SENIOR

SENIOR
Tercebur


__ADS_3

Maira sedari tadi tidak berhenti mengumpat Fano ia berniat membalaskannya pada Raina lalu merencanakan sesuatu dengan teman temannya mereka tidak menyadari keberadaan Lala dan Fano yang sedari tadi asik menyicipi hidangan di belakang mereka terhalangi pohon kecil.


"Fano denger gak,"tanya Lala.


"Iya Pano dengel, dasal Tante galak kembalan nenek gelandong liat aja nanti Pano keljain,"ucap Fano sembari memasukan kue ke dalam mulutnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Raina dan Fathan berada di dekat kolam sedang melihat orang di sekeliling mereka yang sedang menikmati acara.


"Haus gak,"tanya Fathan.


Raina menolehkan kepalanya menghadap Fathan ia menganggukan kepalanya.


"Yaudah gw ambilin dulu ya, lo jangan kemana mana tunggu disini aja,"ucap Fathan pamit pergi mengambil minuman.


Raina kembali menatap sekelilingnya, menatap kolam berenang dengan tatapan sendu.


"Coba aja gw bisa berenang pasti seru deh,"gumam Raina.


"Hoyyyy, bengong aja kesambet jin tau rasa,"tegur Aldo.


"Ngagetin aja si lo Do,"ucap Raina ketus.


"Maaf deh maaf lagian lo sih ngelamun di pinggir kolam kesambet tau rasa, mending kita kesono aja yuk,"ajak Aldo menunjuk tempat yang sekarang ramai sekali dengan tamu yang ingin berdansa.


Raina mengerutkan alisnya melihat kemana arah telunjuk Aldo, ia menatap Aldo bingung karena tidak mengerti dengan maksud Aldo.


"Lemotnya gak ilang ilang, kita kesono dansa,"ajak Aldo menaik turunkan alisnya.


"Gw gak bisa dansa ntar yang ada nyebur ke kolam lagi ogah ah,"tolak Raina.


"Gak bakalan, kelamaan nih,"ajak Aldo menarik tangan Raina.


Fathan yang baru saja kembali sembari membawa dua gelas berisi minuman melihat Raina di tarik oleh Aldo dengan cepat ia meletakkan gelas di sembarang tempat lalu menghampiri mereka.


"Ehhh apa apaan lo main narik aja dia kesini sama gw jadi sampe acara kelar dia harus sama gw,"ucap Fathan menarik tangan Raina.


"Apaan si bentar doang gw mau dansa doang sama Raina,"ucap Aldo tak mau kalah menarik tangan Raina.


Akhirnya mereka saling tarik menarik tangan Raina hingga membuat Raina pusing melihat kelakuan mereka.


"Udahhhhhhan, lama lama tangan gw panjang nih kalo kalian tarik tarik begini,"teriak Raina berhasil membuat mereka berhenti menarik tangan Raina namun masing masing dari tangan mereka masih setia menggengam tangan Raina.


Fathan menatap Aldo dengan tatapan tajam ia tidak memperdulikan teriakan Raina dan kembali menarik tangan Raina.


"Oke okeee, sekarang gini aja Aldo gw gak bisa ikut sama lo yaa, soalnya gw kesini sama kak Fathan,"ucap Raina menatap Aldo dengan tatapan meminta maaf.

__ADS_1


"Tuh lo denger ya, mending cari cewe lain aja deh masih banyak cewe lain noh yang sendirian,"ucap Fathan tersenyum penuh kemenangan mengusir Aldo.


Aldo menatap Fathan dengan tatapan yang sangat sinis seolah olah sedang menyatakan bahwa mulai hari ini Fathan musuhnya.


Fathan menatap Raina kesal berjalan mendahului Raina mengambil kembali gelas yang ia tinggal lalu menyodorkannya pada Raina.


"Lo juga yaa kupingnya bolot banget kan gw udah bilang jangan kemana mana ini malah pergi, coba kalo gw gak liat pasti lo udah dansa sama dia bikin kesel aja si,"omel Fathan.


Raina tercengang ia menatap Fathan tanpa berkedip, ia heran mengapa Fathan semarah itu pada Aldo padahal hanya mengajaknya dansa saja.


"Kenapa lo marah banget kak, cemburu yaaa hahaha,"ledek Raina mengambil gelas yang diberikan oleh Fathan.


"Iyalah,"ucap Fathan cepat refleks Fathan membelalakan matanya dan menutup mulutnya dengan telapak tangan.


Raina tertawa terbahak bahak mendengar pengakuan Fathan, ia tidak menyangka Fathan bisa cemburu dengannya hanya karena Aldo mengajaknya berdansa.


"Ketawa aja terusss, gw ceburin ke kolam nih lama lama,"ucap Fathan menatap kesal Raina.


"Hahaha cie cemburu,"ledek Raina menusuk nusuk pipi Fathan dengan jari telunjuknya.


