
Suasana di rumah Juki kini benar-benar mendadak begitu ramai, bukan karena begitu banyak orang, tapi karena Ibu Amara yang terdengar begitu cerewet.
Dia terus saja mengajak Jesicca untuk berbicara, dia begitu senang bisa mengobrolkan apa pun yang dia suka bersama dengan Jesicca dan juga Putri.
Padahal, biasanya jika malam tiba hanya Alex dan juga Ansel yang begitu riuh karena asik bermain ps.
Selepas makan malam berakhir, Ibu Amara, Jesicca dan juga Putri terlihat mengobrol di ruang keluarga. Sedangkan Alex, Ansel dan juga Reon terlihat begitu asyik main ps.
Berbeda dengan ayah Andar dan juga Juki, mereka terlihat lebih kalem dan mengobrol dengan santai.
Tentunya yang mereka obrolkan tidak jauh dari bisnis dan bisnis saja, sesekali mereka juga membicarakan tentang rencana pernikahan Reon dan juga Putri.
Walaupun masih lama, tapi tetap saja mereka perlu merencanakan pernikahan dari kedua putra-putri mereka tersebut.
"Ehm, Abang izin sebentar," kata Reon kepada Alex dan juga Ansel.
Alex dan juga Ansel yang sedang asyik bermain ps langsung menolehkan wajahnya ke arah Reon, mereka menatap Reon dengan tatapan menyelidik.
"Abang mau apa?" tanya Alex.
"Abang hanya ingin mengobrol saja, boleh?" tanya Reon.
"Hem, pergilah!" kata Alex.
__ADS_1
"Tapi inget, jangan sakitin kak Putri. Baik pisik atau pun hatinya," kata Ansel.
Reon terkekeh mendengar apa yang dikatakan oleh Ansel, kedua adik dari Putri tersebut terlihat begitu ingin melindungi kakaknya.
Mereka seakan berpesan kepada pria yang tidak Putri kenal, tiba-tiba berniat untuk menikahinya.
Padahal, tanpa Ansel mengatakan hal seperti itu tentu saja Reon tidak ingin menyakiti hati Putri ataupun fisiknya. Karena dia begitu mencintai wanita yang sudah sangat lama dia incar itu.
"Tidak akan," kata Reon.
Setelah berpamitan kepada Alex dan juga Ansel, akhirnya Reon terlihat melangkahkan kakinya menuju tempat di mana Putri sedang asyik mengobrol dengan Ibunya.
Ibu Amara bahkan terlihat duduk di samping Putri seraya merangkul pundak kekasihnya tersebut, Ibu Amara seakan tidak rela jika dia berjauhan sedikitpun dengan calon menantunya tersebut.
"Bicara saja di sini, Ibu masih mau mengobrol dengan calon meanntu Ibu," kata Ibu Amara.
"Oh ya ampun, ini masalah pribadi aku dengan Putri. Sebentar saja," pinta Reon.
Melihat Reon yang nampak mengiba, Jesicca terlihat merasa kasihan. Berbeda dengan Ibu Amara yang nampak diam saja.
"Pergilah! Ajak Putri berbicara di taman belakang dekat kolam renang, Putri sangat suka jika berdiam diri di sana," kata Jesicca.
"Alhamdulillah, ayo, Sayang." Reon terlihat mengulurkan tangannya, dengan malu-malu Putri menerima uluran tangan dari Reon.
__ADS_1
Setelah berpamitan kepada Jesicca dan juga Ibu Amara, akhirnya mereka pun langsung melangkahkan kaki menuju taman belakang.
Tiba di dekat kolam renang, Putri terlihat duduk dan mencelupkan kakinya ke dalam air kolam renang. Reon ikut duduk di samping Putri, dia menggulung celana panjangnya lalu dia ikut melakukan apa yang Putri lakukan.
"Dingin, Yang," keluh Reon.
"Seger tahu, punya masalah seberat apa pun kalau sudah diem deket kolam renang terus nyelupin kaki kaya gini jadi rileks lagi," kata Putri.
Reon terlihat mengernyitkan dahinya mendengar apa yang dikatakan oleh Putri, setahunya Putri selalu terlihat baik-baik saja.
Lalu, apa tadi yang dia dengar? Putri membicarakan tentang masalah yang besar, Reon jadi bertanya-tanya di dalam hatinya. Apakah Putri pernah mengalami hal yang membuat dirinya merasa terbebani atau seperti apa.
"Maksud kamu? Apa kamu pernah punya masalah besar atau bagaimana?" tanya Reon.
Putri langsung tertawa dengan apa yang ditanyakan oleh Reon, dia bahkan merasa lucu saat melihat ekspresi dari wajah Reon yang terlihat begitu menghawatirkan akan keadaan dirinya.
"Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti mempunyai masalah, baik itu masalah kecil ataupun masalah besar. Namun, bukan berarti aku sering berdiam diri di tepi kolam renang karena mempunyai banyak masalah."
Putri terlihat menghela napasnya dengan panjang, kemudian dia mengeluarkannya dengan perlahan.
"Lebih tepatnya, aku sering berdiam diri di sini untuk merenung. Seperti saat ini, di saat kamu datang di dalam hidupku dan menjanjikan semua kebahagiaan untukku, aku merenungkannya di sini," kata Putri.
****
__ADS_1
Selamat malam Bestie, Jangan lupa like dan komentarnya. Maaf ya, ngga up beberapa hati. Othor sibuk ngurusin dunia nyata.