
Mereka mengambil undangan yang berada di atas meja lalu membacanya.
"Gilaaa ya nih orang acaranya besok ngasih undangannya sekarang, mau dikadoin sabun colek kali nih anak,"ucap Rama.
"Aku juga baru tau acaranya besok, tenang masih ada waktu sekarang sama besok pagi sampe siang kok jangan lebay deh kak Rama,"ucap Aisyah.
"Aisyah cantik gw nyari yang diskonan, kalo dadakan belom tentu gw hoki,"ucap Rama.
"Dasar manusia diskonan,"ledek Zara.
"Ye kalo ngomong suka gak bercermin, liat skin care diskonan mangap mangap lo,"ucap Rama.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"La mau balik kemana lo, ke rumah gw apa rumah lo,"tanya Raina sembari mengemasi buku dan alat tulisnya.
"Gw ke rumah lo aja deh, Mama gw masih jalan jalan sambil nyari uang,"jawab Lala.
Mereka berjalan bersamaan menuju parkiran menunggu Reyhan datang menjemputnya.
"Rainaaa kamu nyari kado kak Shasha kapan,"tanya Aisyah.
"Gak tau Ais, kayanya nanti sore kalo nyari besok takut gak keburu,"jawab Raina.
"Aku ikut dong bareng kamu, nanti aku sama Bang Fath nyamper ke rumah kamu ya plissss,"bujuk Aisyah memelas.
"Iya nanti lo dateng aja ke rumah,"jawab Raina.
"Yaudah Rain aku duluan ya, kak Fathan udah masuk mobil,"pamit Aisyah berjalan menghampiri Fathan.
"Parah banget gw dikacangin,"ucap Lala cemberut.
"Hahaha seharian ini lo udah banyak ngomong bosen kali Ais dengernya,"ucap Raina tertawa.
Mobil Reyhan memasuki parkiran kampus berhenti tepat di hadapan Raina dan Lala, kaca mobil terbuka tetapi yang muncul sosok Reno bukan Reyhan.
Raina mengerutkan dahinya, ia bingung mengapa mobil Reyhan dikendarai Reno.
"Kok bang Ren yang jemput, Bang Rey mana,"tanya Raina.
"Biasa, Abang kamu itu lagi asik pacaran di rumah, buruan masuk,"ucap Reno terkekeh.
__ADS_1
"Hallo bro, udah lama gak disupirin CEO sok muda,"sapa Lala tersenyum.
"Kamu banyak ngomong aku turunin ya,"ancam Reno.
"Janganlah malu gw baru naik udah turun,"tolak Lala.
"Makanya diem gak usah ngomong terus pusing nih dengernya,"omel Reno mampu membuat Lala bungkam dan mulai mengemudikan mobilnya.
Tidak butuh waktu lama mobil sudah tiba di depan rumah, terlihat Fano yang sudah menyambut mereka sambil memakan snack.
"Hallo gessss, kalian kok lama banget sekolahnya Pano sendilian gak ada temen, Bang Ley pacalan telus Pano diusil telus,"ucap Fano memasukan snack ke dalam mulutnya.
"Fano itu apa? enak gak?"tanya Lala.
"Enak dong tuh Pano udah abis 5,"ucap Fano ke arah dalam rumah.
"Banyak banget, Batuk jungkir balik nanti kamu,"ucap Lala.
"Batuk doang kak Lala po, masa makan ciki sampe jungkil balik,"ucap Fano.
"Iya terserah Fano deh,"ucap Lala mengalah.
Mereka masuk kedalam rumah, Lala teringat dengan cemilannya yang ia tinggal seminggu yang lalu ia berlarian menyusul Fano melihat sampah sampah snack yang berserakan.
"Fano ngambil ini makanan dimana,"tanya Lala.
"Di kamalnya kak Laina ada banyak tauuu, kak Lala mau? Pano masih punya banyak nih,"ucap Fano berjalan mengambil sekantong snack dan menarik narik kantong kembali menghampiri Lala.
Lala melihat kantong yang dibawa oleh Fano berdiam getir ia menggertakan giginya.
"Pano punya telul dalemnya coklat tau telus ada mainannya, kamal nya kak Laina kaya indomalet banyak makanannya tapi gak ada Mba kasil cantiknya,"ucap Fano.
"Fanoooo, itu makanan gw ahhhhh ilahhh itu hasil malak tau gak sih susah payah gw kumpulinnya,"teriak Lala.
Fano menutup telinganya rapat rapat saat Lala berteriak, ia memperhatikan mulutnya Lala yang sudah tidak bergerak perlahan ia mulai melepaskan kedua telapak tangannya yang berada di telinga.
