
"Udahan udahan dari tadi maaf maafan terus sekarang janji janjian, gw gak masuk sehari banyak bangat yang gw gak tau giliran gw masuk gak ada apa apa,"ucap Lala.
"Makanya masuk, lagian lo kemaren kemana si ngilang gitu aja udah gitu hp nya gak aktif lagi,"omel Zara.
"Hehe kan gw udah bilang ada urusan,"ucap Lala nyengir.
"Mending kita pesan makanan aja, ngobrol gak bikin kenyang tau, tenang gw bayarin,"ucap Lala sambil memamerkan uang yang ia dapat dari Reno.
"Sombong amat, uang dari mana lo tumben bangat mau teraktir biasanya juga minta mulu lo,"ucap Zara menatap Lala menyelidik.
"Lo kenapa ngeliatin gw begitu bangat Zar serem ih, ini uang gw dapatin dari kak Reno tau,"ucap Lala.
"Kak Reno abangnya Raina?"tanya Zara.
"Iya abang nya Raina yang nyebelinnya minta ampun, kerenkan gw bisa minta uang sama dia,"ucap Lala tersenyum bangga.
"Kok bisa?."tanya Zara.
"Bisalah tinggal minta aja kalo dikasih alhamdulilah kalo gak dikasih mintain terus sampai dikasih,"ucap Lala.
"Itu mah pemaksaan namanya La,"ucap Aisyah tertawa.
"Ah gapapa Ais katanya kak Reno uangnya dia banyak, lumayankan dia dapat pahala udah sedekah sama gw,"ucap Lala membanggakan dirinya.
"Itu bukan sedekah Lala, kalo sedekah dia ngasih tanpa lo minta itu kan lo minta dulu oon,"geram Zara.
"Hehe iya juga ya, kenapa jadi ngomongin sedekah si,"ucap Lala menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Lo duluan yang ngebahas,"ucap Zara memutar bola matanya jengah.
"Ah ya udah skip aja, mau makan gak kalian gw lagi baik hati nih membagikan rezeki gw dihari ini,"ucap Lala tersenyum lebar.
"Ya udah sono pesan,"ucap Zara.
"Pesan apa?"tanya Lala bingung.
"Pesan makanan lah Lala,"geram Zara.
"Iya tau Zara, makanan apa disini banyak makanan, kenapa Zara jadi oneng begini si,"ucap Lala.
"Samain aja, enak aja lo bilang gw oneng,"omel Zara.
"Maaf ya Zara kelepasan hehe,"ucap Lala terkekeh.
Lala berjalan memesankan makanan untuk teman temannya.
"Kenapa gw yang jalan, kan gw yang bayarin harusnya kan yang dibayarin yang jalan,"pikir Lala."Ah ya udah lah udah terlanjur,"ucap Lala.
Ketika sedang memesan makanan Lala melihat
sebuah permen dan berniat membelikannya untuk Reno.
"Mba Wiwik ntar kalau makanannya udah jadi anterin aja ya ke meja yang ujung ya,"ucap Lala.
"Siap La, emang mau kemana,"tanya mba Wiwik.
"Mau beli permen,"ucap Lala berjalan ke stand jajanan.
"Hai mba Yun, aku mau beli permen,"ucap Lala tersenyum.
"Permen apa? tinggal pilih La mau yang mana borong sekalian,"ucap mba yun.
"Aku mau permen milkita yang ini,"ucap Lala sambil menunjuk permen milkita yang bentuknya seperti lolipop.
"Oh yang ini ambil aja mau beli berapa,"ucap mba Yun.
"Aku mau beli 3 mba Yun biar setara dengan segelas susu,"ucap Lala.
"Ada ada aja kamu La, itu mah cuma iklan doang buat narik pembeli, boongan itu,"ucap mba Wiwik terkekeh.
"Mba Yun suudzon aja nih, percaya aja mba Yun nanti diomelin sama yang punya pabrik loh,"ucap Lala terkekeh."Berapa mba Yun,"tanya Lala.
