Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
S2. Bab 27


__ADS_3

Satria masih berdiri sambil menatap wanita cantik yang kini berpenampilan modis itu, dia seolah tidak ikhlas jika harus melepaskan pandangannya dari wanita itu.


Menyadari kehadiran Satria di sana, wanita cantik itu terlihat menolehkan wajahnya ke arah Satria. Dahi wanita itu nampak berkerut dalam, tidak lama kemudian dia tersenyum, lalu menghampiri Satria.


"Abang! Abang kapan pulang?" tanya wanita itu.


Wanita itu terlihat menatap Satria dengan binar bahagia di wajahnya, dia sungguh tidak menyangka jika saat ini ia bisa bertemu kembali dengan Satria setelah beberapa tahun lamanya tidak pernah saling bertegur sapa.


"Belum lama," kata Satria seraya menatap wanita itu dengan lekat.


"Abang makin tampan, Abang tahu? Rachel suka minta foto Abang sama Kinar," kata Rachel seraya tersenyum manis.


Rachel terlihat merogoh tas jinjing yang dia bawa, kemudian dia mengambil ponsel miliknya. Dia menunjukkan foto Satria yang memenuhi galeri ponselnya.


"Lihat deh, Bang. Foto Abang memenuhi galeri ponsel aku," kata Rachel seraya menggeser layar ponsel miliknya dan menunjukkan foto-foto Satria.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Rachel, Satria nampak tersenyum kecut. Ada rasa senang di dalam hatinya, karena ternyata Rachel masih begitu memperhatikan dirinya.


Namun, ada rasa kesal pula di dalam hatinya saat melihat Rachel kini datang bersama dengan pria tampan yang tidak dia kenal.


"Abang, kok diem aja sih? Memangnya Abang ngga rindu sama aku?" tanya Rachel.


'Rindu, sangat rindu. Sayangnya kamu... ah, sudahlah.'


"Ish! Abang nyebelin, padahal Rachel RINDU." Rachel yang tidak tahan terus dicuekin oleh Satria langsung menubrukan tubuhnya ke tubuh Satria.


Satria menjadi serba salah dibuatnya, ingin sekali dia membalas pelukan dari Rachel. Sayangnya dia masih merasa kesal saat melihat Rchel datang berduaan dengan pria lain.


Satria hanya terdiam seraya menatap tubuh Rachel, tinggi Rachel hanya sebatas dada Satria. Kepala Rachel terasa menempel di dadanya.


"Ehm, Chel. Ayo buruan, aku harus segera ketemu sama paman Yudha," kata pria yang datang dengan Rachel.

__ADS_1


"Tunggu sebentar, Reon." Rachel mengeratkan pelukannya kepada Satria, dia menikmati kebersamaannya dengan pria yang sejak dulu dia cintai itu.


Satria hanya diam saja mendapatkan perlakuan seperti itu dari Rachel, jujur dia merasa senang dan dia juga merasa suka.


Namun, dia merasa enggan hanya untuk sekedar membalas pelukan dari Rachel. Entah kenapa rasa cemburu kini seakan mendominasi di dalam hatinya.


"Chel!" Panggil pria itu lagi.


Mendengar panggilan yang terasa begitu akrab di telinga Satria, membuat hatinya terasa ngilu. Sayangnya di antara mereka tidak ada hubungan apa-apa.


Andai saja Satria memiliki hubungan istimewa dengan Rachel, mungkin dia akan merasa leluasa untuk melarang Rachel agar tidak berdekatan dengan pria lain selain dirinya.


Satria terlihat melerai pelukannya dari Rachel, kemudian dia menatap Rachel dengan lekat dan dia berkata.


"Pacar kamu sudah nungguin tuh, lebih baik kamu segera pergi saja!" kata Satria.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Satria, Rachel terlihat kebingungan. Bahkan dahinya terlihat berkerut dalam sehingga membentuk garis tiga.


"Pacar? Pacar yang mana, Bang? Rachel ngga punya pacar," kata Rachel.


"Tidak punya pacar tapi--"


Satria terdiam, rasanya dia tidak sanggup untuk melanjutkan apa yang ada di dalam pikirannya. Menurutnya Rachel terlihat begitu dekat dengan Reon, tapi kenapa Rachel malah berkata jika dirinya tidak punya pacar?


"Tapi apa, Bang?" tanya Rachel.


"Ck! Sudahlah, aku mau pergi. Mau menemui Putri dulu, semoga kamu bersenang-senang dengan dia," kata Satria seraya menatap tajam ke arah Reon.


"Abang, maksud Abang Reon pacar aku?" tanya Rachel.


Satria tidak menjawab, dia malah terlihat membalikkan tubuhnya. Lalu dia membuka pintu mobilnya dan segera masuk.

__ADS_1


Rachel hanya melongo tidak percaya dengan apa yang dilakukan Satria terhadap dirinya, bahkan tanpa pamit Satria langsung meminta pak sopir untuk mengantarkan dirinya ke rumah Putri.


Reon terlihat mendekati Rachel, kemudian dia menepuk kedua pundak Rachel dengan pelan.


"Sebenarnya pria itu siapa sih? Kenapa sih, kayaknya kok ngelihat aku sensi banget dah?" tanya Reon.


"Dia itu Abang Satria, dia Lelaki yang selalu aku ceritain sama kamu," kata Rachel.


"Oh, ya ampun. Sepertinya aku paham, mungkin saja dia cemburu kepadaku," jawab Reon seraya tertawa.


Rachel terlihat begitu kesal mendengar apa yang dikatakan oleh Reon, menurut dirinya apa yang dikatakan oleh Reon tersebut tidak masuk akal.


Mana mungkin Satria cemburu kepada Reon, padahal dari dulu Satria tidak pernah merespon apa yang Rachel tunjukkan untuk dirinya.


"Reon! Ngga lucu, masa iya bang Satria cemburu sama kamu. Kayaknya nggak mungkin banget deh," kata Rachel.


"Kamu tuh kalau dibilangin nggak percaya, aku itu lelaki. Aku bisa melihat sorot matanya," kata Reon.


"Ngga mungkin, ah. Mana ada abang Satria seperti itu," kata Rachel seraya berjalan meninggalkan Reon.


Reon hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan apa yang diucapkan oleh Rachel, padahal jelas-jelas dia melihat kecemburuan di mata Satria.


Namun, Rachel malah tidak percaya. Bahkan ucapan yang dia katakan seolah dianggap angin lalu saja oleh Rachel.


"Ck! Elu nyebelin," keluh Reon


"Elu juga sama!" keluh Rachel.


Setelah mereka berdebat, akhirnya kedua Insan rupawan berbeda jenis kelamin itu terlihat masuk ke dalam Panti.


Tentu saja tujuannya karena mereka harus segera menemui Yudha sesuai dengan apa yang ditugaskan oleh ibunya Airin.

__ADS_1


***


Masih berlanjut, ya. Jangan lupa tinggalkan jejak, yes.


__ADS_2