"Udah ah ngeledek mulu jadinya, mending kita kesono aja,"ajak Fathan berusaha mengalihkan topik pembicaraan agar tidak terus menerus diledek oleh Raina.


Raina menganggukan kepalanya mereka berjalan menuju tempat yang sebelumnya ingin didatangi oleh Aldo dan Raina.


"Tapi gw gak bisa dansa nanti yang ada jadi aneh,"bisik Raina saat mereka sudah bersiap siap.


"Lo injek kaki gw aja terus ikutin jalannya musik,"ucap Fathan.


Raina merasakan jantungnya berdebar begitu cepat saat posisinya sangat dekat dengan Fathan ia terus menatap Fathan tidak berani melihat kebawah.


Mereka mulai berdansa dan hanyut dalam alunan musik yang begitu indah.


Maira mengentakan kakinya melihat Raina dan Fathan yang sedang berdansa, ia tersenyum miring saat menemukan ide yang sangat bagus menurutnya yang bisa membuat dansa mereka menjadi hancur.


"Liat aja lo yaaa, gw gak rela liat lo dansa sama Fathan, harusnya kan gw yang ada disitu,"omel Maira berjalan cepat menghampiri kerumunan.


Fano dan Lala sedari tadi sedang sibuk mencari pelampung, ia melihat Maira yang berjalan cepat menuju tempat dimana Raina dan Fathan sedang berdansa refleks mereka berlarian sembari menenteng pelampung berbentuk bebek menyusul Maira.


Suara air yang tertimpa oleh tubuh Raina berhasil membuat orang disekitar mengalihkan pandangannya menuju kolam dan penasaran lalu berkerumunan menontonnya.


Maira berhasil membuat Raina tercebur ke dalam kolam ia sengaja dengan cepat mendorong tubuh Raina saat alunan lagu berhenti.


Fathan panik melihat Raina yang tercebur ia melepas jaketnya lalu menyeburkan diri menyusul Raina, ia tersenyum saat berhasil menolong Raina ia menatap Raina cemas.


"Tuhkan kita telat, gara gara Fano nih segala milih milih pelampung dulu,"ucap Lala.


"Ih kok Pano, salah sendili kak Lala gak liat kondisi, yaudah sekalang Pano mau nyebulin Tante genduluo dulu yaa bial adil,"ucap Fano berlarian menghampiri Maira lalu mendorong tubuh Maira ke dalam kolam.


"Fathannnn tolongin aku, aku gak bisa berenang,"teriak Maira sengaja membuat tubuhnya seolah olah tenggelam.


"Hahahahah sukulin makanya jangan jaat sama kakak Pano, nih pake pelampung aja,"ucap Fano menertawakan Maira sembari melempar pelampung.


"Kerennn, Tos dulu dong Fano,"ajak Lala mengangkat tangannya.


"Iya donggg Pano gitu loh,"ucap Fano membanggakan dirinya menyambut tangan Lala.


Fathan berjalan menuju tepi kolam sembari menggendong Raina.


"Lo gapapakan, jangan pingsan lo ya,"ucap Fathan cemas.


"Engga,"jawab Raina lemas karena banyak sekali air kolam yang tertelan serta masuk ke dalam hidung membuat hidungnya perih dan memerah.


Mereka sampai di tepi kolam disambut dengan beberapa kerumunan yang penasaran dengan apa yang terjadi.


"Kak Laina gak kembungkan minum ail sebanyak itu,"tanya Fano.


"Fano diem,"ucap Lala menutup mulut Fano dengan telapak tanganya.


Fathan mengambil jaket yang sempat ia lempar kesembarang tempat lalu memakaikannya pada tubuh Raina.


"Gak usah kak, nanti jaket lo basah,"tolak Raina ingin membuka kembali jaket yang melekat di tubuhnya namun ditahan kleh Fathan.

__ADS_1


"Pake aja gapapa dari pada besok punggung lo merah merah gara gara di kerokin,"ucap Fathan.


Fathan melirik sekitar lalu pandangannya bertemu dengan Rama yang sedang berjalan.


"Ramaaaa, sini bentar,"teriak Fathan.


Rama menoleh lalu berjalan menghampiri Fathan.


"Loh ini si Raina kenapa,"tanya Rama.


"Jatoh ke kolam, gw minjem jaket lo dong,"pinta Fathan.


Tanpa banyak bertanya Rama melepaskan jaketnya lalu memberikannya pada Fathan dengan senang hati.


Fathan meletakan jaket tersebut di pinggang Raina untuk menutupi paha Raina.


Fathan berjalan menghampiri Maira yang sedari tadi berdiri dan menatap kesal mereka menyaksikan betapa pedulinya Fathan dengan Raina.


"Untung Raina gapapa, kalo sampe dia kenapa napa lo yang gw tenggelemin di kolam,"ucap Fathan menatap tajam Maira.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2