televisi dengan malas sesekali ia penasaran dan melirik sekitar lalu kembali merebahkan dirinya.


Hantu jangan isengin Pano ya nanti kita gantian nontonnya sekalang Pano dulu yang nonton okay.


Fano bernafas lega sedari tadi ia was-was televisi akan berganti channel kembali namun sampai iklan muncul channel tidak berganti membuat Fano mengembangkan senyumnya.


Sukul deh om hantunya dengelin jelitan hati Pano yang lagi asik nonton.


Iklan selesai dan sekarang menampakan kartun yang sedari tadi ia tunggu Fano memfokuskan pandangannya pada televisi namun yang terjadi televisi malah mati awalnya ia kira mati listrik setelah ia melirik sekitar ia kebingungan melihat akuarium yang menyala dan melihat televisi yang mati.


"Mama Winaaaa di lumah ada hantunya ya?" teriak Fano membuat yang lain semulanya sedang asik dengan topik pembicaraannya menjadi mengalihkan pandangan mereka.


"Pano gak liat tapi tuh liat dari tadi tipinya ganti-ganti sendili Pano sampe capek bolak balik mencetin pencetan yang di tipi telus sekalang mati, lemotnya juga ilang. Mama Wina sama papa Gio besok beliin tipi dong buat hantunya biar gak gangguin Pano telus," ucap Fano.


Reyhan berusaha menahan tawanya namun ia tidak kuat menahan tawanya hingga akhirnya ia mengeluarkan tawanya membuat yang lainnya menoleh pada Reyhan.


Fano menatap Reyhan garang sambil berkacak pinggang lalu berlarian menghampiri Reyhan menindih tubuh Reyhan memukulinya hingga Reyhan berkali-kali meminta dilepaskan.


"Dasal hantu kepala melah, tunggu aja pembalasan Pano ya," gerutu Fano.


********


Reno dan Lala berada di dekat kolam berenang mereka mendudukan dirinya di salah satu bangku santai.


"Kok lo malah kesini sih kak Reno, kenapa gak ngumpul sama yang lain?" tanya Lala.


"Kalo aku kesano yang ada tambah pusing aku. Aku sengaja kesini buat ngilangin suntuk eh biang rusuh malah ngikutin," ucap Reno.


"Abis diapelin mantan masa suntuk Lala tau kok di lubuk hati yang paling dalam perasaan kak Reno tuh lagi gak karuan tapi lebih banyak senengnya, yakan yakan udah deh ngaku aja gak usah malu-malu," ucap Lala.


"Cerewet banget si! Kamu ngomongin dia lagi aku lempar kamu ya ke kolam," ancam Reno.


"Lala kan cuma ngomong fakta aja, yaudah lempar nih kaya bisa aja," ucap Lala sengaja menantang Reno.


Reno beranjak dari duduknya dengan cepat membopong tubuh Lala membawanya ke kolam berenang.


Lala terkejut sekaligus tidak menyangka kalau perkataan Reno serius ia menggoyang-goyangkan kakinya meminta dilepaskan.

__ADS_1


"Ampun ampun Lala janji gak ulangin lagi terus nurut sama kak Reno jangan lempar Lala ya nanti Lala dijewer mama Wina soalnya kolam udah rapi masa lo tega si sama gw," mohon Lala memasang wajah melasnya.


Reno terdiam dan berfikir sejenak hingga akhirnya ia memutuskan memutar tubuhnya kembali menuju bangku dengan membopong Lala.


"Berat banget si kamu makan beton ya?" ucap Reno perlahan menurunkan Lala.


"Enak aja makan nasi uduk gw tadi pagi," ucap Lala.


"Ah iya sebagai gantinya kamu bikinin aku mie goreng sana pake telor ya," pinta Reno.


"Ujungnya gak enak kan, bantuin lah enak aja lo santai-santai disini gw nya sibuk gak setia kawan banget," ucap Lala menarik paksa lengan Reno.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2