SENIOR

SENIOR
Kangen


__ADS_3

Setelah Fathan pergi Raina mengalihkan pandangannya pada Aldo.


"Ah iya Do makasih ya udah anterin tas gw,"ucap Raina tersenyum.


"Iya sama sama coba periksa dulu tas lo ada yang ilang gak khususnya pulpen bisa bisa dilaporin ke polisi gw sama Lala,"ucap Aldo terkekeh.


"Gw percaya kok sama lo, ada ada aja sih tuh anak polisi mana yang mau ngurus begituan doang,"ucap Raina tertawa.


"Tau tuh temen lo ajaib banget nemu dimana si,"ucap Aldo.


"Gak tau tiba tiba udah barengan aja sama gw, gitu gitu kalo ngumpul gak ada dia kaya ada yang kurang Do,"ucap Raina tertawa.


Mereka terlalu asik mengobrol dan tertawa tidak sadar waktu sudah semakin larut tanpa di sadari Raina menguap membuat Aldo terkekeh melihatnya.


"Raina kalo ngantuk mending masuk gw pulang deh maaf nih jadi ganggu istirahat lo, makasih udah ngeladenin gw,"ucap Aldo.


"Ah iya nih maaf ya jadi gak enak, harusnya gw yang bilang makasih udah nganteri ini tas,"ucap Raina.


"Oh iya minggu ada acara gak, gw mau ajak lo kulineran yang manis manis gw tau banget dan gak pernah lupa lo suka makanan manis kan,"ajak Aldo.


Raina menatap Aldo bingung sebenarnya ia ingin sekali mengiyakan ajakan Aldo tetapi ia sudah ada janji dengan kak Fathan tidak mungkin ia membatalkan bisa bisa diamuk Fathan.


"Hmm.... maaf nih Do bukannya gak mau tapi gw udah ada janji sama kak Fathan gak enak kalo ngebatalin sepihak,"ucap Raina.


Aldo sedikit kecewa saat mengetahui Raina sudah ada janji dengan laki laki lain ia tidak ingin melihatkan raut kecewanya pada Raina, ia berusaha mengembangkan senyumnya.


"Oh iya gapapa, lain kali lo harus kosongin 1 hari buat kita ya jangan sok sibuk gitu, yaudah gw pamit ya keliatannya lo udah ngantuk tuh,"ucap Aldo terkekeh beranjak dari duduknya lalu berjalan keluar rumah Raina.


Raina hanya menganggukan kepalanya dan melambaikan tangan pada Aldo lalu melangkah masuk ke dalam rumah melihat jam dinding menunjukan pukul 21.45, ia sedikit bingung tidak seperti biasanya jam segini ia mengantuk biasanya dia bisa tidur lebih larut lagi memang topik pembahasannya dengan Aldo sangat membosankan mungkin karena hal itu ia mengantuk.


Raina berjalan menuju dapur meletakan gelas bekas minum Aldo dan Fathan di Wastafel ia membalikan tubuhnya tiba tiba ia dibuat terkejut dengan Reno yang tiba tiba muncul dihadapannya.


"Bang Ren ngapain si disitu kaget tau untung jantung Raina gak lompat,"omel Raina.


Reno tertawa ia memang sengaja berdiri tepat di belakang Raina untuk membuat Raina terkejut.


"Ketawa lagi, lama lama isengnya si Lala nular ke lo ya Bang,"omel Raina.


"Mana mungkin ogah banget niru niru dia gak berfaedah,"elak Reno.


"Nyatanya begitu selama ini Bang Ren tuh orangnya serius banget beda jauh sama Bang Rey tapi sekarang jadi sama nyebelinnya, pasti lo berguru sama Lala nih."ucap Raina menunjuk Reno dengan tatapan meledek.


"Terserah kamu De,"ucap Reno pasrah.


"Oh iya lo gak kangen sama Lala,"tanya Raina menaik turunkan alisnya.


"Gak,"jawab Reno.


"Ah masa, terus dari kemaren lo nanyain dia mulu apa namanya kalo bukan kangen,"ledek Raina.


Reno membelalakan matanya ia menatap kesal Raina yang selalu menggodanya menyangkut pautkan dengan Lala.


"Dia punya utang sama aku makanya aku nanyain dia ke kamu De,"jawab Reno asal.


Raina mengerutkan alisnya menatap Reno penuh tanda tanya ia tidak percaya dengan jawaban Reno ia sangat tahu Lala sangat menghindari hutang moto hidupnya lebih baik memalak dibanding menghutang karena memalak lebih terasa nikmat.


"Masa si? serius dia punya utang sama lo,"tanya Raina.


"Iyalah tanya aja sama orangnya kalo gak percaya,"ucap Reno gelagapan.


"Boong dosa loh Bang."ucap Raina tertawa ia mengetahui Reno sedang berbohong padanya ia tidak mau memperpanjang biarkan Reno menjalankan hidupnya dengan caranya sendiri ia cukup menjadi pengamat setianya saja.


"Oh iya besok anaknya tante Mila mau dititip kesini, siap siap aja kamu beresin rumah tiap hari,"ucap Reno tertawa.


"Fano maksud lo kak? bocah pecicilan yang gak bisa diem kerjaannya bikin susah terus,"ucap Raina.


