SENIOR

SENIOR
Konsep


__ADS_3

Aisyah berlarian memasuki rumah Raina, ia mengedarkan pandangannya ke segala penjuru rumah mencari keberadaan Raina. Ia berjalan menghampiri Reyhan yang sedang asik bermain Play Station.


"Kak Rey. Raina nya mana kok dari tadi keliatan," tanya Aisyah.


Reyhan tidak menjawab pertanyaan Aisyah dan masih fokus pada game yang sedang ia mainkan. Hingga membuat Aisyah jengkel. Aisyah sengaja menjatuhkan tasnya tepat mengenai punggung Reyhan.


"Apaan sih woi rusuh banget nih bocah. Sana dah lo mending ke kamarnya Raina jangan ngerusuh disini," oceh Reyhan.


Aisyah hanya memasang wajah polosnya tanpa merasa bersalah sedikit pun. Jauh di dalam hatinya ia sudah tertawa geli karena berhasil membalas perbuatan Reyhan yang mengacuhkan dirinya.


"Salah sendiri ditanyain malah diem aja huuuu. Salahin aja tas nya sana jangan salahin aku. Bye! " Aisyah memutar balik tubuhnya kemudian berlarian menuju kamar Raina yang sebelumnya memang sudah ia ketahui dimana letaknya.


"Raina... Raina... Bukain pintunya dong," teriak Aisyah.


Setelah pintu kamar Raina terbuka dan menampakkan Raina. Dengan terburu-buru Aisyah memasuki kamar Raina hingga membuat Raina nyaris terjatuh.


Raina menghela nafasnya sambil menggelengkan kepalanya menatap Aisyah yang sudah berada di atas kasurnya.


"Ada ya tamu model beginian. Untung temen gw lo Ais," ucap Raina.


"Maaf Raina. Abisan kamu lama banget bukain pintunya dan aku juga penasaran banget sama masalah kamu," saut Aisyah sambil cengengesan.


Seketika wajah Raina berubah menjadi muram, ia kembali teringat dengan kejadian beberapa jam yang lalu. Kejadian yang membuatnya sangat kesal, geram bahkan sedih. Ia tidak tahu kini harus berbuat apa hingga akhirnya ia memilih untuk menghubungi Aisyah.


"Tuh kan mukanya jelek banget, yaudah buruan sini kita curhat-curhatan. Nanti kalo kamu udah kelar curhat gantian deh aku yang curhat ke kamu. Jarang-jarang loh kita kaya gini biasanya kan kamu selalu sama Lala kalo kemana-mana, sampe buat aku cemburu kadang-kadang kalo liat kalian," ucap Aisyah terkekeh.

__ADS_1


Raina menutup pintu kamarnya kemudian melangkahkan kaki menuju kasur.


"Kalian juga sih yang gak mau main ke rumah aku, coba kalian gak tau malunya kaya Lala pasti kita bisa kumpul-kumpul tiap hari. Gw lagi sedih nih Aisyah tapi sebel juga," ucap Raina memasang wajah muramnya sambil menundukkan kepala.


"Sedih kenapa dan sebel kenapa? Terus gara-gara apa. Jadi bingung deh kalo kaya gini. Kamu ceritain aja dulu ke aku masalahnya gimana," ucap Aisyah.


"Ini soal kak Fathan. Soalnya dia yang buat gw sedih dan sebel juga," saut Raina.


Aisyah mengerutkan dahinya menatap Raina dengan tatapan bertanya-tanyanya.


"Kak Fathan yang kamu maksud itu Abang aku? Bang Fath kan? Yang pacaran sama kamu?" tanya Aisyah dengan penasaran.


"Iyalah Aisyah, Fathan mana lagi sih ya ampun. Aku cuma kenal satu Fathan doang sampe saat ini," jawab Raina.


"Tadi pas gw nyusulin kak Fathan ke kantornya dia terus gw diajak ke ruangan dia abis itu gw dicuekin, bahkan kak Fathan lebih pilih liatin hp dari pada makan makanan dia. Makanan aku udah abis tapi makanan dia masih utuh. Terus gw marah sama dia tapi dia cuek aja bahkan pas gw bilang mau pulang dia gak cegah gw sama sekali, kan jadinya sebel. Sampe sekarang aja dia gak ada telpon aku." Raina mencurahkan isi hatinya, tak jarang pula ia menampakkan wajah kesalnya dihadapan Aisyah.


"Kenapa bisa begitu. Setau aku nih ya, Abang aku itu bucin banget sama kamu. Di rumah aja kerjaannya liatin foto kamu terus masa iya dia secepat itu berpalingnya. Antara percaya dan gak percaya sih," ucap Aisyah dengan wajah kebingungan.


****


Fathan yang masih bersama dengan Zara dan saudara kembarnya sedari tadi terus-terusan menghela nafas gusarnya karena ia selalu dibuat ribet dengan perdebatan tidak penting yang mereka debatkan.


"Pusing gw ngeliat lo berdua lama-lama. Gw nyuruh kalian kesini kan buat bantuin cari ide dan konsep buat ngelamar Raina bukan nambah beban pikiran gw," keluh Fathan.


"Dia duluan yang mulai tuh. Bilangin apa kak sama kembaran lo, dia selalu menindas gw dan selalu membawa status dosen dan mahasiswa terus, gila hormat juga ternyata kembaran lo ini," ucap Zara sambil melirik sini ke arah Farhan.

__ADS_1


Farhan hanya mendelikkan matanya, rasanya malas sekali menyahuti perkataan dari Zara. Mulutnya terasa lelah karena sedari tadi terus-terusan melayani segala perkataan Zara.


"Oke. Sekarang kita fokus aja ngomongin rencana apa yang mau lo buat Fath. Emangnya lo mau ngelamar Raina dimana dan kira-kira mau konsepnya yang kaya gimana," tanya Farhan.


Fathan terdiam, ia kembali mengingat percakapannya dengan Raina seminggu yang lalu mengenai konsep lamaran maupun pernikahan yang Raina suka seperti apa. Fathan tersenyum setelah selesai mengingat kembali percakapan antara dirinya dan Raina.


"Ditanyain malah senyum-senyum sendiri, gak jelas banget," sindir Farhan.


"Gw mau lamarannya nanti malem-malem dan konsepnya outdoor gitu dan banyak lampu-lampunya, nanti sediain kembang api. Terus nanti disana ada alat-alat musik gitu kaya alat band, intinya sih begitu," ucap Fathan.


Zara terdiam membayangkan apa yang Fathan katakan. Ia menganggukkan kepalanya mengerti dengan apa yang Fathan katakan. Konsep yang diminta oleh Fathan benar-benar sama persis dengan apa yang diceritakan Riana pada dirinya 1 tahun yang lalu.


"Ternyata Raina belom berubah pikiran ya Haha. Ini mah gampang, gw udah tau apa yang harus dikerjain karena gua udah ngebayangin ini selama 1 tahun haha. Kalo lamarannya sukses gw dapet apa nih kak?" ucap Zara dengan santai sambil memasukkan cemilan yang ada di atas meja ke dalam mulutnya.


"Sombong. Belum dikerjain udah sombong aja," gumam Farhan.


"Yaudah lah intinya begitu, gw mau konsep yang persis kaya gitu. Gw percaya sama lo berdua pasti kalian bisa lah. Oh iya kalo cincin udah ada di gw jadi kalian gak usah mikirin cincin tapi kalo mau nyari buat kalian berdua sih gapapa," Fathan menaik turunkan kedua alisnya sambil melirik keduanya bergantian.


"Ah iya lupa. Tenang Zara, nanti setelah ini bakal dapet jodoh kok. Tungguin si Rama sama Raka dateng kesini ya biar mereka bantuin kalian juga," ucap Fathan.


****


Bersambung....


Jangan lupa like, komen dan saran. Terima kasih buat kalian yang selalu nunggu bab selanjutnya hehe.

__ADS_1


__ADS_2