
Reon benar-benar bersikap sangat romantis, hal itu membuat Putri begitu senang. Dia bahkan merasa sudah tidak sabar ingin segera besok pagi, agar bisa bertemu dengan Yudha.
Dia ingin segera memberitahukan kebahagiaan yang kini dia rasa kepada ayah kandungnya itu, ayah yang selalu dia sayang dan dia hormati.
Pukul sepuluh malam berulah keluarga Reon berpamitan untuk pulang, karena hari sudah sangat malam.
Jika Putri tengah merasakan kebahagiaan berbeda dengan Kinara, dia merasa kesal karena sudah setengah jam dia menunggu jemputan.
Namun, tidak ada juga yang menjemput dirinya. Dia sudah menelpon sopir pribadi Angga, tapi tidak diangkat.
Kinara juga sudah menghubungi Angga, tapi sepertinya Angga sangat sibuk. Sehingga dia tidak sempat mengangkat panggilan telpon darinya.
"Oh ya Tuhan, kalau tahu mau seperti ini aku tidak akan ngampus." Kinara terus saja menggerutu.
Baru saja selesai satu jam pelajaran, tapi ternyata dosen pengajar di jam kedua tidak bisa hadir. Alhasil dia memutuskan untuk pulang, dari pada harus bengong di kampus.
"Ih, mana haus lagi," gerutu Kinara.
Sebenarnya teman Kinara sudah ada yang menawarkan diri untuk mengantarkan dirinya, hanya saja dia tidak mau. Entah kenapa dia
selalu merasa tidak nyaman jika pergi bersama dengan teman-temannya.
"Sepertinya membeli minuman dingin akan terasa lebih baik," kata Kinara.
Kinara terlihat melangkahkan kakinya menuju mesin penjual minuman dingin yang berada di pinggir jalan.
"Ah, segernya!" ucap kinara seraya mengelus lehernya.
"Minggir, badan kecil tapi ngalangin orang!"
Suara yang terasa tidak asing mengagetkan Kinara, dia langsung menggeserkan tubuhnya seraya menolehkan kepalnya ke arah orang yang menegurnya.
"Om! Ngapain di sini?" tanya Kinara.
__ADS_1
"Menurutmu?" tanya Mich yang terlihat mengambil minuman yang sudah dia pilih.
"Haish! Aku hanya bertanya, kenapa judes sekali jawabnya?" keluh Kinara.
Mich tidak menjawab, dia langsung melewati Kinara begitu saja. Lalu dia terlihat hendak masuk ke dalam mobil mewah miliknya.
Melihat akan hal itu, Kinara langsung menghampiri Mich dan langsung menahan tangan Mich yang sudah membuka pintu mobilnya.
"Om, Kinar ikut pulang ya?" pinta Kinara.
Mich terlihat menolehkan wajahnya ke arah Kinara, lalu dia menatap Kinara dengan tatapan tajamnya.
"Sorry, jalan kita tidak searah!" jawab Mich seraya menepis tangan Kinara.
Mendapatkan penolakan dari Mich, Kinara tidak menyerah. Dia langsung berjalan memutar dan masuk dari pintu yang satunya, tanpa ragu dia langsung masuk dan duduk di samping kemudi.
Melihat akan hal itu, Mich terlihat mendengkus kesal. Lalu, dia terlihat membuka pintu mobilnya dan mendorong tubuh Kinara agar keluar dari dalam mobilnya.
"Ngga bisa, aku harus segera pergi. Sekarang keluarlah, aku harus ke suatu tempat. Kumohon, keluarlah!" pinta Mich dengan kesal.
"No! Kinar ngga mau turun, Kinar ikut Om saja kalau kaya gitu," pinta Kinara seraya memeluk lengan Mich.
"Oh ya Tuhan, salah apa aku kepada ibuku sampai aku harus diganggu bocah tengil seperti ini?" keluh Mich seraya menyalakan mesin mobilnya.
Kinara tersenyum karena Mich tidak menurunkan dirinya, setidaknya dia merasa aman karena bersama dengan Mich.
Kinara melepaskan pelukannya lalu dia memakai sabuk pengamannya dan terdiam seraya menatap jalanan.
Sepanjang perjalanan menuju tempat tujuan, tidak ada percakapan di antara Kinara dan juga Mich. Mereka sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing.
Tiba di depan sebuah rumah mewah, Mich terlihat memberhentikan mobilnya. Lalu, dia keluar tanpa bicara apa pun kepada Kinara.
"Dasar lelaki tua menyebalkan, ngomong apa kek. Aku kan jadi sebel," keluh Kinara seraya menghentakkan kakinya.
__ADS_1
Lima menit kemudian, Mich keluar dari dalam rumah mewah tersebut dengan seorang wanita cantik di sampingnya.
"Haish! Pantas saja dia judes banget, taunya mau jemput ceweknya," kata Kinara.
"Masuklah!" kata Mich seraya membukakan pintu mobil untuk wanita cantik itu.
"Loh, kok malah disuruh duduk di belakang. Memangnya di depan kenapa?" tanya wanita itu.
"Di depan ada orang," kata Mich.
Wanita cantik itu terlihat berjalan dan membuka pintu depan, dia menunduk dan memperhatikan Kinara dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Kinara yang dipandang seperti itu merasa sangat tidak nyaman, ingin sekali dia memaki wanita tersebut. Karena pandangan matanya seolah mengintimidasi, tapi dia tidak bisa memerotes apa yang dilakukan wanita itu.
"Ehm, hai Aunty!" sapa Kinara seraya melambaikan tangannya.
Wanita yang terlihat cantik dan juga seksi itu terlihat memelototkan matanya, dia langsung menegakkan tubuhnya dan melayangkan protesnya.
"What? Aunty? Aku cantik, muda, dan juga seksi. Kenapa harus Aunty?" tanya wanita cantik itu dengan tatapan tidak suka.
"Sorry, Aunty. Eh, Kakak Cantik," kata Kinara gugup karena. mendapatkan tatapan tidak suka dari wanita cantik itu.
"Mich! Siapa dia?" tanya wanita cantik itu.
Mendengar pertanyaan dari wanita cantik itu, Mich hanya menggedikkan kedua bahunya. Lalu, dia terlihat masuk ke dalam mobil dan duduk di balik kemudi.
Wanita cantik itu terlihat mendengkus sebal saat melihat apa yang Mich lakukan, tapi dia tidak mengatakan apa pun.
Wanita cantik itu langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di bangku penumpang, tatapannya langsung mengarah ke pada Kinara dengan tatapan tidak suka.
****
Selamat siang kesayangan, selamat beraktivitas. Semoga kalian sehat selalu dan murah rezeky, jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya, sayang kalian semua.
__ADS_1