SENIOR

SENIOR
Rumah hantu (2)


__ADS_3

Setelah sekian lama Fathan dan Raina berkeliling mencari keberadaan Lala dan Reno akhirnya mereka menemukannya.


"Tuh mereka,"ucap Raina.


"Yaudah yuk kita samperin,"ajak Fathan menarik tangan Raina.


Refleks Raina menatap tangannya yang berada dalam genggaman tangan Fathan, ia merasa hari ini Fathan sangat berbeda tidak seperti biasanya,"Ada apa ya sama kak Fathan hari ini,"ucap Raina dalam hati.


Fathan yang menyadari tidak ada gerakkan sedikitpun dari Raina menoleh dan menyadarkan Raina dari lamunannya.


"Hei ayoo malah bengong,"tegur Fathan menarik kembali pergelangan tangan Raina.


"Iya iya ayo,"ucap Raina mengikuti langkah kaki


Fathan.


"Lo lari pake jurus apa si La susah bangat nyarinya,"ucap Raina kesal.


"Lari biasa aja kok gak pake jurus seribu bayangan dikata gw avatar kali,"jawab Lala tersenyum


"Kan kebangetan onengnya udah pede bangat salah lagi,"ucap Fathan menyentil kening Lala pelan.


"Kenapa si pada suka bangat nyentil nyentil jidat gw mentang mentang gw pendek seenaknya aja nyentil nyentil sakit tau,"omel Lala memamerkan wajah cemberutnya.


"Karena lo oneng,"jawab Fathan.


"Oneng apanya gw cuma bilang lari biasa aja gak pake jurus seribu bayangan kaya avatar emang salahnya dimana,"ucap Lala kesal.


"Nah itu onengnya kenapa gak sekalian aja kamu bilang kaya dora,"sambung Reno sembari terkekeh.


"Dora mah gak ada jurus jurusan adanya tanyakan pada peta,"ucap Lala polos.


"Bodoamat ah La pusing gw ngomong sama lo, kasih tau kek ilah stok sabar gw abis,"ucap Fathan pasrah.


"Lala yang punya jurus seribu bayangan tuh naruto bukan avatar,"ucap Raina tertawa.


"Ya udah si maaf namanya juga manusia tempatnya salah,"ucap Lala menunjukkan cengirannya.


Disela sela obrolan mereka keluar sosok bertubuh kecil hanya memakai bawahan seperti popok bayi dan tidak berambut berada di samping kirinya Lala, ia menyentuh tangan Lala.


Lala merasakan tangannya ada yang menyentuh. Ia mengira yang menyentuh tangannya Reno.


"Kak Reno lo ngapain sih nyentuh tangan gw, kalo mau gandengan bilang aja gak usah sok jaim begitu,"ucap Lala menolehkan kepalanya kesamping kanannya.


"Apasi Lala jelas jelas kamu yang dari tadi megang tangan aku,"ucap Reno.


"Ish maksud gw yang sebelah kiri, kalo sebelah kanan mah iya gw yang megangin,"ucap Lala.


"Gimana caranya nih tangan disini bisa nyampe ke tangan kamu yang sebelah kiri dikira tangan aku panjang bangat kali,"omel Reno.


Lala berfikir sejenak, setelah difikirkan ia merasa ada benarnya juga perkataan Reno, kalo bukan Reno lalu siapa yang menyentuh tangannya sedangkan yang berada didekatya hanya Reno saja. Perlahan Lala menoleh ke samping kirinya.


"Hwaaaaaaaa tuyul ngapain lo pegang pegang tangan gw,"teriak Lala menepis tangan tuyul.


"Megang dikit doang gak boleh galak bangat si kak."ucap tuyul memelas.


"Lo kalo mau megang izin kek gitu kasih kode biar gw gak kaget,"omel Lala."Lo ngapain kesini, mau minta uang ? gw gak punya uang minta aja sama dia nih uangnya banyak,"ucap Lala sambil menunjuk Reno.


"Uang aku udah banyakkan gak perlu uang,"ucap tuyul.


"Sombong bangat jadi tuyul abis nyolong dimana lo bagi bagi lah,"ucap Lala.

__ADS_1


"Enak aja nyolong dikasih nih sama mak gw, noh emak gw noh,"ucap tuyul menunjuk bangga sosok berambut panjang berjubah putih disudut ruangan,"Mak sini mak,"teriak tuyul.


Lala menolehkan kepalanya mengikuti arah tangan tuyul tersebut, matanya terbelalak kaget, kakinya gemetaran, badannya terasa susah digerakkan.


"Kenapa harus muncul si,"gumam Lala gemetar pelan nyaris tidak terdengar tetapi terdengar jelas di telinga Reno,"Hwaaaaa pergi pergi jangan kesini darah gw pait,"teriak Lala yang melihat kuntilanak gadungan tersebut menghampirinya.