"Murah La 1500,"ucap mba Yun.
Lala memberikan satu lembar uang dua ribuan kepada mba Yun.
"Nanggung bangat La ambil permen aja satu
lagi,"ucap mba Yun.
"Bisa aja mba Yun padahal malas ngambil kembalian tuh haha, yaudah aku ambil satu lagi ya, makasih mba Yun bye bye jangan kangen Lala ya,"ucap Lala tertawa.
Lala melewati stand mba Wiwik lalu menanyakan
__ADS_1
pesanannya sudah diantar atau belum.
"Mba udah diantar belum,"tanya Lala.
"Udah dari tadi La, kamu borong permen ya lama bangat,"ucap mba Wiwik.
"Cuma beli segini,"ucap Lala menunjukkan permen yang ia genggam.
Mba Wiwik menatap heran,"Beli 4 doang lamanya kaya ngeborong kamu La,"ucap mba Wiwik heran.
"Kan milih dulu mba."ucap Lala nyengir,"Ya udah aku balik ke sana dulu ya jangan kangen Lala bye mba Wiwik,"ucap Lala melambaikan tangannya.
Lala sangat dikenal oleh para pedagang di kantin karena sifatnya yang ramah dan senang sekali bergaul tanpa melihat status sosial orang tersebut sehingga membuat para pedagang disana sangat menyukai sosok Lala tidak hanya Lala mereka juga mengenal Raina dan Zara.
Lala kembali ke meja yang sudah ditempati oleh teman temannya.
"Dari mana aja si lo, makanan udah datang lo gak nongol nongol,"omel Zara.
"Ya udah si maaf Zar marah marah mulu kayanenek lampir lo,"ledek Lala.
Raina yang sedari tadi diam dan memperhatikan Lala tertarik dengan permen yang digenggam oleh Lala.
"Lala itu lo malak dimana lagi,"tanya Raina sambil melirik kearah permen yang digenggam oleh Lala.
"Malak apa? ini maksud lo."ucap Lala menunjuk permennya.
"Iya lo malak siapa lagi,"tanya Raina.
"Enak ajaa gw beli tau walaupun pake uang yang di kasih kak Reno,"bantah Lala sambil nyengir.
"Terus kamu beli permen segitu banyak buat apa La,"tanya Aisyah.
"Kata mba Wiwik ini mah dikit Ais, 3 permen ini mau gw kasih ke kak Reno terus 1 nya buat gw,"ucap Lala.
"Terus kita gak di kasih,"tanya Aisyah.
"Kalian jangan makan permen ya nanti sakit gigi,"ucap Lala.
"Alah alasan, bilang aja lo gak mau beliin,"ucap Zara.
"Hehe kan udah gw beliin bakso, lagian gak boleh tau makan permen banyak banyak nanti sakit gigi, nanti kita potekan aja ya 1 permen dibagi 4,"ucap Lala tersenyum.
"Gak usah gw bisa beli sendiri, bahkan gw bisa beli 1 dus,"tolak Zara.
"Ish sombong bangat segala beli 1 dus sakit gigi tau rasa lo, lagian 1 berempat itu lucu tau,"ucap Lala.
"Maaf Rain, Ya udah mari makan,"ucap Lala sambil mengambil sendok dan garpu lalu makan.
Saat mereka sedang makan tiba tiba Rama muncul di hadapan mereka dengan cengirannya.
"Hai ciwi ciwi, boleh gabung gak, tempatnya penuh semua soalnya,"ucap Rama sengaja bergabung dengan mereka.
"Gabung aja kak Rama,"ucap Aisyah.
"Mau gabung disini harus bayar uang sewanya,"ucap Lala yang masih mengunyah makanannya.
"Lala kalo lagi makan tuh jangan ngomong keselek tau rasa."ucap Zara.