"Oh itu punya kak Lala ya, maapin Pano ya suel deh Pano gak tau kalo, mie goleng semalem emang Pano niat bawa kabul tapi ciki yang enak ini Pano kila lezeki anak sholeh,"ucap Fano mendekati Lala.
"Gak mau tau ah ganti,"ucap Lala memalingkan wajahnya.
"Mana sisanya siniin,"ucap Lala menyodorkan tangannya.
"Kita beldua aja yuk, Pano masih mau makan cikinya, kak Lala cantik deh,"ucap Fano mengkedip kedipkan matanya.
"Fanoooo anaknya siapa si ngeselin banget, itu udah ngabisin banyak banget sisanya mau dimakan juga yaampunnnn,"omel Lala mendengus sebal.
Raina dan Reno yang baru saja turun, melihat Lala marah marah pada Fano menghampiri mereka.
"Kenapa si ribut ribut mulu,"tanya Reno.
"Nih sepupu kalian ngabisin cemilan gw yang di kamar Raina,"adu Lala cemberut.
Raina tidak tahan mendengar perkataan Lala ia tertawa terbahak bahak.
"Hahahaha sukurin, makanya jangan serakah,"ucap Raina.
"Tau jangan selakah,"saut Fano.
"Fano lain kali kalo nemu barang apapun dimanapun tempatnya ditanyain dulu ya sama orang sekitar jangan diambil dosa loh ngambil punya orang tanpa izin,"ucap Reno mensejajarkan tingginya dengan Fano.
"Iyaa Pano minta maap kak Leno, Pano khilap janji deh gak gitu lagi tapi ini enak banget kak Len cikinya mau nyobain gak nih Pano suapin aaaaa,"ucap Fano mengerucutkan bibirnya.
Reno melihat makanan yang berada ditangan Fano tepat di hadapannya membuka mulu dan melahap habis.
"Nasehatin nasehatin tapi mau juga,"ucap Lala.
"Yaudah si gampang itu mah tinggal beli lagi nanti aku beliin sekarung sekalian,"ucap Reno.
Mata Lala berbinar mulai membayangkan cemilannya masuk ke dalam karung, ia mengembangkan senyumnya menatap Reno.
"Beneran ya awas lo boong, berarti nanti lo anterin gw beli kadonya kak Shasha terus mampir beli cemilan sekarung,"ucap Lala girang.
__ADS_1
Reno menepuk dahinya."Uangkuu melayang, salah tadi aku ngomong begitu ke dia,"ucap Reno dalam hati.
"Berarti nanti gw pergi bareng Aisyah sama kak Fathan lo sama Bang Reno ya,"ucap Raina.
"Kak Laina mau pelgi kemana sama kak Jungkook, Pano ikutttttt kalo pano gak ikut kak Laina gak boleh pelgi,"ucap Fano.
"Iya cerewet, nanti Fano bilang ke kak Jungkoknya Fano ya kalo Fano mau ikut, terus ngerengek aja sama dia karena yang bawa mobil dia,"ucap Raina.
"Kak jungkook gak naik angkot,"tanya Fano.
"Enggak abang angkotnya lagi pulang kampung,"jawab Raina asal.
"Ini kak Jungkook lo udah ngasih kabar nih dia mau otw ke sini, buruan sono ganti baju mau ikut gak,"ucap Raina.
"Tungguin Pano yaaaa, 5 menit Pano kelal jangan ditinggalin,"ucap Fano berlarian keatas menuju kamarnya.
Terdengar suara mobil Fathan dari dalam rumah, Raina berjalan keluar menyambut mereka.
"Gimana, jalanan macet gak,"tanya Raina.
"Engga kok,"jawab Ais.
Fathan celingak celinguk mencari keberadaan Fano."Fano mana Rain kok gak keliatan katanya dia disini seminggu,"tanya Fathan.
"Ada di dalem dia ngerengek minta ikut gw suruh ganti baju katanya 5 menit udah setengah jam gak turun turun,"ucap Raina.
"Talaaaaa Pano ganteng disini,"ucap Fano mengagetkan mereka bertiga.
Fathan terus menatap Fano yang penampilannya beda dari biasanya ia menggunakan kemeja lengan pendek dan celana jeans panjang serta gaya rambut ala ala artis korea tak tertinggal kain yang ia ikat diatas kepalanya.
"Widihhhhh keren banget kembaran aku, siapa yang dandanin nih,"puji Fathan mencubit pipi Fano gemas.
"Pano dandan sendili dong, kelenkan,"ucap Fano tersenyum.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.....