
Angga terlihat tertunduk lesu mendengar apa yang dikatakan om Hendry, terus terang dia merasa tersinggung sebagai lelaki.
Namun, dia juga bangga karena dia punya penghasilan yang tetap walaupun tidak wah.
"Kalau Om dan Tante ingin mempunyai menantu yang berpenghasilan besar, saya rela mundur yang penting Mini bahagia dengan lelaki pili--"
"Ayang!" suara Mini terdengar begitu manja, matanya terlihat berkaca-kaca.
Dia tidak tahan saat Angga berkata seperti itu, karena untuk membuat seorang Angga Adipramana jatuh cinta kepada dirinya adalah hal yang sangat sulit.
"Maafkan aku, Yang. Dari awal aku sudah bilang jika aku hanyalah orang biasa, aku memang tidak pantas bersanding dengan kamu. Karena kamu--"
Mini langsung memotong ucapan Angga, dia langsung mengangkat tangan kanannya seraya menggelengkan kepalanya.
"Jangan katakan apa pun lagi, karena yang kaya di sini adalah Daddy dan Mommy. Aku hanya kenikmati fasilitas yang diberikan oleh kedua orang tuaku," jawab Mini.
Angga terkekeh mendengar apa yang diutarakan oleh Mini. Memang benar jika yang mempunyai kekuasaan dan juga harta di sini ada lah Om Hendry dan juga mom Delina.
Namun, tetap saja pada akhirnya Mini yang akan mendapatkan hak waris atas semua harta yang dimiliki oleh seorang Hendry Jackson Huntler.
"Kamu adalah salah satu pewaris dari keluarga Huntler setelah Bang Jo, tentu saja kasta kita berbeda, Sayang. Aku minta maaf karena diri ini memang tidak sebanding dengan kamu, kamu--"
"Ayang!" Mini langsung memeluk Angga dan menangis tersedu.
Dia sangat sedih sekali saat Angga mengatakan jika mereka tidak sebanding, memangnya dia siapa, pikirnya.
"Aku engga mau pisah sama kamu," kata Mini di sela isak tangisnya.
Melihat kelakuan putrinya yang terlihat begitu bucin akut terhadap Angga, om Hendry dan mom Delina hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Tak lama kemudian, Mini terlihat melerai pelukannya dengan Angga. kemudian dia menatap tajam kearah om Hendry dan juga mom Delina.
"Mommy! Daddy! Pokoknya aku mau kabur aja kalau kalian mau pisahin aku sama Mas Angga!" kesal Mini.
"Hey! Jangan marah, Daddy hanya bertanya. Lagi pula yang akan memisahkan kalian siapa?" tanya Om Hendry.
Mendengar apa yang dikatakan oleh om Hendry, Mini tampak terdiam. Lalu dia menatap wajah kedua orang tuanya dengan tatapan bingung.
"Maksudnya?" tanya Mini.
__ADS_1
Om Hendry dan juga mom Delina terlihat saling tatap, kemudian mom Delina membuka suaranya.
"Kami hanya ingin mengetahui seberapa tulus cinta kasih sayang Angga terhadap kamu, sekarang... kami sangat tahu jika Angga sangat tulus menyayangi kamu," jawab Mom Delina.
"Ya, lelaki sejati tidak akan mau membuat wanita yang dia cintai menderita. Kamu dengar tadi? Dia rela melepaskan kamu agar kamu mendapatkan pilihan hidup yang lebih baik, itu artinya Angga sangat pantas untuk kamu." Om Hendry tersenyum penuh arti.
Wajah Mini yang tadinya terlihat sendu dan juga berurai air mata, kini berubah menjadi ceria. Mini dengan cepat menyusut air matanya, kemudian dia menghampiri om Hendry dan juga mom Delina. Lalu, dia menghambur ke pelukan mereka.
"Michele sayang kalian," kata Mini tulus.
"Daddy pun," jawab Om Hendry.
"Mommy juga," kata Mom Delina.
Angga hanya bisa terdiam melihat mereka berpelukan, dia masih ada dalam mode syok. Dia tidak menyangka jika dia akan mengalami uji nyali dari calon mertuanya.
"Ehm, maaf Om, Tante. Jadi ini maksudnya bagaimana?" tanya Angga.
