
Selepas makan malam Satria dan juga Rachel benar-benar pulang ke rumah Ridwan, mereka di sambut dengan wajah cemas baik oleh Ridwan ataupun bu Airin.
Mereka memang begitu percaya kepada Satria, Satria pasti bisa menjaga Rachel dengan baik. Satria menyayangi Rachel dan Satria bisa menahan gejolak hasratnya agar tidak menggauli Rachel tanpa ampun.
Namun, tetap saja sebagai orang tua mereka merasa khawatir. Apalagi Rahel menurut mereka masih sangat kecil, Rachel adalah anak manjanya yang terkadang bersikap nyeleneh.
Berbeda dengan Raja dan juga Rama, mereka terlihat terus saja menggoda saudara perempuannya itu. Apalagi saat tanpa sengaja Rachel mengikat rambutnya tinggi-tinggi, hal itu membuat tanda kepemilikan Satria di pundaknya terlihat dengan jelas.
Rachel benar-benar merasa malu, dia juga merasa kesal karena Satria sudah memberikan tanda kepemilikan di tempat yang bisa dengan mudah dilihat oleh orang lain. Alhasil dia menjadi bahan ledekan kedua saudara laki-lakinya.
"Abang sihl!" kesal Rachel
Kini mereka sudah berada di dalam kamar Rachel, Rachel terlihat menggerutu karena masih kesal. Berbeda dengan Satria yang terlihat mengedarkan pandangannya, dia bahkan terlihat mengelilingi kamar tersebut tanpa memedulikan ocehan istrinya.
Dia ingin tahu seperti apa isi kamar dari istrinya tersebut, dia ingin tahu apa saja yang istrinya koleksi di dalam kamarnya itu.
Tidak lama kemudian, pandangan Satria tertuju kepada satu kotak besar yang ada di pojok ruangan tersebut. Satria terlihat begitu penasaran dengan apa yang ada di dalam kotak tersebut.
Dia terlihat berjongkok, dia hendak membuka kotak tersebut. Namun, dengan cepat Rachel menahan tangan Satria.
"Jangan, Abang! Jangan dilihat, nanti Rachel malu," kata Rachel.
Raut wajah Rachel yang sedari tadi kesal kini berubah seketika menjadi memerah, saat Satria ingin membuka kotak rahasia miliknya.
"Kenapa harus malu, sih? Kamu ini aneh, aku sudah menjadi suamimu. Masa masih malu," kata Satria.
Satria terlihat menarik lembut tubuh Rachel lalu mendudukannya di atas pahanya, lalu dia mengecup bibir istrinya dengan mesra. Rachel tersenyum, kemudian dia kembali berkata.
"Pokoknya Abang ngga boleh lihat, nanti aku malu," kata Rachel.
Satria terkekeh mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya, dia menggendong istrinya lalu mendudukkan istrinya tersebut di tepian tempat tidur.
"Tunggulah sebentar di sini, Abang mau lihat apa isinya," kata Satria yang benar-benar sudah sangat penasaran dengan apa isi dari kotak tersebut.
Namanya juga anak manusia, semakin dilarang maka akan semakin penasaran dengan apa yang sudah ada di depan matanya.
__ADS_1
"Tapi beneran ya, nanti kalau Abang sudah lihat jangan ledekin aku," kata Rachel.
"Iya, Sayang. Lagian kamu itu aneh, aku itu suamimu. Kenapa kamu malah masih terlihat canggung terhadap diriku?" kata Satria.
"Ya, ngga apa-apa. Ya udah deh, Abang buka aja," kata Rachel.
Rachel mengalah, pada akhirnya dia membiarkan Satria membuka kotak tersebut. Satria tersenyum kalah melihat isi dari kotak tersebut merupakan foto-foto dirinya dari mulai foto bayi sampai foto terbarunya yang baru saja pulang dari negara A.
Dia sampai merasa heran karena Rachel bisa mengumpulkan semua foto miliknya, Satria jadi berpikir mungkin dia meminta bantuan dari Larasati atau Kinara.
Bahkan di sana ada beberapa foto yang sengaja Rachel edit, sehingga di dalam foto itu menampilkan Satria yang sedang berpelukan dengan Rachel.
Padahal, pada kenyataannya itu hanya gabungan dari dua foto yang berbeda. Satria terlihat tersenyum, kemudian dia menghampiri Rachel dan duduk tepat di samping istrinya.