"Peraturan macam apa itu, masa mau gabung aja harus bayar,"ucap Rama kaget.
"Gak ada yang gratis di dunia ini kak Rama,"ucap Lala tertawa.
"Lala gak boleh gitu,"omel Raina.
"Gw cuma bercanda Rain,"ucap Lala."Yaudah duduk aja kak Rama,"ucap Lala.
Rama melihat 4 permen tergeletak dimeja lalu
dengan cepat mengambil permen tersebut, Lala
yang asik dengan baksonya tidak menyadari bahwa permennya berkurang satu.
Lala yang baru saja selesai menyantap baksonya menoleh kesamping lalu merasa ada yang aneh.
"Bentar, kok kaya ada yang aneh ya,"ucap Lala
sambil menghitung permennya.
"Kok permen gw cuma 3 si."ucap Lala melirik satu persatu orang yang ada satu meja dengannya dan tatapannya tertuju ke arah Rama yang sedang asik memainkan ponselnya sambil menikmati permen.
"Kak Rama itu permen dari mana,"tanya Lala sambil menatap penuh selidik.
"Tadi gw ambil disitu,"jawab Rama sambil menunjuk tempat dimana Lala meletakkan permennya.
__ADS_1
"Kak Ramaaaaa itu permen gw kok lo makan si,"omel Lala menjambak rambut Rama geram.
"Wey sakit,"teriak Rama memegang rambutnya.
"Balikin permen gw,"ucap Lala memelototi Rama.
"Lala gw mana tau kalo itu permen lo dan gak boleh diambil, gw kira bebas buat siapa aja soalnya pas gw ngambil gak ada yang protes. Nih gw balikin,"ucap Rama sambil menyerahkan permen yang ia ambil dari mulutnya.
"Ih ogah bekas jigong,"ucap Lala membuang mukanya.
Fathan dan Raka baru saja sampai dengan membawa makanan.
"Kenapa si ribut ribut kedengeran sampe sono,"tanya Raka.
"Itu teman lo ngambil permen gw gak bilang,"adu Lala cemberut sambil menunjuk Rama.
"Udah gak usah ribut nih gw ganti,"ucap Fathan menyodorkan 2 permen milkita kepada Lala.
"Tuh udah diganti dua sama Fathan dasar cerewet,"ledek Rama hanya direspon dengan lirikkan sinis dari Lala.
Raina, Zara dan Aisyah saling tatap dan menggelengkan kepalanya secara bersamaan.
"Untung teman gw cuma satu yang bentukkannya begini, satu aja perlu tingkat kesabaran yang tinggi,"ucap Zara mengelus dadanya.
"Jangan gitu Zar, gak ada Lala sepi tau,"ucap Aisyah tertawa.
"Tuh dengerin kata Aisyah,"ucap Lala.
Disela sela perdebatan Lala dengan Zara, Fathan dan Raina saling melempar pandangannya.
"Gw tau kalo gw tuh ganteng gak usah diliatin terus kali,"ucap Fathan sambil memakan makanannya tanpa menoleh.
"Siapa yang liatin,"bantah Raina.
"Kok lo jawab sih Rain kan Kak Fathan gak nyebutin siapa yang ngeliatin dia,"tanya Lala.
Raina dibuat salah tingkah oleh ucapan Lala.
Fathan hanya melirik sekilas lalu kembali makan.
Tiba tiba Fathan tersedak lalu terbatuk batuk,
Raina panik dan refleks memberikan minum kepada Fathan.
"Kata orang tua jaman dulu kalo lagi makan terus keselek berarti ada yang ngomongin tuh,"ucap Lala.
"Mending lo diem dulu deh La,"geram Zara disauti dengan muka cemberut dari Lala.
"Lo gapapa kak,"tanya Raina panik.
"Hati hati makanya bang Fath,"ucap Aisyah yang tak kalah panik.
"Gapapa apanya perih dada gw,"ucap Fathan kesal.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG......