
Saat ini semua orang berada di rumah Raina tanpa terkecuali, Reyhan yang sejak kemarin dibuat sibuk dengan kondisi Kinan yang tiba-tiba saja masuk rumah sakit pun kini ikut bergabung karena paksaan dari Wina.
Reyhan melangkahkan kakinya menuju dapur mencari keberadaan sang Mama.
"Ada apa Ma, kok keliatannya ada hal penting banget sampe Mama maksa Rey pulang," tanya Reyhan.
Wina yang sedang menata beberapa cemilan refleks menolehkan kepalanya ke arah Reyhan.
"Iya, ini penting banget jadi kamu harus ada disini setidaknya dengerin dulu apa yang mau Mama sampaikan, abis itu terserah kamu deh mau balik ke rumah sakit gapapa," saut Wina.
Reyhan menganggukkan kepalanya lalu tangannya dengan sengaja menyomot cemilan yang sudah disusun dengan rapi hingga membuat cemilan menjadi berantakan.
"Reyhan. Beresin lagi, liat nih jadi berantakan nanti keliatannya gak estetik lagi, ih sebel deh Mama sama kamu untuk anak mama kamu ya," omel Wina tangannya terangkat menyentil hidung Reyhan.
"Pasti Mamaku ini gak bisa nahan Gemes sama anaknya yang paling kece ini kan Haha," ucap Reyhan dengan percaya diri.
"Dari pada kamu puji-puji diri sendiri mending kamu bawa nih cemilan ke depan biar yang lainnya cobain juga," pinta Wina sambil menyodorkan 2 piring berisi cemilan pada Reyhan.
Reyhan tersenyum lalu meletakkan tangan kanannya di samping pelipisnya lalu menegapkan tubuhnya seperti sedang memberi hormat saat upacara bendera.
"Siap nyonya besar kesayanganku," ucap Reyhan.
Reyhan mengambil dua piring berisi cemilan dari tangan Wina lalu pergi meninggalkan dapur.
"Weh ngerumpiin apa kalian? Parah banget gw gak diajak awas aja kalian ya makan nih cemilan yang gw bawa," ucap Reyhan sambil meletakkan cemilan.
"Ngomongin lo," saut Rama tanpa menoleh pada Reyhan.
"Pano pulang! Pano pulang! Ayoooo temen-temen telnyata benel di lumah Pano ada banyak makanan ayo masuk anggap aja lumah sendiri ya." Fano berteriak sambil mempersilahkan teman-temannya masuk ke dalam rumah.
Mendengar sambutan Fano teman-temannya pun berlarian menuju tempat dimana yang lainnya sedang berkumpul.
"Wih banyak makanan, pokoknya Aku mau ini ya," teriak salah satu teman Fano yang bernama Fajar.
"Aku suka main kesini, besok kita main lagi ya Fajar." Bambang berteriak sambil berloncat-loncatan di atas sofa.
Kedatangan tiga makhluk kecil yang tiba-tiba membuat gaduh membuat yang lainnya menatap mereka dengan bergedik ngeri dan was-was karena banyak sekali cemilan dan piring di sana.
__ADS_1
"Dek, Jangan loncat-loncatan ya nanti jatuh sini aja duduk bareng kita ya," ucap Raka.
"Eh bocil, bener-bener lo ya siapa yang nyuruh bawa pasukan kesini? Kita kan mau ada acara," omel Reyhan.
"Bialin dong. Kak Laina aja temannya banyak masa Pano gak boleh, Pano melasa telsingkil soalnya Pano gak punya teman," ucap Fano menatap Reyhan sinis.
"Udah gak usah berisik, Fano sama teman-temannya main di sana aja ya jangan disini soalnya banyak piring nanti takut keinjek nanti Fano dimarahin sama mama Wina," bujuk Aisyah dengan lembut.
"Nah gitu dong kaya kak Isah baik banget. Semuanya jangan mau ya temanin kak Ley, usil aja kak Ley dali sini dia ngeselin banget." Fano berbicara sambil memonyongkan bibirnya.
***
Wina dan Gio datang bersamaan ke arah ruang tengah hingga membuat perhatian yang lainnya teralihkan pada mereka dan menatap keduanya penasaran kecuali Raina, Fathan dan Aisyah.
Wina mendudukkan dirinya diatas permadani bersamaan dengan Gio disampingnya.
"Pasti kalian penasaran ya apa yang Tante sampaikan ke kalian, nah sekarang Tante mau ngomong nih," ucap Wina sambil tersenyum.
"Ngomong aja Mama, bikin penasaran aja nih," saut Reyhan.
Semua menatap Wina penasaran mereka menunggu perkataan Wina selanjutnya, sejujurnya soal pernikahan mereka sudah mengetahui kecuali Rama jadi mereka sangat penasaran dengan siapa perempuan yang akan menjadi calonnya Reno.
"Hah! Serius bang Reno mau nikah? Dadakan amat kaya tahu bulat, perasaan dia gak ada gosip-gosip lagi pacaran dah." Rama melirik sekitar ia merasa bingung saat melihat raut wajah yang lainnya yang terlihat sama sekali tidak terpancar raut wajah kaget dari wajah mereka.
"Ini juga kenapa yang lainnya biasa aja. Kenapa gw doang yang kaget?" sambung Rama.
Raka mengangkat tangannya kemudian menoyor kepala Rama dengan gemas.
"Kudet lo ah kita semua udah tau kalo bang Reno mau nikah soalnya tadi di kantin dia bilang sendiri, cuma kita belum tau nikahnya sama siapa, barang kali tante Wina bisa buru-buru kasih tau ke kita ya Tan, biar kita gak pingsan gara-gara nahan penasaran Hehe," ucap Raka.
Wina berniat kembali menjelaskan apa yang ingin ia bicarakan namun kedatangan Fano membuat Wina terpaksa menunda niatnya hingga membuat yang lainnya menatap Fano jengkel dan mereka pun mengumpati Fano di dalam hatinya masing-masing.
"Mama Wina lagi ngomongin apa? Kok Pano gak diajak sih, tapi Pano lapel jadi Pano mau makan aja deh," ucap Fano dengan wajah polos dan lucu hingga membuat Wina tak bisa marah padanya lalu beranjak dari duduknya berjalan menuju dapur.
"Biasa aja dong mukanya jangan kesel gitu nanti mukanya jadi gitu selamanya tau lasa huuuu, Pano sama temen-temen Pano kan lapel tau," ucap Fano.
"Sono dah lo ke dapur jangan balik-balik lagi rusuh banget sih, lagian bisa-bisanya nih anak baru balik ke habitatnya tiba-tiba balik lagi kesini," ucap Reyhan.
__ADS_1
"Pano kesini mau kasih semangat ke kak Laina bial gak sakit lagi kegeelan banget kak Ley huuuu." Fano menyoraki Reyhan sambil berkacak pinggang kemudian ia memutar balik tubuhnya dan berlarian dengan gaya khas anak kecil menuju dapur.
Reyhan mengalihkan pandangannya ke arah Gio, ia tersenyum senang dan berharap Papanya mau memberi bocoran pada mereka.
"Papa pasti tau kan? Udah lah kasih tau aja ke kita kelamaan nungguin Mama dulu," Reyhan.
"Mending tanya kak Reno aja, kan yang mau nikah kak Reno," ucap Shasha tersenyum.
"Gimana kalo kita tarohan aja yuk yang tebakannya bener dijajanin sepuasnya," tantang Raka.
Lala menatap Raka dengan mata berbinar, ingin sekali rasanya ia ikut menjawab tetapi ia takut diteriaki oleh yang lainnya dan dibilang kepedean, tetapi disisi lain ia pun sejujurnya tidak percaya kalau calonnya kak Reno adalah dirinya sendiri karena saat berbicara semalam dengan Wina ia hanya mengira pembicaraan mereka hanya candaan semata.
Fathan yang berada di samping Raina tidak sengaja melihat Lala yang sedang melamun, ia mengembangkan senyumnya lalu mengalihkan pandangannya pada Reno sekilas.
"Kayanya Lala mau jawab tuh Haha," ucap Fathan.
Lala terkesiap saat mendengar ucapan Fathan, ia memelototi Fathan.
"Apasih lo kak Fathan sok tau banget. Raina tolong lakban aja sih mulut pacar lu dari semalem ngeselin banget dia," omel Lala menatap Fathan geram.
"Mana tega Raina lakban mulut gw, secara dia kan sayang banget sama gw. Udah buruan jawab sana keliatannya lo gak sabar banget pengen jawab," ucap Fathan.
"Ih bener-bener lo ya. Ada batu bata gak disini?" ucap Lala.
"Oh gw tau lo mau bilang kan kalo lo yang jadi calon nya kak Reno tapi lo gengsi Haha. Ngayal mulu lo teletabis kw," sambung Raka tertawa.
"Kenapa jadi gw yang disudutkan ya, tau ah males gw disini." Lala memutar tubuhnya sedikit sambil memalingkan wajahnya.
***
Bersambung ....
Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya ya gais kalo ada saran boleh dititipkan di kolom komentar tenang gak bakalan ilang kok sarannya hehe.
Terima kasih buat kalian yang setia selalu jadi pembaca dicerita ini. Semoga kalian terhibur dengan bab ini ya.
Sekian dan terima kasih
__ADS_1