Ketiga orang yang sedang berpelukan di hadapan Angga langsung mengurai pelukannya, lalu om Hendry pun berkata.
"Kami percaya jika kamu sangat mampu membahagiakan putri kami, karena kebahagiaan memang bukan melulu soal harta. Terima kasih karena sudah mau menerima anak kami yang begitu cantik dan juga sangat manja ini," kata Om Hendry.
Angga nampk terdiam, dia masih menelaah apa yang diucapkan oleh om Hendry terhadap dirinya. Mini yang merasa tidak sabar langsung menghampiri Angga dan memeluknya dengan erat.
"Ya, Sayang. Aku harap kamu akan bersabar, karena aku ingin memberikan yang terbaik untuk kamu," kata Angga.
"Iya, Sayang." Mini terlihat melerai pelukannya, kemudian dia memiringkan wajahnya dan memangkas jarak antara dirinya dengan Angga.
Angga terkekeh, lalu dia mendorong pelan wajah Mini. Padahal di hadapan mereka ada kedua orang tua Mini, namun Mini seolah tidak sabar ingin selalu bermesraan dengan dirinya.
"Bersabarlah," kata Angga lembut.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Angga, Mini nampak tersipu. Antara malu dan juga mau yang dia rasakan saat ini.
"Terima kasih, Om, Tante. Atas kepercayaan kalian, kalau begitu saya permisi dulu," pamit Angga.
"Ya, silakan," jawab Om Hendry, sedangkan Mom Delina menjawab ucapan Angga dengan Anggukan kepalanya.
"Kalau begitu aku nganter Mas Angga ke depan," pamit Mini.
__ADS_1
Setelah berpamitan kepada orang tua Mini, akhirnya Angga pun keluar dari rumah megah tersebut. Tiba di depan mobilnya, Angga berpamitan kepada sang pujaan hatinya.
"Aku pulang dulu, kamu langsung bobo. Jangan ngayap," kata Angga.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Angga, Mini nampak menganggukkan kepalanya beberapa kali.
"Iya, peluk!" pinta Mini manja.
Angga terkekeh dengan apa yang di minta oleh Mini, lalu dia segera menarik tubuh Mini kedalam dekapannya.
Dia elus dengan lembut punggung wanita yang dia cintai, lalu dia kecup keningnya dengan penuh cinta.
"Aku pulang dulu," pamit Angga.
Mini tampak tersenyum, kemudian dia melerai pelukannya, menjinjitkan kakinya dan melabuhkan ciuman hangat di bibir sang pujaan hatinya.
Awalnya Angga hanya diam saja dengan perlakuan yang dilakukan oleh Mini, namun tak lama kemudian Angga membalas pagutan bibir Mini.
Mereka saling memagut dan menikmati sensasi rasa yang datang, tangan kanan Angga bahkan sampai menekan punggung Mini agar tubuh mereka kian menyatu.
Tangan kirinya juga tidak tinggal diam, tangan itu terlihat mengelus lembut tengkuk leher Mini dan meremat dengan lembut rambut panjang Mini.
"I love you Michele Naima Huntler," ucap Angga setelah melepaskan pagutannya.
Mini tersenyum, kemudian dia memeluk Angga dengan erat.
"Jangan sampai satu tahun nabung uangnya, aku sudah tidak sabar untuk menjadi istri kamu," kata Mini.
"Iya, Sayang. Do'akan aku agar segera bisa mengumpulkan uang untuk biaya kita nikah nanti," kata Angga.
"Pasti," kata Mini.
Mini terlihat melerai pelukannya, kemudian dia kembali mengecup bibir Angga. Kecupan hangat yang terasa begitu mesra bagi kedua pasangan yang sedang dimabuk cinta tersebut.
*
*
Selamat malam kesayangan, semoga puasanya lancar terus ya, untuk yang menjalankan.
__ADS_1
Untuk kalian yang selalu membaca karya Othor ini, terima kasih banyak Othor ucapkan. Othor juga mengucapkan terima kasih kepada kalian yang sudah memberikan hadiah, vote dan juga meninggalkan komen serta selalu like di setiap babya.
SEE YOU NEXT EPISODE