Fathan dan Raina saling melirik dan menahan tawanya ketika melihat raut wajah Lala yang sangat lucu.


"Kak Reno gw mohon semohon mohonnya usir itu


kuntil,"teriak Lala menggoyang goyangkan tangan Reno ketakutan.


"Apasi La tenang dulu kalo kamu kaya gini gimana aku ngusirnya dari tadi tangan aku kamu pegangin mulu,"ucap Reno pusing mendengarkan teriakkan Lala sedari tadi.


"Pokonya usir aja kak terserah lo gimana caranya itu dia makin dekat, hwaaaa sumpah kali ini gw benaran takut tingkat dewa,"teriak Lala gemetar.


"Ya udah aku harus apa, aku gak bisa ngapa ngapain, kamu lepas dulu tangan kamu dari tangan aku baru aku bisa gerak,"ucap Reno.


"Gak mau ntar lo ninggalin gw,"teriak Lala gemetar semakin mengeratkan genggamannya.


Kuntilanak semakin mendekatkan kearah Lala, Lala yang sudah tidak bisa mengendalikan dirinya perlahan terjatuh terduduk lemas dilantai.


"Kak mendingan kita keluar aja yuk biarin aja dia bedua,"ajak Raina.


"Gapapa ditinggal,"tanya Fathan tidak tega melihat wajah Lala yang sangat pucat dengan kaki yang gemetaran.


"Gapapa aman kok ada bang Reno, lagian gak mungkin gw ninggalin Lala gitu aja kalo gak aman,"ucap Raina.


"Ya udah yuk keluar,"ajak Fathan.


"Bye bye bu kunti,"teriak Raina lalu pergi.


"Kak gw gak kuat badan gw lemes semua mending lo usir dari pada gw pingsan disini terus lo susah bawa gw keluar,"ucap Lala lemas dengan tangan gemetaran.


"Kamu gapapa kan jangan pingsan ya,"ucap Reno panik.


"Gw gak kuat disini kak bawa gw keluar cepatan,"omel Lala.


"Yaudah ayo kalo mau keluar lagian kamu betah aja duduk disitu,"ucap Reno kebingungan.


"Gak peka bangat si jadi cowo pantes aja jomblo, gw lemas gak bisa jalan tangan gw aja gemetaran inisiatif kek gendong gw,"ucap Lala.


"Jadi nagih digendong ya, hari ini aku gendong kamu dua kali loh encok nih badan,"ucap Reno.


"Salahin aja bu kuntinya ngapain nyamperin gw,"ucap Lala


"Ya udah naik buruan,"ucap Reno.


Lala menaiki punggung Reno lalu mereka berjalan keluar dari wahana rumah hantu sesampainya di depan wahana mereka sudah disambut oleh Raina dan Fathan serta hantu hantu yang sempat bertemu dengan mereka di dalam wahana tadi.


Lala belum menyadari keberadaan mereka di depan wahana ia asik menyenderkan kepalanya di bahu Reno.


Lala yang merasakan Reno sudah tidak bergerak lagi ia menengadahkan kepalanya, lagi lagi ia terkejut dan mengeratkan tangan nya dileher Reno.


"Hwaaaa itu ngapain pada disitu gak bisa liat gw napas dikit aja ya, baru lega udah disamperin lagi,"teriak Lala.


Mereka yang menyambut Lala di depan wahana tertawa ketika memilihat reaksi Lala yang menurut mereka sangat menggemaskan.


"Lala tenang dulu gak usah panik ntar yang ada jatoh, kalo yang jatoh kamu doang mah gapapa ini,"ucap Reno berusaha menyeimbangkan tubuhnya.


"Gimana gak panik lo gak liat tuh mereka tiba tiba ada disini,"omel Lala.

__ADS_1


"Turun dulu ya pegel nih,"bujuk Reno.


"Engga mauuuu,"teriak Lala mengeratkan pegangannya.


"Coba kamu perhatiin mereka liat kakinya ngambang gak,"ucap Reno.


Lala melirik sedikit demi sedikit kearah kaki mereka satu persatu,"Gak ngambang,"jawab Lala.


"Nah kalo gak ngambang berarti mereka bukan hantu mereka sama kaya kita kenapa kamu takut,"ucap Reno gemas.


"Tapi mirip, apa lagi bu kunti seram bangat suruh cuci muka dulu baru gw turun,"ucap Lala.


"Lama dong Lala itukan tebel bangat make up nya yang ada aku encok duluan,"ucap Reno kesal.


"Ya udah turunin,"ucap Lala cemberut.


Para hantu gadungan mendekat kearah Lala dan Reno lalu meyakinkan Lala kalau mereka hanya hantu gadungan serta memberikan hadiah boneka kepada Lala sebagai pengunjung yang beruntung mendapatkan hadiah dari wahana.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2