"Iyalah siapa lagi, tante Mila mau pergi ke luar kota sama suaminya ada urusan katanya jadi besok pagi anaknya dititipin disini,"ucap Reno.


"Yaudah gapapa besok ada Lala ini cocok dia ketemu sama Fano kayanya haha, terus ntar dia aja yang beresin semuanya,"ucap Raina santai.


Reno menatap Raina percaya bahkan tidak mengira Raina sedang bercanda.


"Gak usah gitu liatnya Bang, gw gak boong kok Lala beneran kesini tapi kesininya gak sendiri bareng sama Mamanya,"ucap Raina menjawab maksud tatapan Reno.


Lagi lagi reno mengerutkan alisnya bingung saat mendengar Lala yang berkunjung ke rumah membawa Mamanya.

__ADS_1


"Kenapa sama Mamanya, memang kita ada acara apa,"tanya Reno.


"Mau ngelamar lo kali Bang hahaha,"ucap Raina berlari keluar dapur.


"Sembarangan kalo ngomong, gak bakalan mau aku sama dia bikin pusing aja,"teriak Reno.


"Bodoamat yang jelas sekarang aku mau tidur dadah Abangku yang bentar lagi mengakhiri masa jomblomu,"ledek Raina menjulurkan lidahnya dari kejauhan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Fano merupakan anak dari adik Wina usianya saat ini 5 tahun, Fano merupakan anak yang cerdas dan aktif sangat tidak bisa diam ia bisa diam jika sedang tertidur saja, sekarang ini Mama dan Papanya menitipkan dia pada keluarga Wina.


Raina menatap Fano kesal ingin sekali rasanya ia mencekik anak tengil di hadapannya ini ia terus berdoa agar Lala cepat sampai di rumahnya.


"Ih Fano gak kasian sama gw apa, capek nih beresinnya sekarang malah buang buang bedak belinya pake duit nih,"omel Raina menatap garang Fano yang sedang menonton kartun kesukaannya.


"Kak Laina ini tuh kaya salju, sini ikut main sama pano nonton teletabis sambil joget joget kak Laina yang jadi po ya,"ajak Fano menarik tangan Raina.


Reyhan yang baru saja keluar dari kamarnya berjalan dengan cepat menghampiri Fano yang sedang asik berjoget ia tidak menyadari ada bedak yang berserakan di lantai spontan tubuhnya terjun bebas ke lantai membuat pakaiannya yang semulanya berwarna hitam menjadi belang belang seperti sapi.


Fathan dan Raina kaget mendengar suara jatuh yang sangat kencang menolehkan pandangannya, Raina membelalakan matanya melihat Reyhan yang sudah tersungkur di lantai.


"Bang Rey lo ngapain tiduran disitu,"tanya Raina.


"Tiduran nenek lo gendut, gw jatoh tau ini kerjaan siapa si buang buang bedak di lantai,"omel Reyhan.


Fano terkikik geli melihat Reyhan yang tersungkur lalu mengangkat tangannya.


"Aku akuuu, kelenkan kan aku,"ucap Fano mengacungkan jari telunjuknya tertawa.


Reyhan menatap geram Fano mengambil bedak yang berserakan dilantai melempari Fano dengan bedak yang ia ambil.


"Keren mbahmu, sakit woy kira kira juga dong kalo maenan Fano nanti kalo Fano yang kepleset gimana,"omel Reyhan.


"Kalo kepleset ya bangun lagi kan aku jagoan, mana ada jagoan cengeng,"jawab Fano.


"Bodoamat lah terserah lo bocil,"ucap Reyhan kesal.


"Mau pano bantuin bangun gak kak Ley,"ucap Fano menghampiri Reyhan sambil menjulurkan tangannya.


"Maulah."ucap Reyhan ketus berniat mengambil


uluran tangan Fano namun dengan cepat Fano


menarik kembali tangannya sebelum Reyhan memegang tangannya.

__ADS_1


"Enak aja bangun sendili dong, nanti yang ada Pano ikutan jatoh kan pano lebih kecil dali kak Ley,"ucap Fano.


Reno baru saja pulang mencari nasi uduk terheran melihat Reyhan yang tergeletak di lantai dengan baju yang menjadi dua warna seingatnya Reno menggunakan baju warna hitam ia berjalan menghampiri mereka.


"Ada apa si rame banget, kamu juga Rey ngapain tiduran disitu,"tegur Reno


"Tau tuh kak Leyhan kaya gak punya kasul,"ledek Fano.


"Sembarangan lo kalo ngomong ya bocil, ini gara gara dia Bang buang buang bedak gw jadi jatoh untung masih idup gw,"omel Reyhan menunjuk Fano dengan tatapan garangnya.


"Salah sendili jalan gak liat liat sukulin jatoh, udah ah Pano mau lanjut joget lagi,"ucap Fano berjalan menuju televisi.


Reyhan terus menerus mengumpat Fano ia sangat geram dengan anak dari Tantenya karena selalu ada saja tingkahnya yang membuat ia jengkel.


"Itu tante Mila pas bikin tuh anak gak baca doa dulu kali ya, bisa bisaan anaknya jadi begitu,"omel Reyhan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2