Satria terlihat mengangkat tubuh Rachel dan mendudukkannya di atas pangkuannya, dia memeluk Rachel dengan erat dan menyadarkan kepalanya di pundak istrinya.
"Sekarang tidak usah diedit lagi, kamu bebas memotret kebersamaan kita," kata Satria.
Satria terlihat mengambil ponsel miliknya, lalu memberikannya kepada Rachel. Rachel tersenyum malu mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya tersebut, lalu dia berkata.
"Boleh, Sayang," kata Satria.
Rachel terlihat begitu senang, kemudian dia turun dari atas pangkuan suaminya dan mengambil ponselnya.
Rachel benar-benar senang mendapatkan izin dari suaminya untuk mengabadikan berbagai fose kebersamaan mereka melalui kamera ponsel miliknya.
Rachel terlihat memeluk Satria dan menyandarkan kepalanya di pundaknya, kemudian dia mulai memotret kebersamaan mereka.
Dia juga terlihat mengecup pipi Satria lalu memotretnya, Satria bahkan dengan sengaja mencium bibir Rachel kala Rachel sedang asik memotret kebersamaan mereka.
Antara senang dan juga malu yang kini Rachel rasakan, karena Satria bahkan memotret kebersamaan mereka saat Satria mengecupi pundak dan punggungnya.
"Abang, geli, ah!" protes Rachel kala tangan suaminya sudah mulai meremat dada kecil istrinya.
"Kamu tuh kebiasaan, berisik tau ngga. Kamu tadi ngga denger apa kata ayah, kamar kamu ngga kedap suara. Jadi, ngomongnya pelan-pelan aja. Apalagi kalau lagi itu, dessahnya jangan kenceng-kenceng. Malam aja kamu ampe tereak," kata Satria.
__ADS_1
Mendengar apa yang dikatakan oleh Satria, wajah Rachel terlihat memerah. Tentu saja tadi malam Rachel terus saja meneriakan nama Satria, karena selain rasa sakit yang menyerang, dia juga merasakan bagaimana nikmatnya milik Satria saat menumbuk miliknya.
"Ya sudah, Abangnya jangan minta itu kalau akunya nggak boleh teriak," kata Rachel malu-malu.
"Mana bisa seperti itu, sekarang saja dia sudah bangun," kata Satria seraya menunjuk miliknya dengan ekor matanya.
Rachel mengikuti arah tatapan mata suaminya, dia tersenyum geli kala melihat milik Satria yang sudah berdiri tegak di balik celana yang dia pakai.
Dia benar-benar tidak menyangka, Satria yang dulunya pendiam, irit bicara dan jarang sekali merespon apa yang dia katakan berubah menjadi sosok yang sangat messum menurutnya.
"Suruh dia tidur lagi, Bang!" kata Rachel seraya menyentil milik Satria.
"Aduh, Yang. Sakit, pokoknya kamu harus bikin dia tidur lagi," kata Satria.
"No, Abang tidurin sendiri." Rachel tertawa saat melihat wajah Satria yang terlihat ditekuk.
"Oh, Sayang. Ayolah, ini sangat sakit," kata Satria.
"Ngga mau, aku mau tidur." Rachel langsung menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur, lalu menutup tubuhnya dengan selimut.
Satria terkekeh melihat perlakuan dari istrinya tersebut, dia melakukan hal yang sama. Dia merebahkan tubuhnya, lalu masuk ke dalam selimut yang dipakai oleh istrinya.
Dia sungguh merasa sangat sakit karena miliknya kini benar-benar berdiri dengan tegak dan meminta haknya untuk dituntaskan.
"Yang, please. Abang pengen banget ini," kata Satria seraya mengusap-usap dada istrinya.
Rachel hanya menjawab ucapan Satria dengan gelengan kepalanya, dia merasa takut jika suara erangannya akan terdengar kencang sampai keluar kamar.
Satria yang merasa tidak tahan langsung menurunkan piyama tidur bagian bawah milik istrinya, lalu dia juga menurunkan piyama tidur bagian bawah miliknya dan mulai mengarahkan miliknya ke dalam liang kelembutan memiliki istrinya dari belakang.
"Abang!" teriak Rachel karena kaget.
"Shuut! Jangan teriak, Yang! Nanti ayah sama bunda dateng,"
****
__ADS_1
Selamat pagi, Bestie. Semoga kalian sehat selalu, makin semangat dan makin banyak rezekinya.